Author Archives: Winadmin

Test Darah Untuk Mendeteksi Alzheimer 10 Tahun Lebih DIni

Test Alzheimer Bisa Mendeteksi Penyakit Tersebut 10 Tahun Lebih DIni

Oleh Megan Scudellari – Nov 17, 2014

Sebuah tes darah baru untuk Alzheimer bisa mendeteksi penyakit tersebut 10 tahun lebih dini daripada diagnosa klinik – jauh lebih cepat daripada tes-tes lainnya yang sedang dikembangkan.

Tes tersebut, yang dijelaskan kepada khalayak umum untuk pertama kalinya kemarin, dapat segera digunakan untuk mengidentifikasi dan mengobati pasien dengan penyakit Alzheimer pada saat awal perkembangan penyakit mereka. Orang-orang tersebut juga bisa berpartisipasi dalam uji klinis untuk membantu menemukan pengobatan baru. Tes tersebut sudah bisa membedakan antara pasien dan lansia sehat dengan akurasi 100 persen.

“Kita masih memerlukan replikasi dan validasi, tapi aku sangat optimis pekerjaan ini akan berlanjut,” Dimitrios Kapogiannis, penulis utama studi tersebut dan seorang neuroscientist di National Institute on Aging, mengatakan setelah presentasi di Society for Neuroscience konferensi di Washington kemarin.

Tes darah tersebut masih dalam tahap awal pengembangan dan baru selesai dievaluasi pada 174 individu, sehingga membutuhkan studi jangka panjang yang lebih besar sebelum digunakan secara luas, para peneliti mengatakan dalam sebuah pernyataan. NanoSomiX, sebuah perusahaan biotek Aliso Viejo, berbasis di California yang mengembangkan tes darah untuk penyakit neurodegenerative dan yang mensponsori penelitian tersebut, berencana untuk memproduksi versi komersial dari tes tersebut, penjelasan dari perusahaan tersebut dalam pernyataan terpisah.

Dua potensi tes darah Alzheimer lainnya diumumkan awal tahun ini. Satu test menganalisa 10 tipe lemak dalam aliran darah yang muncul untuk memprediksi demensia dengan akurasi 90 persen dalam waktu tiga tahun dari onset. Lainnya menggunakan 10 protein dalam darah untuk memprediksi onset dengan persen akurasi 87 dalam setahun.

Di National Institute on Aging, Kapogiannis dan timnya mengidentifikasi protein tunggal di otak yang terlibat dalam pemacu insulin, yang disebut IRS-1, yang tampaknya rusak pada pasien Alzheimer.

Para peneliti mengumpulkan sampel darah dari 70 orang dengan penyakit Alzheimer, 20 lansia yang normal secara kognitif tetapi menderita diabetes, dan 84 orang dewasa yang sehat. Dari seluruh peserta, 22 pasien Alzheimer memberikan sampel darahnya sekitar 1 sampai 10 tahun sebelum diagnosis.

Dari sampel, para peneliti mengisolasi exosomes, kantung lipid kecil yang berkembang dari membran sel dan membawa sinyal ke sel-sel dan jaringan lain. Dari kumpulan hasil exosomes, mereka mengidentifikasi hanya yang berasal dari otak, yang mengandung IRS-1, dan mengukur kadar protein tersebut.

Mereka menemukan bahwa pasien dengan Alzheimer memiliki kadar non-aktif dari protein tersebut lebih tinggi dan kadar aktif yang lebih rendah dibandingkan orang yang sehat. Para penderita diabetes memiliki tingkat menengah.

Tingkat ini begitu konsisten sehingga tim tersebut bisa memprediksi apakah sampel darah berasal dari pasien Alzheimer, individu yang sehat, atau diabetes – dengan tidak ada kesalahan. Hal ini bahkan berlaku untuk sampel dari pasien Alzheimer yang diambil 10 tahun sebelum mereka didiagnosis.

“Kami mampu secara sempurna mengklasifikasikan pasien dan kontrol,” kata Kapogiannis dalam presentasinya.

RAMAH DONG !

20140813_be-nice_poster_img
Oleh Kimm Crandall

Kekristenan bukan hanya sekedar untuk menjadi ramah. Tapi bagaimana perintah untuk mengasihi sesama kita? Bagaimana keramahanmasuk ke dalam kehidupan orang Kristen?

Dengan memiliki empat anak (usia dua belas dan di bawah) saya merasa perkataan favorit adalah “Ramah Dong !” Seolah-olah saya mengatakan (dan kadang-kadang berteriak) kepada anak-anak saya untuk bersikap ramah sepanjang hari.

Namun dalam pelayanan saya ke seluruh dunia, saya tampaknya memberitakan pesan yang berbeda. Soalnya, dalam hati saya, saya tahu bahwa Kekristenan bukanlah hanya sekedar untuk menjadi ramah. Tapi apakah itu benar? Bagaimana dengan perintah untuk “mengasihi sesama”? Mencintai tetangga saya tampaknya agak penting, jika Anda bertanya kepada saya.

TUNTUTAN-TUNTUTAN TAURAT

Taurat memberitahu saya untuk bersikap baik dengan mencintai tetangga saya, namun saya menemukan bahwa saya menyikut suami saya ketika ia mendengkur, cemberut pada anak-anak saya ketika mereka terlalu berisik, dan mengabaikan kebutuhan orang lain. Tidak peduli seberapa hebatnya kita berpikir kita telah mengasihi dan bersikap ramah kepada orang lain, kenyataannya adalah bahwa menurut Taurat kita gagal total – kita perlu melakukan Taurat (semuanya) setiap detik dari setiap menit, setiap menit dari setiap jam, setiap jam dari setiap hari (dan seterusnya). Bahkan satu pikiran egois tentang orang sebelah kita adalah alasan untuk diskualifikasi menurut Taurat. Tidak peduli seberapa keras kita berusaha, kita tidak bisa memenuhi perintah untuk mengasihi sesama seperti kita mengasihi diri kita sendiri!

Anda lihat, Taurat tidak dapat mengubah hati kita, Taurat hanya bisa menghancurkan hari kita. Taurat hanya dapat melakukan satu hal: membunuh semua harapan bahwa kita pernah bisa memenuhinya secara menyeluruh. Taurat dapat mengajukan tuntutan tapi tidak memberikan kekuatan untuk mereka yang mendengarnya untuk benar-benar melakukan apa yang dituntut. Taurat tidak dapat memukul kepala kita sambil berteriak “kasihilah sesamamu” sampai kita menurut. Tidak. Taurat membinasakan kita dengan pedang, membunuh semua oemikiran kalau kita bisa memenuhinya. Taurat berkuasa atas kita sambil mengingatkan kita akan setiap kegagalan kita, akan Tauratan kita seperti seorang sipir penjara (Gal 3: 23-25).

Sayangnya banyak dari kita percaya bahwa Kekristenan adalah hanya sekedar bersikap ramah, menjadi orang yang lebih baik, dll. Bahkan ada lagu Kristen populer yang mendorong kita untuk melihat ke dalam dan “menemukan kebaikan kita.” Saya tidak tahu tentang Anda, tetapi terakhir kali saya melihat jauh ke dalam hati saya, semua yang saya temukan adalah hati yang “menipu dan jahat di atas segala sesuatu.”

SATU-SATUNYA CINTA YANG SEMPURNA

Kabar baiknya adalah bahwa kita mempunyai harapan yang lain selain dari Taurat. Kita sangat membutuhkan Injil untuk membebaskan kita, karena Taurat meninggalkan kita benar-benar putus asa. Setelah Taurat menyelesaikan semua perbuatan kotornya dan mengakhiri semua harapan kita untuk memenuhinya, Injil datang dengan cepat untuk membebaskan kita dari keputusasaan kita. Inji menyelamatkan kita, membawa kehidupan bagi jiwa kita yang telah meninggal. Sebagai C. F. W. Walther mengatakan:

“Injil tidak memerlukan sesuatu yang baik yang bisa diberikan oleh manusia: bukan hati yang baik, bukan disposisi yang baik, bukan perbaikan kondisinya, bukan kesalehan, bukan cinta kepada Allah atau sesama manusia. Injil tidak memberikan perintah, tetapi merubah manusia. Dia menanam kasih dalam hati manusia dan membuat dia mampu akan semua perbuatan baik. Injil tidak menuntut apa-apa, tetapi memberikan semua. Bukankah seharusnya fakta tersebut membuat kita melonjak kegirangan? “

Hanya ada seseorang yang pernah mencintai sesamanya dengancara yang dituntut oleh Taurat. Dan dia melakukannya untuk Anda dan saya. Yesus menunjukkan kebaikan yang sempurna. Yesus memiliki kasih yang sempurna dan hatinya murni. Yesus tidak datang untuk membuat kita menjadi ramah; Dia datang untuk menyelamatkan kita karena kita jahat.

KERAMAHAN YANG DIMOTIVASI INJIL

Jadi pertanyaannya adalah: “? Apakah saya harus berhenti mengatakan anak-anak saya untuk bersikap baik dan hanya membiarkan mereka untuk berkelahi satu sama lain” Seperti yang dikatakan “Tidak sama sekali !” Selalu ada tempat untuk tetapi tidak bisa datang dari dalam dan tidak dapat membenarkan kita. Allah tidak membutuhkan perbuatan baik Anda, tetapi tetangga Anda butuh. Allah tidak membutuhkan anak perempuan saya untuk berlaku atau berkata kasar kepada saudara mereka, tapi kedua saudaranya butuh.

Bersikap baik adalah sulit, mengasihi sesama seperti mengsihi diri kita sendiri adalah sulit, dan tak satu pun dari kita dapat mengasihi seperti Kristus mengasihi. Tapi ketika cinta tidak datang mudah, ketika kebaikan sulit untuk ditemukan, kita tidak perlu khawatir karena perintah tersebut telah dipenuhi oleh Kristus dan kita telah dibebaskab. Dan kebebasan tersebutlah yang menciptakan kasih dan pelayanan kepada sesama kita. Karena kita sekarang telah dibebaskan dari kutuk Taurat, kita dibebaskan untuk kehidupan yang penuh perbuatan baik. Motivasi kami bukan lagi diri kita sendiri, tapi ini: kasih Allah bagi kita.

Kita mengasihi karena Allah mencurahkan kasih-Nya ke dalam diri kita dan kita curahkan kasih tersebut pada orang lain. Hati yang penuh pengucapan syukur –bukan ketakutan- adalah motivator kita. Kita akhirnya dibebaskan untuk mengasihi sesama kita karena tuntutan telah dipenuhi di dalam Kristus. Karena kita telah dibebaskan, kita berterima kasih dan kita memiliki keinginan baru untuk melayani dan mengasihi sesama kita.

Irwan : Suami, Ayah, Gembala, Realtor, Restaurateur …

BC_3.5x2.eps

Irwan Ngadisastra adalah seorang gembala dan juga entrepreneur. Dia tinggal dengan istri dan 3 anak laki-lakinya di kota Kirkland, negara bagian Washington, Amerika Serikat. Kesibukan sehari-harinya diisi dengan memimpin Gereja Injil Sepenuh Internasional (GISI/IFGF) Seattle (www.ifgfseattle.org), menjadi agen real estate (www.seattleidealhomes.com), dan mengelola restaurant Indonesia-nya ‘Indo Café’(www.myindocafe.com). Kebangkitan.org mendapat kesempatan untuk mengajak beliau makan siang, sambil berbincang sejenak tentang Kristus, kesaksian hidupnya, keluarga, gereja, harapan dan usahanya.

K (Kebangkitan.org): Saya sudah sering mendengar khotbah anda tentang pertobatan anda. Bisa tidak menceritakan sedikit keadaa anda sebelum bertobat

IN (Irwan Ngadisastra): Saya datang dari latar belakang dan keluarga Budha. Tapi pada dasarnya saya lebih cenderung atheis. Orang tua saya mungkin beragama Budha, tetapi saya sendiri tidak pernah memikirkan tentang Tuhan. Saya pindah ke Singapur waktu umur 8 atau 9 tahun. Di sana saya sendirian dan tidak bersama orang tua. Jadi lingkungannya tidak terlalu safe. Karena itu, saya memutuskan untuk ikut dalam geng. Jadi anggota geng, karena saya butuh perlindungan, dan tidak mau di-bully. Pada awalnya, semuanya baik sih. Tapi karena anggota yang lain sudah lebih tua, maka saya mulai ikut-ikutan merokok, cobaan marijuana, alkohol dan going clubbing. Malah ada suatu saat hampir masuk ke prostitusi … tapi pada saat itu masih ada rasa takut kena sakit AIDS. Jadi tidak jadi …

K : Wow … mungkin tidak ada yang bisa nyangka kalau melihat anda sekarang yah apalagi sudah berkeluarga dengan 3 anak.

IN : Hahaha … pastinya sih yah … hahaha waktu itu saya juga ada anger problem. Mudah naik darah. Kalau saya berantem dengan papa saya … wah pokoknya dahsyat.

K : Haha … mungkin karena anak pertama yah. Pengalaman saya anak pertama emang rada keras yah

IN: Mungkin juga yah. Dan juga ditambah dengan ekspektasi dan juga bawaan dari orang tua. Orang tua mengharapkan saya untuk tinggal sendirian, jadi akhirnya, yang terlibat banyak masalah. Ketangkep polisi juga pernah. Berantem pernah. Masuk rumah sakit pernah, sampai mau memukul papa dengan palu pun pernah. Jadi yah begitulah life was crazy. Terus suatu hari, kira-kira saya umur 15 pada waktu itu, ada teman, yang punya koneksi dengan geng saya, tapi bukan anak geng, lalu dia undang saya ke gereja lah. Mulanya, sih saya gak mau, pikirannya “Ngapain juga ke gereja”. Tapi kemudian dia ajak terus dan trick me a little bit, dia bilang “Banyak cewe lah” atau “Banyak teman”.

K : Hahaha … cewe yah, alasan yang bagus untuk ke gereja

IN: Hehehe … iyah. Tapi etelah 1 – 2 minggu, saya bilang ke dia, bagaimana kalau saya tidak ke gereja, tapi pergi kumpul-kumpul atau makan bareng saja setelah gereja. Tetapi teman ini lumayan berani juga, dia bilang “Sorry, tidak bisa. Kalau tidak ke gereja, tidak boleh hang out” Hahaha … yah akhirnya saya terpaksalah ke gereja dan juga karena cewe-cewenya cakep cakep … hahaha. Tetapi 2-3 bulan setelah pergi ke gereja, saya merasakan Firman Tuhan menjamah dan mengetuk hati saya. Saya bilang ke Pendeta tentang jamahan tersebut. Lalu, dia mengajak saya mengikuti Pendalaman Alkitab. Saya ikut pendalaman Alkitab dan kemudian menerima Yesus. Sejak itu saya tidak pernah lihat ke belakang. Puji Tuhan, Tuhan memberikan saya pertolongan. Saya bisa lepas dari keanggotaan geng, dengan hanya ngomong kalau saya mau berhenti dan mereka mengijinkan.

K : Wah Luar Biasa

IN: Yep ! Jadi saya menerima Tuhan pada tahun 1990, dibaptis dan tentu saja orang tua saya tidak setuju. Tetapi saya terus maju dan tidak mundur, saya terus melayani Tuhan dan menjadi saksi bagi mereka. Singkatnya, malahan sekarang ke dua orang tua saya menerima Yesus dan malahan mereka yang menjadi pendukung yang terbesar untuk pelayanan saya. Semua anggota keluarga saya, dari adik-adik dan sepupu dan juga saudara jauh, mereka menerima Yesus.

K : Grace is awesome

IN: Iyah ada satu cerita yang menarik. Saat itu sepupu saya sudah banyak yang menerima Yesus, lalu saya dipanggil oleh Mama mereka, jadi dia itu auntie saya. Dia bilang ke saya begini “ Wan, saya tidak keberatan kamu khotbah-in anak-anak saya jadi kenal Tuhan. Bagus dan saya tidak keberatan. Saya tidak marah sama kamu, tapi cukup di sini saja. Saya tidak bakalan mau jadi orang Kristen, saya tidak mau di-khotbah-in, saya tidak mau di-injil-in, saya sudah bahagia jadi orang Budha, dan saya mau jadi pendeta Budha.” Tetapi kemarin ini pada bulan Juni ketika saya balik ke Indonesia, untuk mengikuti Harvest Festival, Mama saya bilang ke saya, kalau ternyata auntie saya itu sudah terima Tuhan Yesus juga … hehehehe

K : Hahaha … Never say never

IN: Yah … jadi What can I say Tuhan Yesus jauh lebih besar dari semua yang apa kita bisa pikirkan. Makanya Firman Tuhan telah mengatakan No eyes have seen, no ears have heard, and no mind can conceive what the Lor can do dan itu semua terjadi di dalam keluarga saya.

K : Amen to that … emang benar. Setelah pertobatan, Anda pindah ke Eugene, Oregon. Dan kemudian pindah ke IFGF Seattle.?

IN: Yep.

K : Lalu Anda ketemu istri Anda di sini ?
IN : Yes. Hehehe … ketemu istri saya dan menikah di sini. Dan sekarang punya 3 anak, dan luar biasa lah. Cita-cita tidak pernah mau jadi pendeta sih. Saya benar-benar tidak berpikir mau jadi pendeta. Lebih mau jadi pengusaha. Tetapi melihat ke belakang, Tuhan selalu menempatkan kita di mana Dia mau tempatkan kita. Tuhan sudah ada posisi bagi kita, di mana Dia mau menempatkan kita.

K : Iyah benar

IN: Sama seperti Elisa, Dia menyuruh Elisa untuk menjaga domba-domba di padang rumput, walaupun Elisa tidak tahu untuk apa. Tetapi kemudian, die bertemu dengan Elia.

K : Iyah benar. Kadang saya merasa semua sudah ada waktunya, ada season-nya. Di mana Tuhan mempunyai waktunya sendiri kapan dan dimana.

IN: That’s true .

K : Sekarang bagaimana perasaan Anda. Anda hanya baru-baru ini saja menjadi Gembala di IFGF Seattle. Bagaimana tuh perasaaan anda ?

IN: Mulanya sih … saya tidak mau. Dari hati saya yang terdalam, saya benar-benar tidak mau.

K : Hahaha … iyah saya kenal Anda sudah lama. Saya tahu Anda lebih mau jadi businessman

IN: Iyah sih hahah tapi jangan salah yah … saya cinta banget untuk melayani Tuhan, mengasihi gereja saya dan orang-orangnya. Tetapi bukan dalam konteks menjadi seorang Gembala. Tetapi melihat 2-3 tahun ke belakang ini, saya menyadari Tuhan sudah memposisikan saya untuk hal ini. Orang-orang yang saya harapkan untuk memimpin gereja, malah dipindahkan ke gereja atau ke kota lain. Jadi Tuhan seakan menyudutkan saya, dan mau tidak mau saya harus menerima panggilanNya. Lalu saya benar-benar doa dengan sungguh “Bagaimana nih Tuhan, tidak ada yang bisa ganti. Saya tidak ada pengalaman, tidak ngerti.” Saya menyadari Gembala gereja ini yang dulu, tidak akan kembali. Jadi saya berdoa kepada Tuhan, dan Tuhan membuka jalan bagi saya. Saya bilang ke Tuhan “Tuhan saya terima posisi ini, TETAPI Kamu yang harus memimpin”.

K : Lalu bagaimana ?

IN: Saya bisa melihat pergerakan dari Roh Kudus sih ! BAM !. Benar-benar tidak bisa terbayangkan dan dahsyat. Pesan-pesan Tuhan ketika saya mempersiapkan seri-seri khotbah untuk kebaktian Minggu, saya tidak punya pengalaman, tetapi khotbah-khotbah itu tidak hanya untuk jemaat tetapi juga berbicara ke pada saya. Semuanya jadi tepat gitu.

K : Firman Tuhan bagaikan pedang bermata dua yah. Tidak hanya berbicara kepada yang dituju, tetapi juga kepaya pembicara.

IN: Iyah. Saya benar-benar excited, bahakan untuk seri-seri khotbah yang akan datang.

K : Apa yang menjadi tantangan terbesar dari pelayanan anda ? Bagaimana Anda bisa konek dengan generasi-generasi yang jauh lebih muda sedangkan Anda dari generasi jauh lebih ‘dewasa’ hahahaha … belum tua sih

IN: Tantangannya bukan soal perbedaan umur sih. Melainkan gereja ini sudah 20 tahun dibangun berdasarkan college kids . Jadi mereka transient, mereka berganti terus menerus, jadi rumit untuk membangun rumah sedangkan pekerjanya terus berganti. Jadi untuk beberapa tahun ke depan, tujuan kita adalah untuk membangun gereja yang multi generasi dan multi nationality. Jadi fokusnya tidak hanya ke orang-orang Indonesia, tetapi juga ke negara-negara lain. Secara pribadi, saya tidak ada kendala untuk ‘konek’ dengan orang-orang muda, karena syaa sendiri belum berasa tua hehehe

K : Memang tidak terlihat sudah berkeluarga sih

IN: Iyah hahahah … misalnya kalau sesudah prayer meeting, saya diajak untuk ngumpul-ngumpul. Saya pergi saja dengan mereka. Dan mereka juga tidak merasa “Eh ada Pendeta nih, jadi kita mesti jaga omongan !”, tetapi mereka sih bisa bicara apa saja.

K : Wah bagus dong.

IN: Oktober ini kita akan mulai menjangkau komunitas di sekeliling kita. Acara pertama yang akan kita adakan yaitu Fall Kids Festival. Kita akan mau melayani tetangga-tetangga kita yang berpendapatan rendah, mereka yang butuh makanan atau kebutuhan. Kita akan mulai membantu mereka.

K : Tuhan bekerja dengan luar biasa yah. OK sekarang kita beralih sedikit ke bisnis anda. Saya mau mencoba nanti untuk merger kembali ke pelayanan. Kapan Anda mulai berwiraswasta?

IN: 10 tahun lalu.

K : Bagaimana kamu tahu kalau Tuhan juga memanggil kamu untuk menjadi wirausahawan ?

IN: Saya tahu aja sih. Dari muda, syaa sudah tahu itu yang saya mau lakukan. Tadinya saya kerja dengan suatu perusahaan, sudah 7 tahun. Saya benar-benar tidak bahagia. Bukan karena bosnya atau pekerjaannya. Tetapi saya tidak merasa terpuaskan. Pikiran pertamanya, mungkin perusahaannya kurang menantang, lalu saya pindah ke perusahaan telekomunikasi yang besar. Saya hanya bekerja 4 hari di sana, karena Tuhan membuka mata saya. Corporate world is not for me. Saya benar-benar tidak bahagia. Boss saya berusaha menaikkan gaji dan memberikan pesangon yang lebih bagus, tetapi saya tolak. Saya mulai terjun ke dunia real estate. Tentu saja dunia real estate sangat volatile dan tidak menentu.

K : Resiko yang sangat besar yah ?

IN: Yep. Tetapi Tuhan memberi saya pertolongan dan anugerah. Bos saya yang lama menelpon saya dan memberikan saya petunjuk. Dia malahan membantu saya. Dia meminta saya untuk terus bekerja di perusahannya, dan kalau saya ada keperluan untuk bisnis real estate saya, saya boleh pamit kerja kapan saja, tanpa halangan. Itu benar-benar pertolongan Tuhan yang sangat besar, tidak ada di dunia ini perusahaan yang sebaik itu.

K : I know WOW !

IN: Jadi saya bekerja seperti itu selama 18 bulan.

K : Tak pernah terpikirkan yah pertolongan Tuhan. Lalu kapan mulai masuk bisnis restoran, dengan membeli Indo Café ?

IN: Kira-kira 5 tahun yang lalu. Sudah 5 tahun loh. Tidak terasa.

K : Bagaimana kamu bisa membagi waktu untuk semuanya?

IN: Itu semua benar-benar pertolongan Tuhan sih. Waktu kita memulai Indo Café, saat itu benar-benar gila. Tapi Tuhan memberikan saya bantuan. Waktu itu ada salah satu pekerja saya yang namanya Randi, dia itu sekolah kuliner. Dia menghadap saya dan meminta tanggung jawab yang lebih lagi. Saya bilang, “Kamu mau pekerjaan seperti apa?”, dia bilang “Saya lulus dari sekolah kuliner dengan spesialisasi Kitchen Management”. Lalu saya bilang “Wah saya tidak sanggup menggaji kamu, saya juga baru buka”. Lalu dia membalas “Dengarkan dulu penjelasan saya, Papa saya sudah menyediakan saya biaya hidup untuk 1 tahun, jadi saya mau membantu Indo Café untuk 1 tahun. Anda tidak perlu membayar saya. ” Jadi dia bekerja untuk saya tanpa bayaran selama 1 tahun, dia yang membangun semua sistemnya di Indo Café jadi streamline. Dengan demikian saya tidak perlu terlalu banyak memonitor langsung ke sana. Dan dia juga menjadi acting manager selama itu.

K : Bagaimana dengan bisnis realtor nya ?

IN: Sama apa yang terjadi di bisnis restoran, terjadi juga dalam bisnis realtor saya. Tuhan pasti yang bawa klien. Awalnya 2 tahun pertama, banyak tantangan. Ada pesaing lain yang bermain kotor dan mengambil beberapa klien saya, sehingga saya tidak dibayar. Tetapi Tuhan selalu mengingatkan saya, kalau berkat semua adalah dari Dia. Kadang sukar untuk mempercayai hal itu, ada suatu perasaan “Tuhan, tidak adil dong ! Dia curang dan mengambil klien saya!”. Melihat ke belakang, saya menyadari kalau semua klien yang dia curi ternyata banyak yang tidak memenuhi syarat dan sukar untuk diatur. Kebalikannya, klien yang ke saya semuanya mudah, sangat loyal dan bahkan sangat royal. Makin lama saya makin menyadari, saya di bisnis ini sudah hampir 10 tahun, 7 tahun berturut-turut saya termasuk Top Produser dalam Franchise saya. Saya selalu masuk 10 besar, 7 tahun berturut-turut !

K : Kagum saya. Jadi dengan kesibukan seperti itu keluarga, mengurus gereja, mengurus 2 bisnis, bagaimana tuh membagi waktu dalam 1 minggu ?

IN: Saya selalu pulang ke rumah hampir tiap malam untuk makan malam dengan keluarga, kecuali hari Kamis. Kamis di gereja ada kumpulan doa. Dan baru-baru ini kita memulai Pendalaman Alkitab, juga hari Kamis malam. Hari Sabtu, kita ada juga Pengenalan Alkitab. Dan benar-benar lagi berkembang. Banyak peminatnya, sering menelpon untuk diikutkan dalam kelas-kelas Alkitab tersebut.

K : Orang-orang rindu untuk dilengkapi. Dalam dunia yang banyak informasi simpang-siur, orang rindu untuk mendengar kebenaran yah

IN: Iyah … jadi yah dasarnya saya membagi waktu saya dengan mengelompokkan kegiatan. Dengan demikian saya tidak perlu menyetir mobil bolak-balik dan menghemat waktu.

K : Ok. Bagaiamana tuh dinamiknya antara menjadi gembala dan pengelola bisnis ? Misalnya kalau ada pekerja yang juga jemaat Anda dan muncul konflik, misalnya kalau mereka mungkin lalai ?

IN: Nomor satu, saya bukan orang yang suka teriak. Saya tidak suka teriak-teriak ke orang, jadi kalau mereka mungkin melakukan kesalahan. Biasanya, saya panggil dan omongan dengan respectful. Dan kalau orang diomongin dengan baik, hasilnya mereka juga akan merespon dengan baik.

K : Kalau di Real Estate bagaimana, mungkin klien Anda ada yang rumit dan juga jemaat Anda ?

IN: Ada sih beberapa yang begitu. Tetapi yang paling penting nomor 1, yaitu kita harus pertahankan integritas kita dan nantinya juga bisa diselesaikan dengan baik. Itu nomor 1. Nomor 2, jangan berpikir karena mereka teman, maka kadang-kadang kitanya jadi lalai. Saya tidak begitu, saya selalu tegas. Kalau ada dokumen yang memang harus dilengkapi dan diperlukan, maka saya akan meminta klien saya untuk melakukannya. Saya tidak bisa bilang “Tidak apa-apa”. Untungnya juga, dalam bisnis ini saya juga diawasi oleh broker lain, jadi ada bagusnya. Tapi yang paling penting, saya selalu menjaga integritas dan kejujuran.

K : Tantangan terbesar menjadi Gembala dan Pengusaha ?

IN: Hmmm … tidak ada sih. Biasa-biasa saja. Malah kadang itu bagus, supaya kita bisa lebih transparant. What you see is what you get. Jadinya kehidupan kita tidak beda antara di gereja dan ketika saya membawa anda melihat rumah. Mungkin khotbah saya tidak seperti pendeta professional, jadi yah saya ngomongnya kaya gini lah ! Seperti teman ke teman !

K : Apa sukacitanya menjadi orang yang bisa multi-fungsi, kepala keluarga, gembala dan pengusaha ?

IN: Sukacita terbesar yaitu melihat banyak kehidupan orang lain berubah. Jadi begini, kalau saya hanya sekedar pendeta professional, kadang hanya banyak teori. Tetapi dengan menjadi multi-fungsi, dinamik nya berbeda. Misalnya anak-anak jemaat saya, mereka bisa ikut-ikut ke liburan keluarga saya. Mereka bisa lihat kelemahan saya, kejelekan saya, jadi semuanya transparan. Mereka tahu saya suka makan atau bagaimana. Jadi sukacita yang terbesar jadinya yah saya langsung terlibat dalam kehidupan. Satu contoh yang saya pernah alami, yang bisa memberikan gambaran dinamika dari kehidupan saya. Waktu itu saya membawa klien untuk melihat-lihat rumah. Dan Klien ini adalah orang tua dari salah satu jemaat saya. Sebelumnya, saya tidak mengenal mereka. Setelah semuanya selesai, mereka mengundang saya untuk berbincang-bincang. Kemudian yang terjadi, mereka bercerita tentang konflik yang terjadi dalam keluarga mereka. Akhirnya, saya harus merubah fungsi dari Realtor dan menjadi Gembala. Saya memberikan konsultasi dan nasihat. Beberapa waktu kemudian, ketika ketemu lagi, mereka bilang bahwa semuanya mulai membaik. HAL seperti inilah yang membuat saya bergairah untuk melakukan kegiatan saya tiap pagi. Saya bisa langsung memberikan dampak bagi kehidupan orang.

K : Istilahnya Anda tidak hanya memberikan teori untuk menjangkau orang, tapi langsung turun ke kehidupan.

IN: Iyah. Bayangkan kalau sedang menunjukkan klien rumah, itukan bisa berjam-jam di dalam mobil. Jadi saya bisa banyak berbincang dengan mereka. Klien-klien saya pun ada yang berasal dari agama lain, Budha misalkan. Lebih lagi, generasi sekarang sudah makin kritis. Mereka bisa menilai dari kehidupan kita. Kalau kita memiliki kehidupan ganda (beda di gereja dan di bisnis, misalkan), mereka akan menolak dengan cepat. Bagi saya, semua keraguan atas kehidupan saya bisa terjawab. Mereka bisa melihat siapa saya sebagai gembala, sebagai pengusaha dan sebagai atasan. Apakah saya sempurna ? Tentu saja tidak sama sekali. Mereka bisa melihat kelemahan saya.

K : Legacy apa yang Anda mau berikan untuk anak-anak Anda ? Anda melakukan semua ini sebagai ayah, pendeta dan pengusaha ?

IN: Hanya 2 hal. Yang pertama, terus mempertahankan nama baik mereka. Dengan cara menjaga integritas dan kejujuran. Nanti ketika dalam kesulitan dan keperluan, pertolongan akan datang kalau mereka bersih. Yang ke dua, seperti yang Alkitab bilang “…Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!”. Itu yang jadi prinsip dari keluarga kita. Kadang hal itu sukar, apalagi di IFGF bersifat gereja transitional karena orang datang dan pergi. Kadang saya berpikir mungkin lebih baik kalau saya tidak berpartisipasi terlalu banyak, apalagi saya sudah sibuk dengan pekerjaan. Tetapi karena prinsip kita yang dari dulu, maka kami berusaha kuat dan menjalani saja. Kenyataannya semuanya juga kepunyaan Tuhan, kalau musimnya sudah selesai dan Tuhan suruh melakukan atau pindah, maka kita hanya bisa menuruti saja.

K : Memang benar sih. Memang Tuhan sudah menetapkan musim-musim dalam kehidupan kita.

IN: Ada satu pesan yang baik yang saya baca dari bukuna Andy Stanley, dibilangnya begini ”Leave when it’s time, not when things go wrong” — Pergi karena waktuNya, bukan karena semuanya berantakan.

K : Pesan apa yang Anda mau berikan untuk orang-orang muda, terutama yang pria ? Banyak dari jemaat Anda yang masih bersekolah, mereka mungkin terinspirasi untuk mengikuti jejak Anda, menjadi kepala keluarga, menjadi usawahan dan menjadi gembala. Apa nasihat yang bisa Anda berikan ?

IN: Mereka harus terus menjaga prioritas mereka. Pertama, keluarga harus terutama. Misalnya, malam ini, seharusnya kita ada kumpulan doa dan pelajaran Alkitab di gereja, tetapi saya batalkan, karena anak acara penting di sekolah anak saya dan istri saya membutuhkan saya. Saya bisa saja bilang ke istri saya, kalau tidak mungkin, dan dia akan mengerti, tetapi saya berprinsip saya akan mengutamakan keluarga.

K : Melayani bukan hanya di gereja saja yah

IN: Benar. Melayani bukan hanya di gereja. Melayani keluarga kita sangat pentingnya. Saya teringat akan khotbah-nya Pastur Matt Chandler dari The Village church, dia waktu itu sangat sibuk dan tiba-tiba terserang penyakit. Lalu dia menerima nasihat seperti ini “Kamu maju ke berdiri di depan sana dan lihat ke jemaat kamu. Nanti ketika kamu berada di ambang kematian, siapa yang mau kamu lihat berada di sampingmu sebelum meninggal ? Siapa yang paling penting? Siapapun mereka, itulah prioritas nomor satu Anda.” Lalu dia bilang, dia bisa membayangkan istri dan anak-anaknya yang akan mengelilinginya, lalu Tuhan bilang “Merekalah prioritas utama kamu”. Orag-orang lain akan melupakan Anda, ketika Anda sudah tidak ada, hanya mereka yang akan mengingat Anda. Khotbah itu benar-benar menyentak saya.

K : Sangat setuju sekali. Saya juga berpikir, tidak peduli seberapa terkenalnya Anda saat ini. Tanpa Google, kalau Anda meninggal, dalam beberapa tahun kemudian orang tidak akan tahu siapa Anda.

IN: Setuju.

K : Kadang saya merasa pesan dari Injil dicampur aduk dengan pesan supaya Anda berbuat sesuatu supaya menjadi terkenal.

IN: Lebih lagi, Legacy yang saya mau berikan untuk jemaat saya sebagai gembala, yaitu agar mereka bisa terus haus untuk menggali Firman Tuhan. Agar mereka bisa mempunyai keinginan sendiri untuk mendalami Alkitab, tanpa harus disuruh-suruh. Itu tujuan saya dengan membuka kelas-kelas pendalaman Alkitab. Saya berikan mereka sarana-sarana. Saya punya filosofi hanya satu dalam mengajar “Biar Alkitab yang menjawab pertanyaan Alkitab”. Jangan cari dari sumber-sumber lain, tetapi saya mau mereka mencari ayat-ayat jawaban dalam Alkitab. Saya tertantang sih dan saya gembira walaupun banyak juga tantangan

K : Tantangan seperti apa nih dalam hal ini ?

IN: Murid-muridnya banyak yang pulang ke Indonesia. Jadi yang tinggal hanya sedikit, tetapi walaupun sedikit mereka benar-benar setia dan berkomitmen. Kalau dulu-dulu, banyak yang terluka, tetapi sekarang dengan generasi yang baru sudah berbeda. Bahkan pesan-pesan dalam khotbah pun sudah berubah, sudah bukan lagi tentang jerih payah kita, atau usaha-usaha kita, dan bahkan bukan lagi tentang kita, bukan hanya sekedar merubah kelakuan, karena kita tidak sanggup untuk merubah kelakuan kita. Roh Kuduslah yang bisa merubah. Dengan demikian orang tidak ragu untuk masuk ke hadirat Tuhan dan mereka tidak malu dna yakin bahwa Yesus bisa merubah kehidupan mereka tanpa agenda.

K : Amin

IN: Salah satu contoh, waktu itu ada yang sukarela berinisiatif mau mengecat gereja. Saya bilang mana mungkin, ini khan lagi panas dan banyak yang sedang berlibur. Tetapi dia bilang, bisa saja dan banyak yang mau bantu, asal saya setuju. Lalu saya biarkan, dan memang semuanya terjadi dan terlaksana hanya dalam 2 akhir pekan. Mereka yang merencanakan dan mengatur sendiri semuanya. Luar biasa bukan ? Contoh yang lain, ketika dekorasi panggung gereja kita rubuh. Banyak yang berinisiatif sendiri untuk membuat dekorasi yang baru. Ada yang menyumbang materi dan juga ada arsitek yang mau merancang. Jadi singkatnya, mereka sendiri yang berinisiatif dan tidak perlu dipaksa-paksa. Banyak saya menerima pesan teks, yang menanyakan “Pastur, apa yang bisa saya bantu ? Apa yang bisa saya lakukan untuk mengurangi beban Anda?”. Hal-hal ini semua sungguh membuat terharu hati saya. Kalau dulu semuanya ribut

K : Sungguh berbeda yah

IN: Lain lagi, kemarin ketika kita merencanakan untuk Fall Festival tanggal 31 Oktober ini, banyak yang mengajukan diri untuk menjadi penanggung jawab. Tidak perlu disuruh atau diminta. Ada yang kemarin mengajukan kepada saya peta lokasi keluarga-keluarga yang tidak mampu. Mereka yang bisa kita jangkau dan layani. Semuanya berpartisipasi. Semuanya menyumbang. Hal ini sangat luar biasa. Dan ini semua terjadi karena pertolongan dan anugerah Tuhan.

Bagi anda yang tertarik dengan IFGF Seattle, ataupun usaha-usaha dari Irwan. Bisa kunjungi website-website di bawah ini untuk informasi lebih lanjut:

  • IFGF Seattle : www.ifgfseattle.org
  • Indo Café : www.myindocafe.com
  • Real Estate : www.seattleidealhomes.com

Kisah Hidupku – Teddy Fransa Nata

Penyuntikan Ebola Dengan Pesangon $845 di Danau Jenewa Untuk Mendukung Pengetesan Vaksin

Dokter Blaise Genton saat konferensi pers pada 28 Oktober 2014, di depan layar yang menunjukkan dua vaksin Ebola yang akan diuji di Swiss di rumah sakit CHUV di Lausanne, Swiss barat.

Dokter Blaise Genton saat konferensi pers pada 28 Oktober 2014, di depan layar yang menunjukkan dua vaksin Ebola yang akan diuji di Swiss di rumah sakit CHUV di Lausanne, Swiss barat.

Oleh Jason Gale dan Marthe Fourcade – 29 Oktober 2014

Lausanne, Swiss, yang terkenal dengan restoran yang nikmat, kebun-kebun anggur bertingkat-tingkat, jalan-jalan rapi yang menulang dari gunung sampai ke Danau Jenewa — dan, mulai tanggal 31 Oktober, kesediaan beberapa warga nya untuk disuntik dengan bagian dari virus Ebola.

Kota ini akan menjadi tuan rumah studi terbesar untuk vaksin eksperimental untuk melawan Ebola, langkah kunci dalam menghentikan wabah tersebut. Walaupun kawasan tenang tersebut jauh berbeda dari kawasan wabah di Afrika Barat, ilmuwan penanggung jawab tes mengatakan dia berhasil menemukan kelompok pertama dari partisipan yang bersedia — meskipun sebagian besar adalah dokter dan mahasiswa kedokteran.

Vaksin yang aman dan efektif dipandang sebagai alat penting untuk membantu penekanan penyakit Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan bahwa virus tersebut bisa menyerang sebanyak 10.000 orang per minggu sampai bulan Desember. Vaksin, yang dibuat oleh GlaxoSmithKline Plc, akan diuji di Lausanne pada 120 orang dewasa yang sehat. Sejauh ini, lebih dari 50 orang telah berpartisipasi secara sukarela, kata Blaise Genton, pemimpin studi tersebut, yang telah bekerja di lebih dari 20 vaksin uji coba.

“Yang satu ini sangat berbeda dari yang lain, saya beritahu Anda, itu sebabnya saya cukup optimis,” Genton, seorang profesor di University Hospital of Lausanne, mengatakan dalam sebuah wawancara. “Kita harus bekerja lebih cepat sehingga kita mungkin memiliki sesuatu yang lebih dari apa yang kita miliki sekarang dalam hal tindakan pencegahan.”

Kiriman yang terdiri atas 101 tabung vaksin akan tiba hari ini atau Kamis dari Amerika Serikat, yang memungkinkan untuk memulai inokulasi pekan ini, kata Genton. Suntuikan eksperimental ini didasarkan pada versi hidup dari virus simpanse hasil rekayasa genetika yang berisi gen Ebola. Wakil dari Glaxo menolak berkomentar.

Penduduk Setempat Waspada

Sementara Genton mengatakan dia menemukan banyak kolega dan mahasiswa kedokteran bersedia menjadi sukarelawan, merekrut peserta dari masyarakat luas mungkin akan lebih sulit. Mereka yang secara acak akan menerima baik suntikan eksperimental atau plasebo menerima 800 franc Swiss ($ 845) sebagai penggantian atas waktu dan biaya perjalanan.

Berjalan-jalan di sepanjang danau, stasiun kereta api dan koridor rumah sakit di mana percobaan dilakukan menemukan bahwa penduduk setempat sangat waspada.

“Saya benar-benar tidak ingin memiliki virus hewan disuntikkan dalam tubuh saya,” kata Sebastien Charpie, akuntan publik dari Neuchâtel, satu setengah jam dari lokasi. “Penyakit ini berasal dari benua lain, mungkin itu sebabnya saya merasa kurang peduli.”

Juga, Charpie mengatakan: “Pesangon nya sangat rendah dibanding resiko yang Anda ambil.”

Efek Samping

Di Beau Rivage Palace, di mana rumput-rumput terawat terbentang menuju danau dan harga segelas cappuccino adalah 10 franc, Charpie dan enam orang lain yang diwawancarai mengatakan mereka tidak akan mendaftarkan diri untuk penelitian. Demikian juga, lima pekerja rumah sakit dan dua supir taksi tidak bersedia menjadi sukarelawan, meragukan motivasi dari industri farmasi serta masalah keamanan. Bahkan seorang apoteker di stasiun pusat Lausanne, Hicham Tayebi, memberikan alasan masalah kesehatan.

“Anda bisa menawarkan saya seribu kali jumlah yang dibayar dan aku masih akan mengatakan tidak,” kata Kabongo Mlamba, sopir taksi lokal yang lahir di Kinshasa di Republik Demokratik Kongo, di mana Ebola muncul pada tahun 1976. “Sisi efeknya bisa memprihatinkan, “ayah dari enam ank itu menambahkan.

Peserta akan dipantau untuk efek samping dan darah mereka akan dimonitor untuk mencari tanda-tanda respon imun.

Tes bulan ini di US National Institutes of Health, University of Oxford dan di Mali yang melibatkan puluhan orang sejauh ini tidak menunjukkan efek samping yang serius, Genton mengatakan kepada wartawan di Lausanne hari ini. Gejala minor hanya menunjukkan nyeri pada titik injeksi, demam ringan dan sakit kepala, katanya.

Sistem Kekebalan

Reaksi terhadap vaksin mungkin mencerminkan respon sistem kekebalan terhadap vaksin, kata Marie-Paule Kieny, Asisten Direktur Jenderal WHO untuk sistem kesehatan dan inovasi, dalam sebuah wawancara di kantor pusat badan Jenewa.

Tes di Lausanne adalah yang terbesar dalam serangkaian studi yang berlangsung, menurut WHO, yang mengkoordinasi penelitian. Badan kesehatan PBB juga mengkoordinasikan percobaan vaksin eksperimental kedua berjalan bersamaan di Geneva University Hospital.

“Jika terbukti aman dan efektif, kedua vaksin tersebut dapat ditingkatkan untuk produksi selama kuartal pertama tahun depan, dengan jutaan dosis diproduksi untuk distribusi yang luas di negara-negara berisiko tinggi,” kata Kieny dalam sebuah pernyataan hari ini.

Adenovirus Simpanse

Hasil awal adalah diharapkan selesai pada pertengahan Desember, Kieny mengatakan dalam wawancara. Pendekatan serupa menggunakan adenovirus simpanse sebagai vektor untuk imunisasi terhadap HIV dan TB tidak berhasil, katanya.

“Ini wilayah baru,” kata Kieny, yang telah setuju untuk berpartisipasi dalam pengujian di Jenewa. “Ini adalah vaksin yang sama sekali baru.”

Dua dosis vaksin akan diuji. Dosis terendah, yang terbukti dapat mengaktifkan respon imun yang cukup, akan digunakan, kata Genton, yang telah menghabiskan 25 tahun bekerja pada vaksin, termasuk malaria di Afrika.

“Kami tidak mengetahui tingkat antibodi yang diperlukan untuk melindungi, atau bahkan jika antibodi tersebut melindungi,” katanya.

Kisah Hidup – Gideon Jumali

Kisah Bradley

20141007_bradleys-story_banner_img

Ini adalah kesaksian Bradley tentang bagaimana kasih karunia Allah yang tak tertahankan mengambil kendali hidupnya dan membawanya ke Mars Hill.

Saya dibesarkan di Texas, dan tumbuh di dalam gereja. Saya memiliki ayah yang aktif dalam pelayanan, sering kali sebagai layaknya staff penuh-waktu dalam beberapa kapasitas atau lainnya. Sepanjang tahun-tahun tersebut, saya juga pernah melihat lebih dari cukup kesalahan-kesalahan di dalam gereja, dan hasilnya saya menjadi marah.

Inilah saya seorang siswa kelas enam yang rajin ke gereja, entah bagaimana dalam beberapa tahun yang singkat, berubah menjadi rusak, pecandu narkoba, tersesat, pemberontak, kriminal dan putus sekolah SMA. Saya mulai pergi ke rehabs ketika saya masih 15. Pada saat saya berusia 19 saya sudah merasakan kejar-kejaran dengan polisi dengan mobil yang melibatkan helikopter dan berakhir dengan dihajar oleh polisi. Selama pengejaran saya merokok terus-menerus, menjentikkan rokok saya ke arah kepungan polisi. Saya pernah overdosis di dalam kamar kecil sebuah apotik pada pagi hari Natal sementara keluarga saya bertanya-tanya di mana saya berada, atau bahkan sangsi jika saya masih hidup. Pada satu titik saya tidur di sisi sebuah toko kelontong di pusat kota Los Angeles selama berminggu-minggu. Saya sudah pernah mengemis untuk rokok. Saya sudah pernah mencoba untuk bunuh diri.

Pada saat itu saya menganggap diri sebagai seorang seniman. Ketika saya masih terlibat dengan narkoba, saya melihat diri saya sebagai penulis lagu yang produktif, dengan teman-teman yang saya pikir keren.. Hubungan saya dengan obat-obatan tampak hampir romantis bagi saya, tapi di beberapa saat saya menyadari bahwa saya lepas kendali.

Saya berpindah-pindah tempat tinggal di daerah selatan. Saya merantau bertahun-tahun, terhuilang, di New Mexico, kecanduan meth dan heroin. Saya berusaha untuk terjaga, kehilangan berat badan, bokek dan tunawisma. Saya pergi ke penjara beberapa kali, dan sekali ke penjara berat juga. Suatu kali saya menyatroni rumah jompo kakek saya. Saya memaki dan melawan polisi di depan orang-orang tua yang kebingungan (termasuk kakek saya) melihat semuanya. Saya tersadar di penjara hanya untuk menghadapi rasa bersalah yang tak tertahankan yang mengalahkan dan menghancurkan saya. Saya pernah ditangkap di Alamo tanpa sepatu karena menjadi gelandangan. Saya sudah diekstradisi, dipukuli, dirampok, dan se[anjang tahun-tahun tersebut saya benar-benar sedih.

Kemudian, pada suatu hari Minggu malam, pada usia 26, saya berdoa kepada Tuhan dan mengatakan kepadanya bahwa saya tidak perlu untuk menjadi bahagia, jika saja Dia bisa membantu saya untuk menjadi OK -itu sudah cukup baik, itu yang saya katakan. Pada hari Rabu minggu berikutnya Tuhan, dalam cara yang sangat nyata, mengangkat saya dari antara orang mati dalam sekejap. Kehadiran Roh Kudus sangat luar biasa. Saya merasa Tuhan ada di dalam ruangan dengan saya. Tak terduga kasih karunia Allah datang dan meliputi saya, tanpa peringatan dan seperti air bah.

Akhir pekan itu, walaupun sakit, saya mulai mencari gereja. Saya pergi ke tiga kebaktian dalam p dua hari tetapi tidak tahu apa yang saya cari. Berat badan saya hanya 50 kg, tanda-tanda luka masih ada di sekujur tubuh saya, dan yang saya tahu adalah bahwa saya perlu untuk menemukan kumpulan orang percaya untuk membantu saya memahami mukjizat yang telah terjadi pada saya – dan untuk membantu saya agar hal tersebut terus berlangsung ! Saya begitu takut kalau saya akan bangun dan ternyata hal itu tidak nyata.
Hari Minggu itu, pada bulan Oktober 2010, seorang teman lama yang sudah tidak pernah ketemu menghubungi saya lewat Facebook. Dia tidak tahu apa yang saya telah saya alami. Dia hanya merasa sangat terdorong untuk menjangkau saya hari itu dan mengundang saya untuk pergi bersamanya ke sebuah gereja yang disebut Mars Hill. “Tentu saja,” ujarku ! Saya berbagi pengalaman saya dengan dia dan kami tertawa dan bergembira bersama-sama karena timing dari ajakannya yang sungguh ajaib..

Itu bertahun-tahun yang lalu. Hari ini saya menikah, di sekolah, melayani di tim penyembahan Mars Hill, bekerja penuh waktu, dan telah sadar selama bertahun-tahun. Lebih dari apa pun saya bersyukur kepada Allah, dan melihat ke depan untuk apa yang telah disiapkan untuk saya berikutnya! Allah begitu baik! Anugerah tak tertahankan bukan hanya doktrin abstrak bagi saya. Anugerah mengulurkan tanganNya, meraih saya, menguasai dan menuntun saya untuk bertobat. Terima kasih Yesus!

Green Card DV Lottery 2016

DVLottery

Untuk teman-teman di Indonesia, Green Card DV Lottery sudah dibuka dan akan berlangsung dari 1 Oktober – 3 November 2014.
Green Card DV Lottery adalah program Pemerintah Amerika untuk memberikan Permanent Resident secara cuma-cuma dan acak kepada warga dari berbagai negara.

website resmi dari pemerintah Amerika adalah :

www.dvlottery.state.gov

Mohon jangan tertipu oleh website website lain yang mempunyai domain .org atau .com. Website yang resmi hanya berasal dari domain name .gov

Semua website yang menjanjikan kemudahan atau bantuan atau prioritas dengan meminta bayaran adalah PALSU dan PENIPUAN.

Informasi anda malahan bisa diperjual belikan dan lebih parah lagi penipu bisa memakai informasi pribadi anda.

Waspadalah terhadap penipuan Green Card – sumber http://indonesian.jakarta.usembassy.gov/id/visas.html

Banyak orang telah menerima email yang menyatakan bahwa mereka telah memenangkan green card. Email tersebut bukan dari pemerintah AS. Email ini adalah penipuan. Jangan mengirim uang kepada siapa pun dan jangan menjawab email tersebut, hapus saja.

Pemerintah AS tidak memberitahukan pemohon visa lotre memperoleh kemenangannya melalui email. Sejak 2011 semua pemohon dapat mengecek status permohonannya (Entry Status Check) melalui www.dvlottery.state.gov. Entry Status Check hanya satu-satunya cara dimana pemohon visa lotre akan diberitahu tentang hasil pemilihan untuk DV-2016. Sebagai tambahan, Entry Status Check akan menjelaskan bagaimana pemohon yang berhasil dapat melanjutkan aplikasi permohonan visanya. Prosedur yang benar dijelaskan dalam Insktruksi DV Lotre 2016 “Pemilihan Pemohon”.

Selamat Mencoba !

Pemanis Buatan Dapat Menyebabkan Diabetes

sweetener

Oleh : Karen Weintraub,

Memilih pemanis buatan untuk menghindari gula mungkin hanya mengganti masalah dengan masalah yang lain, sebuah studi baru menunjukkan.

Bagi sebagian orang, pemanis buatan dapat menyebabkan diabetes tipe 2 sama seperti mengkonsumsi gula, menurut penelitian, yang diterbitkan hari Rabu dalam jurnal Nature.

Manfaat dan risiko dari pemanis buatan telah diperdebatkan selama beberapa dekade. Beberapa studi menunjukkan tidak adanya hubungan ke diabetes dan studi lain menunjukkan sebaliknya. Penelitian baru, dari Weizmann Institute of Science di Israel, menemukan bahwa perbedaan dalam mikroba usus mungkin menjelaskan mengapa beberapa orang dapat mengkonsumsi pemanis buatan dengan aman sedangkan sejumlah persentase orang pemanis buatan dapat menyebabkan diabetes.

Sistem pencernaan manusia adalah rumah bagi jutaan mikroba, sebagian besar bakteri, yang membantu dalam pencernaan makanan dan memainkan peran dalam kesehatan.

Para peneliti dengan segera menambahkan bahwa penelitian mereka harus bisa diulang sebelum jelas apakah pemanis buatan benar-benar dapat memicu diabetes.

“Saya pikir masalah ini masih jauh dari terselesaikan,” kata Eran Elinav, yang mempelajari hubungan antara sistem kekebalan tubuh seseorang, mikroba usus dan kesehatan di Weizmann Institute.

Ia mengakui bahwa penelitiannya telah mengurangi kebiasaan nya untuk menambah pemanis ke kopi yang ia butuhkan untuk melewati harinya.

“Aku sudah mengkonsumsi kopi dalam jumlah yang sangat besar dan banyak menggunakan pemanis, dengan pemikiran bahwa setidaknya mereka tidak berbahaya dan bahkan mungkin menguntungkan,” kata Elinav pada konferensi pers telepon hari Selasa. “Mengingat hasil yang mengejutkan dari penelitian kami, saya membuat keputusan untuk berhenti menggunakan pemanis buatan.

George King, Kepala Ilmuwan di Joslin Diabetes Center di Boston, yang menulis buku yang akan dipublikasi The Diabetes Reset, mengatakan dia mungkin akan mengurangi kebiasaan diet soda, juga.

“Saya pikir saya akan merekomendasikan bahwa orang tidak minum lebih dari satu atau dua kaleng sehari,” kata King, yang tidak terlibat dalam penelitian baru.

Pemanis buatan tidak dapat dicerna, sehingga diasumsikan bahwa tidak akan ada jalan bagi mereka untuk menyebabkan diabetes. Mikroba tampaknya memberikan jalan tersebut.

Dalam serangkaian percobaan pada tikus dan manusia, para peneliti meneliti interaksi antara mikroba usus dan konsumsi pemanis aspartam, sucralose dan sakarin. Tergantung pada jenis mikroba yang mereka miliki dalam usus mereka, beberapa orang dan tikus diamati mengalami dua sampai empat kali lipat peningkatan gula darah setelah mengkonsumsi pemanis buatan untuk waktu yang singkat. Seiring waktu, kadar gula darah tinggi dapat menyebabkan diabetes.
“Besarnya perbedaan tersebut tidak hanya beberapa persentase. Ini adalah benar-benar perbedaan yang sangat dramatis yang kita lihat baik pada eksperiment tikus dan manusia,” kata Eran Segal, seorang rekan penulis studi yang merupakan ahli biologi komputasi di Weizmann Institute .

Penelitian ini melibatkan beberapa bagian:

  • Sebuah studi diet atas 400 orang menemukan bahwa mereka yang mengkonsumsi pemanis buatan adalah yang paling lebih cenderung memiliki masalah dalam mengendalikan gula darah.
  • Tujuh orang yang tidak biasanya mengkonsumsi pemanis buatan diikuti secara intensif selama seminggu karena mereka diberi makan sakarin dalam jumlah yang dikendalikan. Empat dari tujuh menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kadar gula darah.
  • Tikus yang diberi makan pemanis buatan sakarin mengalami peningkatan dramatis dalam kadar gula darah mereka.
  • Tikus tanpa mikroba usus tidak melihat peningkatan kadar gula darah ketika mereka makan pemanis buatan. Setelah tikus bebas mikroba ini dimasukkan mikroba dengan cara diberi kotoran tikus normal yang makan pemanis buatan, kadar gula darah mereka melonjak setelah makan pemanis buatan, menunjukkan bahwa mikroba usus adalah kekuatan pendorong dalam reaksi.

Penelitian tikus yang secara khusus ini “dilakukan dengan jeli dan diselesaikan dengan sangat bagus” kata Cathryn Nagler, yang meneliti hubungan antara mikroba usus dan alergi makanan di University of Chicago dan menulis komentar tentang studi tersebut di Nature. Bagian studi yang masih tanda tanya, Nagler mengatakan, adalah penjelasan tentang perbedaan populasi mikroba usus mungkin dapat mengubah kemampuan seseorang untuk memproses pemanis buatan.

Dalam mencoba untuk memahami mengapa penyakit tertentu seperti alergi makanan dan diabetes terus meningkat, Nagler mengatakan bahwa dia mengamati perubahan dalam mikroba usus, seperti pengenalan antibiotik, perubahan dalam diet, kelahiran Caesar, pengenalan susu formula dan penghapusan penyakit menular.

“Sekarang,” katanya, “saya akan menambahkan pemanis buatan dalam daftar ini.”

Buat Margin Di Dalam Hidup Anda

busy-lifeprayer

Oleh : Rick Warren

Banyak orang yang kelebihan beban dan menuju kecelakaan. Kita kurang tidur dan bekerja lebih dari sebelumnya. Kita menjadi masyarakat yang terlalu banyak kerjaan, dipaksa sampai ke batas – terlalu dijejal, terlalu diburu-buru, terlalu lelah . Banyak dari kita merasa seperti yan Ayub rasakan dan ia berkata, ” Aku tidak mendapat ketenangan dan ketenteraman; aku tidak mendapat istirahat, tetapi kegelisahanlah yang timbul.” (Ayub 3:26)

Kelebihan beban datang ketika kita memiliki terlalu banyak kegiatan dalam hidup kita, terlalu banyak perubahan, terlalu banyak pilihan, terlalu banyak pekerjaan, terlalu banyak utang, dan terlalu banyak liputan media.

Penulis dan dokter Richard Swenson mengatakan, “Kondisi kehidupan modern menghabiskan margin. Jika Anda tunawisma, kami mengarahkan Anda ke tempat penampungan. Jika Anda tidak punya uang, kami menawarkan kupon makanan. Jika Anda sulit bernapas, kami menghubungkan Anda ke oksigen. ”

“Tapi jika Anda marginless, kami memberikan satu hal lagi yang anda dapat dilakukan. Marginless adalah ketika Anda terlambat tiga puluh menit ke kantor dokter karena Anda dua puluh menit terlambat keluar dari salon, karena Anda terlambat sepuluh menit mengantarkan anak-anak ke sekolah, karena mobil kehabisan bensin dua blok dari sebuah pompa bensin, dan Anda lupa tas Anda. Itu marginless. ”

Anda perlu margin dalam hidup Anda. Bila Anda tidak terburu-buru dan khawatir sepanjang waktu, Anda punya waktu untuk berpikir. Waktu untuk bersantai. Waktu untuk menikmati hidup. Waktu untuk diam dan mengetahui bahwa Allah adalah Allah.

Kosongkan Jadwal Anda

Apakah Anda pernah sampai ke akhir hari Anda dan berpikir, “Apakah aku sudah mencapai sesuatu?”

Ke mana perginya waktu?

Jika Anda tidak menguasai jadwal Anda, jadwal akan menguasai Anda!

Berikut adalah tiga saran dari Alkitab untuk mengurangi stres-nya jadwal Anda dan meningkatkan margin:

Atur prioritas Anda – Jelas, Anda tidak punya waktu untuk melakukan semuanya, sehingga Anda harus membuat pilihan. Anda harus memutuskan apa yang benar-benar penting dan apa yang tidak.

Luangkan waktu untuk mempertimbangkan arah hidup Anda. Alkitab mengatakan, ” Pandangan orang berpengertian tertuju pada hikmat, tetapi mata orang bebal melayang sampai ke ujung bumi.” (Amsal 17:24); ” tetapi siapa mengejar barang yang sia-sia, tidak berakal budi” (Amsal 12:11); ” Hati manusia memikir-mikirkan jalannya,, tetapi TUHANlah yang menentukan arah langkahnya” (Amsal 16: 9).

Ringankan sikap Anda – Apakah Anda benar-benar harus melakukan segala hal pada daftar to-do Anda? Tidak ada yang memaksa Anda; banyak stress disebabkan oleh diri sendiri.

Alkitab berkata, ” Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang …” (Amsal 12:25); ” Hati yang tenang menyegarkan tubuh” (Amsal 14:30); ” Hati yang gembira adalah obat yang manjur,
tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang” (Amsal 17:22).

Carilah Tuhan – Stres selalu menjadi lampu peringatan bahwa Anda sudah tidak fokus kepada Allah dan melihat masalah Anda dari sudut pandang Anda yang terbatas.

Saya percaya penyebab tunggal terbesar dari stres adalah ini : Kita terlalu serius memperhatikan diri sendiri dan tidak serius memperhatikan Allah!