Anda Memilih Penyelamat Atau Presiden?

51SI+KORA+-+Maskot+PEMILU+2014

Oleh Erwin Analau

Melihat sengitnya pertarungan Pemilihan Presiden kali ini membuat kita melihat suatu fakta bahwa sesungguhnya di dalam hati semua manusia,  setiap dari kita membutuhkan seorang penyelamat. Pada tahun 2008 ketika Amerika melakukan Pemilu.  Masih segar dalam ingatan saya,  para pendukung Obama mengeluk-elukkan dia ketika hasil hitungan suara sudah diumumkan dan menunjukkan dialah pemenangnya.  “Yes We Can”  dan gambar Obama dengan tulisan “HOPE”  menjadi slogan kampanyenya. Televisi,  media bahkan di YouTube dapat kita saksikan para pendukung membuat lagu untuknya,  memujinya,  dan mengagungkan.  Layaknya seorang penyelamat sudah datang untuk menyelamatkan Amerika. 

6 tahun kemudian,  semua harapan tentang si penyelamat sudah pupus.  Terakhir, persentase pendukungnya hanya sekita 30 %.  Bahkan,  segala kebijakannya jauh dari harapan seorang penyelamat bangsa. 

Besok bangsa ini akan memilih presidennya.  Ke dua kubu Sama-sama mempunyai pandangan bahwa calonnya adalah penyelamat. Yang satu penyelamat macan Asia,  dan yang lain penyelamat dari rakyat. Sebelum kita ke kotak suara,  coba renungkan semua yang telah terjadi. Apakah anda ke kotak suara tersebut,  untuk memilih seorang penyelamat atau seorang Presiden?

Saya mau menulis ini dari sisi kerohanian,  bukan dari sisi politik. Kalau kita mau jujur kepada diri kita sendiri,  setiap dari kita menginginkan seorang penyelamat.  Dalam diri kita,  kita tahu ada yang salah dalam dunia ini.  Dunia ini seharusnya tidak begini. Ada suatu kerinduan akan home.  Suatu perasaan,  ini nih semestinya tidak begini. Semestinya tidak ada kemiskinan,  semestinya tidak perlu ada kekejian,  seharusnya tidak perlu orang bisa mati kelaparan,  atau sakit penyakit, dan lain sebagainya. 

Dan keinginan tersebut adalah benar.  Karena memang dunia ini tidak seharusnya begini.  Ketika diciptakan,  Tuhan berkata “It’s Good”.  Tetapi ketika Adam dan Hawa meragukan itu dan berkata “Apakah benar ini semuanya baik?”.  Dosa masuk dan benar-benar menunjukkan kalau memang benar sebelumnya “It was good”

Bapa menjanjikan seorang penyelamat,  dan perkataan itu tertanam di dalam hati Adam dan Hawa.  Saya bayangkan,  ketika mereka berkumpul mengelilingi api unggun,  dan Anak-anak mereka menginginkan mereka bercerita sebelum tidur.  Adam dan Hawa akan bercerita tentang taman Eden, dosa yang mereka lakukan,  dan janji Bapa tentang seorang Juruselamat. Saya bayangkan ekspresi Anak-anak tersebut dengan mata yang berbinar-binar ketika mendengarkan cerita tentang taman Eden,  di mana segala sesuatunya sempurna dan tidak ada sakit penyakit atau kesedihan,  kengerian mereka ketika orangtua mereka memilih untuk meragukan sang Pencipta dan kegembiraan mereka ketika sang Pencipta menjanjikan seorang Penyelamat yang akan memperbaiki semuanya. 

Mulai saat itu,  3 hal itu tertanam di setiap hati manusia. Gambaran tentang dunia ini seharusnya tidak begini,  ratapan ketika kita mengetahui kitalah yang menyebabkannya dan suatu pengharapan kalau suatu saat akan ada yang datang untuk menyelamatkan kita. Dan Penyelamat itu sudah datang. Dua ribu tahun yang lalu, Dia telah datang.  Dia telah mati. Dia telah bangkit. Dia telah naik.  Dan Dia berjanji akan kembali lagi. 

Sang Penyelamat tahu kalau kekacauan dunia ini adalah projeksi dari hati manusia. Sang Penyelamat tahu kalau 2000 tahun yang lalu Dia hanya memperbaiki dunia,  maka kita akan membuatnya hancur lagi. Dia tahu hati kita selalu identik dengan dosa. Dia bukan hanya Penyelamat,  tapi juga Pemaaf, Perubah,  dan Pemberi Hati Yang Baru. Si Penyelamat ini tidak bisa dipilih oleh kita.  Dia malah yang merelakan diriNya untuk menderita,  disiksa dan mati di kayu salib sebagai ganti kita. Sebaliknya, Dialah yang memilih kita. 

Besok anda akan memilih. Kalau anda memilih seorang Penyelamat,  maka anda akan kecewa berat.  Siapa pun pilihan anda pasti akan mengecewakan anda di kemudian hari,  terkecuali kalau anda menutup mata. Oleh karena itu,  pilih seorang Presiden. Dan biarkan Sang Penyelamat yang memilih anda.

Leave a Reply

Post Navigation