Category Archives: Khusus

KENALI GEJALA-GEJALA SERANGAN JANTUNG, PELAJARI CPR, ANDA BISA MENYELAMATKAN JIWA !

large
Beberapa gejala serangan jantung ada yang mendadak dan intens (Cardiac Arrest) – seperti yang sering digambarkan di filem-filem, di mana terlihat jelas bahwa orang tersebut terkena serangan jantung (cardiac arrest). Tapi kebanyakan serangan jantung berawal dengan perlahan-lahan, dengan rasa nyeri yang ringan atau sekedar ketidaknyamanan. Sering kali orang yang menderita gejala-gejala ini tidak yakin apa yang terjadi dan menunggu terlalu lama sebelum mendapatkan bantuan. Berikut adalah gejala-gejala yang menunjukkan serangan jantung sedang terjadi:

TANDA-TANDA SERANGAN JANTUNG YANG SERING TERJADI

  • RASA TIDAK NYAMAN DI DADA.
    Sebagian besar serangan jantung melibatkan ketidaknyamanan di dada bagian tengah yang berlangsung lebih dari beberapa menit, atau kadang datang dan pergi. Hal ini dapat berasa seperti tekanan yang tidak nyaman, remasan, kepenuhan/kekenyangan atau nyeri.

  • RASA TIDAK NYAMAN DI DAERAH LAIN DI TUBUH BAGIAN ATAS
    Gejalanya bisa berupa rasa sakit atau rasa tidak nyaman pada satu atau kedua lengan, punggung, leher, rahang atau perut.

  • SESAK NAPAS dengan atau tanpa diiringi rasa tidak nyaman di dada.
  • TANDA-TANDA LAIN termasuk keluar keringat dingin, mual atau pusing atau sempoyongan.

Sama dengan pria, gejala serangan jantung paling umum pada wanita adalah nyeri atau rasa tidak nyaman di dada. Tetapi dibandingkan pria, wanita agak lebih mungkin untuk mengalami beberapa gejala umum lainnya, terutama sesak napas, mual / muntah, dan nyeri punggung atau rahang.

PENYAKIT JANTUNG ADALAH PEMBUNUH NO 1 BAGI WANITA

“Meskipun pria dan wanita dapat mengalami tekanan di dada serasa gajah sedang duduk terlentang di dada, wanita bisa mengalami serangan jantung tanpa tekanan di dada,” kata Nieca Goldberg, MD, direktur medis untuk Joan H. Tisch Pusat Kesehatan Wanita di NYU Langone Medical Center dan relawan American Heart Association. “Sebaliknya mereka mungkin mengalami sesak napas, tekanan atau nyeri di dada bagian bawah atau perut bagian atas, pusing, kepala ringan atau pingsan, tekanan punggung atas atau kelelahan yang ekstrim.”

Sekalipun gejala-gejalanya sepertinya ringan, konsekuensi dapat mematikan, terutama jika korban tidak mendapatkan bantuan segera.

“SAYA PIKIR HANYA KENA FLU ATAU MASUK ANGIN”

Meskipun penyakit jantung adalah pembunuh No 1 wanita, wanita sering menyepelekan gejala-gejala tersebut sebagai masalah yang tidak mengancam jiwa seperti sakit maag, flu, masuk angin, tidak enak badan atau penuaan yang normal.

“Mereka melakukan ini karena mereka takut dan karena mereka menempatkan keluarga mereka terlebih dahulu,” kata Goldberg. “Masih banyak wanita yang terkejut bahwa mereka bisa terkena serangan jantung.”

Serangan jantung menyerang seseorang kira-kira setiap 34 detik. Hal ini terjadi ketika aliran darah yang membawa oksigen ke otot jantung sangat berkurang atau terputus sama sekali. Hal ini terjadi karena arteri yang mensuplai jantung dengan darah perlahan-lahan dapat mempersempit dari penumpukan lemak, kolesterol dan zat lainnya (plak).

Banyak wanita berpikir bahwa gejala-gejala serangan jantung dapat dikenali dengan jelas – gambaran tentang gajah datang ke pikiran – tetapi sebenarnya gejala-gejala tersebut bisa tidak kentara dan kadang-kadang membingungkan.

Anda bisa merasa begitu sesak napas, “seolah-olah anda berlari maraton, tapi anda sama sekali belum bergerak,” kata Goldberg.

Beberapa wanita mengalami serangan jantung menggambarkan tekanan punggung atas yang terasa seperti diremas atau tali yang diikat di sekitar mereka, kata Goldberg. Pusing, kepala ringan atau benar-benar pingsan adalah gejala lain yang harus dicari.

“Banyak wanita yang saya lihat mengambil aspirin jika mereka berpikir bahwa mereka mengalami serangan jantung dan tidak pernah menelepon bantuan,” kata Goldberg. “Tetapi jika mereka berpikir tentang mengambil aspirin untuk serangan jantung, mereka juga harus memanggil bantuan.”

Pelajari tanda-tanda ini, tapi ingat ini: WALAUPUN anda tidak yakin itu adalah gejala jantung, segera periksakan diri ke dokter. Setiap menit BERHARGA! Tindakan cepat dapat menyelamatkan jiwa – mungkin juga jiwa anda sendiri. Jangan menunggu lebih dari lima menit untuk meminta bantuan.

TANDA-TANDA SERANGAN JANTUNG MENDADAK (CARDIAC ARREST)

  • Menyerang tiba-tiba dan tanpa peringatan.
  • Tiba-tiba kehilangan daya tanggap
    • Tidak ada respon terhadap tepukan di bahu
    • Sama sekali tidak melakukan apa-apa ketika ditanya keadaannya
  • Tidak ada pernapasan normal
    • Korban tidak mengambil napas normal ketika Anda menengadahkan kepalanya ke ata
    • Periksa pernapasannya setidaknya lima detik

Jika tanda-tanda serangan jantung mendadak ini sedang berlangsung:

  • Hubungi pelayanan medis darurat.
  • Jika tersedia, dapatkan defibrillator eksternal otomatis (AED)
  • Mulai CPR segera
    Lanjutkan sampai layanan darurat medis profesional tiba

  • Gunakan AED jika sudah siap.

Jika ada dua orang yang membantu, segera lakukan CPR ketika yang satunya memanggil bantuan dan mencari AED.

SERANGAN JANTUNG DAPAT TERATASI JIKA KORBAN DITANGANI DALAM HITUNGAN MENIT .

Pertama kalinya ini menjadi jelas pada awal 1960-an dengan pengembangan unit perawatan koroner. Perangkat listrik untuk memacu jantung ditemukan untuk mengubah ritme jantung terlalu cepat yang tidak normal menjadi normal. Sebelum itu, korban serangan jantung memiliki kemungkinan 30 persen meninggal jika mereka sampai di rumah sakit masih hidup; 50 persen dari kematian ini adalah karena serangan jantung. Di rumah sakit tingkat keselamatan hidup setelah serangan jantung pada pasien serangan jantung meningkat secara dramatis ketika defibrillator DC dan pemantauan di samping tempat tidur dikembangkan. Kemudian, juga menjadi jelas bahwa serangan jantung dapat ditangani di luar rumah sakit oleh staf tim penyelamat darurat yang terlatih untuk memberikan CPR dan defibrillate.

PENANGANAN LANGSUNG SANGAT PENTING UNTUK KELANGSUNGAN HIDUP AKIBAT SERANGAN JANTUNG.

Masalahnya bukan apakah serangan jantung dapat dirawat tetapi apakah korban mendapat pertolongan dalam tepat waktu. The American Heart Association mendukung penerapan “rantai hidup” untuk menyelamatkan orang-orang yang menderita serangan jantung. Rantai terdiri dari:

  • Pengenalan dini akan gejala dan memanggil bantuan pekerja medis darurat (EMS).
  • Defibrilasi dini bila ada indikasi.
  • Pemberian CPR (cardiopulmonary resuscitation) dengan segera
  • Bantuan yang memadai dengan perawatan post-resuscitation oleh dokter

Pelajari CPR lewat video ini (dalam bahasa Inggris)

Diapdaptasi dari : http://www.heart.org/

Apa Yang Anda Dambakan Dari Pasangan? Kemiripan Genetika Mungkin Membantu

double-helix-dnaOleh WILL DUNHAM

( Reuters ) – Dia meninggalkan tempat duduk toilet terangkat, lebih menyukai filem kuno monster Jepang daripada komedi romantis dan lebih menyukai seni bela diri daripada balet. Jadi apa kesamaan yang Anda miliki dengan suami Anda?

Lebih dari yang mungkin Anda pikirkan.

Orang-orang cenderung memilih pasangan yang memiliki DNA yang sama, menurut laporan para ilmuwan pada hari Senin hasil dari sebuah studi yang mengeksplorasi kemiripan genetik dari pasangan yang menikah.

Para peneliti memeriksa peta genetika dari 825 pasangan menikah di AS dan menemukan preferensi yang signifikan untuk pasangan dengan kesamaan DNA di seluruh genom manusia.

Penelitian tersebut membandingkan afinitas para suami atau para istri dengan susunan DNA yang mirip dengan kemapanan dan kecenderungan yang kuat bagi orang untuk menikah dengan pasangan yang memiliki tingkat pendidikan yang sama. Para peneliti menemukan bahwa preferensi untuk memilih pasangan dengan genetik serupa sekitar sepertiga sama kuatnya dengan preferensi untuk memilih pasangan dengan pendidikan yang sebanding.

1.650 orang yang diteliti dalam penelitian ini adalah non-Hispanik, laki-laki dan perempuan berkulit putih yang lahir antara tahun 1930-an dan 1950-an yang menjadi bagian dari studi yang lebih luas yang didanai pemerintah AS mengenai kesehatan dan pensiun.

“Kita sudah tahu alasannya orang lebih suka pasangan dengan genetika yang sama karena kita tahu bahwa orang cenderung untuk berpacaran dan menikah dengan kelompok ras dan etnis mereka sendiri. Kami berusaha keras dalam penelitian ini untuk tidak hanya meniru fakta tersebut, ” kata peneliti Benjamin Domingue dari University of Colorado Institute of Behavioral Science, yang memimpin penelitian.

“Kami menghilangkan variabilitas rasial dan mencoba untuk mengendalikan variabilitas etnis. Dan kita tetap menemukan preferensi bagi individu-individu yang memiliki keserupaan genetika, ” tambah Domingue.

Para peneliti mengukur kemiripan genetik dengan membandingkan 1,7 juta setiap segmen-segmen pembentuk DNA, yang dikenal sebagai polimorfisme nukleotida tunggal, yang dipunyai oleh para peserta penelitian. Mereka membandingkan susunan genetik dari pasangan menikah dengan individual lawan jenis lain yang dipilih secara acak dari kelompok partisipan penelitian yang sama.

Domingue mengatakan mekanisme yang sebenarnya agar seseorang tertarik pada kesamaan genetik orang lain mungkin sangat rumit dan beragam – “Mencakup keseluruhan berbagai hal” katanya.

Para peneliti mencatat bahwa orang-orang biasanya memilih pasangan dengan latar belakang dan karakteristik yang hampir sama di samping pendidikan, termasuk ras, agama, usia, pendapatan dan tipe tubuh. Kemiripan genetik dapat ditambahkan ke dalam daftar tersebut, kata mereka.
” Misalnya, orang jelas peduli tentang tinggi badan dalam memilih pasangan. Sampai-sampai orang-orang tinggi cenderung menikahi orang tinggi lainnya, di mana akan menghasilkan kesamaan genetik di antara pasangan. Tapi sulit untuk mengetahui apakah tinggi badan atau genetika yang mendorong keputusan ini, ” kata Domingue.

Para peneliti mengatakan akan menarik untuk melihat hasil penelitian serupa yang melibatkan populasi lain termasuk ras lainnya, pasangan antar-ras dan pasangan gay.

Jokowi-JK x Prabowo-Hatta : Pengamatan Debat I

52Capres 2014

Pemilihan Presiden Indonesia tinggal sebentar lagi. Kemarin tanggal 9 Juni, para calon Presiden dan Wakil melakukan perdebatan yang pertama. Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta saling berhadap-hadapan di depan publik untuk melakukan perdebatan dan pertukaran pikiran.

Ini adalah tanggapan saya sebagai orang yang gemar mengikuti politik, baik dari Amerika atau Indonesia. Bukan seorang ahli, tapi hanya seorang awam yang mengikuti berita dari internet. Sebelumnya sebagai informasi, untuk sementara saya tidak berpihak kepada calon yang manapun, jadi persepsi ini adalah dari sudut netral atau istilah Orbanya non-blok . Aspirasi politik saya lebih cenderung konservatif.

Paham konservatif percaya bahwa tugas utama negara bukan untuk mengkeloni rakyatnya, tetapi memberikan perlindungan keamanan, kepastian hukum, dan keadilan, dan menyediakan sarana dan infrastruktur bagi seluruh rakyatnya tanpa terkecuali, sehingga rakyat bisa menciptakan kesejahteraan nya sendiri. Negara adalah pelayan rakyat, bukan sebaliknya.
Saya juga percaya bahwa setiap Undang-Undang atau Peraturan yang dibuat di negeri ini, harus selalu di ukur dengan dasar negara kita, yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan UUD 45.

Kalau kita misalkan dalam pertandingan olah raga, saya memisalkan negara sebagai penyelenggara, dan tidak ikut bermain. Badan eksekutif adalah layaknya panitia penyelenggara, mereka yang berusaha ntuk membuat pertandingan berjalan mulus dengan menyediakan tempat, sarana dan prasarana. Badan legislatif bagaikan mereka yang membuat peraturan-peraturan permainan, mereka bisa terdiri dari para pemain dan panitia. Dan badan yudikatif adalah wasit dalam pertandingan. Merek alah yang menegakkan dan menjalankan peraturan. Negara tidak boleh menjadi pemain, karena bisa menciptakan ketidakseimbangan.

Jadi dalam menilai perdebatan ini, saya akan meninjau nya dari prinsip-prinsip pribadi saya, sehingga anda bisa saja setuju atau tidak. Sekali lagi, saya masih belum menentukan pilihan (walaupun dulu pernah diajak kakak saya untuk ikut BBM grup dari Jokowi — tapi saya sudah keluar).
Mari kita mulai :

  • Pembukaan : Pembangunan Demokrasi, Pemerintahan yang Bersih, Dan Negara Hukum
  • Prabowo-Hatta : Menurut pendapat saya Prabowo berusaha memberikan impresi kepada masyarakat bahwa dia adalah pemimpin yang tegas. Mungkin dengan latar belakang militer, pidatonya bersifat tegas dan diberikan dengan intonasi-intonasi yang bersemangat. Sedangkan Hatta lebih kalem, kebapakan, dan politikus profesional. Hatta benar-benar menunjukkan bahwa dia seorang intelektual dan seorang politikus handal. Setiap kata-kata sepertinya sudah dipersiapkan dan dipikirkan dengan matang. Ditambah juga dengan kesamaan nama, sepertinya salah satu strategi Prabowo-Hatta adalah berusaha menghubungkan pemikiran masyarakat dengan Soekarno-Hatta. Presiden Soekarno, yang Orator yang luar biasa dan Mohammad Hatta adalah seorang intelektual yang kalem.
    Pakaian yang dikenakan pun senalar dengan pakaian Soekarno ketika membacakan proklamasi. Jas lengan panjang putih dan peci hitam.

    Jokowi-JK : Jokowi memberikan pidato yang tidak panjang. Gaya bicaranya benar-benar sederhana dan kadang mengayun-ayun. Isi dari pidatonya berusaha untuk meyakinkan rakyat kalau mereka tidak akan hanya berteori, tetapi juga sudah dan akan melaksanakannya.

    Sedangkan, JK sangat kental dengan dialek Bugisnya. Beberapa kata-kata tidak diucapkan dengan baik dan tepat. Keduanya tidak berusaha menunjukkan kesan elitist. Kata-kata yang digunakan pun tidak terlalu rumit dan susah. Dia berpendapat kepastian hukum bisa terjadi ketika pemimpin melakukannya.

    Pemikiran Tentang Pembukaan : Kalau anda memilih Presiden berdasarkan gaya pidato , maka Prabowo-Hatta adalah pilihan anda.
    Hatta dan JK berbicara tentang kepastian hukum, tetapi sepertinya ironis. Hatta dengan kasus anaknya, dan JK dengan kemelut di Maluku yang berlangsung selama 3 tahun dalam masa-nya menjadi Wakil Presiden.

    Menurut saya pidato pembukaan memperlihatkan segelintir dari sifat dan bagaimana ke dua kubu ini akan berkampanye. Prabowo-Hatta berusaha MENUNJUKKAN rakyat, sedangkan Jokowi-JK berusaha BERHUBUNGAN dengan rakyat.

  • Pertanyaan 1: Penerusan Pembangunan
  • Pemikiran tentang jawaban Jokowi-JK : Menurut saya Jokowi-JK mempresentasikan pendapat yang baik. JK menekankan pentingnya pembangunan daerah yang dipimpin oleh daerah, bukan pusat, sedangkan Jokowi memvisikan suatu e-government agar pembangunan bisa terkoordinasi dan berkesinambungan dan salah satu jawabannya benar-benar tepat sasaran ketika dia menekankan bahwa kelemahan pembangunan di Indonesia adalah masalah PENGAWASAN.

    Memang benar di negara kita sebenarnya sudah banyak rencana-rencana yang bagus, tetapi ketika dalam pelaksanaan selalu tidak terjadi sepenuhnya. Saya merasa ini dikarenakan tidak adanya pengawasan yang ketat dan lebih lagi tidak ada suatu blueprint pembangunan yang jelas. Jokowi-JK memberikan jawaban yang tepat akan hal ini. E-government yang dikemukakan Jokowi adalah suatu ide yang luar biasa dan cemerlang. Tapi ini berarti, Indonesia akan membutuhkan infrastruktur dan pembangunan serta perluasan jaringan Internet. KALAU Jokowi memilih MenKomInfo yang sama dengan yang kita punya sekarang, E-Government akan menjadi sekadar impian belaka dan ide kosong.

    Moga saja kalau terpilih dapat dilaksanakan dengan baik, terutama memberikan wewenang lebih kepada daerah untuk memimpin pembangunan daerahnya sendiri tanpa campur tangan pusat yang terlalu berlebihan.

  • Pertanyaan 2 : Menegakkan Integritas Hukum
  • Prabowo-Hatta : Prabowo berusaha berargumentasi bahwa integritas hukum di Indonesia gagal karena para penegak hukum tidak digaji dengan baik. Sedangkan Hatta, menyatakan salah satu langkah kongkrit akan penegakan hukum adalah dengan memperluas otoritas KPK.

    Pemikiran Tentang Jawaban Prabowo-Hatta : Saya rasa gaji memang suatu faktor, tetapi bukan penentu utama. Buktinya, para koruptor kebayakan adalah BUKAN orang miskin. Beliau memisalkan gaji Bupati 8 juta dan biaya kampanye untuk menjadi Bupati adalah 15 Miliar. Dengan argumen beliau, apakah negara harus menggaji mereka setara dengan pengeluaran mereka ketika berkampanye ? Akankah itu akan sangat memberatkan ?

    Penilaian saya menaikkan gaji harus terjadi SETELAH perbaikan moral dan karakter, kalau tidak kita hanya akan menaikkan gaji untuk para kriminal.
    KPK memang harus diperkuat, tetapi yang harus diperkuat lebih lagi adalah lembaga YUDIKATIF kita. KPK tidak bisa berbuat banyak kalau hakim menjadi rusak. KPK juga haru ada di setiap provinsi.
    Menurut saya Prabowo tidak memberi jawaban yang memuaskan. Saya merasa jawaban-nya adalah pesan terselubung yang ditujukan untuk menarik suara dari para pegawai negeri dengan iming-iming untuk kenaikan gaji. Jumlah pegawai negeri sipil di Indonesia adalah sekitar 4,5 juta.

  • Pertanyaan 3: Biaya Demokrasi Yang Mahal dan Pembagian Kekuasaan Bagi Partai-Partai Koalisi yang Menang
  • Prabowo-Hatta : Prabowo menganggap bahwa tidak ada pengikut yang jelek, yang ada adalah pemimpin yang jelek. Tapi tidak memberikan jawaban yang gamblang. DI lain pihak Hatta lebih memberikan jawaban yang lebih jelas, dengan memberi contoh tentang pemilihan Presiden langsung, dan akan memilih menteri sesuai dengan keahlian bukan karena partai.
    Jokowi-JK:Jokowi memberikan jawaban dengan contoh yang dilakukan partainya, yaitu mengajukan dia sebagai calon Presiden walaupun dia bukan ketua Partai. Jokowi juga mencontohkan cara kampanye kubunya yang mengutamakan pendanaan dari rakyat grassroot . JK menambahkan karena tidak adanya perjanjian untuk membagi kekuasaan, maka biaya kampanye bisa ditekan. Jokowi menekankan sekali lagi kalau praktek partainya dengan mengajukan dia dan JK sebagai calon adalah hal yang terbaru, karena biasanya calon presiden dan wakil adalah ketua partai.

    Pemikiran Tentang Jawaban : Menurut saya Jokowi-JK lebih memberikan jawaban berdasarkan apa yang telah dilakukan.
    Tapi saya kurang yakin kalau tidak akan ada pembagian kekuasaan kalau mereka terpilih. Sudah menjadi rahasia umum ketika ada koalisi, pasti akan ada janji tentang pembagian kekuasaan dan hal itu pasti akan terjadi.
    Apalagi saya masih ragu apakah pencalonan Jokowi adalah keinginannya sendiri ATAU keinginan Megawati untuk menyelamatkan Partainya yang lagi kembang kempis ? Memang dia mungkin tidak mau mengikuti keinginan partai lain, tapi kalau keinginan partai PDIP bagaiamana ?

    Saya berpendapat kalau masing-masing kubu bisa menunjukkan kepada rakyat siapa calon-calon menteri yang akan mereka tunjuk kalau mereka terpilih, maka rakyat bisa menilai apa benar mereka tidak menjanjikan pembagian kekuasaan dan menunjuk berdasarkan keahlian.

  • Pertanyaan 4: Kerangka Hukum Untuk Membangun Bhinneka Tunggal Ika
  • Jokowi-JK : Kedua kandidat memberikan contoh dari pengalaman mereka, Jokowi memberi contoh tentang Lurah Susan dan JK memberi contoh tentang perdamaian Polo.

    Prabowo-Hatta : Prabowo memberikan contohnya di mana dia membela Ahok, seorang ras dan agama minoritas. Prabowo menekankan bahwa pendidikan dan keteladanan dari pemimpin adalah suatu keharusan. Dia menjelaskan bahwa hukum sudah ada, hanya pelaksanaan yang haru dilakukan dengan tegas. Hatta menggunakan kata-kata yang luar biasa untuk menjelaskan posisinya.

    Pemikiran Tentang Jawaban : Sejujurnya saya merasa ragu akan komitmen ke dua kandidat akan ke Bhinneka Tunggal Ika-an. Seberapa tegasnya mereka akan menindak orang-orang ekstrim yang berusaha merusak pluralisme.

    Dalam peristiwa Lurah Susan, Jokowi tidak memberikan pernyataan-pernyataan yang tegas. Pada waktu itu Ahok yang lebih tegas dan lantang dalam membela Lurah Susan. Saya khawatir ketika menghadapi rongrongan golongan-golongan ekstrim seperti FPI, Jokowi akan bertindak seperti SBY, tidak memberikan kepastian dan ketegasan yang dapat menenangkan suasana.

    Di pihak lain Prabowo dengan pernyataannya untuk merangkul FPI dan tidak menolak dukungan ketua FPI dari DIY, membuat saya benar-benar mempertanyakan komitmennya. Kalau memang Prabowo tegas dan menjaga integritasnya untuk menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika, maka beliau harus menolak segala dukungan dari FPI. Karena FPI jelas-jelas menolak pluralisme.

    Bhinneka Tunggal Ika dapat tetap utuh, KALAU pemimpin kita memberikan ketegasan disertai dengan tindakan yang konsisten ketika suatu organisasi sudah berkali-kali melanggar hukum dan menggunakan kekerasan. Tidak boleh sekali-kali memberikan pembenaran atau alasan terhadap sifat anarkis, karena hal itu akan memberikan ketidakpastian hukum.

    Menurut saya kedua kubu belum dapat meyakinkan saya akan komitmen mereka untuk tidak hanya menghukum, tetapi MENCEGAH segala tindakan anarki yang berbau SARA, karena keduanya masih mau mengambil hati dari organisasi-organisasi ekstrim seperti FPI.

  • Pertanyaan Prabowo-Hatta ke Jokowi-JK : Tanggapan atas Biaya Pemilihan Langsung Pilkada adalah 13 Trilliun, kalau Pemilihan lewat DPRD bisa hemat, dan Pemekaran Daerah
  • Jokowi-Hatta : Jokowi beranggapan bahwa pemilihan langsung tidak akan dirubah, dan soal biaya dapat ditekan dengan cara melaksanakan Pemilihan Langsung serentak. Demikian juga dengan Pemekaran daerah, dia setuju dengan berbagai macam syarat dan bisa diturunkan status daerah jika tidak mampu. JK menambahkan kalau semuanya harus kembali lagi ke UUD 45.

    Balasan Prabowo-Hatta : Jawaban Prabowo-Hatta pada garis besarnya sama dengan jawaban Jokowi-JK. Tidak ada yang berbeda.

    Pemikiran :: Sepertinya ini blunder bagi Prabowo-Hatta. Ketika mengajukan pertanyaan tersebut, Prabowo menganggap bahwa Jokowi akan memberi jawaban yang bertentangan dengan pemikiran kubunya. Namun nyatanya, Jokowi masih setuju dengan Pemilihan Langsung malah menjelaskan lebih jauh lagi tentang idenya untuk menekan biaya. Bagi saya pertanyaan ini malah menguntungkan Jokowi-JK, karena pada akhirnya Prabowo-Hatta malah sependapat dengan mereka. Ini benar-benar salah strategi, mereka tidak mengajukan pertanyaan yang bisa membedakan ke dua kubu, tapi malah sependapat dengan lawannya. Hatta berusaha untuk menyelamatkan sesi ini bagi Prabowo, dengan berusaha menjelaskan lagi posisi mereka. Tetapi terus terang kesannya malah lebih menjelaskan jawaban Jokowi-JK. Salah strategi.

  • Pertanyaan Jokowi-JK ke Prabowo-Hatta :
  • Bagaimana Mengatasi Pelanggaran HAM dan Diskriminasi

    Balasan Prabowo-Hatta: Prabowo menganggap pertanyaan JK adalah sebagai sindiran kepada pribadinya. Isu-isu bahwa Prabowo terlibat dalam peristiwa 98 dan pelanggaran HAM masih belum terjelaskan. Prabowo sebagai mantan militer, segera menjawab dengan tegas dan semangat yang tinggi, bahwa sebagai tentara, dia hanya menjalankan tugas yang diberikan atasannya. Dia yakin bahwa apa yang dilakukannya adalah demi keamanan negara pada waktu itu. Hatta mencoba menjawab masalah diskriminasi secara teoritis bahwa tidak boleh terjadi diskriminasi hukum kepada siapapun juga.

    Pemikiran : Dalam hal ini JK sepertinya berusaha menyerang Prabowo secara pribadi. Walaupun dalam bentuk pertanyaan, tetapi ada tersirat sindiran yang tajam. Menurut saya jawaban Prabowo sangat tegas dan tidak berbelit-belit. Dia menjelaskan bahwa waktu itu sebagai seorang tentara, dia memegang tinggi keamanan negara dan menjalankan tugasnya. Sesulit apapun, pilihan antara keamanan negara atau lainnya, keamanan negara adalah terdahulu. Lebih lagi, Prabowo balik menantang JK untuk bertanya pada atasannya pada tahun 98, dan atasannya adalah Wiranto. Wiranto adalah pendukung Jokowi-JK. Secara tak langsung, Prabowo balik menyindir JK, secara tersirat dia berkata kalau anda menuduh saya melanggar HAM, sedangkan saya hanya seorang prajurit yang diberi tugas oleh atasan, berarti anda secara tidak langsung menuduh pendukung anda pelanggar HAM.

    Jokowi berusaha mendinginkan suasana dan mengalihkan perhatian ke topik diskriminasi, tetapi bagi saya sesi ini dimenangkan Prabowo-Hatta. Menyerang dengan sindiran dan menyerang pribadi lawan adalah suatu hal yang tidak perlu dalam perdebatan soal misi dan visi.

  • Pertanyaan : Langkah Konkrit Untuk Mengefisienkan Pemerintahan
  • Prabowo-Hatta : Prabowo menjelaskan bahwa semuanya harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan Pangan, diikuti dengan Energi, Infrastruktur, dan Perubahan Birokrasi. Dia juga menekankan untuk menampung opini rakyat. Hatta menambahkan penjelasan yang lebih mendalam tentang reformasi birokrasi

    Jokowi-JK : Jokowi memaparkan rencananya untuk mengontrol pembangunan daerah agar sejalan dengan pusat dengan cara pengontrolan melalui anggaran. Dia juga memaparkan agar semua pembangunan terkoordinasi di Sekertariat Negara. Dan dalam hal mengurangi birokrasi, beliau sekali lagi menekankan system e-government. JK hanya menambahkan bahwa pemimpin harus bisa meyakinkan rakyat.

    Pemikiran : Ketika Prabowo memberikan jawaban bahwa ketahanan Pangan adalah yang utama, itu mengingatkan saya kembali waktu jaman Orba ketika saya masih sekolah. Di sekolah selalu digambar-gemborkan swasembada pangan. Bagi saya itu jawaban standard dan terus terang sangat masuk akal. Ketersediaan bahan pangan akan membawa kestabilan negara.
    Sistem yang dipaparkan Jokowi bertentangan dengan yang dia ungkapkan sebelumnya. Pada awal perdebatan JK menekankan pentingnya daerah untuk memimpin dalam pembangunan daerahnya, sedangkan Jokowi mengisyaratkan bahwa daerah harus mengikuti kemauan pusat dalam pembangunan. Ini jelas-jelas dua hal yang bertentangan. Dan lagi Jokowi menginginkan agar segala sesuatunya harus melalui SekNeg agar setiap hukum, rencana dan undang-undang bisa terkoordinasi dengan baik, tetapi bukankah hal ini malah bisa membuat birokrasi yang lebih lagi ?
    Reformasi Birokrasi memang sangat diperlukan oleh negara kita. Tetapi kedua kubu bagi saya memberikan jawaban yang tidak bisa memecahkan masalah ini. Karena pada dasarnya kedua kubu sangat menjunjung asas centralized governing. Menurut saya, tidak mungkin birokrasi bisa dituntaskan kalau Pemerintah Pusat adalah pemain utama. Pemerintah selalu identik dengan birokrasi. Tujuan Pemerintah Pusat selayaknya bukan mengkeloni daerah, tetapi haru memberdayakan daerah. Tujuan pembangunan bukan agar Pemerintah Pusat makin besar dan jaya, tapi sebaliknya daerah bisa BERDIRI SENDIRI dan MENCUKUPI KEBUTUHANNYA SENDIRI.

  • Pidato Penutupan
  • Pemikiran: Kesan saya terhadap pidato penutupan masing-masing kubu, Jokowi-JK mengajak rakyat untuk melihat apa yang telah mereka buat selama karir politiknya, strategi yang sama ketika Jokowi berkampanye untuk Gubernur Jakarta.

    Sedangkan Prabowo-Hatta berusaha meyakinkan rakyat kalau mereka bisa dan mampu untuk memimpin. Politikus profesional adalah kesan yang terpancar dari keduanya.

Harapan Debat Berikutnya

  1. Membicarakan rencana susunan kabinet mereka. Siapa orang-orang yang akan dipilih. Seorang Pemimpin yang baik sekalipun, tanpa orang-orang yang baik, jujur, dan handal akan sia-sia. Ini juga biar masyarakat bisa menilai apakah nanti kabinetnya akan sarat dengan kepentingan partai.
  2. Memberi tanggapan akan kasu-kasus yang terjadi di masyarakat. Seperti contoh, kasus Mengganti Agama. Pasal 29 menjamin orang untuk memeluk agama, tetapi apakah itu juga melindungi orang yang mengganti agamanya ?
  3. Memebri jawaban apa yang akan dilakukan terhadap organisasi-organsisasi EKSTRIM, seperti FPI

Siap Atau Tidak: 7 Juta Jiwa Menantang !

First Gay Wedding Show In Paris

Oleh Erwin Analau

Kemarin ini kami makan malam bersama dengan beberapa teman seiman di sebuah restoran. Kami sudah lama berteman, sehingga pembicaraan kami kebanyakan berhubungan dengan teman-teman lama dan gereja. Kemudian topik kami sampai pada suatu kenyataan bahwa ada beberapa teman seiman yang dulunya aktif dalam gereja, tetapi sekarang sudah keluar dan bahkan ada beberapa yang menyelami kehidupan sesama jenis (homoseksual).

Topik homoseksualitas sekarang lagi hangat-hangatnya di Amerika. Topik yang dulunya adalah suatu ketabuan atau merupakan pihak minoritas, sekarang menjadi suatu topik yang populer dan menjadi pihak mayoritas. Bebebrapa negara bagian sudah melegalkan perkawinan sesama jenis, dan kemungkinan isu ini akan diusung terus agar bisa menjadi legal dalam tingkat federal (nasional). Menurut pemikiran saya, lambat laun ini bukan hanya masalah Amerika, tapi juga akan menjadi masalah global dan Indonesia tidak akan terluput dari masalah ini.

Pertanyaannya apakah gereja-gereja di Indonesia siap untuk menghadapi isu ini? Apakah kita akan meresponi masalah ini dengan antipati atau simpati? Apakah para homoseksual bisa terselamatkan? Apakah kita bisa menerima mereka? Apakah mereka bisa berubah? Apakah kita akan mengulang kesalahan-kesalahan dari gereja Amerika dalam menanggapi mereka?

Dalam percakapan semalam, saya berpendapat bahwa sebenarnya di dalam gereja ada orang-orang yang mempunyai kecenderungan homoseksual dan kita sebagai gereja tidak boleh menutup mata akan kenyataan ini. Suatu kenyataan dalam kebudayaan Asia, suatu momok biasanya akan ditutupi atau dihiraukan atau ditiadakan, dan sayangnya, hal ini juga berlanjut ke dalam gereja. Biasanya cara pemikiran yang terjadi yaitu: “Tidak mungkinlah, khan si A aktif sekali!” atau ”Mana mungkin, bukankah dia sudah mempunyai pacar?” atau “Dia khan anak pendeta, mana mungkin?”, dan seterusnya dan seterusnya, tapi secara garis besar, kita secara naïve berpikir bahwa aktif di dalam gereja bisa menyebabkan kita kebal terhadap dosa-dosa, apalagi dosa homoseksualitas.

Secara statistik di Amerika, populasi homoseksual adalah 3.5 %. Kalau kita memakai statistik yang sama terhadap penduduk Indonesia -200 juta jiwa, maka jumlah perkiraan akan populasi homoseksual adalah sekitar 7 juta jiwa. Jumlah yang cukup besar. Kita bisa melihat jumlah ini sebagai lawan atau sebagai pendosa-pendosa yang tak terselamatkan atau sebagaimana Yesus melihat mereka — tuaian yang sudah menguning.

Hari Minggu ini, di gereja saya pengkhotbah membicarakan tentang Kisah Para Rasul 8:26-40. Kisah di mana Rasul Filipus dipakai Tuhan untuk menginjil sida-sida dari Etiopia. Selama khotbah, Roh Kudus mengingatkan saya tentang pembicaraan kami kemarin malam.

Kalau saya masukkan cerita ini ke dalam perspektif masa kini. Sida-sida atau eunuch adalah pria-pria yang sudah dikebiri kemaluannya di luar kemauan mereka sehingga mereka tidak bisa berhubungan seksual lagi dengan lawan jenis untuk melayani raja atau pemimpin mereka. Kalau dulu saya menonton film silat, mereka sering digambarkan sebagai para pria yang lemah gemulai dan berwatak kewanitaan. Jika saya masukkan gambaran ini ke jaman moderen, sida-sida ini adalah layaknya kaum homoseksual dan trans-gender (orang yang merubah alat kelaminnya). Argumen para kaum homoseksual di Amerika adalah mereka tidak memilih untuk dilahirkan sebagai homoseksual, mereka dilahirkan demikian di luar kehendak mereka. Hal itu juga terjadi pada para sida-sida, mereka dikebiri di luar kehendak mereka. Sida-sida tersebut mewakili kaum homoseksual dan trans-gender.

Dalam kisah ini, sida-sida itu sedang kebingungan dan berusaha untuk mencari tahu siapa Juruselamat itu. Mungkin banyak dari kaum homoseksual sudah pernah mendengar tentang Yesus. Mereka telah mendengar bahwa Dia adalah Juruselamat yang baik. Mereka telah mendengar bahwa nama-Nya identik dengan CINTA ! Mereka telah mendengar bahwa Dia bisa merubah apapun juga ! Mereka mungkin juga telah mendengar bahwa Dia yang datang menyelamatkan bukan karena kita orang yang sempurna, tapi karena kita adalah orang-orang yang rusak dan Dia adalah Allah yang baik! Mereka mungkin sudah mendengar, tetapi pada kenyataannya mereka ditolak oleh masyarakat, pemerintah atau lebih lagi gerejaNya! Mereka mungkin telah mendengar semuanya tapi mereka belum mengenal jelas siapa sebetulnya YESUS !

Allah secara KHUSUS mengutus malaikatNya untuk memerintahkan Rasul-Nya Filipus untuk memberitakan Injil hanya ke SATU orang sida-sida. Setelah kejadian Pantekosta, gereja bertumbuh menjadi 3000 orang dalam sehari. Coba pejamkan mata anda dan bayangkan pendeta ternama yang anda bisa dipikirkan, dan bayangkan kalau pendeta tersebut khusus datang ke tempat anda hanya untuk mengajari anda Alkitab secara private ! LUAR BIASA ! Ada pasti seorang yang khusus bukan ?

Kisah Filipus ini layaknya demikian. Allah mengutus salah satu Rasulnya untuk memberikan pelajaran Alkitab ke satu orang, sida-sida dari Etiopia. Seorang trans-gender atau mungkin homoseksual. Pada saat itu sida-sida tersebut juga sedang mempelajari Alkitab tentang seorang Juruselamat. Dia sudah mendengar tentang Juruselamat ini, tapi belum mengenal siapa Dia. Filipus diutus untuk menerangkan Injil kepadanya dan hasilnya, sida-sida tersebut bertobat dan menerima Yesus sebagai Juruselamatnya, dan bahkan segera dibaptis. TIDAK TERPIKIRKAN yang Allah kita bisa buat. TIDAK TERBAYANGKAN ketika nama Yesus diberitakan !

Dia memanggil gerejaNya secara khusus untuk menjangkau mereka. Mereka yang sudah matang dan mereka yang masih terus mencari.

Pada tahun 1980-an ketika komunitas homoseksual mulai menjadi sorotan publik di Amerika. Respon dari gereja-gereja sangatlah menyedihkan. Mereka mengasingkan dan menolak mereka secara mentah-mentah. Bukannya memperlakukan mereka sama seperti orang-orang di gereja (sesama pendosa yang telah diselamatkan karena anugerah) , mereka mengucilkan, menolak dan menganggap mereka sebagai pendosa yang tak terselamatkan. Jujur saja, saya juga berdosa dalam hal ini. Karena itulah perspektif saya dulunya. Hasilnya, beberapa dekade kemudian, mereka yang ditindas menentang balik dan terjadi lah perang kebudayaan yang sengit.

Saya bukan ahli konseling tentang homoseksualitas atau pakar untuk menangani hal ini, bukan, saya juga bukan orang yang membenarkan praktis homoseksual. Saya percaya dengan sungguh bahwa mereka adalah orang-orang berdosa, sama seperti semua dari kita. Mereka orang berdosa yang bergumul dengan keinginan homoseksualnya, sedangkan saya, saya orang berdosa yang setiap hari bergumul dengan kenajisan, pornografi, ketinggihan hati, tidak mencintai istri dan anak-anak saya seperti yang Yesus inginkan, dan 1001 dosa lainnya. Saya membutuhkan kasih karunia, seperti layaknya mereka. Tujuan saya menulis ini hanya sekedar berteriak “Hey ada gajah di dalam ruangan ini !”

Isu ini bukan hanya sekedar isu gereja di Amerika, tapi di kemudian hari ini akan menjadi isu global dan juga akan melanda gereja-gereja di Indonesia. Akan kah kita memperlakukan jiwa-jiwa ini sebagai lawan, atau sebagai pendosa yang tak terselamatkan dan mengucilkan atau mengasingkan mereka layakanya orang lepra atau …

AKANKAH ANDA MELIHAT ADA 7 JUTA JIWA YANG YESUS KASIHI DAN MAU SELAMATKAN! 7 JUTA JIWA YANG SUDAH MENGUNING! 7 JUTA JIWA YANG SEDANG MENCARI!

Seperti dalam film-film koboi, ketika dua koboi sedang berhadapan dengan tangan dan senjata di pinggang. Siap atau tidak: 7 juta jiwa ini akan berhadapan mata ke mata dengan gerejaNya di Indonesia. Apa yang akan dilakukan gereja ?

1 CARA SEDERHANA AGAR ANAK-ANAK MEYUKAI PELAJARAN ALKITAB

Kids__Bible_Study

oleh Andrew Weiseth

Apakah Anda bergumul untuk mengajak anak-anak anda dalam ibadah keluarga ? Cobalah untuk memanfaatkan kecenderungan mereka untuk bermain.

Ketika saya pertama kali mulai mencoba untuk memimpin kebaktian keluarga dengan anak-anak kecil, saya membuat suatu kesalahan penting.

Saya berusaha keras agar anak-anak saya untuk duduk diam, memperhatikan, tidak mengganggu yang lainnya, dan tidak menumpahkan cokelat panas. Dengan bodohnya saya berharap semuanya itu bisa memuaskan mereka.
Hasilnya … tidak mengesankan.

ASUMSI SAYA

Jika Anda adalah orangtua, mungkin Anda telah membuat kesalahan yang sama yang telah saya buat. Kesalahan saya adalah asumsi yang dasar: tanpa disadari saya menempatkan semua usaha saya untuk mengendalikan perilaku kekanak-kanakan mereka.

Kenyataanya : Anda dan saya memang benar untuk berusaha melakukan apa yang saya sebut di atas dan banyak lagi. Ini adalah tugas kita untuk mendewasakan, melatih, mengoreksi, dan mendisiplinkan anak-anak kita. Tapi kita semua akan setuju bahwa kita kadang melakukannya terlalu dini atau terlalu kasar. Ada saat-saat untuk memperbaiki dan melatih anak-anak kita, tetapi ada juga saatnya untuk memanfaatkan cara-cara perilaku mereka.

Perkenalkan Maria, Marta, dan Lazarus

Perkenalkan Maria, Marta, dan Lazarus

ALLAH MEMBUAT ANAK-ANAK UNTUK SUKA BERLUCU

Allah menciptakan anak-anak dengan beberapa atribut unik yang luar biasa. Dia merancang anak-anak agar aktif, spontanitas, interpretasi yang lucu, dan keinginan yang tak habis-habisnya untuk bermain, berimajinasi, bermain peran, pengulangan, takjub, berpakaian lucu, humor, dan hal-hal yang menyenangkan. Ini adalah rencana Allah. Bukan sekedar kebetulan. Dia membuat mereka dengan cara ini.

Tentunya, perilaku anak-anak memang bisa menjadi tantangan, tetapi juga bisa menjadi suatu keindahan. Ketika kita menyadari kebenaran ini dan memanfaatkannya, lingkungan dengan ikatan yang luar biasa dan peluang pengajaran akan terbuka lebar dengan anak-anak kita.

Uh ... Oh Sepertinya Lazarus Sakit Perut

Uh … Oh Sepertinya Lazarus Sakit Perut

Apa yang terjadi di dalam foto ini dengan anak-anak saya ?

Ini adalah bagian dari renungan keluarga kami – waktu kami untuk berkumpul sebagai sebuah keluarga, membaca dan merenungkan Firman Tuhan, dan berdoa dan beribadah bersama-sama. Saya mengatakan kepada mereka bahwa kita akan berperan dalam cerita itu sebelum saya membacakan nya. Hal ini membantu mereka tetap terlibat ketika saya membacakannya. Kemudian kita melakukan pemeragaan secara spontanitas.

Sepertinya menyenangkan, bukan? Tentu saja ! Amber istri saya dan saya menyukainya, anak-anak saya menyukainya, dan dalam prosesnya kami membuat kenangan menyenangkan bersama-sama. Untuk keluarga dengan anak-anak kecil seperti yang kami punya, sentuhan sederhana ini pada saat renungan/ibadah keluarga dapat membuat semua perbedaan.

GARIS BESAR PRAKTIS UNTUK RENUNGAN KELUARGA

Di bawah ini adalah kegiatan-kegiatan yang kami cenderung lakukan dalam renungan keluarga kami, semoga bisa bermanfaat bagi Anda:

• Berdoa
• Nyanyikan satu atau dua lagu
• Baca cerita Alkitab
• Mengundang semua anak-anak untuk berinteraksi dengan apa yang mereka dengar
• Melagakan cerita tersebut, sambil saya menarasinya.
• Mengambil gambar selama perlagaan dan membiarkan anak-anak melihat foto
• Nyanyikan lag satu atau dua lagu
• Berpegangan tangan dan berdoa bersama untuk satu sama lain

Saya berdoa artikel ini bisa menguatkan Anda. Semoga itu membantu Anda untuk memimpin keluarga Anda kepada Yesus dengan sukacita dan kekuatan yang lebih besar.

Bagaimana Anda dapat menggabungkan keinginan bermain anak-anak Anda ke dalam ibadah keluarga Anda ?

Diterjemahkan dari situs: https://theresurgence.com/2014/01/09/1-simple-way-to-get-kids-to-love-bible-study

WHO MENYERUKAN TANDA BAHAYA AKAN PENYEBARAN ‘SUPER-BAKTERI’

1398862842000-XXX-Antibiotic-Resistance-01

Bakteri penyebab penyakit yang kebal terhadap pengobatan antibiotik sekarang telah tersebar luas di setiap penjuru dunia dan telah mencapai ” tingkat yang mengkhawatirkan ” di banyak daerah, menurut laporan global pertama mengenai masalah ini dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

” Ini masalah yang sangat serius yang dapat mengancam kesukesan kedokteran modern, ” kata laporan yang dirilis Rabu. ” Sebuah era pasca-antibiotik – di mana infeksi biasa dan luka ringan dapat membunuh – adalah kemungkinan yang sangat nyata di abad ke-21. ”

Laporan ini berfokus pada beberapa jenis bakteri yang menyebabkan, penyakit serius yang umum seperti infeksi aliran darah, diare, pneumonia, infeksi saluran kemih dan gonore. Disebabkan oleh penggunaan antibiotik yang berlebihan dan kelangkaan obat baru, beberapa bakteria yang dulunya mudah disembuhkan sekarang bahkan kebal terhadap antibiotik yang paling kuat dan yang paling terbaru, kata laporan itu. Hal itu disebabkan karena bakteri selalu beradaptasi bahkan ketika obat-obatan tidak.

Sebagai contoh, kasus gonore yang tidak dapat diobati dengan obat sefalosporin terbaru telah ditemukan di Austria, Australia, Kanada, Perancis, Jepang, Norwegia, Afrika Selatan, Slovenia, Swedia dan Inggris. Infeksi saluran kemih dengan bakteri E. coli yang kebal terhadap pengobatan dengan antibiotik fluorokuinolon ditemukan di lebih dari sebagian dari seluruh kasus di banyak negara, kata laporan itu.

” Jika tidak ada tindakan yang diambil saat ini untuk mengurangi penyebaran mikroba yang kebal terhadap antibiotik dan menemukan solusi baru, kita mungkin mencapai titik di mana beberapa infeksi tidak akan dapat diobati lagi, ” kata Carmen Pessoa Da Silva, seorang dokter Brasil yang memimpin program WHO pada masalah ini.

Para dokter di Amerika Serikat, termasuk mereka yang bekerja di US Centers for Disease Control dan Prevention, telah menggunakan kata-kata serupa yang sama tajamnya seperti “super-bakteri” dan ” bakteri mimpi buruk”. Mereka menyambut baik tindakan WHO dalam menyerukan tanda bahaya tentang masalah ini yang setiap hari ditemukan di rumah sakit – rumah sakit dan klinik-klinik dokter di AS.

” Ini menakutkan. Dan ini bukan hal yang berlebihan, ” kata Barbara Murray, seorang ahli penyakit menular di University of Texas Health Science Center, Houston, dan presiden Infectious Diseases Society of America. “Ancaman ini nyata dan sedang terjadi. Di lingkungan rumah sakit, itu memprihatinkan dan dalam beberapa lingkungan komunitas masyarakat, itu juga memprihatinkan. ”

Steve Solomon, yang memimpin kantor CDC yang dikhususkan untuk masalah ini, mengatakan : “Ancaman ini sangat besar. Kita semua benar-benar terancam terjerumus ke jurang era pasca – antibiotik. Tetapi saya juga optimis. Komitmen untukmengatasi masalah ini sangat kuat. ”

CDC telah bekerjasama dengan beberapa instansi pemerintah di seluruh dunia dalam apa yang mereka sebut inisiatif “keamanan kesehatan global “. Beberapa tujuannya adalah sistem-sistem pencegahan, deteksi dan respon yang lebih baik untuk mengatasi ancaman penyakit menular, termasuk bakteri yang resistan terhadap obat, di mana saja mereka muncul di dunia.

” Penyebaran bakteri ini secepat dengan kecepatan jet, ” kata Solomon.
CDC juga telah menyerukan upaya-upaya untuk membatasi penggunaan antibiotik yang tidak perlu dan menitikberatkan pada cara-cara pencegahan infeksi mulai dari vaksin sampai penanganan makanan yang aman dan praktis mencuci tangan yang lebih baik di rumah sakit.

Anggaran yang diajukan oleh Presiden Obama sebesar U$ 30 juta setahun untuk mengatasi ancaman tersebut melalui laboratorium-laboratorium regional yang baru dan program-program lainnya.

Kelompok Murray juga mendesak Kongres untuk meloloskan kredit pajak supaya dapat memacu pengembangan obat antibiotik baru dan memberikan Food and Drug Administration kewenangan untuk lebih cepat menyetujui penggunaan nya.

WHO dan CDC mengatakan bahwa setiap individu pasien juga dapat memainkan peran – dengan tidak memaksa dokter untuk meresepkan obat antibiotik tidak dibutuhkan, menyelesaikan semua resep antibiotik dan tidak pernah berbagi obat. Penyalahgunaan obat dapat mendorong pertumbuhan bakteri yang resistan terhadap obat. Cara lain untuk membantu : mendesak pekerja kesehatan terbiasa untuk mencuci tangan dan mengikuti langkah-langkah pengendalian infeksi di rumah sakit lain.

Diterjemahkan dari situs: http://www.usatoday.com/story/news/nation/2014/04/30/who-alarm-superbug-infections/8502853/

Kitab Ayub: Mengapa Orang Benar Menderita?

Historicity-of-Job-EL2

Kitab Ayub: Mengapa Orang Benar Menderita?


Oleh R.C. Sproul Mengenai Penderitaan
Bagian dari seri Right Now Counts Forever
Terjemahan oleh Susan Margaretha
Diambil dari : http://id.gospeltranslations.org/wiki/Kitab_Ayub:_Mengapa_Orang_Benar_Menderita%3F

Di dalam bidang studi Alkitab, ada lima kitab yang secara umum dimasukkan ke dalam kategori “Literatur Hikmat” atau “Kitab Puitis di dalam Perjanjian Lama”. Kelima kitab itu adalah Amsal, Mazmur, Pengkhotbah, Kidung Agung, dan Ayub. Dari kelima kitab ini, hanya ada satu yang menonjol dan terkesan berbeda dari keempat kitab lainnya. Kitab itu adalah Ayub. Hikmat yang diperoleh dari Kitab Ayub tidak disampaikan dalam bentuk amsal. Melainkan, Kitab Ayub berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan hikmat dalam konteks naratif yang bersentuhan dengan penderitaan besar yang dialami oleh Ayub. Latar belakang naratif ini ada dalam konteks masa patriarki. Banyak pertanyaan yang berkaitan dengan tujuan penulis kitab ini, apakah sebagai sejarah naratif dari seorang individu nyata atau apakah berkaitan dengan struktur mendasar kitab ini, yaitu sebagai sebuah drama dengan kalimat pembuka, termasuk adegan pembukaan di Surga yang melibatkan Allah dan Iblis, dan bergerak menuju klimaks di bagian penutup kitab, di mana hal-hal yang terhilang dari Ayub pada masa-masa pencobaan digantikan.

Dalam segala aspek, pesan mendasar dari kitab Ayub adalah hikmat yang berkaitan dengan pertanyaan seperti bagaimana keterlibatan Allah di dalam penderitaan yang dialami manusia. Di dalam setiap generasi, protes bermunculan dan menyatakan bahwa jika Allah itu baik, seharusnya tidak ada penderitaan, penyakit, maupun kematian di dunia ini. Bersama dengan protes yang menentang hal-hal buruk yang terjadi di dalam kehidupan orang baik, ada juga beberapa usaha untuk menciptakan rumusan dari penderitaan, dengan mengasumsikan bahwa porsi penderitaan seseorang terkait dengan rasa bersalah yang mereka miliki, juga dosa yang sudah mereka lakukan. Respons yang cepat atas hal ini dapat dilihat di dalam Pasal 9 Injil Yohanes ketika Yesus memberikan tanggapan pada pertanyaan para pengikut-Nya yang berkaitan dengan penyebab penderitaan dari seorang laki-laki yang terlahir buta.

Di dalam Kitab Ayub, sang tokoh utama digambarkan sebagai orang yang benar, bahkan orang yang paling benar hidupnya yang bisa ditemukan di seluruh bumi, namun menurut Iblis, Ayub bersikap benar hanya demi mendapatkan berkat dari tangan Allah. Allah telah membentengi hidupnya dan memberkati dia di antara segala manusia, namun Iblis menuduh bahwa Ayub melayani Allah hanya karena berkat-berkat yang diberikan oleh Penciptanya. Tantangannya adalah ketika Iblis menantang Allah untuk mengangkat semua perlindungan-Nya dari dalam hidup Ayub, untuk melihat apakah Ayub akan mulai mengutuki Allah. Seiring dengan berjalannya cerita, penderitaan Ayub bergerak cepat dari buruk, menjadi lebih buruk. Penderitaannya begitu besar sehingga ia sampai duduk di atas abu, mengutuki hari kelahirannya, dan menangis keras dalam penderitaan yang berkepanjangan. Penderitaannya begitu besar, sehingga istrinya sendiri menyarankannya untuk mengutuki Allah, supaya pada akhirnya ia bisa meninggal dan terlepas dari penderitaannya. Hal yang dinyatakan lebih lanjut di dalam kitab Ayub adalah ketika ketiga sahabat Ayub, yakni Elifas, Bildad, dan Zofar memberikan pendapat. Pernyataan mereka menunjukkan betapa rendah kesetiaan mereka pada Ayub, dan betapa pikiran mereka begitu cepat menilai Ayub (tanpa didasari pengetahuan yang benar), sehingga mereka berpikir bahwa penderitaan Ayub pastilah karena masalah karakter Ayub sendiri.

Penghiburan dan nasihat yang diterima Ayub mencapai tingkat yang lebih tinggi berkat pemahaman mendalam yang disampaikan oleh Elihu. Elihu memberikan beberapa pernyataan yang mengandung muatan hikmat yang alkitabiah, namun hikmat terakhir yang diperoleh dari dalam kitab yang hebat ini bukan datang dari teman-teman Ayub, bahkan Elihu, melainkan dari Allah sendiri. Ketika Ayub meminta jawaban dari Allah, Allah menjawab dengan jawaban keras: “Siapakah dia yang menggelapkan keputusan dengan perkataan-perkataan yang tidak berpengetahuan? Bersiaplah engkau sebagai laki-laki! Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberi tahu Aku” (Ayub 38:1-3). Ini adalah interogasi intens yang pernah dilakukan terhadap manusia oleh Pencipta-Nya. Kesan pertama yang ditangkap adalah Allah sedang mengolok-olok Ayub, ketika Ia bertanya, “Di manakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi? Ceritakanlah, kalau engkau mempunyai pengertian!” (ayat 4). Allah kemudian mengajukan pertanyaan demi pertanyaan seperti, “Dapatkah engkau memberkas ikatan bintang Kartika, dan membuka belenggu bintang Belantik? Dapatkah engkau menerbitkan Mintakulburuj pada waktunya, dan memimpin bintang Biduk dengan pengiring-pengiringnya?” (Ayub 38:31-32). Sangat jelas bahwa jawaban yang bisa disampaikan terkait dengan pertanyaan retoris ini adalah selalu, “Tidak, tidak, tidak.” Allah seakan-akan memukul kalah Ayub, dan melanjutkan pertanyaan demi pertanyaan mengenai kemampuan Ayub untuk melakukan suatu hal yang tidak mampu ia lakukan, namun sangat jelas dapat dilakukan oleh Allah.

Di dalam pasal 39, akhirnya Allah berkata kepada Ayub, “Apakah si pengecam hendak berbantah dengan Yang Mahakuasa? Hendaklah yang mencela Allah menjawab!” (ayat 35). Sekarang, Ayub menjawab pertanyaan ini bukan dengan cara yang menyimpang, tetapi sebaliknya ia mengatakan, “Sesungguhnya, aku ini terlalu hina; jawab apakah yang dapat kuberikan kepada-Mu? Mulutku kututup dengan tangan. Satu kali aku berbicara, tetapi tidak akan kuulangi; bahkan dua kali, tetapi tidak akan kulanjutkan” (ayat 37-38). Dan kemudian Allah kembali menginterogasi Ayub dengan pertanyaan-pertanyaan yang jelas mengambarkan kekontrasan antara kuasa Allah, Siapakah Dia yang dikenal Ayub dengan nama El Shaddai, dan ketidakberartian Ayub. Akhirnya, Ayub mengakui bahwa hal-hal itu terlalu mustahil dan hebat untuk dilakukan olehnya. Dia mengatakan, “Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu” (Ayub 42:5-6).
Apa yang berharga dari pelajaran ini adalah bahwa Allah tidak pernah secara langsung menjawab pertanyaan-pertanyaan Ayub. Allah tidak mengatakan, “Ayub, alasan kamu mengalami penderitaan adalah ini dan itu.” Sebaliknya, apa yang Allah lakukan di tengah misteri penderitaan yang hebat itu adalah dengan menjawab Ayub dengan Diri-Nya sendiri. Ini adalah hikmat yang menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait dengan penderitaan manusia – bukan jawaban mengenai kenapa saya harus menderita dengan cara, situasi, dan waktu tertentu, namun di manakah (kepada Siapakah) pengharapan saya berlabuh di tengah penderitaan itu.
Jawaban terhadap pertanyaan itu dapat dengan jelas ditemukan di dalam kitab Ayub yang selaras dengan kitab-kitab hikmat lainnya: takut akan Allah adalah permulaan hikmat. Dan saat kita begitu disibukkan dan dibuat pusing oleh hal-hal yang tidak bisa kita pahami di dalam dunia ini, kita tidak selalu mencari jawaban yang spesifik atas pertanyaan spesifik yang kita ajukan, namun kita mencari pengenalan akan Allah dalam kekudusan-Nya, kebenaran-Nya, keadilan-Nya, dan dalam anugerah-Nya. Itulah hikmat yang bisa kita peroleh dari kitab Ayub.

Pemeriksaan Ulang Mempertanyakan Keefektifan Dari Obat Anti-Virus Flu

2014-04-10T080701Z_1902540258_PBEAHUNWBDL_RTRMADP_3_HEALTH-ROCHE-HLDG-TAMIFLU

Pemeriksaan Ulang Mempertanyakan Keefektifan Dari Obat Anti-Virus Flu

Oleh Deborah Kotz

Pemerintah AS telah menghabiskan lebih dari U$ 1 miliar selama dekade terakhir untuk menimbun obat anti-virus Tamiflu dan Relenza sebagai persiapan atas wabah pandemic flu, tapi pengamatan terbaru dari data percobaan klinis dari para produsen menemukan bahwa obat-obat tersebut tidak mengurangi perawatan rumah sakit terkait flu atau komplikasi serius seperti pneumonia, infeksi sinus, atau kematian.

Setelah melancarkan kampanye public relations selama empat tahun, peneliti dari Cochrane Collaboration, sebuah jaringan penelitian perawatan kesehatan global, diberi akses ke sdata-data lengkap lebih dari 24.000 peserta penelitian dalam 20 percobaan Tamiflu dan 26 percobaan Relenza – sekitar 150.000 halaman yang berisi data – dari produsen Roche dan GlaxoSmithKline.

Mereka menemukan bahwa dibandingkan dengan plasebo, Tamiflu memperpendek durasi gejala flu dengan lebih kurang dari sehari – dari 7 hari menjadi 6,3 hari – tetapi mempunyai efek samping yang lebih. Ini termasuk mual dan muntah, dan pada mereka yang menggunakan obat tersebut selama berminggu-minggu untuk mencegah flu, menyebabkan sakit kepala, masalah ginjal, dan kondisi kejiwaan seperti depresi atau kebingungan, menurut temuan yang dipublikasikan pada hari Rabu di British Medical Journal. Relenza, yang dihirup, memiliki efek yang sama untuk memperpendek gejala, tanpa ada peningkatan risiko efek samping.

” Ini adalah situasi di mana efektivitas obat-obatan ini telah dilebih-lebihkan dan efek-efek merugikannya diremehkan, ” kata Dr Fiona Godlee, pemimpin redaksi dari British Medical Journal, yang bekerja dengan Cochrane untuk mendesak produsen untuk merilis data-data dengan lengkap. “Hal ini mempertanyakan keputusan untuk menimbun obat-obat ini di seluruh dunia dan memberi kita pengetahuan yang menyedihkan tentang sistem itu sendiri. ”

Sejak tahun 2005, Departemen Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan (HHS) menghabiskan U$ 1.3 miliar untuk membeli 50 juta dosis obat anti-virus dan mensubsidi negara-negara bagian untuk membeli 31 juta dosis pengobatan tambahan untuk stok mereka sendiri. Massachusetts tidak memiliki pasokan sendiri.

Setelah mendistribusikan 11 juta dosis selama pandemic di tahun 2009 yang disebabkan oleh strain flu H1N1, pemerintah federal mengisi ulang pasokan tersebut.

“Tanggapan atas pandemi di masa depan, pembelanjaan HHS untuk obat-obat anti-virus dan vaksin akan didasarkan pada analisis risiko-manfaat menggunakan semua keamanan dan kemanjuran produk dan data tentang tingkat keparahan penyakit dan transmisi yang tersedia pada saat itu, ” kata Gretchen Michael, juru bicara HHS, yang menolak mengomentari apakah kebijakan itu akan berubah berdasarkan data baru.

Berdasarkan studi di tahun 2011, peneliti dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memperkirakan bahwa penggunaan obat anti-virus selama wabah H1N1 mencegah 8.400 sampai 12.600 rawat inap di Amerika Serikat akibat komplikasi terkait flu, tapi ulasan ulang yang dilakukan Cochrane menemukan mungkin itu bukan penyebabnya.

Dia juga menemukan bahwa perawatan dengan obat anti-virus sebagai tindakan pencegahan menurunkan risiko seseorang terkena gejala flu, tetapi tampaknya tidak menghentikan penularan virus tersebut.

Sementara informasi di situs Food and Drug Administration tentang Tamiflu dan Relenza tidak menyebutkan bahwa obat-obat tersebut dapat mencegah komplikasi terkait flu, website CDC menyatakan bahwa bagi orang-orang dengan kondisi medis berisiko tinggi, “pengobatan dengan obat anti-virus dapat menyebabkan perbedaan antara menderita sakit ringan, atau menderita sakit sangat serius yang dapat mengakibatkan tinggal di rumah sakit. ”

Pejabat CDC berpendapat bahwa laporan tersebut didasarkan pada studi yang mengawasi para penderita flu yang diobati dengan obat anti-virus dalam praktek klinis dunia nyata, yang menemukan bahwa ketika obat diberikan dalam hari pertama atau kedua ketika gejala muncul, mereka mengurangi risiko komplikasi dibandingkan ketika mereka tidak diberi sama sekali.

Sebuah analisis yang dipublikasikan bulan lalu dalam jurnal Lancet Respiratory Medicine menemukan bahwa mereka yang diobati dengan obat anti-virus adalah 50 persen lebih kecil kemungkinan untuk meninggal akibat infeksinya daripada mereka yang tidak.

” Ketika CDC merumuskan rekomendasi pengobatan anti-virus, kita melihat semua bukti yang tersedia, ” kata Dr Timothy Uyeki, kepala medis untuk divisi influenza CDC dan penulis analisis Lancet. Dia mengatakan bahwa ia berencana untuk memeriksa ulasan Cochran yang terbaru tetapi lembaga tersebut akan ” terus menekankan pengobatan anti-virus untuk setiap pasien rawat inap ” yang didiagnosis dengan flu.

Namun, para peneliti lain berpendapat bahwa mengandalkan data studi populasi – dan bukan uji klinis – dapat menyesatkan.

Dokter-dokter mungkin memilih untuk menggunakan obat anti-virus pada pasien lebih sehat dan melewatkan saja mereka yang kemungkinannya lebih kecil untuk bertahan hidup karena serangan flu, kata Harlan Krumholz, seorang profesor kedokteran di Yale University School of Medicine, yang menulis editorial yang menyertai studi baru tersebut.

” Ini adalah masalah yang sangat kontroversial untuk mengatakan bahwa bukti-bukti tersebut cukup kuat sebagai alasan untuk menimbun miliaran dolar dari obat ini, ” tambah Krumholz. Dia menyerukan pemerintah federal untuk mendanai suatu uji klinis independen untuk menentukan apakah memang obat anti-virus mencegah pneumonia dan kematian pada mereka yang dirawat di rumah sakit dengan flu.

Diadaptasi dari situs: http://www.bostonglobe.com/lifestyle/health-wellness/2014/04/09/evidence-that-anti-viral-drugs-for-flu-prevent-serious-complications-deaths/sSpMLDjRhGwSexWYk2kzWO/story.html

Generasi Yang Penuh Kecurigan

Pew-Millennial-Trust

Generasi Yang Penuh Kecurigan

Siapa “generasi Milenium ” ? Data baru dari dua organisasi peneliti sosial terkemuka di Amerika menyediakan jendela berharga ke dalam pemikiran dan pengalaman mereka. Sejauh ini, pembahasan tentang hasil dari penelitian ini telah berpusat pada keruntuhan yang menyedihkan atas pandangan tentang pernikahan, pekerjaan, dan praktik keagamaan di kalangan Milenium ( usia 18 sampai 29 ). Namun masalah sosial yang paling mengerikan adalah bahwa para Milenium tidak mempercayai tetangga atau orang-orang yang dekat dengan mereka. Pertanyaan terdalam tentang kebudayaan yang akan kita hadapi dalam generasi yang akan datang bukan apa yang harus kita lakukan tentang pekerjaan atau menjadi orang tua tunggal, tetapi apakah kita masih mampu mencintai atau mengasihi tetangga kita.

Kepastiannya, suatu keprihatinan yang besar para Milenium menjadi terputus dari sebagian besar struktur dasar peradaban manusia. Gallup melaporkan bahwa hanya 44 persen dari Milenium bekerja penuh waktu. Hal ini bukan karena beberapa dari mereka masih di sekolah atau mencari pekerjaan dan tidak bisa mendapatkannya. Namun sebagian besar dari mereka, para Milenium tersebut sengaja mengeluarkan dirinya dari pekerjaan. Hal ini merupakan suatu bencana kalau anda berpikir bahwa manusia dibuat untuk bekerja, di mana mereka dapat smenemukan martabat dan koherensi moral.

Apakah karena para Milenium menemukan kembali keindahan rumah tangga mereka ? Apakah karena ada jutaan ibu rumah tangga baru, yang bekerja keras di rumah tetapi tidak muncul dalam statistik ketenagakerjaan karena mereka didukung oleh pendapatan suami mereka ? Malahan sebaliknya, Pew Research Center melaporkan bahwa hanya 26 persen dari Milenium menikah di antara usia 18 dan 32. Itu dibandingkan dengan 36 persen untuk Generasi X, 48 persen untuk Baby Boomers, dan 65 persen untuk the Generasi Silent. Penurunan ketenagakerjaan dan penurunan pernikahan secara konsisten berjalan beriringan.

Naik turunnya partisipasi mereka dalam organisasi keagamaan juga berhubungan dengan tingkat hubungan mereka struktur-struktur lainnya, terutama hubungan dengan keluarga. Pew menemukan 29 persen dari Milenium menggambarkan diri mereka tidak berafiliasi dengan agama manapun. Sebagian besar orang-orang ini sebenarnya memiliki keyakinan agama dari satu jenis atau lainnya, tetapi mereka cenderung tidak melihat kegunaan dari “organisasi keagamaan” atau lembaga-lembaga gereja lokal.

Ahli pernikahan terkemuka Brad Wilcox bertanya, “Masalah apa yang mungkin terjadi? ” Kecenderungan ini menunjukkan periode masalah sosial yang berkesinambungan di kedepan hari. Orang-orang membutuhkan lembaga pekerjaan, keluarga, dan agama untuk menguatkan mereka dalam hubungan otentik dengan satu sama lain dan merencanakan kehidupan mereka. Allah adalah tiga pribadi dalam satu Tuhan, dan manusia diciptakan sesuai gambar-Nya- kesatuan dalam keragaman dan keragaman dalam kesatuan. Kami adalah individu yang berbeda, masing-masing dengan martabat sendiri, tetapi kita juga makhluk sosial. Kita saling membutuhkan.

Penurunan dari masyarakat yang beradab tidak hanya membuat kita dangkal dan menjadi individu yang egois; hal itu juga menghancurkan kebebasan dan martabat budaya kita. Dalam tradisi teologis Reformed, setidaknya sejak Herman Bavinck, empat domain terbesar dalam kehidupan sosial yang telah ditetapkan adalah keluarga, gereja, ekonomi, dan politik. Ketika institusi-institusi di tiga domain tersebut pelan-pelan menyusut, pemerintah harus menjadi lebih besar dan mengambil alih. Pemerintah mengambil alih fungsi dasar kehidupan kita dari buaian sampai liang kubur dan menempatkan dirinya sebagai pembentuk moral kehidupan manusia.
Kemerosotan Institusi-Institusi

Namun, data-data ini sebenarnya bukan informasi yang baru. Para ilmuwan sosial telah menyadari tren ini untuk beberapa waktu lamanya. Salah satu buku yang paling penting dari generasi ini adalah Charles Murray Coming Apart , yang merangkum data jangka panjang pada penurunan institusi pekerjaan, keluarga, agama, dan masyarakat.

Gangguan sosial utama adalah normal dalam kehidupan setiap peradaban. Kami telah memiliki satu atau dua dari mereka dalam sejarah Amerika. Angka kematian dari Perang Saudara mengklaim 2 persen dari penduduk AS pada saat itu; untuk saat ini itu setara dengan 6 juta orang tewas dalam periode empat tahun. Jumlah itu ditambah lagi dengan jutaan lagi yang mati karena penyakit, hancurnya kota-kota besar, dan lain sebagainya, jika kita memiliki sebuah bencana yang setara hari ini.

Ingat sejarah itu di dalam pikiran anda sebelum anda panik dengan rendahnya angka pernikahan. Kita telah melihat hal-hal yang lebih buruk. Murray pada umumnya pessimis, tetapi di akhir bukunya dia menyebutkan salah satu alasan untuk berharap adalah bahwa Amerika telah menghadapi banyak tantangan eksistensial sebelumnya, dan sepertinya selalu bangkit kembali di luar dugaan.

Kepercayaan Seperti Anak Kecil

Ketahanan Amerika selalu datang dari kemampuannya untuk mempersatukan orang-orang. Dalam buku lainnya, American Exceptionalism yang banyak dikritik dan dipuji, Murray menulis, keberhasilan budaya dan ekonomi secara historis dari negara ini dan yang belum pernah terjadi sebelumnya telah muncul sebagian besar karena kenyataan bahwa orang Amerika mempercayai satu sama lain :
Orang-orang menganggap bahwa orang asing yang mereka temui umumnya dapat dipercaya, bisa membantu, dan baik. Sikap ini telah penting bagi keberhasilan Amerika dan membingungkan bagi negara lain, yang secara historis telah heran dengan keterbukaan Amerika. Bagi mereka, orang Amerika seperti anak kecil dalam mempercayai itikad baik orang asing. Dalam setengah jam pertama setelah bertemu orang asing, orang Amerika cenderung untuk curhat hal-hal pribadi dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan pribadi yang mungkin memerlukan persahabatan bertahun-tahun sebelum diajukan, dibanding orang Eropa atau Asia.

Kepercayaan sosial ini telah menjadi fondasi dari semua kesuksesan historis kita : dalam politik, sebagai republik demokratis yang cukup stabil dan adil (dibanding negara lainnya) ; di bidang ekonomi, sebagai mesin dunia kewirausahaan dan pertumbuhan ; dalam keluarga, di mana rumah tangga Amerika dulunya begitu kuat sehingga pakar demokrasi Tocqueville mengatribusi hal itu sebagai penyebab kehebatan wanita-wanita kita; dan di atas semuanya itu, agama, di mana kita secara bersamaan menegakkan perlindungan kebebasan beragama yang seluas-luasnya dan mengembangkan salah satu kebudayaan kehidupan beragama yang menyeluruh di dunia.

Landasan kuat dalam kepercayaan sosial-lah yang memungkinkan kita untuk bangkit kembali dari bencana eksistensial. Abraham Lincoln melakukan semua yang dia bisa untuk melestarikan ikatan kepercayaan antara Utara dan Selatan bahkan ketika meriam-meriam dari Perang Saudara menembak di sekelilingnya. Tinjau kembali paragraf penutup dari kedua pidato pelantikan kepresidenannya:

Kita bukan musuh, tapi teman-teman. Kita tidak boleh menjadi musuh. Meskipun kemarahan telah menegang, tapi tidak harus memutuskan ikatan kasih sayang kita. Alunan mistik memori, membentang dari setiap medan perang dan makam pahlawan bagi setiap hati yang hidup dan dasar hati di seluruh negeri yang luas ini, akan bergelora nyanyian bersama akan KESATUAN, kembali lagi menyentuh, dan pasti akan terjadi, oleh para malaikat yang lebih baik dari kodrat kita. ( Pidato pelantikan Pertama, 1861 )

Tanpa kebencian terhadap siapapun, dengan amal untuk semua, dengan ketegasan dalam hak yang Tuhan berikan agar kita bisa melihat kebenaran, marilah kita berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan yang ada, membalut luka bangsa, untuk merawat mereka yang menderita akibat peperangan dan janda-janda mereka dan anak-anak yang ditinggalkan, untuk melakukan semuanya sehingga dapat mencapai dan menghargai perdamaian yang adil dan abadi di antara diri kita sendiri dan dengan semua bangsa-bangsa. ( Pidato pelantikan Kedua, 1865 )

Kemerosotan Yang Tajam

Itu adalah dulu, ini adalah sekarang. Murray menunjukkan data yang menunjukkan penurunan tajam kepercayaan sosial dari tahun 1970an sampai tahun 2000-an. Berikut data Pew menunjukkan cerita yang paling menggelisahkan. Mereka menunjukkan bahwa penurunan kepercayaan sosial ini makin dipercepat di kalangan Milenium.

Ketika ditanya “Apakah secara umum, kebanyakan orang bisa dipercaya, ” hanya 19 persen dari Milenium mengatakan “ya”. Itu dibandingkan dengan angka-angka rendah yang sudah mengkhawatirkan yaitu 31 persen untuk Generasi X, 40 persen untuk Baby Boomers, dan 37 persen untuk Generasi Silent. Kembali pada awal tahun 1970, respon positif pada pertanyaan tentang kepercayaan sosial cenderung mencapai hampir 60 persen, tergantung pada kelompok yang anda tanya.

Apakah ” alunan mistik memori ” dan ” ikatan kasih sayang ” masih mengikat kita sebagai orang ? Tidak akan ada pembangunan kembali institusi-institusi pekerjaan, keluarga, dan agama – tidak akan ada solusi yang efektif untuk ancaman sosial kita – kecuali kita yakin bahwa ” kita bukan musuh, tapi teman-teman”. Lincoln bisa mengucapkan kata-kata tersebut pada tahun 1861, namun karena berbagai alasan hanya sedikit yang bisa mengatakan hal yang sama hari ini.

Ada peran khusus bagi gereja dalam menghadapi tantangan ini. Sebuah keyakinan bahwa ” kita bukan musuh ” muncul sebagian dari keyakinan bahwa ” kita tidak boleh menjadi musuh-musuh “. Solusinya tidak sekedar menemukan cara-cara untuk mengetahui tetangga kita adalah orang-orang baik yang mempunyai nilai-nilai yang sama dengan kita dan ingin hidup rukun dengan kita. Kita juga harus menjangkau mereka yang berbeda dan membangun hubungan yang sedemikian rupa yang sebelumnya tidak ada. Singkatnya, kepercayaan sosial timbul tidak hanya karena kesadaran akan moral baik tetangga kita tetapi juga dari ” malaikat yang lebih baik dari kodrat kita” yang menggerakkan kita untuk membangun ikatan dengan mereka yang kita pandang sebagai orang asing atau pendatang.

Kata Yunani yang diterjemahkan sebagai ” hospitality ” (keramah tamahan) di Perjanjian Baru Anda, adalah φιλοξενία (hospes), yang secara harafiah berarti “persahabatan dengan orang asing”. Kontribusi keKristenan dalam pembentukan lembaga-lembaga politik Amerika adalah sebuah cerita yang kompleks. Tetapi kontribusi φιλοξενία (hospes) Kristen untuk pembentukan budaya Amerika secara lebih umum adalah hampir sama pentingnya, atau malahan lebih.

Penurunan kepercayaan sosial adalah masalah terdalam dari wajah-wajah budaya kita. Kanker ketidakpercayaan akan menggerogoti semua rencana-rencana kita untuk menangani masalah-masalah politik, ekonomi, dan keluarga. Cepat atau lambat, budaya ini akan menyadari bahwa tidak ada yang dapat menyelamatkannya jika tidak membangun kembali ikatan moral. Memperlihatkan dunia apa φιλοξενία (hospes) wujudnya, tidak hanya akan membantu kita untuk tetap beriman ketika kebudayaan kita menjadi lebih tak beriman; itu juga akan budaya kita menyadari kembali mengapa pentingnya untuk beriman.

Greg Forster ( PhD, Yale University) adalah editor Hang Together dan penulis enam buku, termasuk Joy for The World. Penulisan ilmiah dan populer -nya meliputi teologi, ekonomi, filsafat politik, dan kebijakan pendidikan.

BAGAIMANA YESUS MERUBAH KEIBUAN

HTompkins_HowJesusChangesMotherhood

BAGAIMANA YESUS MERUBAH KEIBUAN

Oleh Hilary Tompkins

Mencoba untuk menjadi ibu yang sempurna bisa menjadi beban yang sangat berat, dan kadang-kadang Hari Ibu hanya membuatnya lebih buruk. Kami berharap cerita dari ibu-ibu biasa ini yang mengandalkan Yesus di tengah-tengah kegagalan dan ketidaksempurnaan akan menguatkang anda.

Bagaimana kabarmu, Mama ? Apakah Hari Ibu Anda berjalan dengan sempurna ?

Apakah Anda memiliki anak-anak yang taat, suami yang sangat penuh perhatian, cuaca yang sempurna, makanan yang sempurna, dan rambut yang sempurna ?

Atau apakah pendeta anda berkhotbah tentang Amsal 31 (bersalah), apakah anak-anak Anda pergi ke gereja dengan sirup di rambut mereka (bersalah), dan apakah suami Anda bertanya di mana kemeja favoritnya lagi (rasa bersalah) ?

Anda bukan ibu-ibu seperti di situs Pinterest ? Anda tidak sendirian.

BEBAS UNTUK TIDAK SEMPURNA

Kita disandera oleh keinginan kita untuk menjadi sempurna. Untuk sekali saja, demi kebaikan, bisakah kita pergi ke gereja pada Hari Ibu sesempurna imajinasi kita – mengatakan kata-kata berkat dan kebaikan; terlihat kurus, cantik, dan semuanya rapi; tidak malu dengan perilaku anak-anak kita atau kondisi mobil van ? Dan tidak, demi semua yang suci, terlihat apa kita yang sesungguhnya : kecewa, rusak, kehilangan seseorang, dan kehilangan damai sejahtera.

Ketika kita bersama-sama, kita bisa berbicara tentang bagaimana kebenaran Injil bisa merubah semua ini, dan itu akan menjadi percakapan yang luar biasa. Kita bisa mengingatkan diri kita sendiri pemberian-pemberian baik yang telah Allah berikan kepada kita, benar-benar menghitung berkat-berkat kita, memutuskan untuk merasa bersyukur atas anak-anak kita, dan itu adalah ketenangan.

Kita bisa membandingkan pelajaran-pelajaran tentang seperti apa rasanya ketika suatu hari nanti, mereka telah menjadi dewasa dan berkata kita diberkati. Kami akan bersukacita dalam identitas baru, hidup baru, dan perspektif baru yang merupakan hasil dari kepercayaan yang sejati tentang Injil.

Kami akan ingat bahwa meskipun kita terhilang, sekarang kita ditemukan. Meskipun kita tidak cukup, kita luar biasa dicintai oleh Tuhan yang benar-benar memadai. Meskipun kita lebih buruk dari yang kita pernah pikir, Yesus lebih baik daripada yang bisa kita bayangkan. Meskipun kita begitu jelas tidak sempurna, kesempurnaan-Nya diperhitungkan pada kita sebagai kebenaran.

BAGAIMANA INJIL MERUBAH KEIBUAN

Apakah Anda meragukan hal ini ? Kadang-kadang tidak ada yang lebih baik selain seorang teman untuk mengingatkan dan bersukacita dengan kita. Jadi saya ingin berbagi beberapa cerita dengan Anda pada Hari Ibu ini, cerita dari ibu-ibu sejati seperti Anda, dengan kekurangan dan perjuangan yang sama, dan dengan Allah yang baik yang sama. Jadi ambil minuman favorit Anda dan dengarkan. Saya mempertanyakan beberapa pertanyaan ini kepada ibu-ibu :

  • Bagaimana mengenal Yesus bisa merubah Anda sebagai seorang ibu ?
  • Bagaimana mengetahui kebenaran Injil mengubah perspektif Anda tentang keibuan ?

Dan inilah yang mereka katakan :

JARICA :

Ketika J. pertama kali lahir, setiap kali dia menangis aku merasa terbeban untuk mengetahui mengapa dia menangis. Saya tidak memiliki naluri keibuan untuk tahu bagaimana merawatnya. Injil dalam situasi itu berarti seperti ini : Saya memiliki kebebasan untuk meminta bantuan karena apa yang Yesus lakukan di kayu salib, dan jika saya tidak tahu atau tidak mendengar jawaban naluri, aku bisa mengira-ngiranya dengan bebas tanpa rasa malu atau bersalah karena melakukan kesalahan. Yesus sudah menanggung segala kemaluan tersebut.

Ketika J. pertama kalinya ngambek yang luar biasa ( saya memintanya untuk mengambil cangkir ), saya bingung tentang bagaimana untuk membantu dia. Anak itu benar-benar ngambek ! Saya berdoa untuk bantuan. Aku punya gambaran tantang diriku menangis di lemari kecil kami setahun sebelumnya ketika saya berdoa bahwa Tuhan akan membantu saya untuk tahu apa yang harus dilakukan di tengah-tengah konflik. Tuhan meminta saya untuk taat, dan saya tidak mau.

Saya mengerti bahwa Allah memanggil saya untuk melakukan apa yang ia telah dan sedang lakukan terhadap saya : Untuk merangkul J. dan menemaninya selama dia menangis, berdiri tegar tidak menyerah, terus mengulangi panggilan untuk mengambil cangkirnya sampai ia mematuhinya.
Saya benar-benar bergembira bersama dia dan tahu sudah waktunya bagi saya untuk bertobat dan membiarkan Tuhan bergembira bersama saya. Aku tahu bagaimana lembut dan tegarnya Allah, dan bahwa saya tidak dapat terlepas dari apapun kalau memakai ambekan saya. Hal ini merubah ketidaksabaran saya untuk mengerti. Saya sama seperti anak saya.

MARSHA :

Aku belum pernah belum memiliki hari yang sempurna selama menjadi ibu. Aku menyerah setiap hari terhadap godaan ketidaksabaran, atau kemarahan, atau apatis, atau penngagungan kepada kebersihan kamar mandi yang hanya bertahan lima menit. Aku membiarkan kegagalan saya untuk merongrong otoritas saya : Saya tidak cukup baik untuk menjadi orang tua bagi anak-anak ini !

Tapi aku belajar pentingnya dan indahnya kebebasan hidup seperti apa yang Yesus katakan adalah benar : aku telah diampuni. Dengan bantuan-Nya saya bisa bertobat dari dosa-dosa saya terhadap mereka dan masih berdiri dalam otoritas yang penuh kasih atas mereka. Dan aku harus.

KARINA :

Setiap hari mengharuskan saya menyerahkan keinginan dan rencana saya dan tersungkur di bawah kaki salib dalam rangka untuk mengasihi dan melayani anak-anak saya. Kasih karunia Allah yang ada di salib adalah apa yang menguatkan saya dalam kekacauan hidup ini.

BRIDGET :

Injil telah membebaskan saya untuk melihat anak-anak saya sebagai manusia-manusia yang dibuat oleh Yesus, daripada sekedar kebanggaan untuk kemuliaanku. Mencari identitas saya di dalam Kristus, dan menyadari bahwa semua kemuliaan milik-Nya, memungkinkan saya untuk mengasihi dan melayani anak-anak saya dengan cara yang nyata.

Anak-anak saya harus ” bersikap sedemikian” sebelum kita bisa berangkat ke gereja, karena mereka mewakili saya. Selain stres dengan anak-anak saya dan kemarahan yang tidak kudus terhadap balita saya yang akan mencabut kepang rambutnya atau anak-anak yang tidak mau memakai sepatu saya yang saya siapkan untuk mereka, hal ini juga menyebabkan geraman berantem buruk antara suami dan saya. Melihat bahwa Injil adalah cukup, memungkinkan saya untuk bertobat dari keinginan saya untuk kemuliaan pribadi dan memungkinkan anak-anak saya untuk pergi ke gereja dengan sukacita ( dan sirup di rambut mereka ).

JORDAN :

Mengetahui Injil telah benar-benar mengubah cara saya melihat artinya seorang ibu. Bagi saya itu terjadi selama persalinan dengan anak sulung saya : saya adalah seorang cengeng, penuh tuntutan selama kehamilan saya. Aku memanfaatkan penuh alasan saya untuk menjadi murung dan terlalu emosional, tetapi sesuatu terjadi ketika saya mulai bersalin.

Saya menyadari bahwa ini bukan tentang aku ; ini adalah tentang melakukan apa yang terbaik untuk anak laki-lakiku yang belum pernah bertemu muka dengan muka sebelumnya. Pergolakan dari pesalinan, dengan tanpa akhir yang terlihat, dan tidak ada tempat untuk pergi tetapi untuk mengalah pada kontraksi dan mengorbankan kenyamanan saya untuk kesejahteraannya – itu adalah gambaran dari Injil yang aku tidak pernah lihat sebelumnya. Ini semua tentang Yesus dan menunjukkan kepada anak-anak saya, kasih karunia dan rahmat yang sama yang Dia telah tunjukkan kepada saya.

Bethy :

Sebelum aku punya anak-anak, saya pikir saya tahu bagaimana menjadi seorang ibu. Aku punya banyak pendapat mengapa anak-anak bisa menjadi lepas kendali dan apa yang orang tua harus lakukan untuk memperbaiki perilaku anak-anak tersebut.

Lalu aku mempunyai si kecil manis B. Semua yang saya ” tahu ” tentang menjadi seorang ibu lenyap karena manusia kecil ini. Saya belajar dengan cepat bahwa, sama seperti setiap ibu baru – saya tidak tahu apa yang saya lakukan.

Dalam keputusasaan dan kesepian saya, Tuhan bertemu dengan saya. Aku tidak sendirian. Berlarut-larut malam mencari tahu bagaimana memberi makan bayi saya adalah malam-malam yang paling sulit dalam hidup saya, tetapi Tuhan ada di sana. Dia bertemu dengan saya dalam dalam ketulusan alunan Amazing Grace yang saya nyanyikan untuk B, ketika mencoba untuk menenangkannya dan membuatnya tertidur. Dia bertemu dengan saya dengan suami yang ikut bangun dengan saya dan menguatkan saya untuk terus berjalan.

Dalam gelap, sendirian, berdoa atas bayi yang berharga ini, Allah mengubah hati saya agar menjadi seorang ibu. Saya tidak seharusnya memiliki semua jawaban. Saya harus pergi ke SESEORANG yang punya. Saya jatuh tersungkur menyembah di wajah di hadapan Dia, yang mengerti ketakutan dan kegagalan saya. Allah adalah satu-satunya yang tahu bagaimana membesarkan anak-anak saya dengan sempurna.

Mengingat hidup ketika B. baru lahir selalu membantu bagi saya untuk melihat ke belakang dan mengingat malam-malam manis dalam kegelapan, berdoa dan menyanyikan lagu-lagu untuk bayi berharga yang telah mengkhawatirkan saya.

MISSI :

Injil telah mengubah tujuan saya dalam mengasuh anak. Dulu aku hanya ingin agar anak-anak saya mendengarkan saya, dan saya tidak memperdulikan kondisi hati mereka di balik perilakunya. Saya ingin membuat kerajaan saya senyaman mungkin bagi saya. Yesus telah mengasihani saya dalam menunjukkan kepada saya motif saya yang sebenarnya atas ketaatan mereka, dan dia bekerja di hati saya untuk sangat peduli apa yang terjadi di dalam hati mereka.

DANIELLE :

Daripada menjadi seorang figur otoritas yang menuntut untuk ditaati dan dihormati, saya bisa menjadi perwakilan kasih karunia kepada anak-anak saya. Daripada mendasarkan harga diri saya kepada bagaimana anak-anak saya di kemudian hari atau perilaku mereka, harga saya ditemukan dalam penebusan Allah termasuk kegagalan-kegagalan saya sebagai seorang ibu.

Daripada putus asa ketika saya gagal dalam mengasuh dengan baik, saya bisa beralih ke Bapa saya yang sempurna mengampuni saya dengan cepat dan tidak menyimpan kesalahan. Daripada harus menampilkan diri kepada anak-anak saya sebagai contoh wanita Kristen yang sempurna, saya bisa mengarahkan mereka kepada Juruselamat yang sempurna dan kekasih jiwa mereka.

Daripada menuntut hal-hal yang saya pikir adalah hak saya sebagai orang tua karena saya ‘pantas’ menerimanya, saya bisa bersukacita ketika anak-anak saya memilih untuk menyembah Yesus bukan aku. Daripada hidup dengan kekerasan hati di dalam anak-anak saya, saya bisa berdoa bagi mereka dan menunjukkan lekas untuk bertobat bagi mereka.

Anie :

Aku dibesarkan tanpa ayah kandung saya dan dengan ibu yang pemarah. Kebenaran Injil menunjukkan kepada saya bahwa Bapa saya yang lebih besar, yang lebih baik, memiliki kasih yang sempurna bagi saya dan selalu ada untuk membantu saya menunjukkan anak-anak saya apa yang saya tidak alami dari orang tua saya. Dia menunjukkannya kepada saya sehingga saya bisa menunjukkannya kepada mereka.

Dengan latar belakan saya dibesarkan, saya memiliki godaan untuk menjadi pendek sabar ketika anak-anak saya nakal. Saya akan berteriak untuk mendapatkan perhatian mereka dan memberikan konsekuensinya. Saya melihat anak saya yang tertua mulai menjauh dari saya untuk jangka waktu yang lama setelah saya menecemoohnya, dan aku bisa melihat reaksi saya telah menghancurkan dirinya.

Aku berdoa akan hal ini untuk waktu yang lama sambil mengingat luka masa kecil saya , dan saya meminta Tuhan untuk membantu saya tidak mengulang siklus tersebut. Melalui pertobatan saya dengan segera ketika saya gagal dalam hal ini ini, dia melihat saya mengoreksinya tanpa marah atau menaikkan suara saya. Sekarang dia tidak lagi jauh dariku – dia menghampiriku, berdiam dengan saya, dan kita bersama-sama bertobat terhadap satu sama lain dan Yesus atas keegoisan kami yang penuh ketidaksabaran juga atas segala hal yang membuat kami sampai pada keadaan demikian.

SHADLIE :

Mengetahui kebenaran Injil telah membuat saya menyadari bahwa semuanya itu bukan tentang aku ; semuanya tentang Yesus. Satu kebenaran yang tampaknya sederhana ini telah secara drastis mengubah saya.

Ketika sesuatu tidak berjalan seperti yang saya rencanakan, saya tidak perlu lagi marah atau frustrasi, tapi saya bisa percaya bahwa Yesus, pada saat-saat tersebut, menggunakan saya untuk mencerminkan kesabaran dan berdamai kembali degnan anak-anak saya.

Saya tidak perlu hidup dalam ketakutan untuk anak-anak saya, tapi saya bisa percaya bahwa sama seperti Yesus telah merawat, mengejar, dan melindungi saya, ia memiliki hati yang sama untuk anak-anak saya. Saya tenang mengetahui bahwa ia telah secara khusus memperlengkapi saya untuk merawat anak-anak tersebut dan menggunakan mereka untuk mendewasakan dan membentuk saya.

Kebenaran bahwa anak-anak tersebut bukan milik saya, tetapi milik Yesus, adalah hal yang paling mentransformasi segala sesuatunya. Dia telah meminta saya untuk melatih mereka, berharap pada-Nya, dan kemudian meminta saya untuk melepaskan mereka, supaya bergantung pada-Nya – semua untuk kemuliaan-Nya. Karena semuanya adalah tentang Yesus dan bukan tentang aku.

Diadapstasi dari : https://theresurgence.com/2014/05/11/how-jesus-changes-motherhood