Category Archives: Keluarga

12 Alasan Mengapa Adalah Suatu Kehormatan Untuk Menjadi Ayah Dari Anak Perempuan

IMG_9501-e1445818994255

Oleh Mark Driscoll

Setara dengan menjadi pengikut Yesus dan mempunyai seorang istri, tidak ada yang dapat merubah seorang pria menjadi lebih baik daripada memiliki anak perempuan. Hidup ini penuh dengan banyak pemberian, dan seorang anak putri adalah suatu hadiah special. Sebagai seorang pria yang mempunyai dua anak perempuan, saya dua kali lipat diberkati. Minggu ini putri bungsu kami, Alexie, berumur 12. Mengingat hari ulang tahunnya, saya merenungkan 12 hal mengapa adalah suatu kehormatan, bahwa Allah Bapa mempercayakan kita dengan anak perempuan.

    Dunia adalah tempat yang berbahaya, dan ayah-lah yang ditugaskan untuk melindungi putrinya dari bahaya.

  1. Dengan memenuhi kebutuhan jasmani dan emosional-nya, seorang ayah menciptakan suatu lingkungan di mana putrinya dapat berkembang.
  2. Seorang ayah menunjukkan bagaimana seharusnya kasih sayang seorang pria yang sejati, sehingga dia melindungi dan mencegah anak perempuan nya untuk menemukan kasih sayang tersebut dari tempat lain.
  3. Dalam mencintai ibunya, seorang ayah mencontohkan bagaimana tampaknya pola hubungan yang sehat.
  4. Karena keduanya disebut “Bapa”, seorang ayah dapat membantu anak gadisnya untuk memahami kasih Bapa surgawi nya.
  5. Dalam dunia yang penuh dengan kebingungan dan manipulasi, seorang ayah dapat membantu anak perempuannya untuk memahami jati diri dan betapa berharga diri-nya.
  6. Dengan bersenang-senang dengan putrinya, seorang ayah dapat memelihara hubungan di mana putrinya ingin menghabiskan waktu bersamanya.
  7. Dengan menjadi seorang guru untuk putrinya, seorang ayah bisa membantu putri-nya untuk menavigasi masalah-masalah praktis dalam kehidupan.
  8. Sebagai gembala putrinya yang pertama, seorang ayah memperkenalkan putrinya kepada Yesus, Alkitab, doa, dan gereja.
  9. Dengan mengenal dan mendorong putrinya, seorang ayah dapat membantu putrinya untuk merasa aman untuk menjadi apa yang Tuhan mau dia lakukan.
  10. Dengan mengakui kesalahan, kelemahan, dan kegagalan dirinya, seorang ayah akan membantu putrinya belajar bagaimana menjadi terbuka tentang pergumulannya.
  11. Dengan menerima putrinya sebagai hadiah dari Tuhan, seorang ayah melihat putrinya sebagai sesuatu yang sangat berharga, sehingga putrinya bisa melihat dirinya sendiri sedemikian juga.

Diterjemahkan dari : http://markdriscoll.org/12-honors-for-fathers-of-daughters-and-ecclesiastes-part-13/

RAMAH DONG !

20140813_be-nice_poster_img
Oleh Kimm Crandall

Kekristenan bukan hanya sekedar untuk menjadi ramah. Tapi bagaimana perintah untuk mengasihi sesama kita? Bagaimana keramahanmasuk ke dalam kehidupan orang Kristen?

Dengan memiliki empat anak (usia dua belas dan di bawah) saya merasa perkataan favorit adalah “Ramah Dong !” Seolah-olah saya mengatakan (dan kadang-kadang berteriak) kepada anak-anak saya untuk bersikap ramah sepanjang hari.

Namun dalam pelayanan saya ke seluruh dunia, saya tampaknya memberitakan pesan yang berbeda. Soalnya, dalam hati saya, saya tahu bahwa Kekristenan bukanlah hanya sekedar untuk menjadi ramah. Tapi apakah itu benar? Bagaimana dengan perintah untuk “mengasihi sesama”? Mencintai tetangga saya tampaknya agak penting, jika Anda bertanya kepada saya.

TUNTUTAN-TUNTUTAN TAURAT

Taurat memberitahu saya untuk bersikap baik dengan mencintai tetangga saya, namun saya menemukan bahwa saya menyikut suami saya ketika ia mendengkur, cemberut pada anak-anak saya ketika mereka terlalu berisik, dan mengabaikan kebutuhan orang lain. Tidak peduli seberapa hebatnya kita berpikir kita telah mengasihi dan bersikap ramah kepada orang lain, kenyataannya adalah bahwa menurut Taurat kita gagal total – kita perlu melakukan Taurat (semuanya) setiap detik dari setiap menit, setiap menit dari setiap jam, setiap jam dari setiap hari (dan seterusnya). Bahkan satu pikiran egois tentang orang sebelah kita adalah alasan untuk diskualifikasi menurut Taurat. Tidak peduli seberapa keras kita berusaha, kita tidak bisa memenuhi perintah untuk mengasihi sesama seperti kita mengasihi diri kita sendiri!

Anda lihat, Taurat tidak dapat mengubah hati kita, Taurat hanya bisa menghancurkan hari kita. Taurat hanya dapat melakukan satu hal: membunuh semua harapan bahwa kita pernah bisa memenuhinya secara menyeluruh. Taurat dapat mengajukan tuntutan tapi tidak memberikan kekuatan untuk mereka yang mendengarnya untuk benar-benar melakukan apa yang dituntut. Taurat tidak dapat memukul kepala kita sambil berteriak “kasihilah sesamamu” sampai kita menurut. Tidak. Taurat membinasakan kita dengan pedang, membunuh semua oemikiran kalau kita bisa memenuhinya. Taurat berkuasa atas kita sambil mengingatkan kita akan setiap kegagalan kita, akan Tauratan kita seperti seorang sipir penjara (Gal 3: 23-25).

Sayangnya banyak dari kita percaya bahwa Kekristenan adalah hanya sekedar bersikap ramah, menjadi orang yang lebih baik, dll. Bahkan ada lagu Kristen populer yang mendorong kita untuk melihat ke dalam dan “menemukan kebaikan kita.” Saya tidak tahu tentang Anda, tetapi terakhir kali saya melihat jauh ke dalam hati saya, semua yang saya temukan adalah hati yang “menipu dan jahat di atas segala sesuatu.”

SATU-SATUNYA CINTA YANG SEMPURNA

Kabar baiknya adalah bahwa kita mempunyai harapan yang lain selain dari Taurat. Kita sangat membutuhkan Injil untuk membebaskan kita, karena Taurat meninggalkan kita benar-benar putus asa. Setelah Taurat menyelesaikan semua perbuatan kotornya dan mengakhiri semua harapan kita untuk memenuhinya, Injil datang dengan cepat untuk membebaskan kita dari keputusasaan kita. Inji menyelamatkan kita, membawa kehidupan bagi jiwa kita yang telah meninggal. Sebagai C. F. W. Walther mengatakan:

“Injil tidak memerlukan sesuatu yang baik yang bisa diberikan oleh manusia: bukan hati yang baik, bukan disposisi yang baik, bukan perbaikan kondisinya, bukan kesalehan, bukan cinta kepada Allah atau sesama manusia. Injil tidak memberikan perintah, tetapi merubah manusia. Dia menanam kasih dalam hati manusia dan membuat dia mampu akan semua perbuatan baik. Injil tidak menuntut apa-apa, tetapi memberikan semua. Bukankah seharusnya fakta tersebut membuat kita melonjak kegirangan? “

Hanya ada seseorang yang pernah mencintai sesamanya dengancara yang dituntut oleh Taurat. Dan dia melakukannya untuk Anda dan saya. Yesus menunjukkan kebaikan yang sempurna. Yesus memiliki kasih yang sempurna dan hatinya murni. Yesus tidak datang untuk membuat kita menjadi ramah; Dia datang untuk menyelamatkan kita karena kita jahat.

KERAMAHAN YANG DIMOTIVASI INJIL

Jadi pertanyaannya adalah: “? Apakah saya harus berhenti mengatakan anak-anak saya untuk bersikap baik dan hanya membiarkan mereka untuk berkelahi satu sama lain” Seperti yang dikatakan “Tidak sama sekali !” Selalu ada tempat untuk tetapi tidak bisa datang dari dalam dan tidak dapat membenarkan kita. Allah tidak membutuhkan perbuatan baik Anda, tetapi tetangga Anda butuh. Allah tidak membutuhkan anak perempuan saya untuk berlaku atau berkata kasar kepada saudara mereka, tapi kedua saudaranya butuh.

Bersikap baik adalah sulit, mengasihi sesama seperti mengsihi diri kita sendiri adalah sulit, dan tak satu pun dari kita dapat mengasihi seperti Kristus mengasihi. Tapi ketika cinta tidak datang mudah, ketika kebaikan sulit untuk ditemukan, kita tidak perlu khawatir karena perintah tersebut telah dipenuhi oleh Kristus dan kita telah dibebaskab. Dan kebebasan tersebutlah yang menciptakan kasih dan pelayanan kepada sesama kita. Karena kita sekarang telah dibebaskan dari kutuk Taurat, kita dibebaskan untuk kehidupan yang penuh perbuatan baik. Motivasi kami bukan lagi diri kita sendiri, tapi ini: kasih Allah bagi kita.

Kita mengasihi karena Allah mencurahkan kasih-Nya ke dalam diri kita dan kita curahkan kasih tersebut pada orang lain. Hati yang penuh pengucapan syukur –bukan ketakutan- adalah motivator kita. Kita akhirnya dibebaskan untuk mengasihi sesama kita karena tuntutan telah dipenuhi di dalam Kristus. Karena kita telah dibebaskan, kita berterima kasih dan kita memiliki keinginan baru untuk melayani dan mengasihi sesama kita.

Studi Menunjukkan Ungkapan ‘Istri Bahagia, Hidup Bahagia’ Ada Benarnya.

happy-senior-couple

Sebagian besar dari kita telah mendengar ungkapan, “Istri Bahagi, Hidup Bahagia.” Tapi hal ini lebih dari sekedar ungkapan yang seirama? Sebuah studi baru dari Rutgers University di New Jersey mengatakan BENAR, semakin si istri bahagia dalam suatu perkawinan jangka panjang, semakin bahagia pula si suami, terlepas dari bagaimana perasaan pribadi dari suami tentang pernikahan nya.

Penelitian sebelumnya telah menyarankan manfaat kesehatan untuk pernikahan yang bahagia; mereka yang memiliki perkawinan atau hubungan yang bahagia dapat mengurangi resiko penyakit jantung. Sementara itu, penelitian lain menunjukkan bahwa kebahagiaan perkawinan bergantung pada ketenangan istri ketika terjadi cekcok antara suami-istri.

Dalam studi terbaru ini, yang diterbitkan dalam Journal of Marriage and Family, Prof Deborah Carr, dari Rutgers, dan Prof Vicki Freedman, dari University of Michigan, bekerja sama untuk menganalisis data dari 2009 Disability and Use of Time Daily Diary data tambahan untuk Panel Study of Income Dynamics untuk menilai kualitas pernikahan dan kebahagiaan pada orang dewasa yang lebih tua.

“Saya pikir itu bermuara pada fakta bahwa ketika seorang istri puas dengan pernikahan, ia cenderung melakukan lebih banyak untuk suaminya,” kata Prof Carr, “Sehingga memiliki efek positif pada kehidupan si suami.”

Dia menambahkan bahwa karena laki-laki biasanya kurang vokal tentang hubungan mereka, “tingkat ketidakbahagiaan perkawinan mungkin tidak akan terjemahkan ke istri mereka.”

Para peneliti mengatakan studi mereka adalah berbeda dari yang sebelumnya karena berfokus pada perasaan pribadi sang suami dan sang istri untuk menilai bagaimana perasaan pribadi mereka atas pernikahan mereka mempengaruhi kesejahteraan psikologis mereka.

‘Kualitas Perkawinan Suami Meningkat Ketika Si Istri Melaporkan Pernikahan yang Bahagia’

Untuk melakukan studi mereka, tim melihat data pada 394 pasangan di mana setidaknya salah satu pasangan berusia 60 tahun atau lebih. Rata-rata, pasangan-pasangan tersebut sudah menikah selama 39 tahun.

Profesor. Carr dan Freedman mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada peserta seperti apakah pasangan mereka menghargai mereka, bertengkar dengan mereka, memahami perasaan mereka atau menyebalkan mereka. Para suami dan istri juga harus menulis laporan harian tentang betapa bahagianya mereka dalam 24 jam sebelumnya ketika melakukan kegiatan tertentu, seperti belanja, melakukan tugas dan menonton TV.

Secara keseluruhan, para peserta memiliki tingkat kepuasan hidup sehati-hari yang tinggi, pada 5 dari 6 poin, dan suami cenderung menilai pernikahan mereka sedikit lebih positif daripada yang diberikan oleh istri-istri mereka.

Prof Carr mengatakan bahwa berada di tingkat pernikahan yang baik “bereratan dengan kepuasan hidup dan kebahagiaan yang lebih besar ” untuk kedua pasangan.
Namun, mereka juga menemukan bahwa istri menjadi kurang senang jika pasangan mereka menjadi sakit, tetapi pada suami ‘kebahagiaan tidak berubah atau menunjukkan hasil yang sama jika istri mereka jatuh sakit.

Hal ini mungkin karena si istri mengambil sebagian besar perawatan ketika pasangan sedang sakit, kata Prof Carr, yang mencatat bahwa hal tersebut dapat menjadi pengalaman yang melelahkan. “Tapi sering ketika seorang wanita sakit, dia tidak bergantung pada suaminya, melainkan pada anak putrinya,” tambahnya.

Meringkas temuan mereka, para penulis menulis:

“[Tidak ada] hubungan yang signifikan antara penilaian pasangan terhadap pernikahan dan kesejahteraan sendiri. Namun, hubungan antara kualitas kepuasaan dan kehidupan perkawinan suami terangkat ketika istrinya juga melaporkan pernikahan yang bahagia, namun menyurut ketika istrinya melaporkan kualitas perkawinan yang rendah. ”

Tim mengatakan penelitian ini penting karena kualitas perkawinan dapat mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan orang tua dengan bertambahnya usia mereka. Prof Carr menambahkan bahwa kualitas pernikahan “menyediakan penyangga terhadap efek-efek yang mengurangi karena tekanan hari tua dan membantu pasangan dalam mengelola keputusan yang sulit terkait kesehatan dan pengambilan keputusan medis.”

Diadaptasi dari : http://www.medicalnewstoday.com/articles/282545.php

3 CARA YANG SEHARUSNYA DILAKUKAN SEORANG PRIA UNTUK MEMIMPIN RUMAH TANGGANYA

DBruskas_Making_of_a_Man-Home_JJB
Oleh Dave Bruskas

Seorang pria yang mencintai Yesus dan memimpin keluarganya dengan baik memiliki setidaknya tiga peran yang sama dengan pria yang tepanggil untuk memimpin gereja.

Mereka yang memegang jabatan tertinggi otoritas manusiawi dalam gereja – para penatua – diharapkan untuk memenuhi standar tertinggi.

Kualifikasi Alkitab untuk para penatua telah tercantum dalam 1 Timotius 3:1-7 dan Titus 1:5-9. Tak heran, beberapa dari standar ini diukur dengan siapa seorang pria di rumahnya, di tengah-tengah keluarganya. Seorang pria yang mencintai Yesus dan memimpin keluarganya dengan baik memiliki setidaknya tiga peran yang sama dengan pria yang dipanggil untuk memimpin gereja : dia adalah seorang Pendeta, Gembala, dan Pemberi Nafkah.

1. Si Pendeta Harian

Tidak setiap orang dipanggil dan berbakat untuk mengajar Alkitab di gereja. Tapi setiap suami Kristen dan ayah bertanggung jawab untuk memimpin rumah tangganya menuju Yesus, dan tugas ini mensyaratkan bahwa seorang pria harus mampu memahami dan mengkomunikasikan Injil dengan jelas kepada orang-orang yang ia paling cintai.

Seorang suami dan ayah tidak bisa memberikan apa yang dia tidak miliki. Jadi strategi pertama yang terbaik untuk pendeta harian adalah memberitakan Injil kepada dirinya sendiri. Kemudian, melalui pertobatan dirinya sendiri, dia mampu memimpin keluarganya ke tempat dimana dia ada sekarang.

2. Si Gembala Pelindung

Seorang pendeta adalah pelindung. Sama seperti seorang gembala yang melindungi domba-nya dari segala macam bahaya, seorang suami penggembala dan ayah yang penuh kasih menjaga keluarganya dari bahaya.

Marabahaya bisa masuk ke rumah melalui individu-individu berbahaya, tetapi ide-ide berbahaya juga memberi ancaman yang sama. Pria sebagai pelindung dari keluarganya mengawasi kesejahteraan fisik, emosional, dan spiritual dari istri dan anak-anak-nya. Dia memperlakukan tipuan dari nilai-nilai duniawi dan kebohongan-kebohongan setan sama seriusnya seperti penjahat berbahaya. Dan keluarganya dipelihara dan aman di bawah payung perlindungannya.

3. Si Pemberi Nafkah yang Bekerja Keras

Yesus memanggil kepala keluarga sebagai pemberi nafkah utama bagi keluarganya. Ini adalah suatu hal yang serius di mana Alkitab mencantumkan suatu peringatan paling keras dalam hal ini : ” Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman” ( 1 Tim. 5:8).

Ini adalah tantangan yang mengecilkan hati, terutama dalam perekonomian saat ini. Tapi ada pengharapan yang ditemukan di bagian lain dalam Alkitab. Paulus mengingatkan Gereja Filipi, “Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. ” ( Filipi 4:19).

Praktisnya, mempercayai Tuhan untuk memenuhi setiap kebutuhan berarti Anda dapat bekerja keras dan mempercayai Yesus sepenuhnya untuk memberikan sukacita dalam menyediakan finansial bagi mereka yang paling Anda cintai.

Diadaptasi dari situs : https://theresurgence.com/2014/05/19/3-ways-a-man-should-lead-his-home

Kemandekan dalam Hubungan

12_article_graphic_stuck_in_relationships

Oleh Paul Tripp

Saya telah menghabiskan ribuan jam dalam sesi konseling dengan orang-orang yang mandek dalam hubungan. Itu tidak selalu suami dan istri dalam perkawinan yang memburuk ; dua orang manapun di dalam setiap jenis hubungan dapat menemukan diri mereka merasa terjebak.

Apakah Anda dalam hubungan yang telah kehilangan gairah? Saya tidak hanya berbicara tentang romansia perkawinan. Orang tua dan anak yang dulunya mengagumi satu sama lain, sekarang bisa hidup dalam ketegangan yang bermusuhan. Dua saudara yang tumbuh saling mencintai, sekarang dapat dipisahkan dengan kemarahan. Rekan kerja atau tetangga yang dulunya dapat bergaul dengan mudah, sekarang dapat merasa sulit untuk memiliki percakapan yang bebas dari perdebatan.

Saya akan berasumsi bahwa semua orang yang membaca artikel ini dapat mengidentifikasi setidaknya satu hubungan yang tidak sesenang seperti seharusnya. Tapi, jika Anda memiliki pengalaman yang baik dengan hubungan, jangan melewatkan bahan ini. Tuhan bisa memakai Anda sebagai alat rekonsiliasi antara orang lain.

Untuk memulai, mari kita lihat 10 tanda-tanda khas dari hubungan sudah buruk :

  1. Apakah Anda bergumul untuk menjadi intim dengan orang tersebut ? ( Jangan hanya menerapkan ini untuk kehidupan seksual suami dan istri, keintiman dapat didefinisikan sebagai ” kedekatan ” )
  2. Apakah Anda bergumul – atau Anda takut – untuk berbicara tentang hal-hal yang penting dengan orang tersebut ?
  3. Apakah Anda menggunakan kata-kata sebagai senjata untuk menyakiti dan menghancurkan daripada menggunakan kata-kata untuk membangun dan memberikan kasih karunia? ( Efesus 4:29 )
  4. Apakah Anda menghabiskan lebih banyak waktu mengkritik perilaku orang tersebut daripada merenungkan motif hati Anda sendiri ?
  5. Apakah Anda terus-menerus bergumul untuk memecahkan masalah dan menyelesaikan konflik ?
  6. Apakah Anda pernah berharap – bahkan hanya untuk sesaat – bahwa Anda tidak pernah bertemu ( atau memiliki ) orang tersebut dalam hubungan ?
  7. Apakah Anda bergumul untuk melayani orang tersebut, atau, Anda kehilangan sukacita yang pernah terjadi dalam melayani orang tersebut ?
  8. Apakah Anda menemukan diri Anda mengingat percakapan-percakapan dan interaksi yang Anda miliki dengan orang tersebut dengan kemarahan?
  9. Apakah Anda mencoba untuk membuat diri Anda sibuk sehingga Anda tidak perlu berinteraksi dengan orang tersebut ? ( Dengan kata lain, apakah Anda mencari-cari alasan yang memungkinkan Anda untuk menghindari mereka )
  10. Secara keseluruhan, apakah Anda mengatakan bahwa kualitas hubungan Anda lebih buruk sekarang daripada ____ bulan / tahun yang lalu ?

ENAM LANGKAH

Setiap hubungan akan mengalami konflik. Bagaimanapun juga, Anda – orang berdosa – hidup dengan orang-orang berdosa lainnya di dunia yang penuh dosa. Pasti akan berantakan !

Jadi, saya ingin memperkenalkan Anda ke 6 – langkah proses alkitabiah untuk mengubah hubungan.
Sebelum saya memberitahukan langkah-langkah tersebut, Anda perlu tahu tiga hal tentang proses ini :

  1. Urutan langkah-langkah ini sangat penting untuk proses perubahan
  2. Jangan lanjutkan ke langkah berikutnya sebelum satu kerjaan selesai
  3. Perubahan adalah sebuah proses, bukan peristiwa. Proses ini bisa memakan waktu berbulan-bulan – bahkan bertahun-tahun. Jangan mamaksakannya.

Mari kita mulai

  1. Pengakuan & Pengampunan
  2. Jika ingin terjadi perubahan, hal itu harus dimulai dengan pengakuan jujur dari kesalahan yang telah dilakukan, diikuti dengan pemberian pengampunan dengan jujur dan rendah hati. Jika Anda menolak untuk mengakui kesalahan Anda kepada orang lain, dan / atau menolak untuk membiarkan kesalahan mereka lalu, Anda tidak akan lepas dari kemandekan.

  3. Mempercayai & Mempercayakan
  4. Sekarang setealah masa lalu telah diselesaikan, kita perlu berurusan dengan masa kini. Anda harus melakukan apa saja untuk menjadi orang yang dapat dipercaya. Dan kemudian, Anda harus bersedia untuk menjadi rentan. Percayakan diri Anda untuk orang lain, dengan kesadaran bahwa mereka masih orang yang tidak sempurna.

  5. Mencambut & Menanam
  6. Ini adalah langkah yang sangat nyata : apa hal-hal tertentu yang Anda butuh singkirkan dalam hubungan Anda yang mengganggu, dan apa yang Anda butuhkan untuk menggantinya dengan ? Jangan hanya mengurusi jadwal dan kegiatan-kegiatan anda ; lebih spesifik tentang kata-kata dan tindakan dan tanggapan.

  7. Kasihilah Orang Lain Seperti Diri Sendiri
  8. Ini adalah tema Alkitab yang luas, tetapi Anda perlu untuk membuatnya spesifik. Siapa orang ini dalam hubungan Anda, dan apa yang mereka gumulkan ? Bagaimana Anda bisa secara khusus menunjukkan kasih terhadap kebutuhan dan keinginan mereka?

  9. Hadapi Dosa
  10. Saya katakan sebelumnya bahwa perubahan tidak terjadi dalam semalam, sehingga Anda perlu menentukan apa yang akan Anda lakukan ketika orang tersebut berdosa. Bagaimana Anda melakukannya adalah terserah Anda, tapi Anda harus memberikan orang lain hak untuk mengatakan, ” Tunggu dulu, apa yang baru saja Anda lakukan atau katakan adalah tidak benar – Mari kita bicarakan hal itu ”

  11. Berjaga & Berdoa
  12. Walaupun ketika perubahan signifikan telah terjadi, Anda masih perlu untuk menjaga hubungan Anda. Anda berada di zona perang, melawan dosa Anda sendiri dan godaan dari dunia luar. Jaga perilaku Anda dan berdoa supaya kasih karunia Allah dapat memberikan mata yang dapat melihat diri Anda dengan akurat.

    Ada bantuan dan harapan bagi Anda dalam Injil Yesus Kristus. Suatu hari, hubungan Anda akan benar-benar bebas dari konflik dan perselisihan, tetapi Alkitab memberikan langkah-langkah praktis untuk perubahan, di sini, sekarang.

    Diadaptasi dari situs : http://paultripp.com/articles/posts/stuck-in-relationships

Autisme Berhubungan Dengan Peningkatan Hormon-Hormon Steroid Pra-Kelahiran

iEP63rgjZ72kOleh Makiko Kitamura

Anak laki-laki yang menderita autisme terekspos hormon steroid dalam level yang lebih tinggi di dalam rahim dibandingkan mereka yang tidak menderita autisme, menurut sebuah studi yang menambah bantahan akan peranan vaksin.

Tingkat pra-kelahiran zat-zat testosteron, progesteron dan kortisol rata-rata lebih tinggi dalam anak laki-laki yang kemudian didiagnosis dengan autisme, para ilmuwan di University of Cambridge di Inggris dan Statens Serum Institute di Kopenhagen mengatakan dalam sebuah laporan yang dirilis hari ini.

Temuan yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Psychiatry, memberikan penjelasan yang mungkin tentang bagaimana autisme berkembang selama kehamilan, membantah kekhawatiran akan faktor eksternal seperti peranan vaksin. Gangguan spektrum autisme, sekelompok gangguan perkembangan otak, mempengaruhi sekitar 1 dari 160 anak, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

” Kami sebelumnya tahu bahwa tingkat testosteron pra-kelahiran yang tinggi berhubungan dengan perkembangan lebih lamban dalam sosial dan bahasa, perhatian terhadap detail yang lebih baik dan lebih condong ke karakter-karakter autis, ” Simon Baron – Cohen, profesor perkembangan psikopatologi di Cambridge, mengatakan dalam sebuah pernyataan. ” Sekarang, untuk pertama kalinya, kami juga menunjukkan bahwa hormon-hormon steroid meningkat pada anak-anak yang secara klinis didiagnosis dengan autisme. ”

Cairan ketuban

Penelitian ini terpaut pada 19.500 sampel cairan ketuban yang disimpan dalam biobank Denmark dari individu yang lahir antara tahun 1993 dan 1999. Para peneliti mengidentifikasi sampel dari ibu yang melahirkan 128 anak laki-laki yang kemudian didiagnosis dengan kondisi spektrum autism. Karena beberapa hormon yang diproduksi tersebut jumlahnya jauh lebih tinggi pada laki-laki daripada perempuan, temuan tersebut dapat membantu menjelaskan mengapa autisme lebih banyak diderita anak laki-laki, kata para peneliti.

” Kami sekarang ingin menguji apakah temuan yang sama ditemukan pada wanita dengan autisme, ” kata Baron -Cohen.

Para ibu seharusnya tidak terburu-buru untuk menggunakan pencegah hormon steroid, karena hal ini dapat memiliki efek samping yang tidak diinginkan, menurut Baron – Cohen. Penelitian ini juga tidak harus ditafsirkan akan perlunya tes skrining pra-kelahiran karena hormon-hormon tersebut ada dalam bayi-bayi yang normal dan mungkin tidak memprediksi diagnosis bagi seorang individu, katanya.

Hasil studi menunjukkan adanya variasi dalam sensitivitas setiap individu terhadap hormon-hormon tersebut atau lingkup waktu penyelidikan terlalu dini untuk mendeteksi ketinggian sebenarnya dari kadar hormon, kata Richard Sharpe, seorang profesor yang mengkhususkan diri dalam kesehatan reproduksi laki-laki di University of Edinburgh.

Bukan Vaksin
” Meneliti ini pada manusia adalah sangat sulit karena jelasnya keterbatasan dalam mengakses apa yang terjadi pada janin dalam rahim, sehingga penyelidikan seperti penelitian ini harus dipandang sebagai perintis, ” kata Sharpe dalam sebuah pernyataan di e-mail.

Studi ini mendukung penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa autisme terkait dengan perkembangan pra-kelahiran.

Tulisan yang dipublikasikan pada bulan Maret di New England Journal of Medicine menemukan bahwa mereka yang didiagnosis dengan autisme kehilangan tanda-tanda genetik utama bagi sel-sel otak yang seharusnya berkembang sebelum kelahiran.

Sebuah studi Norwegia yang dipublikasikan tahun lalu menemukan bahwa mengkonsumsi suplemen asam folat pada awal kehamilan dikaitkan dengan rendahnya risiko gangguan autis. Asam folat diperlukan untuk memadukan sumsum tulang belakang dalam perkembangan awal janin.

Vaksinasi telah ditakuti sebagai penyebab potensial autisme setelah studi oleh Andrew Wakefield, yang diterbitkan dalam jurnal medis Lancet pada tahun 1998, terkait vaksin campak – gondok – rubella (MMR) dengan peningkatan risiko autisme. The Lancet mencabut studi tersebut pada tahun 2010, mengklaim “SALAH”, dan British Medical Journal menyebutnya sebagai penipuan dalam laporan tahun berikutnya.

Sebuah studi yang diterbitkan sekitar 14 bulan yang lalu dalam Journal of Pediatrics oleh para peneliti di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Atlanta mengkonfirmasi temuan penelitian sebelumnya bahwa risiko autisme tidak meningkat dengan penggunaan vaksin anak.

Diadaptasi dari situs : http://www.bloomberg.com/news/print/2014-06-03/autism-tied-to-high-levels-of-prenatal-steroid-hormones.html

Siap Atau Tidak: 7 Juta Jiwa Menantang !

First Gay Wedding Show In Paris

Oleh Erwin Analau

Kemarin ini kami makan malam bersama dengan beberapa teman seiman di sebuah restoran. Kami sudah lama berteman, sehingga pembicaraan kami kebanyakan berhubungan dengan teman-teman lama dan gereja. Kemudian topik kami sampai pada suatu kenyataan bahwa ada beberapa teman seiman yang dulunya aktif dalam gereja, tetapi sekarang sudah keluar dan bahkan ada beberapa yang menyelami kehidupan sesama jenis (homoseksual).

Topik homoseksualitas sekarang lagi hangat-hangatnya di Amerika. Topik yang dulunya adalah suatu ketabuan atau merupakan pihak minoritas, sekarang menjadi suatu topik yang populer dan menjadi pihak mayoritas. Bebebrapa negara bagian sudah melegalkan perkawinan sesama jenis, dan kemungkinan isu ini akan diusung terus agar bisa menjadi legal dalam tingkat federal (nasional). Menurut pemikiran saya, lambat laun ini bukan hanya masalah Amerika, tapi juga akan menjadi masalah global dan Indonesia tidak akan terluput dari masalah ini.

Pertanyaannya apakah gereja-gereja di Indonesia siap untuk menghadapi isu ini? Apakah kita akan meresponi masalah ini dengan antipati atau simpati? Apakah para homoseksual bisa terselamatkan? Apakah kita bisa menerima mereka? Apakah mereka bisa berubah? Apakah kita akan mengulang kesalahan-kesalahan dari gereja Amerika dalam menanggapi mereka?

Dalam percakapan semalam, saya berpendapat bahwa sebenarnya di dalam gereja ada orang-orang yang mempunyai kecenderungan homoseksual dan kita sebagai gereja tidak boleh menutup mata akan kenyataan ini. Suatu kenyataan dalam kebudayaan Asia, suatu momok biasanya akan ditutupi atau dihiraukan atau ditiadakan, dan sayangnya, hal ini juga berlanjut ke dalam gereja. Biasanya cara pemikiran yang terjadi yaitu: “Tidak mungkinlah, khan si A aktif sekali!” atau ”Mana mungkin, bukankah dia sudah mempunyai pacar?” atau “Dia khan anak pendeta, mana mungkin?”, dan seterusnya dan seterusnya, tapi secara garis besar, kita secara naïve berpikir bahwa aktif di dalam gereja bisa menyebabkan kita kebal terhadap dosa-dosa, apalagi dosa homoseksualitas.

Secara statistik di Amerika, populasi homoseksual adalah 3.5 %. Kalau kita memakai statistik yang sama terhadap penduduk Indonesia -200 juta jiwa, maka jumlah perkiraan akan populasi homoseksual adalah sekitar 7 juta jiwa. Jumlah yang cukup besar. Kita bisa melihat jumlah ini sebagai lawan atau sebagai pendosa-pendosa yang tak terselamatkan atau sebagaimana Yesus melihat mereka — tuaian yang sudah menguning.

Hari Minggu ini, di gereja saya pengkhotbah membicarakan tentang Kisah Para Rasul 8:26-40. Kisah di mana Rasul Filipus dipakai Tuhan untuk menginjil sida-sida dari Etiopia. Selama khotbah, Roh Kudus mengingatkan saya tentang pembicaraan kami kemarin malam.

Kalau saya masukkan cerita ini ke dalam perspektif masa kini. Sida-sida atau eunuch adalah pria-pria yang sudah dikebiri kemaluannya di luar kemauan mereka sehingga mereka tidak bisa berhubungan seksual lagi dengan lawan jenis untuk melayani raja atau pemimpin mereka. Kalau dulu saya menonton film silat, mereka sering digambarkan sebagai para pria yang lemah gemulai dan berwatak kewanitaan. Jika saya masukkan gambaran ini ke jaman moderen, sida-sida ini adalah layaknya kaum homoseksual dan trans-gender (orang yang merubah alat kelaminnya). Argumen para kaum homoseksual di Amerika adalah mereka tidak memilih untuk dilahirkan sebagai homoseksual, mereka dilahirkan demikian di luar kehendak mereka. Hal itu juga terjadi pada para sida-sida, mereka dikebiri di luar kehendak mereka. Sida-sida tersebut mewakili kaum homoseksual dan trans-gender.

Dalam kisah ini, sida-sida itu sedang kebingungan dan berusaha untuk mencari tahu siapa Juruselamat itu. Mungkin banyak dari kaum homoseksual sudah pernah mendengar tentang Yesus. Mereka telah mendengar bahwa Dia adalah Juruselamat yang baik. Mereka telah mendengar bahwa nama-Nya identik dengan CINTA ! Mereka telah mendengar bahwa Dia bisa merubah apapun juga ! Mereka mungkin juga telah mendengar bahwa Dia yang datang menyelamatkan bukan karena kita orang yang sempurna, tapi karena kita adalah orang-orang yang rusak dan Dia adalah Allah yang baik! Mereka mungkin sudah mendengar, tetapi pada kenyataannya mereka ditolak oleh masyarakat, pemerintah atau lebih lagi gerejaNya! Mereka mungkin telah mendengar semuanya tapi mereka belum mengenal jelas siapa sebetulnya YESUS !

Allah secara KHUSUS mengutus malaikatNya untuk memerintahkan Rasul-Nya Filipus untuk memberitakan Injil hanya ke SATU orang sida-sida. Setelah kejadian Pantekosta, gereja bertumbuh menjadi 3000 orang dalam sehari. Coba pejamkan mata anda dan bayangkan pendeta ternama yang anda bisa dipikirkan, dan bayangkan kalau pendeta tersebut khusus datang ke tempat anda hanya untuk mengajari anda Alkitab secara private ! LUAR BIASA ! Ada pasti seorang yang khusus bukan ?

Kisah Filipus ini layaknya demikian. Allah mengutus salah satu Rasulnya untuk memberikan pelajaran Alkitab ke satu orang, sida-sida dari Etiopia. Seorang trans-gender atau mungkin homoseksual. Pada saat itu sida-sida tersebut juga sedang mempelajari Alkitab tentang seorang Juruselamat. Dia sudah mendengar tentang Juruselamat ini, tapi belum mengenal siapa Dia. Filipus diutus untuk menerangkan Injil kepadanya dan hasilnya, sida-sida tersebut bertobat dan menerima Yesus sebagai Juruselamatnya, dan bahkan segera dibaptis. TIDAK TERPIKIRKAN yang Allah kita bisa buat. TIDAK TERBAYANGKAN ketika nama Yesus diberitakan !

Dia memanggil gerejaNya secara khusus untuk menjangkau mereka. Mereka yang sudah matang dan mereka yang masih terus mencari.

Pada tahun 1980-an ketika komunitas homoseksual mulai menjadi sorotan publik di Amerika. Respon dari gereja-gereja sangatlah menyedihkan. Mereka mengasingkan dan menolak mereka secara mentah-mentah. Bukannya memperlakukan mereka sama seperti orang-orang di gereja (sesama pendosa yang telah diselamatkan karena anugerah) , mereka mengucilkan, menolak dan menganggap mereka sebagai pendosa yang tak terselamatkan. Jujur saja, saya juga berdosa dalam hal ini. Karena itulah perspektif saya dulunya. Hasilnya, beberapa dekade kemudian, mereka yang ditindas menentang balik dan terjadi lah perang kebudayaan yang sengit.

Saya bukan ahli konseling tentang homoseksualitas atau pakar untuk menangani hal ini, bukan, saya juga bukan orang yang membenarkan praktis homoseksual. Saya percaya dengan sungguh bahwa mereka adalah orang-orang berdosa, sama seperti semua dari kita. Mereka orang berdosa yang bergumul dengan keinginan homoseksualnya, sedangkan saya, saya orang berdosa yang setiap hari bergumul dengan kenajisan, pornografi, ketinggihan hati, tidak mencintai istri dan anak-anak saya seperti yang Yesus inginkan, dan 1001 dosa lainnya. Saya membutuhkan kasih karunia, seperti layaknya mereka. Tujuan saya menulis ini hanya sekedar berteriak “Hey ada gajah di dalam ruangan ini !”

Isu ini bukan hanya sekedar isu gereja di Amerika, tapi di kemudian hari ini akan menjadi isu global dan juga akan melanda gereja-gereja di Indonesia. Akan kah kita memperlakukan jiwa-jiwa ini sebagai lawan, atau sebagai pendosa yang tak terselamatkan dan mengucilkan atau mengasingkan mereka layakanya orang lepra atau …

AKANKAH ANDA MELIHAT ADA 7 JUTA JIWA YANG YESUS KASIHI DAN MAU SELAMATKAN! 7 JUTA JIWA YANG SUDAH MENGUNING! 7 JUTA JIWA YANG SEDANG MENCARI!

Seperti dalam film-film koboi, ketika dua koboi sedang berhadapan dengan tangan dan senjata di pinggang. Siap atau tidak: 7 juta jiwa ini akan berhadapan mata ke mata dengan gerejaNya di Indonesia. Apa yang akan dilakukan gereja ?

1 CARA SEDERHANA AGAR ANAK-ANAK MEYUKAI PELAJARAN ALKITAB

Kids__Bible_Study

oleh Andrew Weiseth

Apakah Anda bergumul untuk mengajak anak-anak anda dalam ibadah keluarga ? Cobalah untuk memanfaatkan kecenderungan mereka untuk bermain.

Ketika saya pertama kali mulai mencoba untuk memimpin kebaktian keluarga dengan anak-anak kecil, saya membuat suatu kesalahan penting.

Saya berusaha keras agar anak-anak saya untuk duduk diam, memperhatikan, tidak mengganggu yang lainnya, dan tidak menumpahkan cokelat panas. Dengan bodohnya saya berharap semuanya itu bisa memuaskan mereka.
Hasilnya … tidak mengesankan.

ASUMSI SAYA

Jika Anda adalah orangtua, mungkin Anda telah membuat kesalahan yang sama yang telah saya buat. Kesalahan saya adalah asumsi yang dasar: tanpa disadari saya menempatkan semua usaha saya untuk mengendalikan perilaku kekanak-kanakan mereka.

Kenyataanya : Anda dan saya memang benar untuk berusaha melakukan apa yang saya sebut di atas dan banyak lagi. Ini adalah tugas kita untuk mendewasakan, melatih, mengoreksi, dan mendisiplinkan anak-anak kita. Tapi kita semua akan setuju bahwa kita kadang melakukannya terlalu dini atau terlalu kasar. Ada saat-saat untuk memperbaiki dan melatih anak-anak kita, tetapi ada juga saatnya untuk memanfaatkan cara-cara perilaku mereka.

Perkenalkan Maria, Marta, dan Lazarus

Perkenalkan Maria, Marta, dan Lazarus

ALLAH MEMBUAT ANAK-ANAK UNTUK SUKA BERLUCU

Allah menciptakan anak-anak dengan beberapa atribut unik yang luar biasa. Dia merancang anak-anak agar aktif, spontanitas, interpretasi yang lucu, dan keinginan yang tak habis-habisnya untuk bermain, berimajinasi, bermain peran, pengulangan, takjub, berpakaian lucu, humor, dan hal-hal yang menyenangkan. Ini adalah rencana Allah. Bukan sekedar kebetulan. Dia membuat mereka dengan cara ini.

Tentunya, perilaku anak-anak memang bisa menjadi tantangan, tetapi juga bisa menjadi suatu keindahan. Ketika kita menyadari kebenaran ini dan memanfaatkannya, lingkungan dengan ikatan yang luar biasa dan peluang pengajaran akan terbuka lebar dengan anak-anak kita.

Uh ... Oh Sepertinya Lazarus Sakit Perut

Uh … Oh Sepertinya Lazarus Sakit Perut

Apa yang terjadi di dalam foto ini dengan anak-anak saya ?

Ini adalah bagian dari renungan keluarga kami – waktu kami untuk berkumpul sebagai sebuah keluarga, membaca dan merenungkan Firman Tuhan, dan berdoa dan beribadah bersama-sama. Saya mengatakan kepada mereka bahwa kita akan berperan dalam cerita itu sebelum saya membacakan nya. Hal ini membantu mereka tetap terlibat ketika saya membacakannya. Kemudian kita melakukan pemeragaan secara spontanitas.

Sepertinya menyenangkan, bukan? Tentu saja ! Amber istri saya dan saya menyukainya, anak-anak saya menyukainya, dan dalam prosesnya kami membuat kenangan menyenangkan bersama-sama. Untuk keluarga dengan anak-anak kecil seperti yang kami punya, sentuhan sederhana ini pada saat renungan/ibadah keluarga dapat membuat semua perbedaan.

GARIS BESAR PRAKTIS UNTUK RENUNGAN KELUARGA

Di bawah ini adalah kegiatan-kegiatan yang kami cenderung lakukan dalam renungan keluarga kami, semoga bisa bermanfaat bagi Anda:

• Berdoa
• Nyanyikan satu atau dua lagu
• Baca cerita Alkitab
• Mengundang semua anak-anak untuk berinteraksi dengan apa yang mereka dengar
• Melagakan cerita tersebut, sambil saya menarasinya.
• Mengambil gambar selama perlagaan dan membiarkan anak-anak melihat foto
• Nyanyikan lag satu atau dua lagu
• Berpegangan tangan dan berdoa bersama untuk satu sama lain

Saya berdoa artikel ini bisa menguatkan Anda. Semoga itu membantu Anda untuk memimpin keluarga Anda kepada Yesus dengan sukacita dan kekuatan yang lebih besar.

Bagaimana Anda dapat menggabungkan keinginan bermain anak-anak Anda ke dalam ibadah keluarga Anda ?

Diterjemahkan dari situs: https://theresurgence.com/2014/01/09/1-simple-way-to-get-kids-to-love-bible-study

BAGAIMANA YESUS MERUBAH KEIBUAN

HTompkins_HowJesusChangesMotherhood

BAGAIMANA YESUS MERUBAH KEIBUAN

Oleh Hilary Tompkins

Mencoba untuk menjadi ibu yang sempurna bisa menjadi beban yang sangat berat, dan kadang-kadang Hari Ibu hanya membuatnya lebih buruk. Kami berharap cerita dari ibu-ibu biasa ini yang mengandalkan Yesus di tengah-tengah kegagalan dan ketidaksempurnaan akan menguatkang anda.

Bagaimana kabarmu, Mama ? Apakah Hari Ibu Anda berjalan dengan sempurna ?

Apakah Anda memiliki anak-anak yang taat, suami yang sangat penuh perhatian, cuaca yang sempurna, makanan yang sempurna, dan rambut yang sempurna ?

Atau apakah pendeta anda berkhotbah tentang Amsal 31 (bersalah), apakah anak-anak Anda pergi ke gereja dengan sirup di rambut mereka (bersalah), dan apakah suami Anda bertanya di mana kemeja favoritnya lagi (rasa bersalah) ?

Anda bukan ibu-ibu seperti di situs Pinterest ? Anda tidak sendirian.

BEBAS UNTUK TIDAK SEMPURNA

Kita disandera oleh keinginan kita untuk menjadi sempurna. Untuk sekali saja, demi kebaikan, bisakah kita pergi ke gereja pada Hari Ibu sesempurna imajinasi kita – mengatakan kata-kata berkat dan kebaikan; terlihat kurus, cantik, dan semuanya rapi; tidak malu dengan perilaku anak-anak kita atau kondisi mobil van ? Dan tidak, demi semua yang suci, terlihat apa kita yang sesungguhnya : kecewa, rusak, kehilangan seseorang, dan kehilangan damai sejahtera.

Ketika kita bersama-sama, kita bisa berbicara tentang bagaimana kebenaran Injil bisa merubah semua ini, dan itu akan menjadi percakapan yang luar biasa. Kita bisa mengingatkan diri kita sendiri pemberian-pemberian baik yang telah Allah berikan kepada kita, benar-benar menghitung berkat-berkat kita, memutuskan untuk merasa bersyukur atas anak-anak kita, dan itu adalah ketenangan.

Kita bisa membandingkan pelajaran-pelajaran tentang seperti apa rasanya ketika suatu hari nanti, mereka telah menjadi dewasa dan berkata kita diberkati. Kami akan bersukacita dalam identitas baru, hidup baru, dan perspektif baru yang merupakan hasil dari kepercayaan yang sejati tentang Injil.

Kami akan ingat bahwa meskipun kita terhilang, sekarang kita ditemukan. Meskipun kita tidak cukup, kita luar biasa dicintai oleh Tuhan yang benar-benar memadai. Meskipun kita lebih buruk dari yang kita pernah pikir, Yesus lebih baik daripada yang bisa kita bayangkan. Meskipun kita begitu jelas tidak sempurna, kesempurnaan-Nya diperhitungkan pada kita sebagai kebenaran.

BAGAIMANA INJIL MERUBAH KEIBUAN

Apakah Anda meragukan hal ini ? Kadang-kadang tidak ada yang lebih baik selain seorang teman untuk mengingatkan dan bersukacita dengan kita. Jadi saya ingin berbagi beberapa cerita dengan Anda pada Hari Ibu ini, cerita dari ibu-ibu sejati seperti Anda, dengan kekurangan dan perjuangan yang sama, dan dengan Allah yang baik yang sama. Jadi ambil minuman favorit Anda dan dengarkan. Saya mempertanyakan beberapa pertanyaan ini kepada ibu-ibu :

  • Bagaimana mengenal Yesus bisa merubah Anda sebagai seorang ibu ?
  • Bagaimana mengetahui kebenaran Injil mengubah perspektif Anda tentang keibuan ?

Dan inilah yang mereka katakan :

JARICA :

Ketika J. pertama kali lahir, setiap kali dia menangis aku merasa terbeban untuk mengetahui mengapa dia menangis. Saya tidak memiliki naluri keibuan untuk tahu bagaimana merawatnya. Injil dalam situasi itu berarti seperti ini : Saya memiliki kebebasan untuk meminta bantuan karena apa yang Yesus lakukan di kayu salib, dan jika saya tidak tahu atau tidak mendengar jawaban naluri, aku bisa mengira-ngiranya dengan bebas tanpa rasa malu atau bersalah karena melakukan kesalahan. Yesus sudah menanggung segala kemaluan tersebut.

Ketika J. pertama kalinya ngambek yang luar biasa ( saya memintanya untuk mengambil cangkir ), saya bingung tentang bagaimana untuk membantu dia. Anak itu benar-benar ngambek ! Saya berdoa untuk bantuan. Aku punya gambaran tantang diriku menangis di lemari kecil kami setahun sebelumnya ketika saya berdoa bahwa Tuhan akan membantu saya untuk tahu apa yang harus dilakukan di tengah-tengah konflik. Tuhan meminta saya untuk taat, dan saya tidak mau.

Saya mengerti bahwa Allah memanggil saya untuk melakukan apa yang ia telah dan sedang lakukan terhadap saya : Untuk merangkul J. dan menemaninya selama dia menangis, berdiri tegar tidak menyerah, terus mengulangi panggilan untuk mengambil cangkirnya sampai ia mematuhinya.
Saya benar-benar bergembira bersama dia dan tahu sudah waktunya bagi saya untuk bertobat dan membiarkan Tuhan bergembira bersama saya. Aku tahu bagaimana lembut dan tegarnya Allah, dan bahwa saya tidak dapat terlepas dari apapun kalau memakai ambekan saya. Hal ini merubah ketidaksabaran saya untuk mengerti. Saya sama seperti anak saya.

MARSHA :

Aku belum pernah belum memiliki hari yang sempurna selama menjadi ibu. Aku menyerah setiap hari terhadap godaan ketidaksabaran, atau kemarahan, atau apatis, atau penngagungan kepada kebersihan kamar mandi yang hanya bertahan lima menit. Aku membiarkan kegagalan saya untuk merongrong otoritas saya : Saya tidak cukup baik untuk menjadi orang tua bagi anak-anak ini !

Tapi aku belajar pentingnya dan indahnya kebebasan hidup seperti apa yang Yesus katakan adalah benar : aku telah diampuni. Dengan bantuan-Nya saya bisa bertobat dari dosa-dosa saya terhadap mereka dan masih berdiri dalam otoritas yang penuh kasih atas mereka. Dan aku harus.

KARINA :

Setiap hari mengharuskan saya menyerahkan keinginan dan rencana saya dan tersungkur di bawah kaki salib dalam rangka untuk mengasihi dan melayani anak-anak saya. Kasih karunia Allah yang ada di salib adalah apa yang menguatkan saya dalam kekacauan hidup ini.

BRIDGET :

Injil telah membebaskan saya untuk melihat anak-anak saya sebagai manusia-manusia yang dibuat oleh Yesus, daripada sekedar kebanggaan untuk kemuliaanku. Mencari identitas saya di dalam Kristus, dan menyadari bahwa semua kemuliaan milik-Nya, memungkinkan saya untuk mengasihi dan melayani anak-anak saya dengan cara yang nyata.

Anak-anak saya harus ” bersikap sedemikian” sebelum kita bisa berangkat ke gereja, karena mereka mewakili saya. Selain stres dengan anak-anak saya dan kemarahan yang tidak kudus terhadap balita saya yang akan mencabut kepang rambutnya atau anak-anak yang tidak mau memakai sepatu saya yang saya siapkan untuk mereka, hal ini juga menyebabkan geraman berantem buruk antara suami dan saya. Melihat bahwa Injil adalah cukup, memungkinkan saya untuk bertobat dari keinginan saya untuk kemuliaan pribadi dan memungkinkan anak-anak saya untuk pergi ke gereja dengan sukacita ( dan sirup di rambut mereka ).

JORDAN :

Mengetahui Injil telah benar-benar mengubah cara saya melihat artinya seorang ibu. Bagi saya itu terjadi selama persalinan dengan anak sulung saya : saya adalah seorang cengeng, penuh tuntutan selama kehamilan saya. Aku memanfaatkan penuh alasan saya untuk menjadi murung dan terlalu emosional, tetapi sesuatu terjadi ketika saya mulai bersalin.

Saya menyadari bahwa ini bukan tentang aku ; ini adalah tentang melakukan apa yang terbaik untuk anak laki-lakiku yang belum pernah bertemu muka dengan muka sebelumnya. Pergolakan dari pesalinan, dengan tanpa akhir yang terlihat, dan tidak ada tempat untuk pergi tetapi untuk mengalah pada kontraksi dan mengorbankan kenyamanan saya untuk kesejahteraannya – itu adalah gambaran dari Injil yang aku tidak pernah lihat sebelumnya. Ini semua tentang Yesus dan menunjukkan kepada anak-anak saya, kasih karunia dan rahmat yang sama yang Dia telah tunjukkan kepada saya.

Bethy :

Sebelum aku punya anak-anak, saya pikir saya tahu bagaimana menjadi seorang ibu. Aku punya banyak pendapat mengapa anak-anak bisa menjadi lepas kendali dan apa yang orang tua harus lakukan untuk memperbaiki perilaku anak-anak tersebut.

Lalu aku mempunyai si kecil manis B. Semua yang saya ” tahu ” tentang menjadi seorang ibu lenyap karena manusia kecil ini. Saya belajar dengan cepat bahwa, sama seperti setiap ibu baru – saya tidak tahu apa yang saya lakukan.

Dalam keputusasaan dan kesepian saya, Tuhan bertemu dengan saya. Aku tidak sendirian. Berlarut-larut malam mencari tahu bagaimana memberi makan bayi saya adalah malam-malam yang paling sulit dalam hidup saya, tetapi Tuhan ada di sana. Dia bertemu dengan saya dalam dalam ketulusan alunan Amazing Grace yang saya nyanyikan untuk B, ketika mencoba untuk menenangkannya dan membuatnya tertidur. Dia bertemu dengan saya dengan suami yang ikut bangun dengan saya dan menguatkan saya untuk terus berjalan.

Dalam gelap, sendirian, berdoa atas bayi yang berharga ini, Allah mengubah hati saya agar menjadi seorang ibu. Saya tidak seharusnya memiliki semua jawaban. Saya harus pergi ke SESEORANG yang punya. Saya jatuh tersungkur menyembah di wajah di hadapan Dia, yang mengerti ketakutan dan kegagalan saya. Allah adalah satu-satunya yang tahu bagaimana membesarkan anak-anak saya dengan sempurna.

Mengingat hidup ketika B. baru lahir selalu membantu bagi saya untuk melihat ke belakang dan mengingat malam-malam manis dalam kegelapan, berdoa dan menyanyikan lagu-lagu untuk bayi berharga yang telah mengkhawatirkan saya.

MISSI :

Injil telah mengubah tujuan saya dalam mengasuh anak. Dulu aku hanya ingin agar anak-anak saya mendengarkan saya, dan saya tidak memperdulikan kondisi hati mereka di balik perilakunya. Saya ingin membuat kerajaan saya senyaman mungkin bagi saya. Yesus telah mengasihani saya dalam menunjukkan kepada saya motif saya yang sebenarnya atas ketaatan mereka, dan dia bekerja di hati saya untuk sangat peduli apa yang terjadi di dalam hati mereka.

DANIELLE :

Daripada menjadi seorang figur otoritas yang menuntut untuk ditaati dan dihormati, saya bisa menjadi perwakilan kasih karunia kepada anak-anak saya. Daripada mendasarkan harga diri saya kepada bagaimana anak-anak saya di kemudian hari atau perilaku mereka, harga saya ditemukan dalam penebusan Allah termasuk kegagalan-kegagalan saya sebagai seorang ibu.

Daripada putus asa ketika saya gagal dalam mengasuh dengan baik, saya bisa beralih ke Bapa saya yang sempurna mengampuni saya dengan cepat dan tidak menyimpan kesalahan. Daripada harus menampilkan diri kepada anak-anak saya sebagai contoh wanita Kristen yang sempurna, saya bisa mengarahkan mereka kepada Juruselamat yang sempurna dan kekasih jiwa mereka.

Daripada menuntut hal-hal yang saya pikir adalah hak saya sebagai orang tua karena saya ‘pantas’ menerimanya, saya bisa bersukacita ketika anak-anak saya memilih untuk menyembah Yesus bukan aku. Daripada hidup dengan kekerasan hati di dalam anak-anak saya, saya bisa berdoa bagi mereka dan menunjukkan lekas untuk bertobat bagi mereka.

Anie :

Aku dibesarkan tanpa ayah kandung saya dan dengan ibu yang pemarah. Kebenaran Injil menunjukkan kepada saya bahwa Bapa saya yang lebih besar, yang lebih baik, memiliki kasih yang sempurna bagi saya dan selalu ada untuk membantu saya menunjukkan anak-anak saya apa yang saya tidak alami dari orang tua saya. Dia menunjukkannya kepada saya sehingga saya bisa menunjukkannya kepada mereka.

Dengan latar belakan saya dibesarkan, saya memiliki godaan untuk menjadi pendek sabar ketika anak-anak saya nakal. Saya akan berteriak untuk mendapatkan perhatian mereka dan memberikan konsekuensinya. Saya melihat anak saya yang tertua mulai menjauh dari saya untuk jangka waktu yang lama setelah saya menecemoohnya, dan aku bisa melihat reaksi saya telah menghancurkan dirinya.

Aku berdoa akan hal ini untuk waktu yang lama sambil mengingat luka masa kecil saya , dan saya meminta Tuhan untuk membantu saya tidak mengulang siklus tersebut. Melalui pertobatan saya dengan segera ketika saya gagal dalam hal ini ini, dia melihat saya mengoreksinya tanpa marah atau menaikkan suara saya. Sekarang dia tidak lagi jauh dariku – dia menghampiriku, berdiam dengan saya, dan kita bersama-sama bertobat terhadap satu sama lain dan Yesus atas keegoisan kami yang penuh ketidaksabaran juga atas segala hal yang membuat kami sampai pada keadaan demikian.

SHADLIE :

Mengetahui kebenaran Injil telah membuat saya menyadari bahwa semuanya itu bukan tentang aku ; semuanya tentang Yesus. Satu kebenaran yang tampaknya sederhana ini telah secara drastis mengubah saya.

Ketika sesuatu tidak berjalan seperti yang saya rencanakan, saya tidak perlu lagi marah atau frustrasi, tapi saya bisa percaya bahwa Yesus, pada saat-saat tersebut, menggunakan saya untuk mencerminkan kesabaran dan berdamai kembali degnan anak-anak saya.

Saya tidak perlu hidup dalam ketakutan untuk anak-anak saya, tapi saya bisa percaya bahwa sama seperti Yesus telah merawat, mengejar, dan melindungi saya, ia memiliki hati yang sama untuk anak-anak saya. Saya tenang mengetahui bahwa ia telah secara khusus memperlengkapi saya untuk merawat anak-anak tersebut dan menggunakan mereka untuk mendewasakan dan membentuk saya.

Kebenaran bahwa anak-anak tersebut bukan milik saya, tetapi milik Yesus, adalah hal yang paling mentransformasi segala sesuatunya. Dia telah meminta saya untuk melatih mereka, berharap pada-Nya, dan kemudian meminta saya untuk melepaskan mereka, supaya bergantung pada-Nya – semua untuk kemuliaan-Nya. Karena semuanya adalah tentang Yesus dan bukan tentang aku.

Diadapstasi dari : https://theresurgence.com/2014/05/11/how-jesus-changes-motherhood

TIPS PRAKTIS AGAR ANAK MENCINTAI PENGAJARAN ANDA

Teaching

Oleh Andrew Weiseth

Karena kita diciptakan menurut gambar Tuhan, kita gemar untuk mendengar kisah, dan kegemaran ini bahkan lebih mendalam dengan anak-anak. Perubahan terbaik dan terbesar yang bisa anda rubah dalam mengajar anak-anak adalah dengan menggunakan cerita.

Sinar lampu menyilaukan anda menyembunyikan penonton dari pertunjukan perlombaan itu. ” Kalau anda bisa menjawab pertanyaan ini dengan benar, ” seru pembawa aca, “Maka uang itu menjadi milik ANDA ! ”

Para penonton menjadi terdiam. Telapak tangan anda berkeringat. ” Sepuluh detik tersisa ! Selanjutnya pertanyaan terakhir, untuk menang. Manakah dari dua fasilitas berikut memiliki jumlah pengunjung yang lebih besar setiap tahunnya : Ruang kuliah atau bioskop ?”

Segera anda memencet bel sebelum pembawa acaranya selesai berbicara. Anda baru saja memenangkan pertanyaan termudah yang pernah diberikan di perlombaan itu. Selamat!

KITA TERTARIK DENGAN KISAH

Pertanyaannya adalah sederhana. Membandingkan dua templat tersebut adalah sangat menggelikan. Anda tahu bahwa kita jauh lebih menyukai film daripada kuliah, karena hampir semua kisah cinta jauh lebih menarik daripada informasi yang membosankan. Kisah cerita menarik kita – mengapa demikian ?

Kami tertarik untuk mendengar kisah karena kita diciptakan menurut gambar Tuhan ( Kej 1:27). Bentuk utama Tuhan berkomunikasi adalah dengan kisah, karena itulah sifatNya. Hal ini senada dengan sifat yang telah diberikan ke dalam setiap kita. Kita diciptakan untuk itu !

MELIBATKAN ANAK MELALUI CERITA

Apakah sejarah itu ? Sejarah adalah kisah Dia.

Apa gaya sastra yang dominan dalam Alkitab ? Narasi.

Apa gaya mengajar utama Yesus ? Perumpamaan.

Kecintaan kita untuk mendengar kisah cerita bahkan lebih mendalam dengan anak-anak. Pernahkah anda memperhatikan betapa sulitnya bagi anak-anak anda untuk datang kepada anda untuk mendengar informasi ?
Sebaliknya, bandingkan dengan usaha mereka ketika meminta anda untuk membacakan sebuah cerita, dan sebuah cerita lagi, dan sebuah cerita lagi ?

Perubahaan terbesar dan terbaik anda dapat lakukan dalam cara mengajar anak-anak adalah dengan menggunakan cerita. Hal ini tidak hanya sekedar untuk menghibur mereka, tetapi juga melibatkan mereka. Pertimbangkan faktor-faktor berikut yang teratasi ketika anda melibatkan anak-anak melalui cerita :

  • Ingatan memori jangka-pendek dan jangka-panjang yang lebih baik
  • Rentang perhatian yang lebih baik dan keinginan untuk tetap terlibat
  • Peningkatan sukacita dalam belajar
  • Perhatian yang lebih luas melingkupi seluruh spectrum gaya belajar.
  • Lebih ada hubungan pengertian tentang suatu konsep atau hal-hal sekitar konsep tersebut.
  • Pengertian yang lebih tinggi untuk mengulangi apa yang mereka dengar

Peningkatan yang dramatis terjadi ketika seorang guru berubah dari hanya memberitahu informasi dan konsep menjadi bercerita. Daftar ini bisa lebih panjang. Tambahkan ke dalamnya juga, sukacita yang lebih besar yang anda dapatkan dalam proses mengajar !

” Ok, bercerita, saya mengerti ! Tapi bagaimana caranya ? ” anda bertanya. Pertanyaan yang bagus. Berikut adalah beberapa ide-ide dasar aga anda dapat memulai menggunakan cerita.

MENGAJAR MELALUI CERITA

Menggunakan cerita jauh melampaui hanya sekedar mengajar. Perhatikan cara anak-anak masuk ke kelas anda.
Apakah anak laki-laki diperintahkan untuk pergi ke daerah LEGO ? Atau apakah mereka diundang untuk menjadi ahli penemu dalam pembuatan mesin LEGO yang sangat aneh dan sangat rahasia?

Apakah gadis-gadis diperintahkan untuk ke sana dan hanya mewarnai ? Atau apakah mereka diundang untuk menjadi inerior desainer krayon dan kertas – yang berkolaborasi dengan Sparkelina, Ratu dari Bubblegum Forest?

TRANSISI

Jika anda hendak memindahkan suatu kelompok dari satu tempat ke tempat lain, anda dapat sekedar menyuruh anak-anak untuk berjalan dari sini ke sana.

Atau, anda dapat menggunakan ” tongkat imajinasi yang dahsyat ” untuk mengubah mereka semua menjadi penjelajah hutan yang menggunakan teropong gaib, untuk mencari si lemur ajaib yang berbulu polka-dot dan suka menari disko.

Perhatikan bagaimana keterlibatan mereka dengan kepemimpinan anda bahkan sebelum anda sampai pada kesempatan emas, Kitab Suci. Pendiri Young Life Jim Rayburn mempunyai ungkapan yang terkenal, ” Adalah suatu dosa untuk membosankan anak-anak dengan Injil. ”

Dia benar. Gunakan cerita untuk menangkap pikiran anak-anak, dan berdoa agar Roh menggunakannya untuk menangkap hati mereka.

TIPS YANG PRAKTIS

Berikut adalah beberapa petunjuk inti untuk menggunakan cerita dalam pengajaran anda :

  • Hidupkan Dunianya dan Sederhanakan Pesannya : Anak-anak harus dapat melihat, mengecap, merasakan, mendengar dunia yang anda buat. Tetapi itu semua harus membantu untuk memfokus pada satu ide yang sederhana. Ambil contoh kisah orang yang lumpuh yang diturunkan melalui atap ( Markus 2:1-12 ). Cerita ini bukan hanya sebuah lubang dengan seorang pria turun di atas tikar. Ada suara-suara penggalian yang mengganggu, orang-orang dibutakan oleh debu yang jatuh dan dikejutkan oleh cahaya matahari, kepala-kepala mengintip ke bawah dari atas. Mungkin sebelumnya mereka telah membuat lubang di tempat yang salah ! Tapi semuanya mengacu pada satu hal – seorang lumpuh akan segera diturunkan di hadapan Yesus.
  • Variasikan Nada dan Kecepatan : Tangkap pikiran dengan kesunyian, kejutan-kejutan suara, dan kata-kata yang berwarna-warni. Gerakkan tubuh anda menjadi besar dan kecil.
  • Bereaksi pada saat seolah-olah anda berada di dalamnya : Sebagai contoh, jangan hanya sekedar memberitahu kedingina; tapi menggigil-lah. Mereka tidak akan dengan mudah terlibat ke dalam cerita tersebut, jika anda tidak.

    Mengajar melalui cerita tidak berarti bahwa anda hanya sekedar menceritakan kisah. Ini berarti bahwa anda menggunakannya sebagai fitur utama. Begitu cerita telah tertanam di dalam pikiran mereka, anda dapat kembali dan berbicara tentang karakter, mengajukan pertanyaan, dan sebagainya.

    Bagaimana anda dapat menggabungkan cerita dalam pengajaran anda?

    Diterjemahkan dari situs : https://theresurgence.com/2014/03/31/one-simple-way-to-help-kids-love-your-teaching