Category Archives: Renungan

Iman Adalah Lebih Dari Sekedar Perasaan

leap-of-faith_724_482_80Oleh : Rick Warren

Iman adalah sesuatu yang lebih dari sekedar Anda rasakan. Banyak orang tidak bisa membedakan emosi dan perasaan dengan iman. Mereka datang ke gereja dan mereka digerakkan secara emosional, mereka terinspirasi, dan mereka bergairah. Mereka mendapatkan getaran dalam hati mereka dan berkata, “Luar biasa, Saya jadi tergerak !!”

Dan mereka pergi keluar setelah kebaktian dan mungkin mereka bahkan menangis sedikit atau merasakan kehadiran Tuhan. Tapi hanya karena Anda merasakan kehadiran Allah, tidak berarti Anda memiliki iman yang nyata. Ada perbedaan besar antara iman dan perasaan.

Yakobus mengatakan iman bukanlah hanya sentimentalitas. Anda pergi keluar ke jalanan dan Anda melihat beberapa orang tunawisma yang melarat. Mereka miskin, mereka lapar, mereka dingin, dan mereka membutuhkan pakaian dan tempat tinggal. Dan Anda berjalan ke mereka dan berkata, “Yah, aku akan berdoa untukmu.”

Itu bukan iman. Iman adalah penuh belas kasihan. Berapa kali Yesus mengatakan, atau dikatakan tentang Dia, “Dia tergerak oleh belas kasihan bagi orang-orang.” Iman adalah praktek. Ia terlibat dalam orang-orang yang menderita. Dan ketika Anda melihat kebutuhan, Anda melakukan sesuatu tentang hal itu. Itu iman sejati.

Yakobus 2:15-16
15 Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, 16 dan seorang dari antara kamu berkata: “Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!”, tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?

PEPERANGAN ROHANI, BAGIAN 3: SETAN

20140807_spiritual-warfare-part-3-satan_banner_img

Oleh : Mark Driscoll

APA YANG SAYA PERLU TAHU TENTANG MUSUH YANG TERUS MEMERANGI AKU INI?

Alkitab, dari Kejadian 3 sampai Wahyu 21, memberikan kejelasan bahwa iblis dan pengikutnya adalah nyata, dan kebenaran ini, tidak banyak dipertanyakan oleh orang yang mengaku Kristen sampai beberapa ratus tahun lalu. Pengaruh besar oleh seorang filsuf ateis David Hume dan era modernitas berikutnya, pemuka Alkitab yang liberal menolak supernatural, dari keajaiban sampai setan, sebagai mitos, kuno, dan primitif. Hal-hal tersebut tidak sesuai dengan pandangan modern mereka tentang dunia sebagai sistem alami yang tertutup. Namun, untuk mempercayai Alkitab, kesadaran akan adanya Setan, iblis, supranatural, dan mukjizat sangat diperlukan. Kita tidak bisa mengambil bagian dari Alkitab kita suka dan membuang sisanya – penyembah Tuhan mencari, bukan mengedit. Setan adalah nyata, dan sebagai orang Kristen, sangat penting untuk mengenal musuh kita dengan baik. Jika Anda tidak tahu musuh Anda, Anda tidak bisa tahu bagaimana membela diri. Mengetahui musuh Anda adalah kunci kemenangan dalam peperangan (2 Kor. 2:11).

KEBENARAN TENTANG SETAN DAN IBLIS

Ada beberapa kebenaran kunci tentang Setan dan agen-agennya yang perlu Anda ketahui, percayai, dan soroti di Alkitab Anda sehingga Anda dapat mempelajarinya kembali dengan sering.

  1. Alkitab secara konsisten menyajikan setan sebagai musuh Allah dan umat-Nya. Dia diberi berbagai nama, termasuk iblis, naga, ular, musuh, pencoba, pembunuh, bapa segala dusta, musuh kita, penuduh, perusak, dan si jahat.
  2. Iblis dan setan adalah musuh Anda dan sama sekali bukan kawan (1 Pet 5:. 8).
  3. Setan dan iblis secara aktif berperang melawan Anda (Efesus 6:. 10-13).
  4. Setan dan iblis ingin Anda mati karena Setan adalah seorang pembunuh. Dia ingin membawa kematian untuk segala sesuatu dalam hidup Anda, termasuk cinta Anda, sukacita, pernikahan, dan pelayanan (Yohanes 8:44).
  5. Setan dan iblis tidak bisa mengklaim Anda, karena Anda telah dibebaskan selamanya dari kerajaan Setan kegelapan kerajaan Yesus cahaya (Kol 1:13).
  6. Di dalam Yesus, Anda memiliki perlindungan pribadi dari dan otoritas atas iblis dan pengikutnya (Lukas 10: 18-20).
  7. Karena Anda berada di Yesus Kristus dan segala sesuatu berada di bawah kekuasaannya, Anda juga dapat memerintahkan Setan dan Iblis untuk mematuhi Anda karena wewenang yang dilimpahkan kepada Anda dari Yesus (Efesus 1:. 18-2: 8). Praktisnya, ini berarti bahwa jika, sebagai seorang Kristen, Anda memerintahkan Iblis untuk meninggalkan anda dalam nama Yesus, maka itu harus terjadi.
  8. Setan dan iblis sama sekali tidak sama dengan Allah. Tidak seperti Allah, mereka adalah makhluk ciptaan degan kemampuan yang terbatas. Mereka bukan omnipotent, maha tahu, atau maha kuasa seperti Allah. Walaupun demikian, mereka adalah sangat nyata dan sangat kuat. Mereka telah mengamati perilaku manusia sejak awal sejarah dan sangat menyadari bagaimana orang hidup, dan mereka telah terus-menerus menyempurnakan taktik mereka untuk menghancurkan kita.
  9. Motivasi untuk semua pekerjaan Setan adalah kebanggaan dan kemuliaan diri bukan kerendahan hati dan kemuliaan Allah (Yeh 28:. 2; Yakobus 4: 6-7). Salah satu sekutu mereka yang paling kuat dalam berperang dengan kita adalah kesombongan kita sendiri. Beberapa berspekulasi mengapa si Ular terus berperang melawan Allah meskipun Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa Yesus telah memenangkan perang dan Ular akhirnya akan dikalahkan dan dihakimi dengan kesakitan. Mungkin Ular memang sangat sombong dengan dirinya sehingga dia telah menipu dirinya sendiri dan sekarang percaya bahwa Allah adalah pembohong yang dapat dikalahkan. Ini adalah tipu muslihat yang terus dia bisikkan ke telinga kita setiap hari, mengatakan bahwa kita tidak menang dalam Kristus dan juga kebohongan tentang diri kita sendiri dan tentang Tuhan.
  10. Tidak seperti manusia, yang untuknya Yesus mati dan bangkit, setan dan iblis tidak memiliki kemungkinan untuk keselamatan. Praktisnya, ini berarti bahwa hanya ada hukuman dan siksaan yang menunggu Setan dan iblis (2 Pet 2:. 4).
  11. Dalam perang melawan Allah, si Ular tidak hanya memiliki setan, tetapi juga orang-orang yang bersekutu dalam pasukannya, baik dengan kerasukan setan, pengaruh setan, atau hanya dengan hidup dalam dosa dan kedagingan. Orang-orang tersebut termasuk nabi-nabi palsu, rasul palsu, orang-orang Kristen palsu, guru-guru penyesat yang mengajarkan ajaran sesat untuk si Ular.
  12. Tujuan uama Setan bagi kita di dalam Kristus adalah hidup yang penuh kompromi dan sia-sia di dalam kebohongan dan dosa (1 Timotius 4: 1-2, 1 Yohanes 3: 7-10). -dan akhirnya kematian (Yohanes 8:44 ; 1 Pet 5: 8). Jika si musuh tidak dapat menggoda kita dengan dosa dan kesalahan, dia hanya akan mencoba untuk melelahkan kita sampai menyerah. Oposisi setan ini semakin ditujukan bagi mereka yang paling setia melayani Allah.

Diadaptasi dari : http://marshill.com/2014/08/07/spiritual-warfare-part-3-satan

Revolusi Mental bagian 1 : SIM A !

Sebelumnya Selamat Hari Kemerdekaan 69, Indonesia ! Jelek atau bagus, di kemudian hari inilah tempat di mana saya akan menutup mata 🙂

Saya mau menceritakan kejadian yang saya alami ketika hendak mengambil SIM A baru di SatPas Polda Metro Jaya Daan Mogot tanggal 16 Juli yang lalu. Hal ini terjadi karena saya sudah lama berdiam di luar negeri, dan SIM Indonesia saya sudah mati puluhan tahun lalu.

Karena saya terinspirasi untuk memilih jalan lurus, maka saya tidak berusaha untuk memakai biro jasa atau calo. Revolusi Mental harus dimulai dari pribadi sendiri, pikirnya saya.

Pagi-pagi sekali sekitar jam 7, saya sudah berada di tempat. Di dalam dan di luar gedung SAMSAT, banyak terlihat calo-calo bertebaran. Pemandangan yang sangat ironis. Di tempat yang penuh polisi, ternyata banyak pelanggar hukumnya.

Sebenarnya proses pembuatan SIM tidaklah sukar, pertama di suruh tes kesehatan, kemudian membayar aplikasi dan asuransi lalu mengikuti ujian tulis dan praktek. Kira-kira hanya memakan ongkos sekitar Rp 200,000 –an, namun kalau melalui calo maka harus membayar Rp 600 – 700 ribu tanpa perlu mengikuti ujian tulisan atau praktek.

Setiap langkah saya ikuti dengan penuh ketelitian. Memeriksa isian-isian dan surat-surat berulang kali.

Singkat cerita, saya kemudian mengikuti ujian tulis. Di sana saya melihat sekitar 40-50 orang. Dan mungkin sebagian mau mengambil SIM A.

Syukurnya, saya lulus ujian tulis dengan system komputerisasi dengan nilai pas-pas an. Saya berpikir, terima kasih Tuhan, mungkin Dia mau memberkati saya supaya jalan lurus.

Langkah berikutnya adalah ujian praktek atau menyetir. Di sini lah letak ‘jebakan Batman’ (istilah yang dipakai teman saya). Ujian-ujian praktek yang diberikan dibuat sedemikian rupa supaya peserta mengalami kegagalan dan akhirnya harus memilih jalan lewat calo.

Tidak percaya ? Inilah beberapa contoh ujian prakteknya :

  1. Maju dan mundur kendaraan
  2. Menyetir slalom atau zig-zag maju
  3. Menyetir slalom atau zig-zag MUNDUR tanpa boleh ngerem atau memperbaiki posisi kendaraan. *Terus terang ketika si bapak Polisi bilang ini, orang di samping saya sampai terbelalak matanya. Dia langsung bilang “GILA !”, saya sih cuman bisa melongo.
  4. Parkir seri mundur LANGSUNG, sekali lagi tanpa boleh ngerem, maju atau memperbaiki posisi kendaraan.
  5. Parkir parallel hanya boleh 2 kali untuk memperbaiki kendaraan
  6. Dan 5 ujian lainnya lagi yang saya tidak bisa ingat.

Ketentuannya, satu langkah gagal maka LANGSUNG gagal dan harus menunggu 2 minggu kemudian.

Saya pernah mengikuti ujian mengemudi di Negara maju, seperti di Amerika. Ujian prakteknya lebih ditekankan pada kepatuhan dan keamanan kita berlalu-lintas, BUKAN menguji kemahiran kita mengemudi layaknya James Bond.

Di dalam benak saya ketika mengikuti ujian praktek tersebut adalah, “Ini mau menguji berkendara atau mau tes masuk jadi agen rahasia. Masa harus bisa nyetir jig-jag segala”

Pak Polisi pembuat materi ujian praktek, coba memakai logika,
– di jalan raya mana di Indonesia kita boleh berslalom maju dan berslalom mundur ?
– di mana di belahan dunia ini, parkir mundur seri harus LANGSUNG masuk, tanpa boleh untuk maju sedikit untuk memperbaiki posisi ataupun mengerem.

Saat ujian untuk parkir seri saya gagal, bukan karena saya tidak mampu, tetapi berusaha digagalkan karena dilarang untuk memajukan mobil sedikit untuk memperbaiki posisi. Sesuatu yang sangat tidak masuk akal.

Satu hal lagi yang lucu, di Amerika kalau kita mau mundur, malah diharuskan untuk melihat ke belakang, karena ada kemungkinan ‘blind spot’, tetapi di ujian tersebut, malah TIDAK BOLEH sama sekali melihat ke belakang dan hanya boleh memakai kaca spion.

Yang lebih aneh tapi nyata, dari sebegitu banyaknya orang-orang yang lulus ujian tulis (mungkin ada 10 an orang), hanya ada saya dan satu pria lagi yang ujian praktek. Ke manakan yang lainnya ? Apakah mereka langsung diluluskan ? Hehehehe

Aneh tapi nyata. Saya merasa Tuhan hanya bisa geleng-gelen kepala melihat materi ujian prakteknya. Mungkin Dia bingung karena kalau memang pengemudi-pengemudi di Jakarta haru lulus dengan ujian seperti ini, kok bisa-bisanya Jakarta masih semrawut dan lalu lintas nggak pernah rapi.

Pak Polisi atau pejabat yang bersangkutan, tolong jangan menjebak rakyat sehingga kita yang mau jalan lurus, berusaha digagalkan dan diharuskan untuk ikut korupsi seperti anda semua.

Kalau anda mau korupsi-korupsilah sendiri, tapi tolonglah dan layani masyarakat dengan baik dan jujur. Coba buat material ujian praktek sebagai ujian yang berlogika untuk mengetes ketaatan dan keamanan kita dalam mengemudi, BUKAN untuk menjadi ujian masuk pusat pelatihan agen rahasia.

Saya berusaha untuk menyisipkan hal-hal yang lucu dalam pengalaman nyata ini. Tetapi kalau dipikir hal ini sangatlah tidak lucu.

Negara kita membuat suatu system supaya penduduk nya gagal kalau mau memilih cara jujur, sehingga mereka harus ikut-ikutan pilih cara kotor.

Bangsa kita baru saja memilih seorang Presiden baru, Presiden Joko Widodo (Jokowi). Beliau mengusung Revolusi Mental dalam kampanyenya.

Revolusi Mental bukanlah hal yang mudah dan akan penuh jalan yang sulit dan berliku. Tetapi, saya tahu setiap Revolusi selalu dimulai dari rakyat. Tidak ada Revolusi yang dimulai dari Institusi Pemerintah, kalau ada itu namanya Kudeta atau Pemberontakan.

Jokowi bukan penyelamat kita, mungkin dia bisa menginspirasi, tetapi dia hanyalah seorang diri. Sebaliknya, pendukungnya adalah 71 juta jiwa. Dan ketika 71 juta jiwa merevolusi mental mereka, it’s unstoppable.

PEPERANGAN ROHANI, BAGIAN 2: MEMAHAMI PERTEMPURAN SUPERNATURAL

20140731_spiritual-warfare-understanding-the-supernatural-battle_banner_img

Oleh : Mark Driscoll

Apa yang benar-benar Alkitab katakan tentang peperangan rohani? Apakah ada latar belakang alkitabiah untuk semua ini, yang akan membantu saya untuk lebih memahami pertempuran supranatural ini?

PEMBERONTAKAN SETAN DAN KEJATUHAN MANUSIA

Menurut Alkitab, malaikat adalah makhluk roh yang diciptakan oleh Allah untuk melayani tujuan-Nya. Namun, saru malaikat menjadi sombong, yang merupakan akar dari banyak dosa, dan lebih suka menjadi tuhan sendiri daripada menyembah dan mentaati Allah yang sejati (Yesaya 14:11-23;. Yehezkiel 28:1-12). Kita sekarang mengenal dia dengan berbagai macam nama seperti Iblis, Naga, Ular, Musuh, Iblis, Si Penggoda, Si Pembunuh, Bapak Pendusta, Musuh, Si Penuduh, Si Penghancur, dan Si Jahat. Tragisnya, sepertiga dari para malaikat memihak Setan untuk menyatakan perang terhadap Allah.

Pemberontakan mereka memuncak dalam pertempuran besar melawan Allah dan malaikat-Nya yang kudus. Iblis dan pengikutnya dikalahkan dan diusir dari surga tanpa kemungkinan pengampunan atau perbaikan hubungan yang benar dengan Allah (2 Pet 2:4;. Yudas 6).

Setelah perang besar di surga, terlanjut dengan cerita Alkitab, adegan berpindah ke medan perang yang baru – bumi. Di sini, Setan menyerang orang tua pertama kita, ayah kita Adam dan ibu Hawa. Setan berbohong kepada Hawa dan menggodanya untuk berbuat dosa, seperti yang dia lakukan kepada masing-masing dari kita. Adam, yang Allah tunjuk untuk mencintai dan merawat Hawa, gagal melindunginya, dan secara sadar bergabung dengannya dalam dosa.

Kedua-duanya Adam dan Hawa memilih kebohongan daripada kebenaran, kesombongan daripada kerendahan hati, kebodohan daripada kebijaksanaan, kematian daripada kehidupan, dan Setan daripada Allah. Selanjutnya, masing-masing dari kita, sebagai keturunan orang tua pertama kita, dilahirkan dengan dosa warisan yang ditandai dengan disposisi untuk mengikuti jejak mereka yang tragis. Lebih jauh lagi, sebagai orang-orang berdosa kita juga telah mengalami konsekuensi yang menyakitkan sama seperti dengan orang tua pertama kita. Karena dosa-dosa yang setiap dari kita telah lakukan dan dosa-dosa yang telah dilakukan terhadap kita, kita terasing dari Allah dan bersembunyi dariNya karena malu.

Tapi kemudian janji pertama Yesus, sebagai pemenang atas Setan, datang ke orang tua pertama kita. Dalam Kejadian 3:15, Allah memberitakan Berita Baik untuk Pertamakalinya, Injil tentang Yesus kepada ibu kita Hawa, yang sama seperti kita semua, yang hancur, penuh dengan rasa malu, pendosa yang bersalah. Allah berjanji kepada Hawa bahwa Yesus akan lahir dari seorang perempuan dan akan tumbuh menjadi seorang pria yang akan berperang dengan Setan dan menginjak kepalanya, mengalahkannya, dan membebaskan orang-orang dari cengkeraman Iblis, dosa, kematian, dan neraka.

YESUS MENANGGUNG SERANGAN SPIRITUAL – DAN MENANG

Bertahun-tahun kemudian, Yesus dilahirkan ibunya, Maria, seperti yang dijanjikan. Serangan Setan pada Yesus dimulai ketika dia masih seorang bayi laki-laki. Raja Herodes, yang merupakan keturunan dari garis keluarga diktator yang kejam yang dirasuki setan, memutuskan bahwa semua anak sulung dihukum mati dalam upaya untuk membunuh Yesus saat masih bayi. Si Setan, pada kenyataannya, bekerja di balik rencana ini karena ia tahu benar bahwa Yesus telah datang untuk menaklukkan dia dan membebaskan tawanan nya. Tetapi Allah memperingatkan orang tua Yesus akan rencana tersebut, dan mereka melarikan diri ke Mesir sebagai pengungsi, sehingga nyawa Yesus terhindar.

Sebagai seorang pemuda, Yesus kembali diserang oleh Iblis, yang menawarinya kehidupan yang lebih mudah daripada yang direncanakan untukNya oleh Allah Bapa. Allah Bapa mengutus Yesus ke bumi dengan misi kehidupan tanpa dosa dan menderita di kayu salib untuk mati bagi orang berdosa. Sebaliknya, Setan menawarkan kerajaan tanpa salib dan berjanji bahwa Yesus bisa memerintah dalam kemuliaan dan kekuasaan tanpa oposisi atau penyaliban, selama Dia membungkuk untuk menghormati Iblis. Setan menyiapkan jebakannya dengan tawaran persahabatan sederhana dengan makanan, memecah roti dengan Yesus, ketika Yesus sangat lapar dari empat puluh hari puasa. Yesus dengan bijaksana menolak “hadiah” ini. Seperti Yesus, adalah sangat bijaksana bagi kita untuk bersikap curiga terhadap roh-roh yang menawarkan pemberian-pemberian, walaupun yang kelihatannya baik. Inilah alasan mengapa discernment (kearifan untuk membedakan roh) sangat penting untuk hidup iman kita kepada Yesus setiap hari.

Menuju ke salib, Iblis erasuki salah satu murid Yesus, Yudas Iskariot – yang, pada kenyataanya, orang yang belum bertobat – dan bersekongkol dengan dia untuk mengkhianati Yesus dan menyerahkan Dia untuk disalibkan. Melalui salib, iblis dan pengikutnya berpikir bahwa mereka akhirnya mengalahkan Yesus. Jika kita membayangkan Tuhan Yesus tergantung di kayu salib, berlumuran darah dan sekarat, dilihat dari sudut manapun memang kelihatannya Yesus menundukkan kepalaNya dalam kekalahan di tangan Setan. Pada titik ini, pendeta Reformasi yang ternama Martin Luther gemar merenungkan yang tertulis dalam Yesaya 45:15, yang mengatakan tentang Yesus, ” Sungguh, Engkau Allah yang menyembunyikan diri0, Allah Israel, Juruselamat”. Maksud Luther tentang ayat ini adalah bahwa, di atas kayu salib, Yesus menyembunyikan kemenanganNya di balik kekalahan, menyembunyikan kemuliaan-Nya di balik kehinaan, dan menyembunyikan kehidupan kita di balik kematian-Nya. Iblis dan setan-setan tidak melihat ini karena mereka tidak memiliki pandangan iman dan tidak memahami kerendahan hati Yesus.

KEMENANGAN YESUS MEWAKILKAN KITA

Meskipun demikian, di atas kayu salib Yesus mencurahkan darahNya dan mati untuk Anda. Dan dengan iman, ketika Anda memandang ke salib, Anda akan melihat betapa jauhnya ia telah pergi ke dalam penderitaan dengan rencana untuk menaklukkan musuh Anda dan membebaskan hidup Anda. Konsekuesinya, kata-kata Yesus, “SUDAH SELESAI” dari kayu salib, adalah pemberitaan tentang pembebasan Anda. Menyalibkan Yesus adalah kesalahan terbesar Iblis yang pernah dibuat. Apakah ia mengerti apa yang terjadi, dia tidak akan pernah membunuh Yesus, seperti yang dikatakan dalam 1 Korintus 2:6-9:

“6 Sungguhpun demikian kami memberitakan hikmat di kalangan mereka yang telah matang, yaitu hikmat yang bukan dari dunia ini, dan yang bukan dari penguasa-penguasa dunia ini, yaitu penguasa-penguasa yang akan ditiadakan. 7 Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita. 8 Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia. 9 Tetapi seperti ada tertulis:
“Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”

Bagian favorit saya dari Alkitab tentang kemenangan Yesus atas Setan, dosa, dan kematian adalah Kolose 2:13-15:

“13 Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, 14 dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib: 15 Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.”

Bersyukur, Tuhan Yesus datang untuk menyelamatkan Anda dan saya. Tidak seperti kita, Dia menolak semua godaan setan dan menjalani kehidupan tanpa dosa yang belum pernah kita lakukan. Yesus kemudian pergi ke kayu salib untuk mengalami kematian yang seharusnya kita harus alami. Di atas kayu salib, Yesus mati menggantikan kita untuk dosa-dosa kita.

Pertempuran untuk jiwa kita adalah nyata, dan seperti tawanan dalam perang (Kol 1:13;. 2 Tim 2:25-26) kita telah disiksa dan dicuci otak. Tetapi kabar baiknya adalah bahwa Yesus sudah datang untuk menyelamatkan kita. Yesus sendiri menegaskan fakta ini dalam Lukas 4:18 ketika, pada awal pelayanan-Nya, Dia mengatakan Ia datang untuk membebaskan para tawanan. Tidak mungkin bahwa Setan akan melepaskan kita dari cengkramannya, dan tidak mungking kita bisa membebaskan diri kita sendiri, sehingga Yesus datang sebagai prajurit pemenang dan pembebas kita.
________________________________________
Ini adalah bagian kedua dari seri Pastor Mark tentang peperangan rohani. Jika Anda melewatkan bagian satu, Anda dapat menemukannya di sini..

* Bagian-bagian dari posting blog ini diadaptasi dari yang Jangan Anda Pikirkan? (2013, Thomas Nelson), oleh Mark Driscoll, Death By Love (2008, Crossway), oleh Mark Driscoll dan Gerry Breshears, dan Doktrin (2010, Crossway), oleh Mark Driscoll dan Gerry Breshears.

PEPERANGAN ROHANI, BAGIAN 1: SIAPA, APA, DAN MENGAPA

20140724_spiritual-warfare-who-what-and-why_banner_img

Oleh: Mark Driscoll

Apakah anda pernah menggunakan perkataan yang satu ini: “Iblis membuat saya melakukannya”? Jika kita mau jujur, banyak dari kita pernah, walaupun mungkin hanya setengah bercanda.

Tapi apakah benar? Apakah iblis membuat Anda melakukan apa pun itu?

Sekarang ini, di satu sisi, secara keseluruhan ilmu pengetahuan sering menolak penjelasan supernatural dan, di sisi lain, pluralisme budaya memberitahu kita bahwa semua spiritualitas adalah sama-sama baiknya, sulit untuk menemukan orang yang percaya pada realitas dunia spiritual dan kejahatan.

Siapa pun yang membuka Alkitab dengan integritas apapun harus mengakui bahwa itu adalah sebuah buku yang secara konsisten menyajikan pandangan dunia di mana ada perang yang sangat nyata dengan Allah yang sejati dan malaikat-Nya yang kudus versus malaikat yang jatuh Iblis dan setan yang durjana. Orang-orang berdosa, termasuk Anda dan saya, diambil sebagai tawanan dalam perang ini (misalnya Kol 1:13;. 2 Tim 2:25-26).

Memang, topik pemahaman Alkitab ini, yang sering disebut peperangan rohani, adalah sangat kontroversial. Tetapi, itu juga sangat penting. Jadi, dalam seri blog ini, kita akan membahas apa yang sebenarnya Alkitab katakan tentang peperangan rohani.

APAKAH PEPERANGAN ROHANI ITU DAN APA HUBUNGANNYA DENGAN AKU ?

Apakah Anda seorang Kristen yang telah bertanya-tanya mengapa hidup begitu sulit, begitu banyak penderitaan yang begitu menyakitkan, selalu mengalami perjuangan susah payah, dan Tuhan tampaknya begitu jauh? Itu karena ada si musuh yang membenci Tuhan, membenci kamu, dan telah menetapkan pasukannya melawan Anda, karena Anda seorang warga negara dan hamba di dalam Kerajaan Yesus. Allah mengasihi Anda. Tapi si Setan membenci Anda. Allah berencana baik untuk Anda. Tapi Setan berencana untuk menghancurkan Anda.

Setiap orang Kristen adalah seorang tentara di dalam peperangan-termasuk anak-anak kecil yang berdoa kepada Yesus pada malam hari dan wanita tua yang mengenakan penutup kepala saat mereka membawa Alkitab mereka ke dalam gereja. Ketika kita tidak tahu bahwa hidup adalah suatu peperangan dan Setan adalah musuh kita, atau melupakan hal itu pada saat yang benar-benar dibutuhkan, kita tidak bisa memahami perjuangan kita, penderitaan, dan perselisihan. Ketika ini terjadi, kita salah menafsirkan sehingga kita berpikir segala sesuatu yang negatif dalam kehidupan kita semata-mata dari Allah. Pada kenyataannya, hal-hal tersebut mungkin adalah serangan dari musuh kita atau hasil dari pilihan buruk kita sendiri. Kabar baiknya adalah bahwa daripada Allah menghakimi kita, dia telah mencurahkan murka-Nya pada Yesus, yang telah meraih kemenangan atas Setan, dosa, dan kematianNya bagi kita di kayu salib yang membebaskan kita dari kuasa Setan dan cengkraman dosa.

Ketika hidup mengalami kesulitan, kita dapat dengan mudah melupakan bahwa kita menang di dalam Kristus dan kehilangan pengharapan. Beberapa orang bahkan terbiasa untuk menghina dan menyalahkan diri sendiri bila ada sesuatu yang salah. Beberapa malah melakukan sebaliknya, menghina dan menyalahkan orang lain. Dan lainnya menghina dan menyalahkan Tuhan.

Masalah dalam hidup kita kadang-kadang adalah akibat dari dosa kita atau dosa orang lain. Tetapi dosa tidak pernah menjadi kesalahan Allah, karena Dia baik dan tidak menyebabkan dosa. Bagaimanapun juga, di balik semua dosa adalah Setan. Sementara kita tetap secara moral bertanggung jawab atas dosa kita, Setan kadang-kadang juga ada sedikit peranannya, karena ia adalah si penipu yang bahagia ketika kita bergabung dengannya dalam pemberontakan melawan Allah.

Sepanjang Kitab Suci, kita dapat melihat Setan dan kekuatannya bekerja terus menerus. Tuhan ingin kita tahu bahwa kita berada di dalam peperangan rohani. Jika kita benar-benar percaya ini, kita melihat hidup secara berbeda. Kita tidak lagi mengharapkan kenyamanan dan kemudahan di dalam hidup ini sebagaimana mestinya seorang prajurit kawakan sedang berada di garis depan pertempuran. Hal ini menimbulkan pertanyaan, mengapa kita begitu sering terkejut ketika kesulitan datang ke dalam hidup kita sebagai orang Kristen? Mungkin masalahnya dimulai dengan bagaimana kita diundang untuk menjadi Kristen. Dengan cara-cara yang berbeda kita diberitahu, “Akui dosa Anda kepada Yesus, dan dia akan membawa Anda ke surga.” Sementara hal itu adalah benar, tetapi apa yang sering terlewatkan adalah periode antara di hari kita komitmen kepada Kristus dan di hari kita akan melihat Dia muka dengan muka – yang juga kita kenal sebagai hidup. Dan mungkin juga karena kita sering menderita amnesia spiritual – kita lupa siapa kita di dalam Kristus, dan melupakan peperangan rohani yang sedang kita alami.

Kenyataan dalam kehidupan ini adalah bahwa ada perang antara dua raja, Yesus dan Setan; dua kerajaan, terang dan gelap; dan dua tentara, kepunyaan Yesus dan kepunyaan Setan. Dan sementara Alkitab menjanjikan kita bahwa Raja Yesus menang, kita berjalan untuk sampai ke kerajaan kekal Yesus sambil memberitakan Injil dengan kuasa Roh Kudus dengan harapan membebaskan beberapa tahanan perang dari perbudakan Iblis, dosa, dan kematian.
________________________________________
Ini adalah bagian pertama dai seri Pastor Mark tentang peperangan rohani.
Diterjemahkan dari : http://marshill.com/2014/07/24/spiritual-warfare-who-what-and-why

* Bagian-bagian dari posting blog ini diadaptasi dari “Who Do You Think You Are? (2013, Thomas Nelson), oleh Mark Driscoll, “Death By Love” (2008, Crossway), oleh Mark Driscoll dan Gerry Breshears, dan “Doktrin” (2010, Crossway), oleh Mark Driscoll dan Gerry Breshears.

Ombak dan Badai Masih Mengenal NamaNya

Oleh : Erwin Analau

Heran… saya bukan orang yang tidak pernah naik pesawat. Berpuluh kali sudah pernah naik pesawat, dari yang hanya 1 atau 2 jam sampai yang ke belasan jam. Dari yang perjalanan mulus sampai yang perjalanan dengan cuaca buruk. Namun setiap kali naik pesawat, pasti selalu penuh dengan ketakutan dan kecemasan.

Baru-baru ini kami sekeluarga harus naik pesawat untuk kembali ke Seattle untuk menyudahi liburan kami di Jakarta. Pada bulan Juli, memang bulan yang kurang baik dalam sejarah penerbangan internasional. Setidaknya ada 3 kecelakaan yang diberitakan, penembakan MH17, jatuhnya TransAsia di Taiwan dan jatuhnya Air Algeria karena cuaca buruk. Pada dasarnya, kecelakaan-kecelakaan tersebut terjadi dalam kondisi yang bagaimanapun.

Berita-berita ini menjadi cerita horror yang tidak saya pikirkan, tetapi ada di benak bawah sadar saya. Ketika pesawat yang saya tumpangi mulai memasuki cuaca yang kurang baik atau turbuluance, semua berita-berita ini bermain di dalam pikiran saya. Semua ketakutan, kekhawatiran dan kepanikan mulai timbul dalam diri saya. Keringat dingin membasahi kaki dan tangan saya. Saya memegang anak pertama saya, sambil melakukan apa yang banyak dari kita lakukan ketika sedang ketakutan – berdoa dengan sungguh-sungguh.

Saya melihat ke dua anak saya, yang baru berumur 7 dan 5 tahun, mereka tertidur lelap. Mereka tertidur lelap. Mereka … sedang … tertidur … lelap …

Benar-benar sesuatu yang menghentakkan iman saya. Terus terang saya masih khawatir selama perjalanan dan mungkin akan khawatir juga untuk perjalanan-perjalanan di kemudian hari. Tapi Roh Kudus berbicara kepada saya melalui pengalaman ini.

Hidup itu sama dengan perjalanan di dalam pesawat. Dalam hidup, kalau cuaca sedang baik, jarang kita berdoa-dengan sungguh-sungguh. Jarang kita berseru kepadaNya. Tetapi ketika sedang dalam cuaca yang buruk, mulailah kita mencari Dia atau mungkin bahkan meragukan rencanaNya.

Ada dua pilihan yang bisa kita lakukan ketika kita mengalami turbulence dalam hidup, khawatir atau tertidur pulas. Kita bisa memilih untuk khawatir, dan itu yang saya pilih dalam perjalanan itu. Saya mainkan semua peristiwa-peristiwa buruk dalam otak saya, dan saya terus mainkan untuk memberikan saya suatu ketenangan semu, kalau terjadi sesuatu saya sudah siap. Saya habiskan tenaga saya dan juga keringat dingin saya. Walaupun saya tahu, kalau memang terjadi peristiwa buruk, sesiap apapun saya, saya tidak akan siap dan mungkin tidak bisa melakukan apa-apa.
Yang ke dua tertidur lelap, seperti ke dua anak saya. Tertidur lelap dalam cuaca yang buruk, membutuhkan suatu iman yang luar biasa. Saya berpikir ketika Yesus memberitahu kita dalam Injil untuk mempunyai iman seperti anak kecil, sepertinya Dia tahu apa yang dia bicarakan.

Ke dua anak saya mungkin tidak mengerti akan berita-berita yang saya baca. Di dalam benak mereka, mereka hanya tahu kalau perjalanan pesawat adalah dari Jakarta ke Taiwan. Dan apapun yang terjadi, mereka akan sampai ke tujuan. Mereka mungkin tidak tahu bagaimana pesawat bekerja, atau siapa pilotnya, atau apa yang bisa terjadi dalam cuaca buruk, mungkin mereka tidak tahu akan semua itu, tapi yang mereka tahu papa dan mama ada bersama mereka dalam perjalanan itu dan semuanya akan beres. Sebaliknya, saya sangat yakin kalau pada waktu itu mereka tidak bersama kami, orang tuanya, mereka tidak akan setenang itu. Lebih lagi, mungkin walaupun cuaca baik dan perjalanan mulus, mereka akan terus mencari orang tua mereka.

Mereka tidak melihat kepada sesuatu atau orang yang tidak dia kenal, tetapi mereka tahu orang tua mereka ada bersama mereka.
Dalam perjalanan kekristenan saya, sering sekali – bahkan sampai sekarang – , saya selalu beriman kepada ciptaan, bukan kepada Bapa saya. Saya suka membuat rencana, saya dilatih untuk memakai logika dan eksperiment untuk membuktikan atau melihat sesuatu. Saya dilatih untuk menganalisa, kalau nilai itu sebesar ini, itu mengindikasikan hal seperti itu. Dan berulang kali di dalam cuaca yang menantang, iman saya hancur berantakan. Ketakutan, kepanikan kadang merajalela dalam perjalanan.

Saat ini, saya sedang menghadapi tantangan di dalam hidup. Saat ini juga, ada suatu ketakutan dalam hidup. Saat ini, Roh Kudus memberikan saya pengharapan di dalam ketidak pastian.

Akhir-akhir ini,saya sedang menyukai sebuah lagu dari Bethel Musik dengan judul “It is Well”. Lagu yang dimodifikasi dari hymn “It Is Well with My Soul” oleh Horatio Spafford.
Salah satu liriknya berkata

Far be it from me to not believe
Even when my eyes can’t see
And this mountain that’s in front of me
Will be thrown into the midst of the sea
So let go my soul and trust in Him
The waves and wind still know His name
It is well with my soul
It is well, it is well with my soul

Jauhkan aku dari keraguan
Walaupun mataku tidak bisa melihat
Dan gunung ini yang ada di hadapanku
Akan dibuang ke tengah samudera
Lepaslah jiwaku dan percaya kepadaNya
Ombak dan badai masih mengenal namanya
Jiwaku tenang

Roh Kudus ajarku untuk tahu dengan Siapa aku berjalan, bukan dengan apa. Bapa yang baik, Bapa yang berkuasa. Seisi alam masih mengenal namanya. Imanku bukan dengan apa, tapi kepada Siapa.

Markus 4:35-41

35 Pada sore hari itu juga, Yesus berkata kepada pengikut-pengikut-Nya, “Marilah kita berlayar ke seberang danau.” 36 Maka Yesus naik ke perahu, dan pengikut-pengikut-Nya meninggalkan orang banyak di tepi danau, lalu naik ke perahu yang sama. Perahu-perahu lain ada juga di situ. Kemudian Yesus dan pengikut-pengikut-Nya mulai berlayar. 37 Tak lama kemudian datang angin keras. Ombak mulai memukul perahu dan masuk ke dalam sehingga perahu itu hampir penuh dengan air. 38 Di buritan perahu itu, Yesus sedang tidur dengan kepala-Nya di atas bantal. Pengikut-pengikut-Nya membangunkan Dia. Mereka berkata, “Bapak Guru, apakah Bapak tidak peduli, kita celaka?” 39 Yesus bangun, lalu membentak angin itu, dan berkata kepada danau, “Diam, tenanglah!” Angin pun reda, dan danau menjadi sangat tenang. 40Lalu Yesus berkata kepada pengikut-pengikut-Nya, “Mengapa kalian takut? Mengapa kalian tidak percaya kepada-Ku?” 41 Maka mereka menjadi takut dan berkata satu sama lain, “Siapakah sebenarnya orang ini, sampai angin dan ombak pun taat kepada-Nya.”

Menjadi Kaya

Ada dua cara untuk menjadi kaya-memiliki banyak, atau menginginkan sangat sedikit. Cara terakhir adalah mudah bagi kebanyakan dari kita. Banyak orang membuat diri mereka sengsara dengan menginginkan lebih daripada yang pernah mereka bisa. Mereka menderita “hal-itis,” keinginan yang tak terpuaskan untuk lebih, lebih baik, dan lebih hal yang baru. Yesus adalah orang yang paling puas yang pernah hidup, dan Dia memiliki kurang dari sebagian besar dari kita. “Rubah-rubah memiliki lubang mereka, dan burung-burung sarang mereka, tetapi Anak Manusia tidak memiliki tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” Dia telah belajar rahasia menyesuaikan keinginan-Nya dengan kebutuhan-Nya.

E. Stanley Jones menceritakan tentang seorang pria miskin yang memiliki tamu semalam, dan saat ia menunjukkan dia ke kamarnya yang sederhana di hayloft ia berkata, “Jika ada sesuatu yang Anda inginkan, beritahu kami, dan kami akan datang dan menunjukkan kepada Anda bagaimana bisa hidup tanpa itu. “Kami tidak perlu belajar bagaimana untuk mendapatkan lebih banyak, tapi bagaimana bergaul dengan apa yang kita punya, dan melanjutkan urusan hidup.

Doa Harian

Bapa, Anda telah memberi saya jauh lebih banyak daripada yang saya pantas. Semoga saya selalu menunjukkan hati yang bersyukur dan puas.

Tidak Ada Penyesalan

Ketika Bill Borden, putra keluarga miliuner Bordens, pergi ke China sebagai misionaris, banyak teman-temannya pikir dia bodoh untuk “membuang hidupnya,” seperti yang mereka katakan, mencoba untuk mengkonversi beberapa kafir menjadi Kristen. Tapi Bill mencintai Kristus dan dia mencintai manusia sesamanya! Dia tidak berada di tempat misi terlalu lama,  dia mengidap penyakit dan meninggal. Di samping tempat tidurnya mereka menemukan catatan yang telah dia tulis saat dia sedang sekarat. Itu berbunyi, “Tidak ada keraguan, tidak ada mundur, dan tidak menyesal.” Bill telah menemukan kebahagiaan dalam beberapa tahun pengabdiannya daripada yang ditemukan kebanyakan orang seumur hidupnya.

Doa Harian

Bantu saya tidak menghitung biaya melayani Engkau, Tuhan Yesus, tapi biarkan aku menyerah sepenuhnya terutama kepada Engkau.

Cahaya dan Bayangan

Semua karya seni mengandung cahaya dan bayangan. Sebuah kehidupan yang bahagia adalah salah satu yang diisi tidak hanya dengan sinar matahari, tapi juga menggunakan cahaya dan bayangan untuk menghasilkan keindahan. Para musisi terbesar, pada kaidahnya, adalah mereka yang tahu bagaimana memunculkan lagu dari kesedihan. Fanny Crosby, dia bersinar dengan semangat iman di dalam Kristus, melihat lebih dengan matanya yang buta daripada kebanyakan dari kita dengan penglihatan normal. Dia telah memberi kita beberapa lagu-lagu pujian besar yang menghibur hati dan kehidupan kita. Dalam penjara yang dipenuhi tikus di Filipi, Paulus dan Silas menyanyikan lagu pujian mereka di tengah malam dengan iringan cambuk sipir itu. Tapi ketabahan mereka dalam penderitaan dan penganiayaan menyebabkan keyakinan sipir kafir.

Doa Harian

Biarkan hati saya belajar menyanyi ketika segala sesuatu di sekitar saya tampak begitu gelap. Beri aku rahmat-Mu untuk memuji Engkau, Tuhan Yesus.

6 Fase Iman

leap-of-faith_724_482_80

Oleh : Rick Warren

Allah mengambil iman kita, dan memberkati kita melalui itu, dan itulah yang membuat hidup sebuah petualangan yang menakjubkan. Sangat penting bahwa kita bekerja sama dengan Tuhan saat ia membangun iman dalam diri kita. Berikut adalah enam fase iman yang harus kita lalui ketika Allah membawa impian kita

Fase 1 – IMPIAN: Apakah saya memiliki impian yang ditanam oleh Allah? Jika Anda tidak memiliki impian, mulailah berdoa, “Tuhan beri aku impian Mu.”

Fase 2 – KEPUTUSAN: Apakah saya perlu membuat-keputusan iman yang akan membantu impian itu menjadi kenyataan? Beberapa dari Anda memiliki impian dari Allah, tetapi Anda belum membuat keputusan untuk mengikutinya.

Fase 3 – PENUNDAAN: Apa yang menyebabkan impian saya tertunda? Jika doamu belum dijawab, tidak apa-apa. Ini hanya berarti Anda berada di ruang tunggunya Tuhan.

Fase 4 – TANTANGAN: Tantangan apa yang telah saya hadapi di kala menunggu impian agar terpenuhi ? Anda sedang diuji, tapi itu tidak akan menjadi yang terakhir kalinya. Anda akan pergi melalui banyak, banyak ujian-ujian ketika anda mengikuti impianmu yang diberikan Tuhan.

Fase 5 – JALAN BUNTU: Apakah saya mendapati jalan buntu? Beberapa dari Anda berada dalam posisi ini dan siap untuk menyerah. Tapi sebenarnya – Anda tepat berada di mana yang Tuhan inginkan. Anda disiapkan untuk pembebasan.

Fase 6 – PEMBEBASAN: Apakah saya berharap dan percaya Tuhan untuk menghantar saya? ” “Jadilah kepadamu menurut imanmu.” (Matius 9:29) Tuhan adalah setia. Apa yang dia perintahkan agar kita lakukan, Dia akan melakukan.

Anda berjalan melalui fase-fase iman : Impian, Keputusan, Penundaan, Tantangan, dan Jalan Buntu… dan kemudian datanglah PEMBEBASAN !

Matius 9:29 : “Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: “Jadilah kepadamu menurut imanmu.”

Diadaptasi dari : https://www.bible.com/reading-plans/135-rick-warrens-daily-devotional