Category Archives: Kesaksian

Ada Kebebasan Dalam Berserah

surrender-to-love1

Oleh : Rick Warren

Alkitab sangat jelas tentang bagaimana kita bisa mendapatkan kebaikan ketika kita menyembah Tuhan melalui berserah kepadaNya. Dalam penyerahan, Anda mulai untuk benar-benar menjalani kehidupan yang Tuhan inginkan: “. Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya” (Markus 8:35 TB)

Anda dibebaskan, dibebaskan dari keegoisan: “Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran? 17Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu. 18Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran. “(Roma 6: 16-18 TB)

Tuhan dapat menggunakan Anda dengan cara yang besar.

Mengapa Allah memilih Maria, dari semua wanita, untuk menjadi ibu Yesus? Itu karena dia benar-benar menyerahkan diri kepada Allah. Ketika malaikat itu menjelaskan rencana mustahil Allah, ia dengan rendah hati menjawab, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (Lukas 1:38 TB)

Tidak ada yang lebih kuat daripada hidup berserah di tangan Allah.

Bekerja Untuk Menyenangkan Tuhan, Bukan Orang

615 women men work shutterstock nmedia
Oleh : Rick Warren

Rasul Paulus mengajarkan bahwa kita harus bekerja seolah-olah kita “bekerja untuk Tuhan dan bukan untuk manusia”. Dia mengatakan bahwa tidak ada pekerjaan yang terlalu kecil, tidak ada pekerjaan terlalu rendah, dan tidak ada pekerjaan tidak signifikan ketika Anda memiliki motif dan perspektif yang benar.

Kita harus berpikir, “Aku melakukannya untuk Allah,. Aku melakukan pekerjaan ini seolah-olah aku melakukannya untuk Tuhan. Saya digunakan untuk membersihkan loker daging di toko daging, dan saya akan membersihkannya seperti untuk Tuhan . ”

Sekarang, bagaimana saya tahu jika saya melakukan pekerjaan saya untuk Tuhan? Dua karakteristik akan muncul dalam sikap Anda –

Bermutu tinggi -Jika saya melakukan pekerjaan saya untuk Tuhan, dan bukan hanya untuk bos, maka saya akan melakukannya dengan sempurna. Itu berarti saya akan melakukan yang terbaik yang saya bisa karena saya tidak melakukannya untuk persetujuan siapa pun kecuali Allah.

Antusias – Dan, saya melakukan pekerjaan saya dengan antusias. Saya bekerja untuk Allah; Oleh karena itu, saya melakukannya dengan sikap ceria. “Jangan pernah malas, tetapi bekerja keras dan melayani Tuhan dengan antusias.” (Roma 12:11 NLT)

Ketika Anda bekerja dengan segenap hati, dimotivasi oleh kasih Kristus, pekerjaan Anda akan berubah menjadi suatu tindakan ibadah bagi Allah.

Kolose 3:23 : Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia

Roma 12:11 : Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan

PEPERANGAN ROHANI, BAGIAN 5: SKEMA SI SETAN

20140821_spiritual-warfare-part-5-satans-schemes_banner_img

Oleh : Mark Driscoll

APAKAH SKEMA SETAN TERHADAP KITA?

Mengenai peperangan rohani seperti yang dialami pada tingkat pribadi, 2 Korintus 2:11 (BIS) mengatakan, “Setan mungkin tidak mengecoh kita. Karena kita tidak menyadari maksudnya. “Oleh karena itu, di samping untuk memahami taktik hariannya, memahami keseluruhan beberapa skema yang digunakan oleh Iblis dan hamba-hambanya membantu kita dalam mengantisipasi pekerjannya dan hidup dalam kemenangan bukan sebagai korban.

SKEMA 1: DUNIA

Dunia adalah musuh eksternal yang menggoda kita untuk berbuat dosa terhadap Allah. Apa yang dimaksud dengan istilah ‘dunia’ dalam arti negatif? Dunia adalah sistem yang terorganisir dalam oposisi dan pemberontakan terhadap Allah. Dalam 1 Yohanes 2:16, dunia didefinisikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan kedagingan yang bekerja secara bersamaan dengan tiga cara. (1) Dunia adalah domain dari keinginan atau nafsu kedagingan, yang mana merupakan keingnan berdosa untuk kesenangan fisik yang menggoda kita, segala sesuatu dari kerakusan sampai kemabukan, dosa seksual, dan narkoba(2) Dunia adalah tempat yang diperuntukkan untuk keinginan atau nafsu mata, di mana keinginan berdosa untuk menginginkan harta diwujudkan dalam segala hal dari iklan dan pemasaran sampai pornografi. (3) Dunia adalah tempat kesombongan akan harta milik dipuji, dan keangkuhan, ambisi egois dianggap suatu kebaikan bukan kepicikan.

Menanggapi dunia, Alkitab memerintahkan tiga lapis respon. (1) Kita tidak mencintai dunia. Karena dunia adalah lahan misi kita, bukan rumah kami, dan sumber godaan untuk berbuat dosa, kita harus terus menjaga diri kita dari mencintai dunia dan hawa nafsu dan kesenangan yang ditawarkannya – tidak berbeda dengan buah terlarang yang menggoda orang tua pertama kita. (2 Kita tidak boleh membiarkan dunia membentuk nilai-nilai kita. Karena dunia adalah di mana Setan dan keinginan dosa kita bertemu, jika kita membiarkan dunia untuk membentuk sistem nilai kita dan menentukan siapa kita, mengapa kita ada, apa yang kita yakini, dan bagaimana kita berperilaku, maka kita akan diubah oleh dunia daripada mencari konversi ke dalam Kerajaan Allah. (3) Karena Yesus mati bagi dunia, kita diperintahkan untuk hidup selayaknya disalibkan untuk dunia. Ini berarti bahwa kita hidup dengan dosa dunia dan mati terhadap Tuhan, atau mati terhadap godaan dunia dan hidup bagi Allah. Dengan menjadi mati bagi dunia, kita bisa hidup dalam kebebasan sejati yang terlepas darinya dan dengan demikian dapat masuk ke dalamnya sebagai misionaris, seperti yang Yesus lakukan, berusaha untuk melihat orang-orang diselamatkan dari dunia dengan Injil.

Terpenting, walaupun dunia adalah sumber godaan dosa, itu tidak melepaskan orang-orang berdosa dari tanggung jawab moral mereka. Oleh karena itu, tidak peduli apakah musuh kita berusaha mengait kita dengan umpan, kita harus selalu mematikan keinginan daging jika kita berharap untuk menghindari dosa.

SKEMA 2: KEDAGINGAN

Kedagingan adalah musuh internal kita dan benih rusak yang akan tetap hidup dalam diri kita sampai dimuliakan dalam kebangkitan setelah kematian. Singkatnya, kedagingan adalah resistensi internal kita dalam menaati Allah dan menempatkan kepentingan pribadi di atas kepentingan Allah. Dalam Alkitab, kedagingan kadang-kadang berarti tubuh fisik, seperti ketika Firman itu telah menjadi manusia. Namun Alkitab tidak menghubungkan dosa kita dengan fisik seperti yang dilakukan oleh para praktisi Gnostik kuno dan kontemporer. Perbuatan dosa dari daging dapat datang dari setiap bagian dari kepribadian kita. Paulus menggunakan istilah ‘daging’ untuk merujuk kecenderungan bawaan kita untuk berbuat dosa terhadap Allah; ia mengatakan bahwa daging adalah tumpuan dari nafsu dosa kita, alam pendosa, dan sumber hasrat kita yang jahat.

Alkitab memerintahkan orang Kristen untuk menanggapi daging dengan tiga cara. (1) Kita harus mengakui bahwa kita tidak lagi di bawah perbudakan daging. Kematian Yesus untuk dosa kita dan kebangkitan-Nya untuk keselamatan kita memberi kita sifat baru dan kekuatan baru dari Allah Roh Kudus yang memampukan kita untuk mengatakan “Tidak” untuk daging kita dan “Ya” kepada Tuhan. (2) Kita harus berjalan dalam ketaatan yang sadar kepada Roh Kudus. Karena Roh Kudus adalah lebih kuat daripada keinginan dosa kita, hanya Dia yang bisa membawa kita keluar dari dosa yang najis dan menjadi ibadah suci. (3) Kita harus dihukum mati, atau apa Puritan John Owen menyebutnya “mempermalukan” keinginan untuk dosa. Kebalikan dari mempermalukan dosa mencakup memaafkan dosa, toleransi dosa, atau hanya melukai dosa dengan mencoba untuk mengaturnya. Rasa malu adalah keyakinan yang dibuat Roh Kudus diikuti dengan pertobatan dari dosa, iman kepada Allah, menyembah Allah, dan ketekunan dalam kekudusan sehingga dosa itu tetap mati dan sukacita tetap hidup.

SKEMA 3: SI SETAN

Alkitab berbicara tentang pekerjaan Setan dalam apa yang umumnya dapat dipahami sebagai setan yang biasa dan setan yang lebih dari biasa.

Pekerjaan Setan biasanya membujuk kita untuk dosa seksual, pernikahan antara Kristen dan non-Kristen, agama palsu dengan ajaran palsu tentang Yesus palsu, kepahitan tak kenal ampun, kebodohan dan kemabukan, bergosip dan sok sibuk, berbohong, penyembahan berhala, menyerang identitas kita melalui pikiran yang palsu dan mengutuk, mimpi setan dan teror malam.

Pekerjaan Setan yang lebih dari biasanya meliputi siksaan, cedera fisik, mukjizat palsu, tuduhan, kematian, dan interaksi dengan setan.

BISAKAH ORANG KRISTEN KERASUKAN SETAN?

Banyak orang Kristen bertanya-tanya, dan bahkan khawatir, apakah seseorang dapat dirasuki Setan. Bagi mereka yang bukan Kristen, mungkin melalui hal-hal seperti keterlibatan dengan ilmu gaib, ilmu sihir (termasuk Wicca dan praktek-praktek spiritual non-Kristen), obat dan penyalahgunaan alkohol, dan kebiasaan dosa yang parah bila dipraktekkan dengan tindakan ekstrim, secara signifikan dipengaruhi oleh kekuatan jahat.

Namun, bagi orang Kristen, Dr Gerry Breshears telah membantu saya memahami bahwa apakah orang Kristen bisa atau tidak untuk dirasuki Setan adalah pertanyaan yang banyak orang jawab terlalu cepat. Masalahnya adalah bahwa kata ‘kerasukan’ (possess) memiliki beberapa arti. Menurut kamus Merriam-Webster bisa berarti tiga hal.

Pertama, ‘kerasukan’(possess) bisa berarti ‘Milik’ (own) sehingga seorang Kristen pada dasarnya akan menjadi milik Setan.

Kedua, ‘kerasukan’(possess) bisa berarti ‘Penguasaan’ (dominate) sehingga orang Kristen akan dikontrol oleh Setan.

Ketiga, ‘kerasukan’(possess) bisa berarti ‘Pengaruh’ (influence) sehingga kehidupan seorang Kristen akan ditandai dengan pengaruh Setan.

Jadi, jelasnya, apa yang dimaksud orang dengan kata ‘kerasukan’ (possess) sangat berpengaruh ketika menjawab pertanyaan, “Bisakah orang Kristen dirasuki oleh Setan?”

Dalam arti pertama, Iblis tidak pernah memiliki seorang Kristen. Kami telah diselamatkan dari kekuasaan kegelapan dan ditransfer ke dalam Kerajaan Anak, Paulus mengatakan di Kolose 1:13.

Dalam arti ketiga, Iblis dapat mempengaruhi seorang Kristen. Kita berada dalam peperangan melawan musuh yang berusaha untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan. Bahkan Yesus diserang oleh Iblis dengan cara ini menurut Matius 4: 1-11 dan Lukas 4: 1-13.

Dalam arti kedua dari kata ‘kerasukan’ (possess) di mana ada banyak perdebatan di kalangan umat Kristen. Dapatkah setan menguasai orang Kristen? Sementara beberapa mengajarkan bahwa melalui dosa pribadi, dosa generasi, atau bahkan kutukan, setan bisa memiliki kewenangan untuk mendominasi orang percaya, Alkitab secara jelas menyatakan bahwa orang Kristen tidak pernah di bawah otoritas penguasa kegelapan. Iblis tidak pernah bisa mengambil otoritas atas seorang Kristen. Lainnya mengajarkan bahwa jika kita berdoa dan menguasai Firman Tuhan kita tidak perlu takut serangan setan. Tetapi jika Yesus dapat diserang, bagaimana kita bisa mengatakan kita tidak bisa diserang?

Kami percaya orang-orang Kristen mungkin tertipu, dituduh, atau tergoda oleh setan dan bahwa orang Kristen kadang menyerah pada serangan-serangan — meskipun seharusnya tidak. Jika orang-orang percaya mulai merespon salah dalam situasi seperti itu, mereka dapat memberikan pengaruh setan dalam hidup mereka. Rupanya roh jahat dapat memberdayakan, memperkuat, mendorong, dan mengeksploitasi keinginan dosa dari orang percaya sendiri. Contoh mencakup Petrus dan Ananias. Sebagai anak-anak Allah, yang diregenerasi dan didiami oleh Roh, kita bertanggung jawab untuk dan dikuatkanoleh Allah untuk melawan Setan, dan jika kita menolak, kita tidak perlu menderita dari pengaruhnya.

PEPERANGAN ROHANI, BAGIAN 4: MENGENAL MUSUH ANDA

20140814_spiritual-warfare-part-4-know-your-enemy_banner_img

Oleh : Mark Driscoll

BAGAIMANA SETAN DAN PENGIKUTNYA MENGGODA ANDA SEKARANG INI?

Seorang Puritan terkenal, Thomas Brooks, menulis salah satu buku favorit saya tentang peperangan rohani, Precious Remedies against Satan’s Devices. Brooks menggunakan ilustrasi indah yang menjelaskan mengapa Yesus menolak tawaran roti yang sederhana oleh Setan. Brooks mengatakan bahwa musuh kita akan memakai umpan bagi kait kita dengan apa yang kita inginkan. Ini berarti bahwa ia dengan senang hati akan memberi kita seks, uang, kekuasaan, kesenangan, ketenaran, kekayaan, dan hubungan. Tujuan Setan adalah bagi kita untuk mengambil umpan tanpa melihat kaitnya, dan ketika mulut kita sudah terkait, ia akan menarik dan menjadikan kita tawanan. Setan kadang memberikan hal-hal yang kelihatannya baik tetapi di baliknya adalah dosa. Dia akan menantang kita untuk menilai pemberiannya untuk memastikan kualitasnya. Itulah esensi dari perangkap. Hadiah itu mungkin baik, tetapi si pemberi adalah jahat. Dengan cara ini, Iblis dan setan adalah mirip dengan pedofilia yang berusaha untuk menarik perhatian anak-anak supaya mempercayai mereka dengan hadiah permen dan mainan, hanya untuk menghancurkan mereka.

Ketika kita mengambil pemberian yang Setan dan iblis tawarkan, kita pada dasarnya menggigit umpan. Akibatnya, dosa mengait mulut kita, dan Setan menarik kita sebagai tawanannya sehingga, sebagai mana yang Yesus katakan dalam Yohanes 08:34, kita menjadi budak dosa kita. Setan memberikan umpan untuk setiap dari kita dengan berbagai cara, bahkan dengan hal-hal baik yang akhirnya menjadi berhala yang berdosa ketika mereka menjadi tuhan dalam hidup kita. Setelah mengambil umpan, kita akan ditarik ke dalam kegelapan dan dosa, yang, jauh dari Yesus, pasti akan mengarah pada kematian. Tanpa Yesus hidup kita akan terus turun ke dalam kegelapan sampai kita menemukan diri kita dengan Setan, di neraka, selamanya.

APA TAKTIK KHUSUS YANG SETAN KERJAKAN TERHADAP KITA SEKARANG INI?

Terlepas dari kenyataan bahwa ia adalah musuh yang sudah dikalahkan dan pincang, si Naga Tua tetap licik, seperti yang Kitab Suci mengatakan. Untuk menipu Anda, Setan akan menggunakan berbagai taktik yang diperingatkan Alkitab kepada kita. Saya ingin memberitahu Anda tentang beberapa taktik ini karena 2 Korintus 2:11 mengatakan bahwa Iblis tidak dapat menipu kita jika kita mengenal dengan baik taktik yang ia gunakan untuk melawan kita.

  • Setan akan berbohong kepada Anda karena ia adalah pendusta. Jika Anda percaya padanya, hidup Anda akan hancur, karena Anda mempercayai makhluk yang Yesus ebut sebagai “bapa segala dusta.” Tanggapan Anda untuk melawan kebohongan adalah dengan membaca Alkitab dan mendengarkan Yesus, yang sepanjang Injil Yohanes berulang kali mengatakan, “Saya sejujurnya”. Selain itu, ketika Anda mendengar kebohongan, terbukalah dengan teman-teman yang seiman sehingga Yesus dapat berbicara kebenaran ke dalam hidup Anda melalui mereka. Ingat, Anda tidak perlu meyakinkan si pembohong bahwa dia salah dan Anda benar. Sebaliknya, lakukan yang Yesus lakukan di dalam Matius 4: 8-10, Dia mengabaikan kebohongan si pendusta dan tetap setia terhadap kebenaran Alkitab.
  • Setan akan datang kepada Anda ketika Anda lemah dan menggoda Anda untuk berbuat dosa seperti yang dia lakukan kepada Yesus, karena dia adalah si penggoda. Tujuan dari godaan adalah untuk menarik Anda dekat dengannya dan jauh dari Yesus dalam pemberontakan. Respons Anda terhadap godaan dosa adalah harus melawan iblis sehingga ia akan lari dari padamu. Ketika Anda melakukan dosa, Anda harus menyelesaikannya dengan Allah dengan bertobat dari dosa Anda kepada Yesus dan orang-orang yang sudah Anda sakiti.
  • Setan akan datang kepada Anda sebagai si penuduh. Tuduhan Setan sering kali berbicara dalam diri anda sebagai orang ke dua. Dalam beberapa kasus, beberapa orang yang mengaku mendengar suara-suara atau memiliki perkataan negatif terhadap dirinya sendiri kemungkinan sedang mengalami pergumulan dengan setan. Misalnya, beberapa orang sering melaporkan berpikir atau mendengar hal-hal seperti “Kamu tidak berharga,” “Tuhan tidak pernah bisa memaafkan Anda,” “Kau layak apa yang dilakukan untuk Anda,” dan “Anda harusnya bunuh diri untuk mengakhiri rasa sakit Anda.” Ketika kita berpikir atau mendengar hal-hal seperti itu kita harus menyadari bahwa Yesus tidak akan pernah mengatakan hal-hal seperti itu untuk anak-anak Allah, dan jika Anda mendengar tuduhan seperti ini sebagai orang kedua, maka setan sedang berbisik di telinga Anda, berharap Anda akan percaya mereka daripada Yesus.
  • Setan akan datang kepada Anda, sering selama masa di mana Tuhan mencurahkan anugrahNya, untuk merampok sukacita Anda dengan mengutuk Anda. Dia akan mengingatkan Anda tentang dosa masa lalu, di mana Kristus telah mati untuk itu dan bahwa Anda telah sungguh-sungguh bertobat. Dengan demikian, ia akan mencoba meyakinkan Anda bahwa kematian Yesus di kayu salib belum cukup. Jika Anda mempercayai si Naga, Anda juga akan meragukan pengampunan Tuhan atau berusaha untuk melakukan sesuatu selain pekerjaan Yesus untuk mendapat pengampunan Anda sendiri. Sehingga, Anda akan meragukan kesempurnaan dari kematian Yesus di kayu salib untuk dosa Anda, dan Anda akan ditarik ke dalam keputusasaan atau menjadi agamawi, tetapi bukan kepada Yesus. Dalam menghadapi hal ini, Anda akan menemukan sauh bagi jiwa anda dengan merenungkan Roma 8:1 yang mengatakan “. Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus”
  • Setan akan menggunakan ketulusan hati Anda dengan memberikan tuduhan-tuduhan awam yang tidak jelas di mana, kalau kita tidak menyadarinya, akan mendorong Anda untuk mengintrospeksi diri secara berlebihan sambil mencari-cari dosa dengan panik. Hal ini karena Setan meniru Allah dan menyalahgunakan karya-Nya. Tuhan menyadarkan Anda akan suatu dosa tertentu sehingga, dengan pengasihanNya, Anda dapat bertobat dan beralih ke kebebasan dan sukacita. Di lain pihak, Setan akan berusaha untuk mengalahkan dan mengecilkan hati Anda dengan rasa bersalah yang begitu umum, sehingga Anda tidak pernah tahu persis dosa apa yang Anda harus tobati dan dengan demikian terlena dalam perbudakan dan keputusasaan yang melumpuhkan. Dalam Yohanes 8 kita diberitahu bahwa Setan pada dasarnya adalah seperti orang tua yang kejam dan, seperti layaknya semua orang tua kejam, niatnya bukan untuk memperbaiki Anda, tetapi untuk menyakiti Anda, menyebabkan penderitaan dan kesedihan sehingga Anda merasa hancur tanpa arahan apa yang Anda telah lakukan dan bagaimana memperbaikinya.
  • Karena begitu banyak dosa baik yang sengaja dan tidak sengaja telah dilakukan kepada Anda, Setan juga akan berusaha untuk menguasai hidup Anda dengan kepahitan (Efesus 4:. 17-32). Kebenaran yang menyedihkan adalah bahwa hampir tidak mungkin bahwa setiap orang yang pernah berbuat dosa terhadap engkau akan datang ke depan mu untuk bertobat dan meminta pengampunan Anda. Jika Anda menunggu orang-orang yang telah berdosa terhadap Anda untuk bertobat sebelum Anda dapat memaafkan mereka, Anda akan rentan terhadap kepahitan, yang Ibrani 12:15 menjelaskan sebagai akar yang akan memberi makan ilalang setan lain dalam hidup Anda. Oleh karena itu, ketika Allah Roh Kudus mengingatkan orang-orang yang telah berdosa terhadap Anda, Anda harus memaafkan mereka. Ini tidak berarti meminimalkan atau menerima apa yang telah mereka lakukan, melainkan mempercayakan kepada Tuhan untuk keadilan-Nya melalui penderitaan Yesus di kayu salib atau mereka layak disiksa di neraka. Bagian Anda dalam pengampunan adalah menyerahkan hak Anda untuk menyakiti mereka atas apa yang telah mereka lakukan untuk Anda. Allah juga akan meminta Anda untuk menghadapi beberapa dari mereka dalam rangka untuk memberikan mereka kesempatan untuk bertobat, dan jika mereka tidak melakukannya, Anda harus percaya Yesus untuk menghakimi dan menghukum mereka secara adil pada hari penghakiman terakhir.

  • Setan akan berusaha untuk mengambil perhatian Anda dari Yesus. Dalam bukunya The Screwtape Letters, CS Lewis menulis, “Ada dua kesalahan yang sama dan berlawanan di mana manusia bisa salah tentang setan. Salah satunya adalah ketidakpercayaan akan keberadaan mereka. Yang lain adalah mempercayainya, dan memberikan perhatian yang berlebihan dan tidak sehat mengenainya”. Pastinya, satu cara kita bisa berbuat kesalahan yaitu dengan mengurangi atau bahkan menyangkal apa yang Alkitab ajarkan tentang Iblis dan setan. Alkitab mendesak kita untuk menetapkan pandangan kita pada Yesus, dan bukan setan atau iblis. Meskipun mereka adalah nyata, masalah yang sebenarnya terjadi ketika kita terobsesi atas mereka, memburu mereka, atau menyalahkan semuanya pada mereka.
  • Setan akan berusaha untuk menggunakan ketidakpercayaan Anda kepadanya. Setan memiliki kebebasan dalam pekerjaannya dengan Anda, sampai-sampai Anda secara fungsional tidak mempercayai keberadaannya dan mengabaikan aktivitasnya dalam hidup Anda. Saat Anda tumbuh dalam pemahaman Anda tentang bagaimana iblis dan setan bekerja, bagaimanapun juga, peringatan saya kepada Anda agar tidak menyalahkan semuanya pada mereka sebagaimana yang Hawa lakukan, melainkan terus bertanggung jawab atas dosa Anda sendiri dan mempercayakan hukuman bagi orang yang berdosa terhadap Anda kepada Tuhan.
  • Setan akan berusaha untuk menggunakan kebanggaan Anda. Karena akar pekerjaan Setan adalah kesombongan, Anda juga harus terus berbicara, berpikir, dan bertindak dalam kerendahan hati, seperti yang dikehendaki kasih karunia AllaH darimu. Seperti yang dikatakan Yesus dalam Lukas 10:20, “Sekalipun begitu janganlah bergembira karena roh-roh jahat taat kepadamu. Lebih baik kalian bergembira karena namamu tercatat di surga.”

    Diadaptasi dari : http://marshill.com/2014/08/14/spiritual-warfare-part-4-know-your-enemy

  • Iman Adalah Lebih Dari Sekedar Perasaan

    leap-of-faith_724_482_80Oleh : Rick Warren

    Iman adalah sesuatu yang lebih dari sekedar Anda rasakan. Banyak orang tidak bisa membedakan emosi dan perasaan dengan iman. Mereka datang ke gereja dan mereka digerakkan secara emosional, mereka terinspirasi, dan mereka bergairah. Mereka mendapatkan getaran dalam hati mereka dan berkata, “Luar biasa, Saya jadi tergerak !!”

    Dan mereka pergi keluar setelah kebaktian dan mungkin mereka bahkan menangis sedikit atau merasakan kehadiran Tuhan. Tapi hanya karena Anda merasakan kehadiran Allah, tidak berarti Anda memiliki iman yang nyata. Ada perbedaan besar antara iman dan perasaan.

    Yakobus mengatakan iman bukanlah hanya sentimentalitas. Anda pergi keluar ke jalanan dan Anda melihat beberapa orang tunawisma yang melarat. Mereka miskin, mereka lapar, mereka dingin, dan mereka membutuhkan pakaian dan tempat tinggal. Dan Anda berjalan ke mereka dan berkata, “Yah, aku akan berdoa untukmu.”

    Itu bukan iman. Iman adalah penuh belas kasihan. Berapa kali Yesus mengatakan, atau dikatakan tentang Dia, “Dia tergerak oleh belas kasihan bagi orang-orang.” Iman adalah praktek. Ia terlibat dalam orang-orang yang menderita. Dan ketika Anda melihat kebutuhan, Anda melakukan sesuatu tentang hal itu. Itu iman sejati.

    Yakobus 2:15-16
    15 Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, 16 dan seorang dari antara kamu berkata: “Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!”, tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?

    PEPERANGAN ROHANI, BAGIAN 3: SETAN

    20140807_spiritual-warfare-part-3-satan_banner_img

    Oleh : Mark Driscoll

    APA YANG SAYA PERLU TAHU TENTANG MUSUH YANG TERUS MEMERANGI AKU INI?

    Alkitab, dari Kejadian 3 sampai Wahyu 21, memberikan kejelasan bahwa iblis dan pengikutnya adalah nyata, dan kebenaran ini, tidak banyak dipertanyakan oleh orang yang mengaku Kristen sampai beberapa ratus tahun lalu. Pengaruh besar oleh seorang filsuf ateis David Hume dan era modernitas berikutnya, pemuka Alkitab yang liberal menolak supernatural, dari keajaiban sampai setan, sebagai mitos, kuno, dan primitif. Hal-hal tersebut tidak sesuai dengan pandangan modern mereka tentang dunia sebagai sistem alami yang tertutup. Namun, untuk mempercayai Alkitab, kesadaran akan adanya Setan, iblis, supranatural, dan mukjizat sangat diperlukan. Kita tidak bisa mengambil bagian dari Alkitab kita suka dan membuang sisanya – penyembah Tuhan mencari, bukan mengedit. Setan adalah nyata, dan sebagai orang Kristen, sangat penting untuk mengenal musuh kita dengan baik. Jika Anda tidak tahu musuh Anda, Anda tidak bisa tahu bagaimana membela diri. Mengetahui musuh Anda adalah kunci kemenangan dalam peperangan (2 Kor. 2:11).

    KEBENARAN TENTANG SETAN DAN IBLIS

    Ada beberapa kebenaran kunci tentang Setan dan agen-agennya yang perlu Anda ketahui, percayai, dan soroti di Alkitab Anda sehingga Anda dapat mempelajarinya kembali dengan sering.

    1. Alkitab secara konsisten menyajikan setan sebagai musuh Allah dan umat-Nya. Dia diberi berbagai nama, termasuk iblis, naga, ular, musuh, pencoba, pembunuh, bapa segala dusta, musuh kita, penuduh, perusak, dan si jahat.
    2. Iblis dan setan adalah musuh Anda dan sama sekali bukan kawan (1 Pet 5:. 8).
    3. Setan dan iblis secara aktif berperang melawan Anda (Efesus 6:. 10-13).
    4. Setan dan iblis ingin Anda mati karena Setan adalah seorang pembunuh. Dia ingin membawa kematian untuk segala sesuatu dalam hidup Anda, termasuk cinta Anda, sukacita, pernikahan, dan pelayanan (Yohanes 8:44).
    5. Setan dan iblis tidak bisa mengklaim Anda, karena Anda telah dibebaskan selamanya dari kerajaan Setan kegelapan kerajaan Yesus cahaya (Kol 1:13).
    6. Di dalam Yesus, Anda memiliki perlindungan pribadi dari dan otoritas atas iblis dan pengikutnya (Lukas 10: 18-20).
    7. Karena Anda berada di Yesus Kristus dan segala sesuatu berada di bawah kekuasaannya, Anda juga dapat memerintahkan Setan dan Iblis untuk mematuhi Anda karena wewenang yang dilimpahkan kepada Anda dari Yesus (Efesus 1:. 18-2: 8). Praktisnya, ini berarti bahwa jika, sebagai seorang Kristen, Anda memerintahkan Iblis untuk meninggalkan anda dalam nama Yesus, maka itu harus terjadi.
    8. Setan dan iblis sama sekali tidak sama dengan Allah. Tidak seperti Allah, mereka adalah makhluk ciptaan degan kemampuan yang terbatas. Mereka bukan omnipotent, maha tahu, atau maha kuasa seperti Allah. Walaupun demikian, mereka adalah sangat nyata dan sangat kuat. Mereka telah mengamati perilaku manusia sejak awal sejarah dan sangat menyadari bagaimana orang hidup, dan mereka telah terus-menerus menyempurnakan taktik mereka untuk menghancurkan kita.
    9. Motivasi untuk semua pekerjaan Setan adalah kebanggaan dan kemuliaan diri bukan kerendahan hati dan kemuliaan Allah (Yeh 28:. 2; Yakobus 4: 6-7). Salah satu sekutu mereka yang paling kuat dalam berperang dengan kita adalah kesombongan kita sendiri. Beberapa berspekulasi mengapa si Ular terus berperang melawan Allah meskipun Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa Yesus telah memenangkan perang dan Ular akhirnya akan dikalahkan dan dihakimi dengan kesakitan. Mungkin Ular memang sangat sombong dengan dirinya sehingga dia telah menipu dirinya sendiri dan sekarang percaya bahwa Allah adalah pembohong yang dapat dikalahkan. Ini adalah tipu muslihat yang terus dia bisikkan ke telinga kita setiap hari, mengatakan bahwa kita tidak menang dalam Kristus dan juga kebohongan tentang diri kita sendiri dan tentang Tuhan.
    10. Tidak seperti manusia, yang untuknya Yesus mati dan bangkit, setan dan iblis tidak memiliki kemungkinan untuk keselamatan. Praktisnya, ini berarti bahwa hanya ada hukuman dan siksaan yang menunggu Setan dan iblis (2 Pet 2:. 4).
    11. Dalam perang melawan Allah, si Ular tidak hanya memiliki setan, tetapi juga orang-orang yang bersekutu dalam pasukannya, baik dengan kerasukan setan, pengaruh setan, atau hanya dengan hidup dalam dosa dan kedagingan. Orang-orang tersebut termasuk nabi-nabi palsu, rasul palsu, orang-orang Kristen palsu, guru-guru penyesat yang mengajarkan ajaran sesat untuk si Ular.
    12. Tujuan uama Setan bagi kita di dalam Kristus adalah hidup yang penuh kompromi dan sia-sia di dalam kebohongan dan dosa (1 Timotius 4: 1-2, 1 Yohanes 3: 7-10). -dan akhirnya kematian (Yohanes 8:44 ; 1 Pet 5: 8). Jika si musuh tidak dapat menggoda kita dengan dosa dan kesalahan, dia hanya akan mencoba untuk melelahkan kita sampai menyerah. Oposisi setan ini semakin ditujukan bagi mereka yang paling setia melayani Allah.

    Diadaptasi dari : http://marshill.com/2014/08/07/spiritual-warfare-part-3-satan

    Revolusi Mental bagian 1 : SIM A !

    Sebelumnya Selamat Hari Kemerdekaan 69, Indonesia ! Jelek atau bagus, di kemudian hari inilah tempat di mana saya akan menutup mata 🙂

    Saya mau menceritakan kejadian yang saya alami ketika hendak mengambil SIM A baru di SatPas Polda Metro Jaya Daan Mogot tanggal 16 Juli yang lalu. Hal ini terjadi karena saya sudah lama berdiam di luar negeri, dan SIM Indonesia saya sudah mati puluhan tahun lalu.

    Karena saya terinspirasi untuk memilih jalan lurus, maka saya tidak berusaha untuk memakai biro jasa atau calo. Revolusi Mental harus dimulai dari pribadi sendiri, pikirnya saya.

    Pagi-pagi sekali sekitar jam 7, saya sudah berada di tempat. Di dalam dan di luar gedung SAMSAT, banyak terlihat calo-calo bertebaran. Pemandangan yang sangat ironis. Di tempat yang penuh polisi, ternyata banyak pelanggar hukumnya.

    Sebenarnya proses pembuatan SIM tidaklah sukar, pertama di suruh tes kesehatan, kemudian membayar aplikasi dan asuransi lalu mengikuti ujian tulis dan praktek. Kira-kira hanya memakan ongkos sekitar Rp 200,000 –an, namun kalau melalui calo maka harus membayar Rp 600 – 700 ribu tanpa perlu mengikuti ujian tulisan atau praktek.

    Setiap langkah saya ikuti dengan penuh ketelitian. Memeriksa isian-isian dan surat-surat berulang kali.

    Singkat cerita, saya kemudian mengikuti ujian tulis. Di sana saya melihat sekitar 40-50 orang. Dan mungkin sebagian mau mengambil SIM A.

    Syukurnya, saya lulus ujian tulis dengan system komputerisasi dengan nilai pas-pas an. Saya berpikir, terima kasih Tuhan, mungkin Dia mau memberkati saya supaya jalan lurus.

    Langkah berikutnya adalah ujian praktek atau menyetir. Di sini lah letak ‘jebakan Batman’ (istilah yang dipakai teman saya). Ujian-ujian praktek yang diberikan dibuat sedemikian rupa supaya peserta mengalami kegagalan dan akhirnya harus memilih jalan lewat calo.

    Tidak percaya ? Inilah beberapa contoh ujian prakteknya :

    1. Maju dan mundur kendaraan
    2. Menyetir slalom atau zig-zag maju
    3. Menyetir slalom atau zig-zag MUNDUR tanpa boleh ngerem atau memperbaiki posisi kendaraan. *Terus terang ketika si bapak Polisi bilang ini, orang di samping saya sampai terbelalak matanya. Dia langsung bilang “GILA !”, saya sih cuman bisa melongo.
    4. Parkir seri mundur LANGSUNG, sekali lagi tanpa boleh ngerem, maju atau memperbaiki posisi kendaraan.
    5. Parkir parallel hanya boleh 2 kali untuk memperbaiki kendaraan
    6. Dan 5 ujian lainnya lagi yang saya tidak bisa ingat.

    Ketentuannya, satu langkah gagal maka LANGSUNG gagal dan harus menunggu 2 minggu kemudian.

    Saya pernah mengikuti ujian mengemudi di Negara maju, seperti di Amerika. Ujian prakteknya lebih ditekankan pada kepatuhan dan keamanan kita berlalu-lintas, BUKAN menguji kemahiran kita mengemudi layaknya James Bond.

    Di dalam benak saya ketika mengikuti ujian praktek tersebut adalah, “Ini mau menguji berkendara atau mau tes masuk jadi agen rahasia. Masa harus bisa nyetir jig-jag segala”

    Pak Polisi pembuat materi ujian praktek, coba memakai logika,
    – di jalan raya mana di Indonesia kita boleh berslalom maju dan berslalom mundur ?
    – di mana di belahan dunia ini, parkir mundur seri harus LANGSUNG masuk, tanpa boleh untuk maju sedikit untuk memperbaiki posisi ataupun mengerem.

    Saat ujian untuk parkir seri saya gagal, bukan karena saya tidak mampu, tetapi berusaha digagalkan karena dilarang untuk memajukan mobil sedikit untuk memperbaiki posisi. Sesuatu yang sangat tidak masuk akal.

    Satu hal lagi yang lucu, di Amerika kalau kita mau mundur, malah diharuskan untuk melihat ke belakang, karena ada kemungkinan ‘blind spot’, tetapi di ujian tersebut, malah TIDAK BOLEH sama sekali melihat ke belakang dan hanya boleh memakai kaca spion.

    Yang lebih aneh tapi nyata, dari sebegitu banyaknya orang-orang yang lulus ujian tulis (mungkin ada 10 an orang), hanya ada saya dan satu pria lagi yang ujian praktek. Ke manakan yang lainnya ? Apakah mereka langsung diluluskan ? Hehehehe

    Aneh tapi nyata. Saya merasa Tuhan hanya bisa geleng-gelen kepala melihat materi ujian prakteknya. Mungkin Dia bingung karena kalau memang pengemudi-pengemudi di Jakarta haru lulus dengan ujian seperti ini, kok bisa-bisanya Jakarta masih semrawut dan lalu lintas nggak pernah rapi.

    Pak Polisi atau pejabat yang bersangkutan, tolong jangan menjebak rakyat sehingga kita yang mau jalan lurus, berusaha digagalkan dan diharuskan untuk ikut korupsi seperti anda semua.

    Kalau anda mau korupsi-korupsilah sendiri, tapi tolonglah dan layani masyarakat dengan baik dan jujur. Coba buat material ujian praktek sebagai ujian yang berlogika untuk mengetes ketaatan dan keamanan kita dalam mengemudi, BUKAN untuk menjadi ujian masuk pusat pelatihan agen rahasia.

    Saya berusaha untuk menyisipkan hal-hal yang lucu dalam pengalaman nyata ini. Tetapi kalau dipikir hal ini sangatlah tidak lucu.

    Negara kita membuat suatu system supaya penduduk nya gagal kalau mau memilih cara jujur, sehingga mereka harus ikut-ikutan pilih cara kotor.

    Bangsa kita baru saja memilih seorang Presiden baru, Presiden Joko Widodo (Jokowi). Beliau mengusung Revolusi Mental dalam kampanyenya.

    Revolusi Mental bukanlah hal yang mudah dan akan penuh jalan yang sulit dan berliku. Tetapi, saya tahu setiap Revolusi selalu dimulai dari rakyat. Tidak ada Revolusi yang dimulai dari Institusi Pemerintah, kalau ada itu namanya Kudeta atau Pemberontakan.

    Jokowi bukan penyelamat kita, mungkin dia bisa menginspirasi, tetapi dia hanyalah seorang diri. Sebaliknya, pendukungnya adalah 71 juta jiwa. Dan ketika 71 juta jiwa merevolusi mental mereka, it’s unstoppable.

    PEPERANGAN ROHANI, BAGIAN 2: MEMAHAMI PERTEMPURAN SUPERNATURAL

    20140731_spiritual-warfare-understanding-the-supernatural-battle_banner_img

    Oleh : Mark Driscoll

    Apa yang benar-benar Alkitab katakan tentang peperangan rohani? Apakah ada latar belakang alkitabiah untuk semua ini, yang akan membantu saya untuk lebih memahami pertempuran supranatural ini?

    PEMBERONTAKAN SETAN DAN KEJATUHAN MANUSIA

    Menurut Alkitab, malaikat adalah makhluk roh yang diciptakan oleh Allah untuk melayani tujuan-Nya. Namun, saru malaikat menjadi sombong, yang merupakan akar dari banyak dosa, dan lebih suka menjadi tuhan sendiri daripada menyembah dan mentaati Allah yang sejati (Yesaya 14:11-23;. Yehezkiel 28:1-12). Kita sekarang mengenal dia dengan berbagai macam nama seperti Iblis, Naga, Ular, Musuh, Iblis, Si Penggoda, Si Pembunuh, Bapak Pendusta, Musuh, Si Penuduh, Si Penghancur, dan Si Jahat. Tragisnya, sepertiga dari para malaikat memihak Setan untuk menyatakan perang terhadap Allah.

    Pemberontakan mereka memuncak dalam pertempuran besar melawan Allah dan malaikat-Nya yang kudus. Iblis dan pengikutnya dikalahkan dan diusir dari surga tanpa kemungkinan pengampunan atau perbaikan hubungan yang benar dengan Allah (2 Pet 2:4;. Yudas 6).

    Setelah perang besar di surga, terlanjut dengan cerita Alkitab, adegan berpindah ke medan perang yang baru – bumi. Di sini, Setan menyerang orang tua pertama kita, ayah kita Adam dan ibu Hawa. Setan berbohong kepada Hawa dan menggodanya untuk berbuat dosa, seperti yang dia lakukan kepada masing-masing dari kita. Adam, yang Allah tunjuk untuk mencintai dan merawat Hawa, gagal melindunginya, dan secara sadar bergabung dengannya dalam dosa.

    Kedua-duanya Adam dan Hawa memilih kebohongan daripada kebenaran, kesombongan daripada kerendahan hati, kebodohan daripada kebijaksanaan, kematian daripada kehidupan, dan Setan daripada Allah. Selanjutnya, masing-masing dari kita, sebagai keturunan orang tua pertama kita, dilahirkan dengan dosa warisan yang ditandai dengan disposisi untuk mengikuti jejak mereka yang tragis. Lebih jauh lagi, sebagai orang-orang berdosa kita juga telah mengalami konsekuensi yang menyakitkan sama seperti dengan orang tua pertama kita. Karena dosa-dosa yang setiap dari kita telah lakukan dan dosa-dosa yang telah dilakukan terhadap kita, kita terasing dari Allah dan bersembunyi dariNya karena malu.

    Tapi kemudian janji pertama Yesus, sebagai pemenang atas Setan, datang ke orang tua pertama kita. Dalam Kejadian 3:15, Allah memberitakan Berita Baik untuk Pertamakalinya, Injil tentang Yesus kepada ibu kita Hawa, yang sama seperti kita semua, yang hancur, penuh dengan rasa malu, pendosa yang bersalah. Allah berjanji kepada Hawa bahwa Yesus akan lahir dari seorang perempuan dan akan tumbuh menjadi seorang pria yang akan berperang dengan Setan dan menginjak kepalanya, mengalahkannya, dan membebaskan orang-orang dari cengkeraman Iblis, dosa, kematian, dan neraka.

    YESUS MENANGGUNG SERANGAN SPIRITUAL – DAN MENANG

    Bertahun-tahun kemudian, Yesus dilahirkan ibunya, Maria, seperti yang dijanjikan. Serangan Setan pada Yesus dimulai ketika dia masih seorang bayi laki-laki. Raja Herodes, yang merupakan keturunan dari garis keluarga diktator yang kejam yang dirasuki setan, memutuskan bahwa semua anak sulung dihukum mati dalam upaya untuk membunuh Yesus saat masih bayi. Si Setan, pada kenyataannya, bekerja di balik rencana ini karena ia tahu benar bahwa Yesus telah datang untuk menaklukkan dia dan membebaskan tawanan nya. Tetapi Allah memperingatkan orang tua Yesus akan rencana tersebut, dan mereka melarikan diri ke Mesir sebagai pengungsi, sehingga nyawa Yesus terhindar.

    Sebagai seorang pemuda, Yesus kembali diserang oleh Iblis, yang menawarinya kehidupan yang lebih mudah daripada yang direncanakan untukNya oleh Allah Bapa. Allah Bapa mengutus Yesus ke bumi dengan misi kehidupan tanpa dosa dan menderita di kayu salib untuk mati bagi orang berdosa. Sebaliknya, Setan menawarkan kerajaan tanpa salib dan berjanji bahwa Yesus bisa memerintah dalam kemuliaan dan kekuasaan tanpa oposisi atau penyaliban, selama Dia membungkuk untuk menghormati Iblis. Setan menyiapkan jebakannya dengan tawaran persahabatan sederhana dengan makanan, memecah roti dengan Yesus, ketika Yesus sangat lapar dari empat puluh hari puasa. Yesus dengan bijaksana menolak “hadiah” ini. Seperti Yesus, adalah sangat bijaksana bagi kita untuk bersikap curiga terhadap roh-roh yang menawarkan pemberian-pemberian, walaupun yang kelihatannya baik. Inilah alasan mengapa discernment (kearifan untuk membedakan roh) sangat penting untuk hidup iman kita kepada Yesus setiap hari.

    Menuju ke salib, Iblis erasuki salah satu murid Yesus, Yudas Iskariot – yang, pada kenyataanya, orang yang belum bertobat – dan bersekongkol dengan dia untuk mengkhianati Yesus dan menyerahkan Dia untuk disalibkan. Melalui salib, iblis dan pengikutnya berpikir bahwa mereka akhirnya mengalahkan Yesus. Jika kita membayangkan Tuhan Yesus tergantung di kayu salib, berlumuran darah dan sekarat, dilihat dari sudut manapun memang kelihatannya Yesus menundukkan kepalaNya dalam kekalahan di tangan Setan. Pada titik ini, pendeta Reformasi yang ternama Martin Luther gemar merenungkan yang tertulis dalam Yesaya 45:15, yang mengatakan tentang Yesus, ” Sungguh, Engkau Allah yang menyembunyikan diri0, Allah Israel, Juruselamat”. Maksud Luther tentang ayat ini adalah bahwa, di atas kayu salib, Yesus menyembunyikan kemenanganNya di balik kekalahan, menyembunyikan kemuliaan-Nya di balik kehinaan, dan menyembunyikan kehidupan kita di balik kematian-Nya. Iblis dan setan-setan tidak melihat ini karena mereka tidak memiliki pandangan iman dan tidak memahami kerendahan hati Yesus.

    KEMENANGAN YESUS MEWAKILKAN KITA

    Meskipun demikian, di atas kayu salib Yesus mencurahkan darahNya dan mati untuk Anda. Dan dengan iman, ketika Anda memandang ke salib, Anda akan melihat betapa jauhnya ia telah pergi ke dalam penderitaan dengan rencana untuk menaklukkan musuh Anda dan membebaskan hidup Anda. Konsekuesinya, kata-kata Yesus, “SUDAH SELESAI” dari kayu salib, adalah pemberitaan tentang pembebasan Anda. Menyalibkan Yesus adalah kesalahan terbesar Iblis yang pernah dibuat. Apakah ia mengerti apa yang terjadi, dia tidak akan pernah membunuh Yesus, seperti yang dikatakan dalam 1 Korintus 2:6-9:

    “6 Sungguhpun demikian kami memberitakan hikmat di kalangan mereka yang telah matang, yaitu hikmat yang bukan dari dunia ini, dan yang bukan dari penguasa-penguasa dunia ini, yaitu penguasa-penguasa yang akan ditiadakan. 7 Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita. 8 Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia. 9 Tetapi seperti ada tertulis:
    “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”

    Bagian favorit saya dari Alkitab tentang kemenangan Yesus atas Setan, dosa, dan kematian adalah Kolose 2:13-15:

    “13 Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, 14 dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib: 15 Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.”

    Bersyukur, Tuhan Yesus datang untuk menyelamatkan Anda dan saya. Tidak seperti kita, Dia menolak semua godaan setan dan menjalani kehidupan tanpa dosa yang belum pernah kita lakukan. Yesus kemudian pergi ke kayu salib untuk mengalami kematian yang seharusnya kita harus alami. Di atas kayu salib, Yesus mati menggantikan kita untuk dosa-dosa kita.

    Pertempuran untuk jiwa kita adalah nyata, dan seperti tawanan dalam perang (Kol 1:13;. 2 Tim 2:25-26) kita telah disiksa dan dicuci otak. Tetapi kabar baiknya adalah bahwa Yesus sudah datang untuk menyelamatkan kita. Yesus sendiri menegaskan fakta ini dalam Lukas 4:18 ketika, pada awal pelayanan-Nya, Dia mengatakan Ia datang untuk membebaskan para tawanan. Tidak mungkin bahwa Setan akan melepaskan kita dari cengkramannya, dan tidak mungking kita bisa membebaskan diri kita sendiri, sehingga Yesus datang sebagai prajurit pemenang dan pembebas kita.
    ________________________________________
    Ini adalah bagian kedua dari seri Pastor Mark tentang peperangan rohani. Jika Anda melewatkan bagian satu, Anda dapat menemukannya di sini..

    * Bagian-bagian dari posting blog ini diadaptasi dari yang Jangan Anda Pikirkan? (2013, Thomas Nelson), oleh Mark Driscoll, Death By Love (2008, Crossway), oleh Mark Driscoll dan Gerry Breshears, dan Doktrin (2010, Crossway), oleh Mark Driscoll dan Gerry Breshears.

    “SAYA MENGALAMI DEPRESI DAN INGIN MATI.” KISAH TYLER

    20140604_i-was-depressed-and-wanted-to-die-tyler-s-story_banner_img

    Tyler adalah seorang pemimpin kelompok sel di Mars Hill Tacoma yang akan menyelesaikan sekolah physioterapi. Dia mengasihi Yesus dan ingin menikahi seorang wanita yang beriman dan mewariskan kisah yang ia mulai ketika ia menjadi orang Kristen pertama dalam keluarganya. Ketika Anda bertemu dengannya, Anda tidak mungkin berpikir lain selain dia adalah seoran periang, bersemangat, dan penuh gairah. Jadi sulit untuk percaya bahwa hanya beberapa tahun yang lalu, ia hampir bunuh diri. Dua kali. Ini ceritanya.

    * Beberapa nama dalam cerita ini telah diubah.

    Tumbuh di Spokane, Washington, Tyler adalah seorang anak pemalu di sekolah menengahnya yang tidak memiliki banyak teman. Dia bergumul dengan keraguan diri, kepercayaan diri, dan moral.

    “Saya selalu ingin ngumpul-ngumpul, tetapi saya kebanyakan menyendiri.” Tyler tidak pernah melakukan “hal-hal buruk” dan, berbeda dengan saudara laki-laki dan perempuannya yang jatuh dalam obat-obatan dan alkohol, keluarganya sering melihat dia sebagai anak yang sempurna.

    Pada musim gugur 2007, Tyler terdaftar penuh waktu di Spokane Falls Community College. Di sana, ia menjadi lebih terisolasi dan kesepian disbanding pada saat di SMA. Namun, beberapa waktu kemudian sekelompok kecil orang berteman dengan dia.

    “Mereka adalah orang pertama dalam hidupku yang benar-benar teman-teman saya,” kata Tyler. “Mereka mempedulikan dan melayani saya. Dan mereka adalah orang Kristen. ”

    Tyler mulai naksir berat pada salah satu gadis dalam kelompok tersebut yangbernama Megan.

    “Aku jatuh cinta dengan dia dan mengidolakan dia,” katanya.

    Tidak pernah ia mencintai seseorang seperti ini. Perasaan saying tersebut tidak bertepuk sebelah tangan. Persahabatan mereka berkembang ke titik di mana salah satu dari mereka perlu untuk mendefinisikan apa yang sedang terjadi. Lalu suatu malam Megan mengatakan kepana Tyler, “Orang berikutnya yang akan menjadi pacar saya akan menjadi suami saya. Aku tidak ingin berkencan dengan non-Kristen. ”

    Tyler sangat marah. Dia mengatakan padanya bahwa dia tidak ingin menjadi seorang Kristen dan dia harus mencintai dia untuk siapa dia. Ia menjadi depresi. Perasaan di mana fia akhirnya bisa memiliki wanita yang dicintainya hanya untuk menemukan bahwa wanita itu tidak ingin bersama dia, membawa hidupnya runtuh. Tyler berpikir kemungkinan untuk mempunyai hubungan sudah berakhir.

    “ENGKAU ADALAH ANAKKU DAN AKU MENGASIHIMU”

    Selama waktu tersebut, salah satu orang Kristen dalam kelompok itu membagikan beberapa ayat Alkitab dengan dia. Tyler ingat bahwa dia tak menduga akan kemungkinan kebenaran dari ayat-ayat. Ia berdoa dan bertanya kepada Tuhan, jika Dia memang nyata, untuk menunjukkan diriNya.

    Saat itu sudah larut malam dan Tyler ingin tidur, tapi tidak bisa. Yang dapat ia pikirkan adalah pergi ke gereja. Dia belum pernah ke gereja sebelumnya tapi tiba-tiba, itu semua yang ingin ia lakukan.
    Hari berikutnya dia mengatakan kepada teman-temannya dan, sebelum akhir pekan menjelang, mereka membawanya ke pelayanan kampus tempat mereka melayani. Pemimpin pelayanan mengajarkan tentang Yesus dan membagikan Injil. Ketika ia selesai, ia berdoa dan berkata jika ada yang ingin bertobat dari dosa mereka dan berbalik kepada Yesus, mereka harus mengangkat tangan mereka dan berseru kepadaNya.

    “Aku mengingat aku seperti berkata, ‘Oh, itu aku,” kata Tyler. “Jadi aku segera mengangkat tanganku kemudian berpikir, ‘Tunggu sebentar, apa yang saya lakukan?” Tapi aku tahu itu apa yang saya inginkan. ”

    Kemudian pendeta kampus itu mendekatinya dan memberinya Alkitab dan memeluknya. Tyler mengambil Alkitab itu ke rumah dan membacanya habis. Dia mulai membaca dalam Matius dan menyukainya. Minggu berikutnya di kunjungannya yang ke dua di kelompok kampus, ia mengerti Injil lebih lagi.

    Kelompok ini tidak seperti pelayanan kampus yang biasanya. Tidak ada pengajaran. Musik yang dimainkan dengan lembut di latar belakang saat orang-orang berbagi cerita tentang bagaimana Tuhan bekerja dalam hidup mereka.

    “Saya menangis dan menangis sepanjang malam,” kata Tyler. “Saya mengenali siapa aku di dalam Yesus. Tuhan terus menunjukkan kepada saya gambar salib dan aku ingat mendengar berulang kali, “Engkau adalah anakKu dan Aku mengasihimu.” Itu adalah di mana saya benar-benar memahami apa Injil itu dalam hidup saya. ”

    “AKU MERUBAH PENGIDOLAAN SAYA DARI SATU BENTUK KE BENTUK LAINNYA”

    Tyler bertumbuh dalam pengetahuan Alkitab dan belajar bagaimana memimpin orang lain dalam pelayanan kampus dan kelompok SMP di gereja di mana dia menjadi anggota. Pada musim gugur 2009, ia pindah ke Eastern Washington University dan pindah ke sebuah rumah penuh dengan teman-teman kuliah. Dia tumbuh dalam hubungan dengan Yesus dan mencintai itu, tapi satu hal masih mengganggunya. Sementara depresinya karena kejadian Megan sudah terlupakan, dia menyadari bahwa dia masih mengidolakan dia.

    “Aku merubah pengidolaan saya dari satu bentuk ke bentuk lainnya,” kata Tyler. “Sebelumnya, dia adalah segalanya bagiku. Sekarang, dia masih segalanya bagiku, tetapi di samping itu, saya menempatkannya lebel Kristen di atasnya. Aku secara berlebihan komitmen dalam hatiku. Saya pikir, ‘Ini adalah kehidupan yang saya ingin miliki dengan dia. Kami akan menjadi pasangan Kristen yang menakjubkan ini dan memiliki anak-anak. ‘Ide akan suatu hubungan menguasai dengan kuat dalam hati saya. ”

    Kebingungan dengan perhatian dan harapan yang terus menerus, Megan menjauhkan diri dari Tyler dan seluruh teman-teman mereka. Dia menemukan teman baru dan mulai pergi ke bar, minum secara berlebihan, dan mabuk-mabukan. Tyler panik dan mengejarnya lebih giat lagi dalam upaya untuk menyelamatkannya dari gaya hidupnya.

    “Aku menghancurkannya,” katanya. “Aku menyakitinya dengan sangat dalam hal itu.”

    Dengan tekanan yang tak berakhir, Megan berhenti pergi ke gereja dan pelayanan kampus. Dia tidak bergaul dengan siapa pun dalam kelompok tersebut.

    “Ini benar-benar membawa saya kepada kehancuran sampai di titik di mana saya mulai mendapatkan depresi lagi, melarikan diri, dan tidak terlibat dalam gereja pula,” kata Tyler. “Depresi saya menjadi cukup buruk di mana saya ingin bunuh diri. Itu berlangsung selama sekitar 12-18 bulan. Saya kehilangan pekerjaan saya. Aku tidak ingin melakukan apa pun. Saya akan duduk di kamarku dan menangis. Saya berpikir untuk bunuh diri sepanjang waktu. ”

    Dua kejadian mebuatnya nyaris bunuh diri.

    Yang pertama terjadi pada musim panas 2011, antara tahun terakhirnya kuliah dan tahun pertama sekolah physioterapi. Rumah Tyler di Spokane tidak jauh dari jajaran tebing dan hutan lebat. Suatu malam dia berdiri di tebing dan merenungkan untuk melompat ke kematiannya. Seorang teman menemukan dia ada di sana dan datang untuk membantu dia.

    “Aku benar-benar tidak ingat banyak detail tentang apa yang dia katakan. Kami mengobrol sebentar dan kemudian ia membawa saya pulang. ”

    Insiden kedua terjadi pada musim gugur 2011, tak lama setelah ia pindah ke Tacoma dan mulai sekolah di Puget Sound University.

    “Aku akan pergi ke sekolah dan pulang ke rumah dan tidak belajar,” katanya. “Aku akan jatuh hancur dan menangis dan marah. Saya pikir itu adalah kombinasi dari kesendirian, stres dari sekolah, merasa seperti kegagalan, tinggal jauh dari Spokane, dan depresi berat. ”

    Itu adalah titik terendah dalam hidup Tyler. Suatu malam ia berbaring di lantai nya, benar-benar kosong. Sebotol pil itu di tangannya dan ia ingin menelan mereka semua untuk mengakhiri hidupnya.

    “Sulit untuk menjelaskan perasaan tersebut, tapi itu hampir seolah-olah aku merasa kosong dari kehidupan itu sendiri,” katanya.

    Pikirannya terganggu oleh telepon dari seorang teman di Spokane. Ketika mereka berbicara, Tyler menjelaskan keseriusan dari situasinya. Teman tersebut berbicara ke Tyler untuk waktu yang lama dan kemudian mengatakan bahwa dia akan meminta teman mereka, yang baru saja pindah ke Seattle, untuk datang melihat Tyler. Dia tidak mengatakan kepada Tyler adalah bahwa dia juga akan memanggil polisi. Polisi berada di pintu lima menit kemudian dan tinggal di sana sampai temannya dari Seattle muncul.

    AWAL PERTUMBUHAN

    Tak lama setelah kejadian kedua ini, Tyler mulai pergi ke Mars Hill Federal Way (sekarang Mars Hill Tacoma), diundang oleh temannya di Seattle. Pada kunjungan pertamanya, Tyler bertemu dengan teman sekelasnya dari program terapi fisik. Teman sekolahnya ini tidak tahu bahwa ada yang salah dalam hidup Tyler.

    “Saya pikir saya pandai menyembunyikan [depresinya],” kata Tyler. “Aku bisa pergi dan [ngumpul] sosialisasi, tapi pada saat yang sama aku membenci hidup saya. Aku benci segala sesuatu. Aku benci kota. Aku benci diriku sendiri. Aku begitu kosong. Sepanjang waktu saya akan mengatakan saya adalah seorang Kristen tapi saya masih berusaha untuk melakukan keinginan sendiri. Aku ingat dalam keadaan yang paling terendah dalam hidup saya, Tuhan ada di sana. Dia mengatakan, “Aku tidak akan membiarkan Anda pergi. Aku tidak akan membiarkan Anda melakukan hal ini. “KehadiranNya di sana. Dia terus berkata, “Aku mencintaimu. Aku masih mencintaimu.

    “Aku punya waktu di mana saya naik dan kemudian turun. Aku merasa seperti jika saya tidak akan bersama Megan, maka saya tidak akan menjadi apapun. Dia masih segalanya bagiku. Aku akhirnya sampai ke titik di mana saya merasa seperti sesuatu perlu terjadi. ”

    Tyler merasa Tuhan mengatakan kepadanya bahwa dia perlu untuk melepaskannya, atau Allah yang akan mengambil Megan darinya.

    Tyler sesekali akan menghubungi Megan dan dia biasanya mengatakan bahwa ia baik-baik dan tidak ingin bertemu dengannya. Tak lama setelah pindah ke Tacoma, ia mengatakan ia ingin bunuh diri jika ia tidak bisa bersamanya. Megan menghubungi Puget Sound University dan mereka mengharuskan Tyler untuk melakukan empat sesi konseling.

    Setelah itu Megan mengirim pesan kepadanya di Facebook mengatakan, “Engkau harus membiarkan aku pergi. Hubungan itu tidak mungkin terjadi. Aku gay dan aku sudah menjalin hubungan selama delapan bulan. ”

    Tyler sudah pernah mendengar bahwa Megan sudah mempunyai hubungan tapi tidak pernah berpikir bahwa itu bisa dengan seorang wanita. “Pada awalnya saya tidak ingin percaya dan saya bilang itu tidak mungkin benar.”

    Tapi pesan Facebook tersebut menyalakan saklar di otak Tyler. Dia akhirnya melihat bahwa Megan adalah manusia biasa dengan kelemahan seperti orang lain. Dan kemudian fokusnya bergeser.

    “Selama ini saya berpikir semua tentang saya,” katanya. “Tiba-tiba. . . Saya menyadari kebobrokan dalam hidupnya. Aku tidak akan pernah melupakan apa yang dia bilang. Dia berkata, “Aku akhirnya menemukan seseorang yang mencintai saya untuk siapa saya dan saya senang.” Yang bisa kupikirkan adalah, Yesus mengasihi Anda untuk siapa Anda dan Anda menolak itu. “Sejak saat itu, saya tidak peduli jika kami berakhir bersama-sama. Yang saya pedulikan adalah dia. ”

    Namun, pemikiran Tyler tentang dosa belum diperbaiki. Dia berada di bawah kesan bahwa dosa Megan entah bagaimana lebih buruk daripada dosanya.

    “Saya masih sangat bermasalah, tapi aku sudah berhenti mengidolakan dia dan akhirnya kembali kepada Yesus. Saya telah cukup beruntung untuk tetap berada di Mars Hill dengan beberapa orang baik dan kelompok sel. Saya bertemu dengan mereka dan menceritakan kepada mereka seluruh kisah saya. ”

    Saat itulah koreksi datang. Setelah mendengar cerita Tyler, pemimpin kelompok memiliki beberapa teguran keras baginya.

    “Dia berkata, ‘Bagaimana jika dia melakukan dosa seksual dengan seorang pria? Bukankah itu tetap dosa seksual. Bagaimana dengan Anda memberhalakan dia? Bagaimana dengan Injil dalam hidup Anda? Yesus mati untuk menyelamatkan Anda. Dan Anda tidak bisa menyelamatkannya. Yesus perlu menyelamatkannya dan Anda perlu untuk merelakannya. ‘”
    Tyler mengatakan “payah” untuk mendengar perkataan itu, tapi dia tahu itu adalah apa yang ia butuh dengarkan. Beberapa bulan kemudian dia kembali ke Spokane untuk liburan musim panas dan mengulang kembali hidupnya. Ketika ia kembali ke Tacoma untuk tahun kedua sekolah, ia tidak lagi depresi. Dia mengambil kelas keanggotaan di gereja, melibatkan diri dalam kelompok sel, dan mulai melayani.

    ”ALLAH INGIN MENUNJUKKAN SIAPA DIA”

    Tak lama setelah itu, Megan putus hubungan. Dia unfriend Tyler di Facebook dan menyuruh saudara laki-lakinya agar ‘meminta’ Tyler untuk menghapus nomor teleponnya. Tyler merasa seperti beban berat telah terangkat dari bahunya.

    Tyler terus tumbuh dan mengambil alih kepemimpinan kelompok sel pada Januari 2014 sesuatu yang belum pernah dia lakukan sebelumnya, tapi ia merasa seperti Tuhan memanggilnya untuk melayani dengan cara itu.

    “Aku tidak pernah berharap Allah memberi saya hati yang sedemikian untuk orang-orang ini,” kata Tyler. “Sudah cukup menakjubkan. Ini membuat saya tumbuh [dalam] ketergantungan saya pada Tuhan. Saya katakan kepada Tuhan, “Aku tidak tahu apa yang saya lakukan tapi kau tahu. Aku di sini. Gunakan saya sebisaMu. ”

    “Pastor Mark baru-baru ini bertanya dalam salah satu khotbahnya, apakah itu hidup? Hidup bagi saya dulunya adalah seorang gadis. Sekarang hidup adalah Yesus. Aku tidak tahu apakah aku akan mampu untuk memahami semuanya kalau saja Tuhan tidak memindahkan saya ke Tacoma dan membawa saya ke gereja Mars Hill.

    “Aneh bagi saya untuk melihat ke belakang dan berpikir ada fase dalam hidup saya di mana saya depresi dan ingin bunuh diri, meskipun aku punya keluarga yang mencintai dan mendukung, [juga] terlibat dalam gereja, dan [juga] dikelilingi oleh teman-teman yang mencintai Yesus. ”

    Tyler menyadari bahwa, bahkan di tengah-tengah itu, jika Yesus tidak hadir dan membentuk hidup Anda setiap hari, maka Anda masih bisa goyah dan jatuh.

    “Melalui semua ini, Tuhan ingin menunjukkan saya siapakah Dia – bukan apa yang saya pikir siapa Dia atau apa yang saya inginkan Dia menjadi apa. Allah membentuk hatiku dengan menghancurkan berhala saya. Dia mematahkan saya ke titik di mana saya tidak memiliki apapun. Setelah itu, satu-satunya hal yang aku bisa miliki adalah Dia. ”

    Tyler merasa seperti dia di tempat yang bagus sekarang dan memandang masa depan. Dalam 40-50 tahun ia ingin warisannya adalah menjadi seorang kakek yang mencintai keluarganya, melayani gereja, dan berkembang setiap hari dalam hubungannya dengan Yesus. Sejak Tyler menjadi seorang Kristen, ayahnya telah bertemu Yesus. Ia berharap lebih keluarganya akan berbalik kepada Yesus juga.

    “Aku bisa menjadi orang Kristen pertama di keluarga saya. Seri khotbah dari kitab Maleakhi cukup menguatkan bagi saya karena saya melihat suatu generasi bisa berubah. Nama keluarga Trudeau sebelumnya penuh dengan banyak dosa. Tapi itu bisa berubah karena satu orang. ”

    BAGI MEREKA YANG BERGUMUL DENGAN DEPRESI
    Tyler ingin mendorong mereka yang bergumul dengan depresi untuk membiarkan orang lain tahu. Seringkali, seseorang yang berjuang mungkin mengatakan kepada satu orang, tapi Tyler mengatakan untuk membiarkan beberapa orang tahu sehingga mereka dapat membantu. Dan jika Anda tahu seseorang yang sedang berjuang dengan depresi, menurutnya suatu tanggung jawab bagi Anda untuk melibatkan yang lainnya, terlepas apakah mereka mau atau tidak. Itu mungkin akan menyelamatkan hidup mereka.

    Diadaptasi dari : http://marshill.com/2014/06/06/i-was-depressed-and-wanted-to-die-tyler-s-story

    PEPERANGAN ROHANI, BAGIAN 1: SIAPA, APA, DAN MENGAPA

    20140724_spiritual-warfare-who-what-and-why_banner_img

    Oleh: Mark Driscoll

    Apakah anda pernah menggunakan perkataan yang satu ini: “Iblis membuat saya melakukannya”? Jika kita mau jujur, banyak dari kita pernah, walaupun mungkin hanya setengah bercanda.

    Tapi apakah benar? Apakah iblis membuat Anda melakukan apa pun itu?

    Sekarang ini, di satu sisi, secara keseluruhan ilmu pengetahuan sering menolak penjelasan supernatural dan, di sisi lain, pluralisme budaya memberitahu kita bahwa semua spiritualitas adalah sama-sama baiknya, sulit untuk menemukan orang yang percaya pada realitas dunia spiritual dan kejahatan.

    Siapa pun yang membuka Alkitab dengan integritas apapun harus mengakui bahwa itu adalah sebuah buku yang secara konsisten menyajikan pandangan dunia di mana ada perang yang sangat nyata dengan Allah yang sejati dan malaikat-Nya yang kudus versus malaikat yang jatuh Iblis dan setan yang durjana. Orang-orang berdosa, termasuk Anda dan saya, diambil sebagai tawanan dalam perang ini (misalnya Kol 1:13;. 2 Tim 2:25-26).

    Memang, topik pemahaman Alkitab ini, yang sering disebut peperangan rohani, adalah sangat kontroversial. Tetapi, itu juga sangat penting. Jadi, dalam seri blog ini, kita akan membahas apa yang sebenarnya Alkitab katakan tentang peperangan rohani.

    APAKAH PEPERANGAN ROHANI ITU DAN APA HUBUNGANNYA DENGAN AKU ?

    Apakah Anda seorang Kristen yang telah bertanya-tanya mengapa hidup begitu sulit, begitu banyak penderitaan yang begitu menyakitkan, selalu mengalami perjuangan susah payah, dan Tuhan tampaknya begitu jauh? Itu karena ada si musuh yang membenci Tuhan, membenci kamu, dan telah menetapkan pasukannya melawan Anda, karena Anda seorang warga negara dan hamba di dalam Kerajaan Yesus. Allah mengasihi Anda. Tapi si Setan membenci Anda. Allah berencana baik untuk Anda. Tapi Setan berencana untuk menghancurkan Anda.

    Setiap orang Kristen adalah seorang tentara di dalam peperangan-termasuk anak-anak kecil yang berdoa kepada Yesus pada malam hari dan wanita tua yang mengenakan penutup kepala saat mereka membawa Alkitab mereka ke dalam gereja. Ketika kita tidak tahu bahwa hidup adalah suatu peperangan dan Setan adalah musuh kita, atau melupakan hal itu pada saat yang benar-benar dibutuhkan, kita tidak bisa memahami perjuangan kita, penderitaan, dan perselisihan. Ketika ini terjadi, kita salah menafsirkan sehingga kita berpikir segala sesuatu yang negatif dalam kehidupan kita semata-mata dari Allah. Pada kenyataannya, hal-hal tersebut mungkin adalah serangan dari musuh kita atau hasil dari pilihan buruk kita sendiri. Kabar baiknya adalah bahwa daripada Allah menghakimi kita, dia telah mencurahkan murka-Nya pada Yesus, yang telah meraih kemenangan atas Setan, dosa, dan kematianNya bagi kita di kayu salib yang membebaskan kita dari kuasa Setan dan cengkraman dosa.

    Ketika hidup mengalami kesulitan, kita dapat dengan mudah melupakan bahwa kita menang di dalam Kristus dan kehilangan pengharapan. Beberapa orang bahkan terbiasa untuk menghina dan menyalahkan diri sendiri bila ada sesuatu yang salah. Beberapa malah melakukan sebaliknya, menghina dan menyalahkan orang lain. Dan lainnya menghina dan menyalahkan Tuhan.

    Masalah dalam hidup kita kadang-kadang adalah akibat dari dosa kita atau dosa orang lain. Tetapi dosa tidak pernah menjadi kesalahan Allah, karena Dia baik dan tidak menyebabkan dosa. Bagaimanapun juga, di balik semua dosa adalah Setan. Sementara kita tetap secara moral bertanggung jawab atas dosa kita, Setan kadang-kadang juga ada sedikit peranannya, karena ia adalah si penipu yang bahagia ketika kita bergabung dengannya dalam pemberontakan melawan Allah.

    Sepanjang Kitab Suci, kita dapat melihat Setan dan kekuatannya bekerja terus menerus. Tuhan ingin kita tahu bahwa kita berada di dalam peperangan rohani. Jika kita benar-benar percaya ini, kita melihat hidup secara berbeda. Kita tidak lagi mengharapkan kenyamanan dan kemudahan di dalam hidup ini sebagaimana mestinya seorang prajurit kawakan sedang berada di garis depan pertempuran. Hal ini menimbulkan pertanyaan, mengapa kita begitu sering terkejut ketika kesulitan datang ke dalam hidup kita sebagai orang Kristen? Mungkin masalahnya dimulai dengan bagaimana kita diundang untuk menjadi Kristen. Dengan cara-cara yang berbeda kita diberitahu, “Akui dosa Anda kepada Yesus, dan dia akan membawa Anda ke surga.” Sementara hal itu adalah benar, tetapi apa yang sering terlewatkan adalah periode antara di hari kita komitmen kepada Kristus dan di hari kita akan melihat Dia muka dengan muka – yang juga kita kenal sebagai hidup. Dan mungkin juga karena kita sering menderita amnesia spiritual – kita lupa siapa kita di dalam Kristus, dan melupakan peperangan rohani yang sedang kita alami.

    Kenyataan dalam kehidupan ini adalah bahwa ada perang antara dua raja, Yesus dan Setan; dua kerajaan, terang dan gelap; dan dua tentara, kepunyaan Yesus dan kepunyaan Setan. Dan sementara Alkitab menjanjikan kita bahwa Raja Yesus menang, kita berjalan untuk sampai ke kerajaan kekal Yesus sambil memberitakan Injil dengan kuasa Roh Kudus dengan harapan membebaskan beberapa tahanan perang dari perbudakan Iblis, dosa, dan kematian.
    ________________________________________
    Ini adalah bagian pertama dai seri Pastor Mark tentang peperangan rohani.
    Diterjemahkan dari : http://marshill.com/2014/07/24/spiritual-warfare-who-what-and-why

    * Bagian-bagian dari posting blog ini diadaptasi dari “Who Do You Think You Are? (2013, Thomas Nelson), oleh Mark Driscoll, “Death By Love” (2008, Crossway), oleh Mark Driscoll dan Gerry Breshears, dan “Doktrin” (2010, Crossway), oleh Mark Driscoll dan Gerry Breshears.