Aku Belum Mati Dan Tuhan Masih Bekerja

Diterjemahkan dari situs : http://newspring.cc/blog/stories/caradine-tully/

Oleh : Caradine Tully, USA

Caradine Tully menghadapi pergumulan panjang dengan kanker, tetapi Allah telah menggunakan penyakitnya untuknya kebbaikan. Ini adalah kisahnya dalam kata-katanya sendiri…
Saya pernah menanyakan dokter saya, ” Apakah aku akan mati ? ”
Aku sebetulnya takut, tapi tidak ingin kelihatan tak berdaya. Aku tahu orang tua saya sangat khawatir. Di dalam hati saya sebenarnya panik, tapi terus meyakinkan diriku sendiri untuk terlihat kuat di luar.
Saya berumur 15 ketika saya didiagnosa dengan kanker jaringan lunak. Rasa sakit mulai selama pelajaran olahraga – tajam, nyeri menembak seluruh kaki saya. Ini menjadi sulit untuk duduk di kelas saya dan berjalan naik dan turun tangga. Setelah kanker dikonfirmasi, kehidupan remaja saya terhenti.
Saya didiagnosis dengan stadium 4 kanker otot jaringan lunak yang disebut Rhabdomyosarcoma. Saya mulai kemoterapi dan radiasi, dan setelah 56 minggu pengobatan, scan menunjukkan tidak ada tanda-tanda kanker dalam tubuh saya. Tapi dua tahun kemudian, kanker menyebar lagi, dan saya tidak mampu untuk menyelesaikan tahun pertama saya.

Hubungan Baru

Sebelum kanker, saya tidak berdoa setiap hari atau mendengar Allah berbicara kepada hati saya. Saya menerima Yesus ke dalam hidup saya ketika saya berumur 11 tahun, tapi saya tidak memiliki hubungan yang dekat dengan-Nya.
Ibuku tidak percaya pada ” agama terorganisasi, ” dan meskipun saya menghadiri gereja dengan ayah saya dan ibu tiri saya, saya tidak tertarik dan tidak memperdalam hubungan saya dengan Kristus.
Tapi tak lama setelah diagnosis awal saya, seorang teman mendorong saya untuk berdoa dan membaca Alkitab. Semakin saya membaca Firman Tuhan, semakin aku mulai merasakan kedamaian-Nya. Saya menyadari bahwa hubungan dekat dengan Yesus adalah apa yang saya butuhkan.
Ketika kanker kembali, dua tahun pengobatan syaa jalani. Saya juga menjalani transplantasi sel induk, dan diinduksi medis koma dua minggu. Aku terbangun dari koma, dan tidak mampu merawat diri sendiri. Aku harus kembali belajar berjalan, bernapas dan makan.

Sebuah Diagnosa yang Suram

Tidak lama kemudian, scan menunjukkan masih ada kanker sel pada kelenjar getah bening saya. Para dokter mengatakan kepada saya tidak ada lagi yang mereka mampu lakukan untuk menyembuhkan saya. Yang terbaik yang mereka dapat menawarkan adalah pil kemoterapi ringan yang akan menunda penyebaran kanker saya.

Walaupun hubungan saya making indah dengan Yesus, keadaan tidak menjadi lebih mudah. Terkadang dalam kebingungan dan kemarahan, saya memarahi Tuhan. Mengapa Ia mengizinkan saya untuk mengalami hal ini? Apa rencanaNya memberikan saya penyakit ini?

Namun di tengah penderitaan dan pertanyaan saya, tetangga kami terus mengundang kita untuk gereja NewSpring dan kakak saya mulai bertanya tentang Yesus. Kami berdoa bersama dan dia menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Setelah beberapa kali kunjungan, saya dan kakak saya memutuskan untuk menjadi anggota dan kami dibaptis bersama-sama.

Kemuliaan -Nya Terungkap

Di tengah pergumulan dengan kanker, saya ditunjukkan siapa Yesus. Aku belajar untuk melepaskan kemarahan – menyerahkan seluruh hidupku ke tangan Tuhan, sakit atau sehat. Dia adalah perisai dan kekuatan saya.

Kemenangan saya tidak apa yang saya capai, tapi apa yang Tuhan telah perbuat melalui saya. Allah memakai kemuliaan-Nya melalui penyakit saya untuk menyelamatkan adikku, dan Dia juga membawa perdamaian ke keluarga kami.

Sejak menjadi terlibat dengan gereja NewSpring sebagai anggota dan pelayan, iman saya telah berdampak kepada orang tua saya. Mereka telah melihat perubahan dalam diri saya. Kemarahan diganti dengan kesabaran. Mereka melihat pengharapan dalam situasi saya. Saya melihat optimisme dan pengucapan syukur dari ayah saya yang dulunya sangat takut dan putus asa.

Tuhan menggunakan penyakit saya untuk memperbaiki hubungan dengan ibu saya. Dia mengatakan padaku bahwa ia kagum dengan bagaimana saya menghadapi pergumulan dengan kanker dan saya memberikannya harapan dari Allah, yang telah memberi saya kedamaian.

Leave a Reply

Post Navigation