Category Archives: Renungan

Orang Baik Susah Masuk Surga

Hari Minggu kemarin di gereja kami merayakan Paskah. Mereka membuat suatu drama musikal yang benar benar professional, tentang kehidupan seorang yang bandel atau rusak, dan kemudian Tuhan rubah. Suatu drama yang sangat inspiratif . Memang Tuhan kita Tuhan yang sanggup merubah kehidupan seseorang 180 derajat. Dari yang sebejat apapun, Dia bisa rubah.

Kemudian, saya mulai melihat kehidupan saya. Dilahirkan dari keluarga Kristen. Sudah tahu Kristen dari kecil. Kehidupan dari kecil hingga dewasa, tidak ada yang terlalu “bejat” … Istilahnya. Anak baik menurut standard orang. Waktu SD tidak terlalu bandel. SMP dan SMA pun tidak berani berbuat yang macam-macam. Kehidupan berkisar antara sekolah, buat PR, main games, makan, tidur … Dan lanjut.
Istilahnya menurut standard orang, anak baik baiklah.

Tapi, terus terang saya merasa kehidupan seperti inilah yang lebih mungkin tidak masuk surga. Mengapa demikian ?

Kalau seorang yang dianggap bandel atau jahat oleh masyarakat setidaknya dia tahu dia perlu Tuhan. Tetapi kalau orang baik, belum tentu dia tahu kenapa dia perlu Tuhan.

Kalau kita berpikir alasan kita butuh Tuhan agar supaya bisa jadi baik, maka untuk apa butuh Tuhan kalau kita sudah baik ? Toh tidak ada bedanya nanti.

Untungnya Tuhan tahu kita sebenarnya tidak akan bisa untuk menjadi baik secara standard Tuhan. Kalau secara standard masyarakat sih mah gampang untuk kelihatannya baik, karena masyarakat hanya melihat luarnya saja.
Contoh kemarin ini ada seorang pemuka agama yang dianggap alim oleh pengikutnya. Ternyata, terbongkar akun WhatsApp nya berisi perzinahan dengan perempuan yang bukan istrinya.

Baik ? Jelas menurut penilaian masyarakat. Tapi hatinya tidak. Dan ini Tuhan tahu.

Celakanya ,sebaik apapun kita berpikir bahwa kita baik, kita tidak akan pernah bisa untuk menjadi baik.

Tidak percaya ? Saya akan berikan 2 argumen saya.

Pertama, kenapa kita berkelakuan baik ? Kalau kita telusuri dan kalau kita mau jujur sejujur jujurnya. Kita kupas semua itikad kita dan melihat inti dari alasan kebaikan kita . Intinya adalah supaya hati kita merasa enak. Tidak ada satupun di antara kita yang mau berbuat baik kalau perbuatan itu tidak akan membuat kita puas. Walaupun bentuk kebaikan itu harus melalui pengorbanan kita. Misalnya kita bisa beri uang kepada orang miskin . Walaupun kita mengorbankan yang kita punya, tetapi hasil dari pengorbanan itu bisa memuaskan hati kita.

Jadi secara tak langsung, kita sebenarnya berbuat kebaikan karena kita sebenarnya egois. Yap kebaikan kita hanya sekedar kedok dari keegoisan kita.
Makanya ada beberapa ajaran agama yang berusaha untuk mengkosongkan ‘diri’ atau menekan rasa puas atau gembira atau perasaan senang, karena mereka tahu akar dari rasa puas yang didapat setelah kita berbuat baik adalah sebenarnya untuk ego kita.

Kedua, kita tahu segala sesuatu di dunia ini dapat menyebabkan sebab-akibat baik secara langsung atau tidak langsung. Sehingga suatu aksi yang sekecil apapun bisa berdampak kepada yang lain secara langsung atau tidak, secara kita sadari atau tidak. Misalnya kamu buang suatu botol plastik ke laut, karena sampah tersebut mungkin akan membunuh sekumpulan ikan. Karena matinya sekumpulan ikan tersebut, anda bisa membuat sekeluarga nelayan kelaparan. Anda bisa berargumen, lah emang buang sampah sembarangan khan salah yah pasti akan merugikan orang lain. Ok, mari kita bayangkan misalnya kita berbuat kebaikan. Contoh yang paling gampang, misalnya ada program pemerintah yang memberi bantuan uang untuk orang miskin. Bantuan tersebut baik dan mulia, tapi tidak tertutup kemungkinan banyak digunakan beberapa orang untuk bermalas-malasan dan hanya bergantung kepada Pemerintah. Jadi akibat suatu kebaikan tidak selalu positif, dan sesuatu yang tidak berakibat positif itu berarti bukan baik. Karena kita selalu mengukur dampak kebaikan dari efeknya, bukan dari persepsi kita. Kalau kita mengukur kebaikan hanya berdasarkan persepsi kita, maka kita adalah seorang yang sangat super egois. Dan itu berarti kita bukan orang baik.

Hahahahhaha … jadi bagaimana dong ?
Well … kita kembali lagi ke alasan dari banyak orang untuk berbuat baik. Kebanyakan orang yang beragama, berbuat baik itu diidentikkan sebagai ‘bayaran’ untuk bisa masuk surga. (Kalau orang yang tidak beragama, yah beda lah, saya akan bahas di artikel yang lain). Istilahnya kalau kita mau masuk ke rumah orang, maka kita sebagai tamu harus memenuhi syarat yang diberikan empunya rumah. Misalnya mohon dibuka sendalnya, maka sebagai tamu yah kita harus nurut.

Nah … sama kalau kita mau masuk surga … kita harus nurut sama permintaan yang empunya surga. Banyak agama yang mengajarkan bahwa Tuhan mempunyai suatu timbangan yang akan menimbang aksi baik dan aksi jahat kita. Masalahnya kalau sistem ini benar, maka bisa menyebabkan banyak ketidak adilan ! Mengapa demikian ?

  1. Bagaimana kita tahu berapa ‘berat’ kebaikan yang kita buat dan berapa ‘berat’ kejahatan yang kita buat.
  2. Andaikata kita mengukur ‘berat’ kebaikan dari banyaknya jumlah orang yang terkena efek dari kebaikan kita, maka sangatlah mudah untuk orang kaya untuk masih surga. Dia bisa memberikan banyak uang kepada banyak orang. Sedangkan yang miskin, bisa susah masuk surga.
  3. Bagaimana kalau kebaikan yang maksudnya baik malah ujung-ujungnya efeknya tidak baik ?
  4. Atau sebaliknya itikad tidak baik, tapi malah ujungnya baik ?
  5. Dan kalau Tuhan tahu isi hati, maka bagaimana dengan perbuatan baik dilakukan dengan itikad tidak baik, tetapi efeknya baik kepada banyak orang ?
  6. Dan bagaimana kalau timbangannya netral ? Jadi perbuatan baik = perbuatan jahat ? Apa bakal disuruh try again (kaya main game aja)

Ribet banget … bisa bikin sakit kepala kalau Tuhan memang benar memakai sistem di atas. Kalau Tuhan memakai sistem di atas, Dia tidak Maha Adil, karena Dia tahu sistem itu bisa menguntungkan pihak pihak tertentu.

JAdi bagaimana ? Bagaimana kita bisa masuk surga ? Tidak seribet yang kita bayangkan … mengutip mantan Presiden kita “Gitu aja kok Repot”
Kuncinya kita harus sadar TIDAK ada satupun di dunia ini yang istilahnya baik menurut standard Tuhan. Tidak ada kebaikan kita yang bisa bikin Tuhan di atas terkagum-kagum.
“WOW … ini orang baik banget ! GILA MAN ! Eh malaikat malaikat, lihat tuh ! Man tuh orang baik banget nget nget !”

Karena Dia tahu tidak ada satupun aksi baik kita yang bisa memenuhi standardNya.

Lalu bagaimana kita bisa dianggap mmmh BENAR oleh Dia. (perhatikan saya tidak memakai kata Baik, tetapi Benar)

Dia berikan jalan kepada kita, dengan memberikan AnakNya Yesus untuk mati bagi kita. Dia yang menanggung semua dosa kita, sehingga dihadapanNya kita diBENARkan.
Bukan karena usaha dan kuat kuasa kita.

Dia yang merubah hati kita. Dari hati yang baru tersebut mulai mengalir perbuatan-perbuatan yang baik. Tidak sempurna. Tidak masalah. Karena kita memang tidak sempurna, tetapi DIA sempurna.
Dengan ketidaksempurnaan dan ketidak baikan kita, kita sadar bahwa kita harus tergantung kepada Dia setiap saat dan setiap waktu.

Perbuatan baik menjadi suatu kesukaan dan bukan lagi suatu keharusan. Mencintai sesama merupakan suatu ekspresi perasaan kita, karena Dia sudah terlebih dahulu mencintai kita, malah sebelum kita menjadi orang baik. Dia memilih kita bukan karena kita baik atau penuh potensi, tetapi karena Dia adalah kasih.

Jadi … Intinya orang baik memang sukar masuk surga. Karena standard untuk masuk ke sana, bukan kebaikan kita. Kebaikan kita sama sekali tidak memenuhi standardNya. Nope. Nggak even level 0.

Dia tahu itu semua, sehingga Dia akhirnya yang harus datang dan menanggung dosa. Karena Dia tahu kebaikan kita tidak akan bisa menjadi jembatan ke surga.

Jadi ingat, orang baik memang sukar masuk surga, tetapi mereka yang dengan iman dibenarkan olehNya, tidak perlu khawatir.

Sumber inspirasi :
Roma 3:1-31

Amunisi Untuk Melawan Kekhawatiran

Image result for john piper

oleh John Piper

Berikut adalah sembilan dari janji-janji Alkitab:

Ketika saya cemas tentang usaha atau pertemuan baru yang beresiko, saya lawan ketidakpercayaan dengan janji: “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.”
Yesaya 41:10 TB

Ketika saya cemas tentang pelayanan saya menjadi tidak berguna dan kosong, saya lawan ketidakpercayaan dengan janji, “demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.” – Yesaya 55:11 TB

Ketika saya cemas tentang menjadi terlalu lemah untuk melakukan pekerjaan saya, saya lawan ketidakpercayaan dengan janji Kristus, “Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.
2 Korintus 12:9 TB, dan “…, selama umurmu kiranya kekuatanmu.
Ulangan 33:25 TB

Ketika saya cemas tentang keputusan yang saya buat untuk masa depan, saya lawan ketidakpercayaan dengan janji, Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.” – Mazmur 32:8 TB

Ketika saya cemas tentang menghadapi lawan, saya lawan ketidakpercayaan dengan janji, “Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? ” – Roma 8:31 TB

Ketika saya cemas akan menjadi sakit, saya lawan ketidakpercayaan dengan janji bahwa “Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” – Roma 5:3‭-‬5 TB

Ketika saya cemas tentang semakin tua, saya lawan ketidakpercayaan dengan janji, “Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.” – Yesaya 46:4 TB

Ketika saya cemas tentang akhir hidup, saya lawan ketidakpercayaan dengan janji bahwa “Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup.”
Roma 14:8‭-‬9 TB

Ketika saya cemas bahwa iman saya hancur dan jatuh terlepas dari Allah, saya lawan ketidakpercayaan dengan janji, “Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.”
Filipi 1:6 TB

“Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.”
1 Tesalonika 5:24 TB

“Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka. ” – Ibrani 7:25 TB

Melihat Kembali Anugerah

20150310 Heather Lake 0150 Web
Satu hal yang saya suka lakukan kepada anak-anak saya, yaitu bercerita. Saya berusaha menceritakan bagaimana mereka bisa ada dalam keadaan sekarang, tinggal di Amerika, hidup dengan nyaman dan tercukupi. Dan satu hal yang selalu saya tekankan, semuanya karena anugerah Tuhan.

Papa dan mama saya bukan berasal dari keluarga yang kaya. Mama saya lahir di Dobo, Maluku Tenggara. Kalau saya bercerita, saya selalu menambahkan “Cari di peta-pun kadang Dobo nggak bakal ketemu” . Papa saya lahir di Makasar, Sulawesi Selatan.

Ke dua orang tua saya tidak punya gelar sarjana. Papa saya sudah harus bekerja untuk menolong untuk membiayai adik-adiknya ketika dia lulus SMA. Menurut kisah nya, dia sudah harus merantau ke pulau-pulau kecil di Indonesia Timur. Dan karena anugrah Tuhan, salah satu pulau tersebut adalah Dobo. Juga dengan anugerah Tuhan, jadilah mereka ketemu dan menikah.

Orang tua saya pindah ke Jakarta dengan membawa sedikit uang. Seingat saya, mereka menumpang di rumah salah satu saudara. Beberapa waktu kemudian, lahirlah saya, anak ke dua. Mama saya sering bercerita, saya bukan bayi yang mudah diurus. Sepertinya waktu kecil saya tidak bisa minum susu biasa, jadi harus beli susu buatan Jepang, yang mahal harganya.

Masa kecil saya tidak penuh dengan kemewahan, tetapi penuh dengan kecukupan. Kami tinggal di sebuah rumah di dalam gang. Saya ingat setiap musim hujan kita selalu kebanjiran, tapi untungnya tidak sampai masuk ke dalam rumah.

Saya ingat Papa saya berusaha dan bekerja keras. Dia pergi merantau ke Indonesia Timur, dan berusaha mencari peluang-peluang bisnis, dari bisnis jual binatang langka, kupu-kupu, kapal, siput, dan lain sebagainya. Waktu kecil, saya tidak mengerti akan hal ini. Saya hanya berpikir, itu adalah yang biasa.

Karena anugerah Tuhan, usaha-usaha Papa membuahkan banyak hasil. Ketika SMP, kami pindah ke rumah yang lebih besar. Kemudian waktu lulus SMA, saya bisa dibiayai untuk sekolah di Amerika. Dan sampai sekaranglah saya tinggal di sini, berkeluarga dan mempunyai 3 anak perempuan yang luar biasa.

Kala saya melihat kembali jalan hidup saya, saya bisa melihat jejak kaki anugerah Tuhan. Setiap saya bercerita kepada anak-anak saya, saya berusaha menanamkan poin-poin berikut dalam kehidupan mereka:

  • Mereka bisa ada dan hidup seperti sekarang, semuanya adalah Anugerah Tuhan. Saya selalu bilang kepada mereka, waktu saya kecil tidak pernah sekalipun mimpi bisa pergi ke luar negeri. Kalau teman-teman di Sekolah Minggu berliburan sekolah ke luar negeri, kita cuman bisa pergi lokal saja. Tetapi Tuhan membawa kehidupan keluarga saya, di mana orang tua saya saya dari kota kecil, bisa sampai ke Seattle, Amerika. Itu semua karena Anugerah
  • Mama saya adalah Pendoa . Saya ingat setiap malam atau pagi, Mama saya selalu berdoa. Ada saatnya saya, adik dan kakak diajak untuk doa, tetapi karena pada dasarnya saya seorang pembangkang, jadi saya protes terus. Ada satu saat saya doanya begini dengan suara keras “Tuhan saya tidak mau doa Mama saya terlalu panjang dan lama”.
    Tetapi terlepas dari hal itu, saya tahu saya bisa di sini, karena doa-doa yang Mama saya sudah panjatkan.

  • Setiap generasi harus berkorban, supaya generasi berikutnya bisa hidup lebih baik. Papa saya mengorbankan waktu dan tenaga agar keluarganya bisa hidup lebih baik. Setelah menjadi seorang ayah, saya tahu betapa berharganya untuk bisa meluangkan waktu dengan anak-anak. Mereka bertumbuh dengan sangat cepat. Dan saya tahu, Papa saya harus mengorbankan waktunya agar kita bisa hidup lebih baik. Saya selalu tekankan kepada anak-anak saya, untuk meninggalkan sesuatu yang lebih baik ke generasi berikut, saya juga harus bisa berani berkorban. Entah itu waktu, kerja, tenaga, impian, ambisi, atau lainnya, agar mereka harus bisa menjadi lebih baik dari saya.
  • Generasi berikutnya harus Lebih baik dari generasi sebelumnya. Saya selalu mendukung anak-anak saya untuk bisa lebih pintar, lebih berani, atau bahkan lebih hebat dari saya. Saya mau mereka bukan menjadikan saya sebagai ukuran dalam berkarya dan kepintaran. Setiap saat, saya selalu bilang kepada mereka, kalian harus lebih pintar, lebih berkarya, lebih menghasilkan, lebih berpotensi, daripada saya.

Point-point tersebut saya selalu usahakan untuk saya ajarkan dalam setiap hal dalam kehidupan. Di dinding rumah, saya pasang satu canvas putih, dan saya tulis “Evidences of God’s Grace”. Di bawahnya, saya taruh foto-foto mereka, foto-foto keluarga, foto-foto mereka waktu masih bayi. Bagi saya kehidupan saya adalah bukti nyata dari Anugrah-Nya.

Tidak pernah saya bayangkan Tuhan membawa kehidupan keluarga saya, berawal dari kota kecil di Dobo, yang tidak ada dalam peta, sampai bisa ke Amerika. Kadang saya berkelakar ke anak-anak saya, mungkin nanti berikutnya, salah satu dari mereka bisa menjadi Presiden Amerika.

Sebagai seorang Papa, satu hal yang saya harapkan bagi anak-anak saya. Ketika mereka pada di usia mereka bisa melihat balik kehidupan mereka, mereka bisa melihat bukti-bukti dari Anugerah Tuhan.

Throwback Thursday

Komik yang saya gambar ketika masih di universitas.

02_26_00

Buat Margin Di Dalam Hidup Anda

busy-lifeprayer

Oleh : Rick Warren

Banyak orang yang kelebihan beban dan menuju kecelakaan. Kita kurang tidur dan bekerja lebih dari sebelumnya. Kita menjadi masyarakat yang terlalu banyak kerjaan, dipaksa sampai ke batas – terlalu dijejal, terlalu diburu-buru, terlalu lelah . Banyak dari kita merasa seperti yan Ayub rasakan dan ia berkata, ” Aku tidak mendapat ketenangan dan ketenteraman; aku tidak mendapat istirahat, tetapi kegelisahanlah yang timbul.” (Ayub 3:26)

Kelebihan beban datang ketika kita memiliki terlalu banyak kegiatan dalam hidup kita, terlalu banyak perubahan, terlalu banyak pilihan, terlalu banyak pekerjaan, terlalu banyak utang, dan terlalu banyak liputan media.

Penulis dan dokter Richard Swenson mengatakan, “Kondisi kehidupan modern menghabiskan margin. Jika Anda tunawisma, kami mengarahkan Anda ke tempat penampungan. Jika Anda tidak punya uang, kami menawarkan kupon makanan. Jika Anda sulit bernapas, kami menghubungkan Anda ke oksigen. ”

“Tapi jika Anda marginless, kami memberikan satu hal lagi yang anda dapat dilakukan. Marginless adalah ketika Anda terlambat tiga puluh menit ke kantor dokter karena Anda dua puluh menit terlambat keluar dari salon, karena Anda terlambat sepuluh menit mengantarkan anak-anak ke sekolah, karena mobil kehabisan bensin dua blok dari sebuah pompa bensin, dan Anda lupa tas Anda. Itu marginless. ”

Anda perlu margin dalam hidup Anda. Bila Anda tidak terburu-buru dan khawatir sepanjang waktu, Anda punya waktu untuk berpikir. Waktu untuk bersantai. Waktu untuk menikmati hidup. Waktu untuk diam dan mengetahui bahwa Allah adalah Allah.

Kosongkan Jadwal Anda

Apakah Anda pernah sampai ke akhir hari Anda dan berpikir, “Apakah aku sudah mencapai sesuatu?”

Ke mana perginya waktu?

Jika Anda tidak menguasai jadwal Anda, jadwal akan menguasai Anda!

Berikut adalah tiga saran dari Alkitab untuk mengurangi stres-nya jadwal Anda dan meningkatkan margin:

Atur prioritas Anda – Jelas, Anda tidak punya waktu untuk melakukan semuanya, sehingga Anda harus membuat pilihan. Anda harus memutuskan apa yang benar-benar penting dan apa yang tidak.

Luangkan waktu untuk mempertimbangkan arah hidup Anda. Alkitab mengatakan, ” Pandangan orang berpengertian tertuju pada hikmat, tetapi mata orang bebal melayang sampai ke ujung bumi.” (Amsal 17:24); ” tetapi siapa mengejar barang yang sia-sia, tidak berakal budi” (Amsal 12:11); ” Hati manusia memikir-mikirkan jalannya,, tetapi TUHANlah yang menentukan arah langkahnya” (Amsal 16: 9).

Ringankan sikap Anda – Apakah Anda benar-benar harus melakukan segala hal pada daftar to-do Anda? Tidak ada yang memaksa Anda; banyak stress disebabkan oleh diri sendiri.

Alkitab berkata, ” Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang …” (Amsal 12:25); ” Hati yang tenang menyegarkan tubuh” (Amsal 14:30); ” Hati yang gembira adalah obat yang manjur,
tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang” (Amsal 17:22).

Carilah Tuhan – Stres selalu menjadi lampu peringatan bahwa Anda sudah tidak fokus kepada Allah dan melihat masalah Anda dari sudut pandang Anda yang terbatas.

Saya percaya penyebab tunggal terbesar dari stres adalah ini : Kita terlalu serius memperhatikan diri sendiri dan tidak serius memperhatikan Allah!

Mengapa Kebahagiaanmu Sangat Penting Bagi Allah

full_1410790701

Tidak ada menggambarkannya secara blak-blakan seperti Blaise Pascal dalam Pensées nya:

Semua orang mencari kebahagiaan. Ini adalah tanpa terkecuali. Apapun cara yang berbeda yang mereka gunakan, mereka semuanya cenderung tujuannya adalah ini. Alasan mengapa sebagian ingin berperang, dan yang lain menghindari nya, adalah keinginan yang sama dari kedua nya, dilakukan dengan pandangan yang berbeda. Kemauan tidak pernah mengambil langkah yang bukan untuk mencapai maksud ini. Ini adalah motif dari setiap tindakan dari setiap orang, bahkan orang-orang yang menggantung dirinya.

Itulah kenyataannya. Prajurit, pendamai, bunuh diri, si pemalas, pecandu kerja; jika Anda seorang manusia, anda adalah seorang hedonis. Anda dapat mencoba untuk menyangkalnya, tetapi Anda tidak dapat mengubahnya.

Jika Anda ingin mencoba menjadi orang yang tidak merasakan apa-apa di dalam kesusahan, lupakan Alkitab. Tidak ada kegunaan yang sedikitpun untuk Anda. Alkitab tidak mendukung gagasan bahwa motif kita akan lebih murni kalau kita mengurangi keinginan untuk mengejar kebahagiaan kita sendiri. Tidak. Bahkan, menurut Alkitab, kalau kita tidak mengejar kebahagiaan kita sendiri kita tidak bisa datang kepada Allah: “Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. “ (Ibrani 11: 6).

Apakah Arti Dari Kesenangan

Tuhan terang-terangan membujuk kita untuk mencari kebahagiaan, sukacita, kesenangan – apa pun yang Anda ingin sebutkan – dalam diriNya dengan ayat-ayat seperti ini: “an bergembiralah karena Tuhan;
maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.” (Mazmur 37: 4), dan “Di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.” (Mazmur 16:11). Kita seharusnya menginginkan kesenangan.

Mengapa Allah menginginkan agar kita merindukan kesenangan? Karena hal itu merupakan indikator yang sangat penting. Kesenangan adalah meteran dalam hatimu, hal itu mengukur seberapa berharganya, betapa pentingnya seseorang atau sesuatu bagi Anda. Kesenangan adalah ukuran dari hartamu.

Hartamu adalah apa yang Anda sukai. Harta terbesar Anda adalah apa yang paling Anda cintai. “Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada” (Matius 6:21). Anda mengagungkan harta Anda dengan kenyataan bahwa itu adalah obyek kesenangan Anda.

Dan itulah mengapa Tuhan tidak acuh akan sukacita Anda. Ini adalah masalah besar baginya. Kesenangan Anda di Allah adalah ukuran berapa berharganya Dia bagimu.

Si Pengungkap Hati Anda

Hal ini juga yang membuat kesenangan menjadi si pengungkap hati Anda. Jika ada sesuatu dosa yang memberi Anda kesenangan, itu bukan masalah kesenangan. Ini adalah apa yang anda hargai. Mekanisme kesenangan Anda kemungkinan berfungsi dengan baik. Apa yang anda cintai yang mungkin rusak. Dan kesenanganlah yang mengungkapkan Anda. Ini mengungkapkan bahwa, meskipun apa yang mulut Anda katakan dan image apa yang Anda coba proyeksikan kepada orang lain, nyatanya sesuatu yang jahat adalah sangat berharga bagi Anda.

Itulah dosa yang ada di akarnya: Menghargai kejahatan. Yang membuat perjuangan iman dalam kehidupan Kristen adalah perjuangan tentang kesenangan. Ini pertarungan untuk mempercaya janji-janji Allah tentang kebahagiaan atas janji-janji palsu tentang kebahagiaan yang kita dengar dari dunia, kedagingan, dan iblis. Dan ya, itu sering kali melibatkan menjauhi diri dari kesenangan, tetapi hanya menjauhi dari kesenangan yang lebih kurang dan sia-sia untuk memiliki kesenangan yang jauh lebih tinggi (Lukas 9: 23-25).

Indah dan Menghancurkan

Kebenaran Alkitab ini yang kita sebut Hedonisme Kristen adalah indah dan juga menghancurkan. Ini luar biasa untuk menyadari bahwa pengejaranTuhan untuk dimuliakan dan pengejaran kita akan sukacita seharusnya bukan kegiatan yang berbeda, namun sama! Karena, seperti John Piper mengatakan, “Allah paling dimuliakan di dalam dirimu, ketika Anda paling dipuaskan di dalam diriNya.” Itu berarti bahwa kemuliaan Allah dalam diri kita bergantung kepada seberapa bahagianya yang kita bisa dapatkan untuk kekekalan! Jika Anda belum pernah membaca buku, Desiring God, dalami buku ini dan bersukacitalah dengan apa yang membuat Injil begitu baik.

Tapi yang menghancurkan adalah bahwa segera setelah kita menyadari bahwa Tuhan paling dimuliakan dari kepuasan kita di dalam-Nya, kita juga akan menyadari kekurangan kita dalam banyak hal-hal di dalam menemukan kepuasan dalam diriNya. Dan jika Anda berada dalam lumpur keputusasaan akan hal ini, maka bacalah When I Don’t Desire God. Ini akan mendorong hati Anda dan membekali Anda dengan senjata dalam perjuangan untuk mendapatkan sukacita yang sejati.

Kejarlah Kesenangan Tertinggi Anda!

Berjuanlah untuk Sukacita yang Sejati! Ada sukacita yang lebih besar di dalam Allah yang Anda belum pernah ketahui. Jangan menyerah. Jangan puas dengan sukacita yang lebih rendah. Buatlah tujuan Anda untuk menjadi penuh, tanpa malu, berani Hedonis Kristen! Kejarlah kesenangan Anda di dalam Tuhan, harta termulia yang pernah ada, dengan segenap hatimu (Matius 22:37). “Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada” (Matius 6:21).

Diadaptasi dari : http://www.desiringgod.org/blog/posts/why-your-happiness-is-so-important-to-god

Ada Kebebasan Dalam Berserah

surrender-to-love1

Oleh : Rick Warren

Alkitab sangat jelas tentang bagaimana kita bisa mendapatkan kebaikan ketika kita menyembah Tuhan melalui berserah kepadaNya. Dalam penyerahan, Anda mulai untuk benar-benar menjalani kehidupan yang Tuhan inginkan: “. Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya” (Markus 8:35 TB)

Anda dibebaskan, dibebaskan dari keegoisan: “Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran? 17Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu. 18Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran. “(Roma 6: 16-18 TB)

Tuhan dapat menggunakan Anda dengan cara yang besar.

Mengapa Allah memilih Maria, dari semua wanita, untuk menjadi ibu Yesus? Itu karena dia benar-benar menyerahkan diri kepada Allah. Ketika malaikat itu menjelaskan rencana mustahil Allah, ia dengan rendah hati menjawab, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (Lukas 1:38 TB)

Tidak ada yang lebih kuat daripada hidup berserah di tangan Allah.

Bekerja Untuk Menyenangkan Tuhan, Bukan Orang

615 women men work shutterstock nmedia
Oleh : Rick Warren

Rasul Paulus mengajarkan bahwa kita harus bekerja seolah-olah kita “bekerja untuk Tuhan dan bukan untuk manusia”. Dia mengatakan bahwa tidak ada pekerjaan yang terlalu kecil, tidak ada pekerjaan terlalu rendah, dan tidak ada pekerjaan tidak signifikan ketika Anda memiliki motif dan perspektif yang benar.

Kita harus berpikir, “Aku melakukannya untuk Allah,. Aku melakukan pekerjaan ini seolah-olah aku melakukannya untuk Tuhan. Saya digunakan untuk membersihkan loker daging di toko daging, dan saya akan membersihkannya seperti untuk Tuhan . ”

Sekarang, bagaimana saya tahu jika saya melakukan pekerjaan saya untuk Tuhan? Dua karakteristik akan muncul dalam sikap Anda –

Bermutu tinggi -Jika saya melakukan pekerjaan saya untuk Tuhan, dan bukan hanya untuk bos, maka saya akan melakukannya dengan sempurna. Itu berarti saya akan melakukan yang terbaik yang saya bisa karena saya tidak melakukannya untuk persetujuan siapa pun kecuali Allah.

Antusias – Dan, saya melakukan pekerjaan saya dengan antusias. Saya bekerja untuk Allah; Oleh karena itu, saya melakukannya dengan sikap ceria. “Jangan pernah malas, tetapi bekerja keras dan melayani Tuhan dengan antusias.” (Roma 12:11 NLT)

Ketika Anda bekerja dengan segenap hati, dimotivasi oleh kasih Kristus, pekerjaan Anda akan berubah menjadi suatu tindakan ibadah bagi Allah.

Kolose 3:23 : Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia

Roma 12:11 : Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan

PEPERANGAN ROHANI, BAGIAN 5: SKEMA SI SETAN

20140821_spiritual-warfare-part-5-satans-schemes_banner_img

Oleh : Mark Driscoll

APAKAH SKEMA SETAN TERHADAP KITA?

Mengenai peperangan rohani seperti yang dialami pada tingkat pribadi, 2 Korintus 2:11 (BIS) mengatakan, “Setan mungkin tidak mengecoh kita. Karena kita tidak menyadari maksudnya. “Oleh karena itu, di samping untuk memahami taktik hariannya, memahami keseluruhan beberapa skema yang digunakan oleh Iblis dan hamba-hambanya membantu kita dalam mengantisipasi pekerjannya dan hidup dalam kemenangan bukan sebagai korban.

SKEMA 1: DUNIA

Dunia adalah musuh eksternal yang menggoda kita untuk berbuat dosa terhadap Allah. Apa yang dimaksud dengan istilah ‘dunia’ dalam arti negatif? Dunia adalah sistem yang terorganisir dalam oposisi dan pemberontakan terhadap Allah. Dalam 1 Yohanes 2:16, dunia didefinisikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan kedagingan yang bekerja secara bersamaan dengan tiga cara. (1) Dunia adalah domain dari keinginan atau nafsu kedagingan, yang mana merupakan keingnan berdosa untuk kesenangan fisik yang menggoda kita, segala sesuatu dari kerakusan sampai kemabukan, dosa seksual, dan narkoba(2) Dunia adalah tempat yang diperuntukkan untuk keinginan atau nafsu mata, di mana keinginan berdosa untuk menginginkan harta diwujudkan dalam segala hal dari iklan dan pemasaran sampai pornografi. (3) Dunia adalah tempat kesombongan akan harta milik dipuji, dan keangkuhan, ambisi egois dianggap suatu kebaikan bukan kepicikan.

Menanggapi dunia, Alkitab memerintahkan tiga lapis respon. (1) Kita tidak mencintai dunia. Karena dunia adalah lahan misi kita, bukan rumah kami, dan sumber godaan untuk berbuat dosa, kita harus terus menjaga diri kita dari mencintai dunia dan hawa nafsu dan kesenangan yang ditawarkannya – tidak berbeda dengan buah terlarang yang menggoda orang tua pertama kita. (2 Kita tidak boleh membiarkan dunia membentuk nilai-nilai kita. Karena dunia adalah di mana Setan dan keinginan dosa kita bertemu, jika kita membiarkan dunia untuk membentuk sistem nilai kita dan menentukan siapa kita, mengapa kita ada, apa yang kita yakini, dan bagaimana kita berperilaku, maka kita akan diubah oleh dunia daripada mencari konversi ke dalam Kerajaan Allah. (3) Karena Yesus mati bagi dunia, kita diperintahkan untuk hidup selayaknya disalibkan untuk dunia. Ini berarti bahwa kita hidup dengan dosa dunia dan mati terhadap Tuhan, atau mati terhadap godaan dunia dan hidup bagi Allah. Dengan menjadi mati bagi dunia, kita bisa hidup dalam kebebasan sejati yang terlepas darinya dan dengan demikian dapat masuk ke dalamnya sebagai misionaris, seperti yang Yesus lakukan, berusaha untuk melihat orang-orang diselamatkan dari dunia dengan Injil.

Terpenting, walaupun dunia adalah sumber godaan dosa, itu tidak melepaskan orang-orang berdosa dari tanggung jawab moral mereka. Oleh karena itu, tidak peduli apakah musuh kita berusaha mengait kita dengan umpan, kita harus selalu mematikan keinginan daging jika kita berharap untuk menghindari dosa.

SKEMA 2: KEDAGINGAN

Kedagingan adalah musuh internal kita dan benih rusak yang akan tetap hidup dalam diri kita sampai dimuliakan dalam kebangkitan setelah kematian. Singkatnya, kedagingan adalah resistensi internal kita dalam menaati Allah dan menempatkan kepentingan pribadi di atas kepentingan Allah. Dalam Alkitab, kedagingan kadang-kadang berarti tubuh fisik, seperti ketika Firman itu telah menjadi manusia. Namun Alkitab tidak menghubungkan dosa kita dengan fisik seperti yang dilakukan oleh para praktisi Gnostik kuno dan kontemporer. Perbuatan dosa dari daging dapat datang dari setiap bagian dari kepribadian kita. Paulus menggunakan istilah ‘daging’ untuk merujuk kecenderungan bawaan kita untuk berbuat dosa terhadap Allah; ia mengatakan bahwa daging adalah tumpuan dari nafsu dosa kita, alam pendosa, dan sumber hasrat kita yang jahat.

Alkitab memerintahkan orang Kristen untuk menanggapi daging dengan tiga cara. (1) Kita harus mengakui bahwa kita tidak lagi di bawah perbudakan daging. Kematian Yesus untuk dosa kita dan kebangkitan-Nya untuk keselamatan kita memberi kita sifat baru dan kekuatan baru dari Allah Roh Kudus yang memampukan kita untuk mengatakan “Tidak” untuk daging kita dan “Ya” kepada Tuhan. (2) Kita harus berjalan dalam ketaatan yang sadar kepada Roh Kudus. Karena Roh Kudus adalah lebih kuat daripada keinginan dosa kita, hanya Dia yang bisa membawa kita keluar dari dosa yang najis dan menjadi ibadah suci. (3) Kita harus dihukum mati, atau apa Puritan John Owen menyebutnya “mempermalukan” keinginan untuk dosa. Kebalikan dari mempermalukan dosa mencakup memaafkan dosa, toleransi dosa, atau hanya melukai dosa dengan mencoba untuk mengaturnya. Rasa malu adalah keyakinan yang dibuat Roh Kudus diikuti dengan pertobatan dari dosa, iman kepada Allah, menyembah Allah, dan ketekunan dalam kekudusan sehingga dosa itu tetap mati dan sukacita tetap hidup.

SKEMA 3: SI SETAN

Alkitab berbicara tentang pekerjaan Setan dalam apa yang umumnya dapat dipahami sebagai setan yang biasa dan setan yang lebih dari biasa.

Pekerjaan Setan biasanya membujuk kita untuk dosa seksual, pernikahan antara Kristen dan non-Kristen, agama palsu dengan ajaran palsu tentang Yesus palsu, kepahitan tak kenal ampun, kebodohan dan kemabukan, bergosip dan sok sibuk, berbohong, penyembahan berhala, menyerang identitas kita melalui pikiran yang palsu dan mengutuk, mimpi setan dan teror malam.

Pekerjaan Setan yang lebih dari biasanya meliputi siksaan, cedera fisik, mukjizat palsu, tuduhan, kematian, dan interaksi dengan setan.

BISAKAH ORANG KRISTEN KERASUKAN SETAN?

Banyak orang Kristen bertanya-tanya, dan bahkan khawatir, apakah seseorang dapat dirasuki Setan. Bagi mereka yang bukan Kristen, mungkin melalui hal-hal seperti keterlibatan dengan ilmu gaib, ilmu sihir (termasuk Wicca dan praktek-praktek spiritual non-Kristen), obat dan penyalahgunaan alkohol, dan kebiasaan dosa yang parah bila dipraktekkan dengan tindakan ekstrim, secara signifikan dipengaruhi oleh kekuatan jahat.

Namun, bagi orang Kristen, Dr Gerry Breshears telah membantu saya memahami bahwa apakah orang Kristen bisa atau tidak untuk dirasuki Setan adalah pertanyaan yang banyak orang jawab terlalu cepat. Masalahnya adalah bahwa kata ‘kerasukan’ (possess) memiliki beberapa arti. Menurut kamus Merriam-Webster bisa berarti tiga hal.

Pertama, ‘kerasukan’(possess) bisa berarti ‘Milik’ (own) sehingga seorang Kristen pada dasarnya akan menjadi milik Setan.

Kedua, ‘kerasukan’(possess) bisa berarti ‘Penguasaan’ (dominate) sehingga orang Kristen akan dikontrol oleh Setan.

Ketiga, ‘kerasukan’(possess) bisa berarti ‘Pengaruh’ (influence) sehingga kehidupan seorang Kristen akan ditandai dengan pengaruh Setan.

Jadi, jelasnya, apa yang dimaksud orang dengan kata ‘kerasukan’ (possess) sangat berpengaruh ketika menjawab pertanyaan, “Bisakah orang Kristen dirasuki oleh Setan?”

Dalam arti pertama, Iblis tidak pernah memiliki seorang Kristen. Kami telah diselamatkan dari kekuasaan kegelapan dan ditransfer ke dalam Kerajaan Anak, Paulus mengatakan di Kolose 1:13.

Dalam arti ketiga, Iblis dapat mempengaruhi seorang Kristen. Kita berada dalam peperangan melawan musuh yang berusaha untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan. Bahkan Yesus diserang oleh Iblis dengan cara ini menurut Matius 4: 1-11 dan Lukas 4: 1-13.

Dalam arti kedua dari kata ‘kerasukan’ (possess) di mana ada banyak perdebatan di kalangan umat Kristen. Dapatkah setan menguasai orang Kristen? Sementara beberapa mengajarkan bahwa melalui dosa pribadi, dosa generasi, atau bahkan kutukan, setan bisa memiliki kewenangan untuk mendominasi orang percaya, Alkitab secara jelas menyatakan bahwa orang Kristen tidak pernah di bawah otoritas penguasa kegelapan. Iblis tidak pernah bisa mengambil otoritas atas seorang Kristen. Lainnya mengajarkan bahwa jika kita berdoa dan menguasai Firman Tuhan kita tidak perlu takut serangan setan. Tetapi jika Yesus dapat diserang, bagaimana kita bisa mengatakan kita tidak bisa diserang?

Kami percaya orang-orang Kristen mungkin tertipu, dituduh, atau tergoda oleh setan dan bahwa orang Kristen kadang menyerah pada serangan-serangan — meskipun seharusnya tidak. Jika orang-orang percaya mulai merespon salah dalam situasi seperti itu, mereka dapat memberikan pengaruh setan dalam hidup mereka. Rupanya roh jahat dapat memberdayakan, memperkuat, mendorong, dan mengeksploitasi keinginan dosa dari orang percaya sendiri. Contoh mencakup Petrus dan Ananias. Sebagai anak-anak Allah, yang diregenerasi dan didiami oleh Roh, kita bertanggung jawab untuk dan dikuatkanoleh Allah untuk melawan Setan, dan jika kita menolak, kita tidak perlu menderita dari pengaruhnya.

PEPERANGAN ROHANI, BAGIAN 4: MENGENAL MUSUH ANDA

20140814_spiritual-warfare-part-4-know-your-enemy_banner_img

Oleh : Mark Driscoll

BAGAIMANA SETAN DAN PENGIKUTNYA MENGGODA ANDA SEKARANG INI?

Seorang Puritan terkenal, Thomas Brooks, menulis salah satu buku favorit saya tentang peperangan rohani, Precious Remedies against Satan’s Devices. Brooks menggunakan ilustrasi indah yang menjelaskan mengapa Yesus menolak tawaran roti yang sederhana oleh Setan. Brooks mengatakan bahwa musuh kita akan memakai umpan bagi kait kita dengan apa yang kita inginkan. Ini berarti bahwa ia dengan senang hati akan memberi kita seks, uang, kekuasaan, kesenangan, ketenaran, kekayaan, dan hubungan. Tujuan Setan adalah bagi kita untuk mengambil umpan tanpa melihat kaitnya, dan ketika mulut kita sudah terkait, ia akan menarik dan menjadikan kita tawanan. Setan kadang memberikan hal-hal yang kelihatannya baik tetapi di baliknya adalah dosa. Dia akan menantang kita untuk menilai pemberiannya untuk memastikan kualitasnya. Itulah esensi dari perangkap. Hadiah itu mungkin baik, tetapi si pemberi adalah jahat. Dengan cara ini, Iblis dan setan adalah mirip dengan pedofilia yang berusaha untuk menarik perhatian anak-anak supaya mempercayai mereka dengan hadiah permen dan mainan, hanya untuk menghancurkan mereka.

Ketika kita mengambil pemberian yang Setan dan iblis tawarkan, kita pada dasarnya menggigit umpan. Akibatnya, dosa mengait mulut kita, dan Setan menarik kita sebagai tawanannya sehingga, sebagai mana yang Yesus katakan dalam Yohanes 08:34, kita menjadi budak dosa kita. Setan memberikan umpan untuk setiap dari kita dengan berbagai cara, bahkan dengan hal-hal baik yang akhirnya menjadi berhala yang berdosa ketika mereka menjadi tuhan dalam hidup kita. Setelah mengambil umpan, kita akan ditarik ke dalam kegelapan dan dosa, yang, jauh dari Yesus, pasti akan mengarah pada kematian. Tanpa Yesus hidup kita akan terus turun ke dalam kegelapan sampai kita menemukan diri kita dengan Setan, di neraka, selamanya.

APA TAKTIK KHUSUS YANG SETAN KERJAKAN TERHADAP KITA SEKARANG INI?

Terlepas dari kenyataan bahwa ia adalah musuh yang sudah dikalahkan dan pincang, si Naga Tua tetap licik, seperti yang Kitab Suci mengatakan. Untuk menipu Anda, Setan akan menggunakan berbagai taktik yang diperingatkan Alkitab kepada kita. Saya ingin memberitahu Anda tentang beberapa taktik ini karena 2 Korintus 2:11 mengatakan bahwa Iblis tidak dapat menipu kita jika kita mengenal dengan baik taktik yang ia gunakan untuk melawan kita.

  • Setan akan berbohong kepada Anda karena ia adalah pendusta. Jika Anda percaya padanya, hidup Anda akan hancur, karena Anda mempercayai makhluk yang Yesus ebut sebagai “bapa segala dusta.” Tanggapan Anda untuk melawan kebohongan adalah dengan membaca Alkitab dan mendengarkan Yesus, yang sepanjang Injil Yohanes berulang kali mengatakan, “Saya sejujurnya”. Selain itu, ketika Anda mendengar kebohongan, terbukalah dengan teman-teman yang seiman sehingga Yesus dapat berbicara kebenaran ke dalam hidup Anda melalui mereka. Ingat, Anda tidak perlu meyakinkan si pembohong bahwa dia salah dan Anda benar. Sebaliknya, lakukan yang Yesus lakukan di dalam Matius 4: 8-10, Dia mengabaikan kebohongan si pendusta dan tetap setia terhadap kebenaran Alkitab.
  • Setan akan datang kepada Anda ketika Anda lemah dan menggoda Anda untuk berbuat dosa seperti yang dia lakukan kepada Yesus, karena dia adalah si penggoda. Tujuan dari godaan adalah untuk menarik Anda dekat dengannya dan jauh dari Yesus dalam pemberontakan. Respons Anda terhadap godaan dosa adalah harus melawan iblis sehingga ia akan lari dari padamu. Ketika Anda melakukan dosa, Anda harus menyelesaikannya dengan Allah dengan bertobat dari dosa Anda kepada Yesus dan orang-orang yang sudah Anda sakiti.
  • Setan akan datang kepada Anda sebagai si penuduh. Tuduhan Setan sering kali berbicara dalam diri anda sebagai orang ke dua. Dalam beberapa kasus, beberapa orang yang mengaku mendengar suara-suara atau memiliki perkataan negatif terhadap dirinya sendiri kemungkinan sedang mengalami pergumulan dengan setan. Misalnya, beberapa orang sering melaporkan berpikir atau mendengar hal-hal seperti “Kamu tidak berharga,” “Tuhan tidak pernah bisa memaafkan Anda,” “Kau layak apa yang dilakukan untuk Anda,” dan “Anda harusnya bunuh diri untuk mengakhiri rasa sakit Anda.” Ketika kita berpikir atau mendengar hal-hal seperti itu kita harus menyadari bahwa Yesus tidak akan pernah mengatakan hal-hal seperti itu untuk anak-anak Allah, dan jika Anda mendengar tuduhan seperti ini sebagai orang kedua, maka setan sedang berbisik di telinga Anda, berharap Anda akan percaya mereka daripada Yesus.
  • Setan akan datang kepada Anda, sering selama masa di mana Tuhan mencurahkan anugrahNya, untuk merampok sukacita Anda dengan mengutuk Anda. Dia akan mengingatkan Anda tentang dosa masa lalu, di mana Kristus telah mati untuk itu dan bahwa Anda telah sungguh-sungguh bertobat. Dengan demikian, ia akan mencoba meyakinkan Anda bahwa kematian Yesus di kayu salib belum cukup. Jika Anda mempercayai si Naga, Anda juga akan meragukan pengampunan Tuhan atau berusaha untuk melakukan sesuatu selain pekerjaan Yesus untuk mendapat pengampunan Anda sendiri. Sehingga, Anda akan meragukan kesempurnaan dari kematian Yesus di kayu salib untuk dosa Anda, dan Anda akan ditarik ke dalam keputusasaan atau menjadi agamawi, tetapi bukan kepada Yesus. Dalam menghadapi hal ini, Anda akan menemukan sauh bagi jiwa anda dengan merenungkan Roma 8:1 yang mengatakan “. Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus”
  • Setan akan menggunakan ketulusan hati Anda dengan memberikan tuduhan-tuduhan awam yang tidak jelas di mana, kalau kita tidak menyadarinya, akan mendorong Anda untuk mengintrospeksi diri secara berlebihan sambil mencari-cari dosa dengan panik. Hal ini karena Setan meniru Allah dan menyalahgunakan karya-Nya. Tuhan menyadarkan Anda akan suatu dosa tertentu sehingga, dengan pengasihanNya, Anda dapat bertobat dan beralih ke kebebasan dan sukacita. Di lain pihak, Setan akan berusaha untuk mengalahkan dan mengecilkan hati Anda dengan rasa bersalah yang begitu umum, sehingga Anda tidak pernah tahu persis dosa apa yang Anda harus tobati dan dengan demikian terlena dalam perbudakan dan keputusasaan yang melumpuhkan. Dalam Yohanes 8 kita diberitahu bahwa Setan pada dasarnya adalah seperti orang tua yang kejam dan, seperti layaknya semua orang tua kejam, niatnya bukan untuk memperbaiki Anda, tetapi untuk menyakiti Anda, menyebabkan penderitaan dan kesedihan sehingga Anda merasa hancur tanpa arahan apa yang Anda telah lakukan dan bagaimana memperbaikinya.
  • Karena begitu banyak dosa baik yang sengaja dan tidak sengaja telah dilakukan kepada Anda, Setan juga akan berusaha untuk menguasai hidup Anda dengan kepahitan (Efesus 4:. 17-32). Kebenaran yang menyedihkan adalah bahwa hampir tidak mungkin bahwa setiap orang yang pernah berbuat dosa terhadap engkau akan datang ke depan mu untuk bertobat dan meminta pengampunan Anda. Jika Anda menunggu orang-orang yang telah berdosa terhadap Anda untuk bertobat sebelum Anda dapat memaafkan mereka, Anda akan rentan terhadap kepahitan, yang Ibrani 12:15 menjelaskan sebagai akar yang akan memberi makan ilalang setan lain dalam hidup Anda. Oleh karena itu, ketika Allah Roh Kudus mengingatkan orang-orang yang telah berdosa terhadap Anda, Anda harus memaafkan mereka. Ini tidak berarti meminimalkan atau menerima apa yang telah mereka lakukan, melainkan mempercayakan kepada Tuhan untuk keadilan-Nya melalui penderitaan Yesus di kayu salib atau mereka layak disiksa di neraka. Bagian Anda dalam pengampunan adalah menyerahkan hak Anda untuk menyakiti mereka atas apa yang telah mereka lakukan untuk Anda. Allah juga akan meminta Anda untuk menghadapi beberapa dari mereka dalam rangka untuk memberikan mereka kesempatan untuk bertobat, dan jika mereka tidak melakukannya, Anda harus percaya Yesus untuk menghakimi dan menghukum mereka secara adil pada hari penghakiman terakhir.

  • Setan akan berusaha untuk mengambil perhatian Anda dari Yesus. Dalam bukunya The Screwtape Letters, CS Lewis menulis, “Ada dua kesalahan yang sama dan berlawanan di mana manusia bisa salah tentang setan. Salah satunya adalah ketidakpercayaan akan keberadaan mereka. Yang lain adalah mempercayainya, dan memberikan perhatian yang berlebihan dan tidak sehat mengenainya”. Pastinya, satu cara kita bisa berbuat kesalahan yaitu dengan mengurangi atau bahkan menyangkal apa yang Alkitab ajarkan tentang Iblis dan setan. Alkitab mendesak kita untuk menetapkan pandangan kita pada Yesus, dan bukan setan atau iblis. Meskipun mereka adalah nyata, masalah yang sebenarnya terjadi ketika kita terobsesi atas mereka, memburu mereka, atau menyalahkan semuanya pada mereka.
  • Setan akan berusaha untuk menggunakan ketidakpercayaan Anda kepadanya. Setan memiliki kebebasan dalam pekerjaannya dengan Anda, sampai-sampai Anda secara fungsional tidak mempercayai keberadaannya dan mengabaikan aktivitasnya dalam hidup Anda. Saat Anda tumbuh dalam pemahaman Anda tentang bagaimana iblis dan setan bekerja, bagaimanapun juga, peringatan saya kepada Anda agar tidak menyalahkan semuanya pada mereka sebagaimana yang Hawa lakukan, melainkan terus bertanggung jawab atas dosa Anda sendiri dan mempercayakan hukuman bagi orang yang berdosa terhadap Anda kepada Tuhan.
  • Setan akan berusaha untuk menggunakan kebanggaan Anda. Karena akar pekerjaan Setan adalah kesombongan, Anda juga harus terus berbicara, berpikir, dan bertindak dalam kerendahan hati, seperti yang dikehendaki kasih karunia AllaH darimu. Seperti yang dikatakan Yesus dalam Lukas 10:20, “Sekalipun begitu janganlah bergembira karena roh-roh jahat taat kepadamu. Lebih baik kalian bergembira karena namamu tercatat di surga.”

    Diadaptasi dari : http://marshill.com/2014/08/14/spiritual-warfare-part-4-know-your-enemy