5 Prosedur Medis Yang Belum Tentu Anda Perlukan

78cf23ceeca73a3215d786fc69907e45a2d1ae96
Oleh : Laura Tedesco

Sama seperti Anda berharap montir mobil anda hanya menyarankan tune-up yang mobil anda benar-benar butuhkan, demikian juga Anda mengharapkan dokter Anda hanya menyarankan prosedur yang benar-benar tubuh Anda butuhkan. Tetapi, mengkhawatirkan, hal itu tidak selalu terjadi – dari sebuah survey di tahun 2014, 73 persen dari dokter mengatakan dokter-dokter pada umumnya menyarankan test atau prosedur yang tidak diperlukan sedikitnya sekali dalam seminggu.

Alasan utama para dokter yang disurvei dikutip: takut digugat. “Kadang-kadang dokter akan memesan tes atau bahkan melakukan prosedur hanya untuk memastikan bahwa tidak ada yang bisa menuduh mereka tidak melakukan keseluruhan ,” kata Richard A. Deyo, MD, seorang profesor kedokteran evidence-based di Oregon Health & Science University dan penulis dari “Hope or Hype: The Obsession With Medical Advances and the High Cost of False Promises.” (Bahkan, 91 persen dokter mengatakan bahwa reformasi hukum malpraktik akan mengurangi tes dan prosedur yang tidak perlu.)

Tapi ada juga unsur kasih sayang yang berperan: Ketika pasien benar-benar mengharapkan kesembuhan, dokter ingin memberikannya – walaupun mungkin tidak selalu ada. “Kami cenderung untuk mencari solusi yang ajaib,” kata Deyo. Itu mungkin berarti melakukan operasi yang tidak perlu (atau bahkan tidak efektif) – keputusan yang juga dapat memiliki motif keuangan. “Dalam situasi asuransi saat ini, kebanyakan dokter dibayar lebih untuk melakukan lebih,” katanya. “Jadi tidak banyak insentif untuk mengirit.”

Tentu saja, tidak semua dokter secara sadar mencoba untuk mengarahkan Anda ke arah perawatan yang tidak perlu. Tapi itu tidak berarti Anda harus menerima setiap perawatan yang ditawarkan. “Sikap skeptis selalu baik,” kata Deyo. “Pasien harus mengajukan pertanyaan.” Anda harus sangat ingin tahu jika diresepkan dokter salah satu dari lima prosedur berikut:

  1. Artroskopi lutut
    Jika Anda memiliki osteoarthritis lutut, dokter mungkin menyarankan operasi arthroscopic untuk menghalsukan tulang rawan yang bengkak dan kasar dan mengganti cairan sendi yang mengandung bahan kimia penyebab inflamasi, kata Deyo. Apa yang dulunya terdengar seperti cara yang menjanjikan untuk memerangi rasa sakit sebenarnya mungkin tidak ada gunanya: Dalam dua uji coba terkontrol secara acak, pasien menerima baik arthroscopy lutut atau prosedur palsu. “Mereka pada dasarnya menempatkan arthroscope di lutut tetapi tidak benar-benar melakukan perbaikan,” kata Dr Jeremy Sussman, yang bertugas di gugus tugas the Society of General Internal Medicine’s Choosing Wisely pada 2013.
    Kedua studi menemukan bahwa arthroscopy lutut tidak lebih bermanfaat daripada prosedur plasebo. Bahkan, salah satu penelitian, yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine, menunjukkan bahwa operasi tidak menambahkan manfaat apapun untuk rejimen terapi fisik dan medis (seperti obat-obatan nyeri) yang terencana.

  2. Pengambilan Gambar untuk Sakit Pinggang Bawah yang Baru
    Kami mengerti: Sakit punggung adalah menyebalkan. Dan ketidaknyamanan dapat dengan mudah mendorong Anda untuk mencoba apapun yang dokter anjurkan. Tapi sebagai ingatan: Menjalani MRI atau X-ray untuk kasus baru nyeri punggung bawah hanya dapat menyebabkan Anda menyusuri jalan perawatan yang tidak perlu.

    Sakit punggung bawah adalah sangat umum, penyebabnya biasanya tidak parah, dan rasa sakit akan sering hilang dengan sendirinya, kata Sussman. Tetapi jika Anda menjalani scan, Anda dapat mendapat pemikiran yang berbeda: “Masalahnya adalah bahwa banyak orang yang normal, dan bebas rasa sakit memiliki scan MRI yang buruk – misalnya, hal-hal seperti tonjolan atau rapuhnya piringan sendi sebenarnya adalah yang tanda penuaan, setara dengan kerutan atau uban, “kata Deyo.

    Ketika ini hasil yang menakutkan ini muncul di scan, “Baik dokter dan pasien dapat menjadi khawatir,” katanya. “Itu mungkin memicu urutan tes-tes dan perawatan-perawatan yang benar-benar tidak sangat membantu.”
    Hasilnya? Penggunaan pengambilan gambar yang berlebihan untuk nyeri punggung bawah dapat berkontribusi pada dua sampai tiga kali lipat tingkat bedah yang terpantau dalam beberapa tahun terakhir, menurut sebuah makalah di Journal of Orthopaedic Terapi Fisik & Olahraga.

    Jadi, kapan Anda seharusnya di scan? Jika sakit punggung Anda disertai dengan penurunan berat badan, Anda berusia 65 atau lebih tua, Anda baru saja mengalami infeksi atau mengambil steroid, atau Anda memiliki riwayat kanker, maka nyeri pinggang Anda bisa menjadi tanda sesuatu yang serius, kata Sussman. Dalam kasus tersebut, MRI atau X-ray dibenarkan, karena itu penting untuk menentukan penyebab rasa sakit Anda.

  3. Test Ketahanan Jantung Cardiac Stress Test
    Stress test sebenarnya dirancang untuk mengukur kemampuan jantung Anda untuk memikul beban: Anda berolahraga di treadmill atau sepeda stasioner, dan dokter memonitor hal-hal seperti denyut jantung dan tekanan darah. Semuanya terdengar sangat baik, kan? Satu masalah: “Stress test sangat tidak akurat dan tentu saja dapat mengelabui,” kata Deyo. “Ada hasil positif palsu dan negatif palsu. Jadi pasien mungkin diyakinkan dengan hasil palsu atau khawatir dengan hasil tes palsu. ”

    Dalam sebuah studi di Annals of Surgery 2013, peneliti menemukan bahwa jumlah stress test yang tidak perlu sebelum operasi – misalnya, pada orang tanpa faktor risiko untuk masalah jantung – terus meningkat pada pasien yang lebih tua. “Umur bukanlah satu alasan untuk mendapatkannya,” kata Sussman. “Dan juga bukan untuk operasi yang berisiko rendah – sebagai contoh, jika seseorang akan menjalani operasi katarak, mereka hampir tidak pernah membutuhkan stress test.”

    Bukan hanya melakukan pra-operasi stress test yang tidak perlu: Dokter-dokter juga mungkin secara berlebihan melakukan test tersebut untuk pasien dengan nyeri dada. Meskipun stress test adalah kunci untuk pasien dengan nyeri dada yang berhubungan dengan penyakit jantung, mereka kurang bermanfaat bagi orang-orang dengan nyeri dada yang disebabkan oleh masalah muskuloskeletal atau gastrointestinal, kata Deyo. Namun, jika dilakukan pada pasien ini, mereka mungkin akan memaksa dokter untuk melakukan perawatan tindak lanjut yang tidak perlu.

  4. Fusi Tulang Belakang Kompleks Complex spinal fusion
    Jika Anda memiliki stenosis tulang belakang (penyempitan tulang belakang), dokter dapat mengusulkan solusi yang drastis: menyatukan dua vertebra Anda. Dan studi JAMA atas klaim Medicare menunjukkan terjadinya peningkatan frekuensi: Meskipun tingkat keseluruhan operasi pada pasien yang lebih tua dengan stenosis tulang belakang menurun selama masa studi lima tahun, tingkat prosedur fusi kompleks meningkat 15 kali lipat.

    Mengapa itu mengkhawatirkan: “Bagi sebagian besar pasien, operasi sederhana adalah semua yang mereka butuhkan – yaitu, hanya operasi sejenis dekompresi,” kata Deyo. Kompleksitas bukanlah satu-satunya cara di mana prosedur tersebut berbeda: biaya Spinal fusion hampir 3,5 kali lebih banyak dari operasi dekompresi, menurut studi JAMA.

    Jadi mengapa menganjurkan untuk melakukan operasi besar? Dokter sering menggunakan sekrup dan penyangga untuk menahan tulang-tulang di tempat sementara tulang belakang mengalami proses penyembuhan – dan sayangnya, mereka mungkin dipengaruhi oleh penjual alat-alat tersebut. “Perangkat-perangkat tersebut telah secara agresif dipasarkan, karena itu sangat menguntungkan,” kata Deyo. “Para produsen berusaha dengan keras untuk meyakinkan ahli bedah, di hampir semua keadaan, agar mereka seharusnya melakukan fusi.”

  5. Pemeriksaan Panggul Tahunan
    Hampir 70 persen dari ginekolog percaya pemeriksaan panggul merupakan cara yang efektif untuk menyaring kanker ovarium, menurut sebuah studi 2012 di Preventive Medicine. Namun awal tahun ini, American College of Physicians (ACP) mengeluarkan pedoman baru: ujian panggul (Pelvic Exam> – cek genital yang dilakukan ginekolog dengan spekulum – seharusnya tidak lagi dilakukan pada wanita asimptomatik yang tidak hamil. (Catatan: Ini tidak termasuk Pap smear.)

    Ini hanya kasus di mana kerugian lebih besar daripada manfaat yang dirasakan: Ujian tersebut sangat memalukan dan berpotensi menyakitkan bagi pasien, dan metode tersebut sangat tidak akurat untuk mendiagnosa kanker ovarium atau vaginosis bakteri, menurut ACP.

Leave a Reply

Post Navigation