Category Archives: Khusus

Membongkar 3 Mitos Umum Tentang Kebangkitan

Diterjemahkan dari situs : https://theresurgence.com/2012/04/07/debunking-3-common-myths-about-the-resurrection

3Mitos

Oleh Megan Almon
Orang Kristen merayakan Paskah karena satu peristiwa – Kebangkitan.

Suatu peristiwa yang dapat membangun atau menghancurkan kekristenan. Menurut Paulus, ” Jika Kristus tidak dibangkitkan, iman andaadalah sia-sia ” ( 1 Kor. 15:17 )

Dan karena hal ini adalah peristiwa bersejarah, maka itu bisa diuji. Selama bertahun-tahun, para ahli telah mempelajari rincian sekitar peristiwa Kebangkitan.

Fakta yang paling banyak diterima oleh para sarjana Kristen dan non-Kristen meliputi:

  • Kematian dan penguburan Yesus (B)
  • Kubur yang kosong (E)
  • Penampakan Pasca –Kebangkitan (A)
  • Munculnya keKristenan (R)

Pikirkan akronim ” BEAR ” ketika ingin menguji Kebangkitan, Anda harus berpikir seperti seorang
penyidik yang baik. Teori yang jelas harus memiliki ruang lingkup dan kekuatan yang cukup – itu harus menlingkupi semua fakta-fakta dengan cara yang meyakinkan.

Selama berabad-abad, teori naturalistik telah berupaya untuk menjelaskan sebuah kebangkitan supranatural dari antara orang mati.

TEORI KONSPIRASI

Teori ini adalah teori kontra pertama yang diusulkan oleh otoritas ketika mereka meminta penjaga makam untuk berbohong dan mengatakan para murid telah mencuri tubuhNya. Hal itu dimunculkan kembali oleh kaum deis pada abad ke 18.

Hal ini menjelaskan fakta B dan E. ( Catatan : Fakta bahwa para penjaga diminta untuk berbohong tentang bagaimana makam menjadi kosong menyiratkan bahwa itu benar-benar kosong. )
Hal ini juga ikut menjelaskan A hanya jika para murid berbohong tentang melihat Yesus. Jika mereka meneruskan tipu muslihatnya, maka fakta R akan tertutup juga.

Sementara Teori Konspirasi nyaris bisa menjelaskan seluruh lingkupannya, teori ini gagal dengan sendirinya.
Tidak hanya akan para murid harus berbohong untuk memperhitungkan fakta A, tapi Yakobus, Paulus, dan 500 saksi yang Paulus sebutkan dalam 1 Korintus 15 juga harus turut berbohong.
Juga, ketidakmungkinan semua sisa murid-muridNya bersedia mati untuk kebohongan yang terperinci juga menimbulkan pertanyaan.
Lebih jauh lagi, kebohongan itu sendiri harus dipertimbangkan.
N.T. Wright menulis, ” Mereka tidak menolak untuk menerima fakta bahwa mereka telah salah selama ini. Malahan, mereka sungguh menerima, dan memutarbalikkan hidup mereka,terhadap bukti yang dramatis dan tak terbantahkan bahwa mereka telah salah.”

Itulah sebabnya mereka lari ketakutan.

Apapun yang para murid harapkan terjadi dengan Mesias yang mereka bayangkan – seseorang yang
akan menaklukkan keadaan dengan kekuatan militer – tidak seperti apa yang mereka gambarkan setelah kejadian Paskah pertama itu.

TEORI SEKARAT

Pada awal abad ke 19, Friedrich Schleiermacher dan kritikus lainnya mengklaim bahwa
Yesus hanya hampir mati ketika ia diturunkan dari salib dan dimakamkan.

Teori ini berhasil menjelaskan sedikit hal tentang fakta B, E, A, dan R, tetapi gagal untuk melakukannya dengan keyakinan.

Gagasan bahwa hari setelah penyaliban, Yesus yang sekarat bisa menggulirkan batu besar yang menutup pintu masuk kuburannya sangat tidak bisa dipercaya.
Jika kuburan tersebut kenyataannya dijaga, hal ini menambah keraguan yang lebih lagi.

Dalam kondisi lemah dan babak belur seperti itu, tidak mungkin bahwa penampakan pasca kebangkitan Yesus, tercatat seperti kelihatan sangat sehat. Sangat tidak mungkin kalau Petrus dan yang lainnya akan menemukan sosok Yesus yang hamper mati di depan pintu mereka dan kemudian sebelum kematian mereka sendiri yang brutal memproklamirkan, ” Dia adalah Tuhan yang bangkit ! ”

HIPOTESIS HALUSINASI

Sebagai upaya untuk menjelaskan penampilan pasca kebangkitan Yesus, teori ini mengklaim para murid hanya berhalusinasi melihat Kristus yang bangkit.
Karena hanya memperhitungkan fakta A, teori ini harus dipasangkan dengan teori yang lain untuk bisa menjelaskan secara keseluruhan.

Selain itu, teori ini gagal untuk meyakinkan. Halusinasi adalah, menurut definisi, produk dari pikiran tunggal. Dan sangat tidak mungkin untuk dua dari para murid berbagi halusinasi yang sama, ditambah lagi dengan Yakobus, Paulus, dan 500 orang lainya.

Dan bahkan jika halusinasi luas itu mungkin, memperlihatkan mayat – atau mayat siapa saja – akan segeramemadamkan mitos, atau setidaknya, menyebabkan kerusakan yang cukup sehingga penyebaran agama Kristen mungkin akan terhenti.
Namun tidak ada catatan akan adanya usaha semacam itu, dan agama yang baru ini menyebar seperti api.

KEBANGKITAN

Dengan memakai fakta “BEAR ” – beberapa rincian dianggap akurat bahkan oleh kritikus
Kristen – kebangkitan fisik Yesus dari antara orang mati adalah penjelasan yang paling memadai dan meyakinkan tentang apa yang terjadi dalam sejarah.

5 PELUANG KETIKA ANAK-ANAK KITA MELAKUKAN DOSA

KidsSin

Oleh Andrew Weiseth

Perilaku berdosa pada anak-anak kita bukanlah kesempatan untuk berseteru melawan mereka, tetapi kesempatan untuk memberitakan Injil. Berikut adalah lima cara Tuhan dapat merubah apa yang dimaksudkan untuk kejahatan dan menggunakannya untuk kebaikan.

Kita semua telah melihat beribu adegan film action yang memainkan adegan yang sama : Dua orang terlibat dalam pertarungan yang dahsyat. Sejalan dengan musik yang semakin seru, perkelahian hamper mendekati saat-saat yang mengangkan Si orang baik kemudian menunjukkan bahwa dia sebenarnya sudah merencanakan kemenangannya selama ini. Dalam waktu yang dramatis, ia mengalihkan semua energinya bukan untuk bertahan dari serangan si penjahat sebaliknya memanfaatkan serangan-erangan tersebut. Kekuatan si penjahat malah menjadi hal yang membuat dia jatuh dalam kekalahannya.

Sebagai orang tua, ada kalanya kita merasa seperti dalam pergumulan yang demikian dengan dengan anak-anak kita. Masalahnya, kita seharusnya tidak perlu merasa demikian – dan kita tahu itu (Efesus 6:12). Kita harus ingat bahwa pertempuran itu sudah selesai. Serangan yang dipakai Setan untuk menghancurkan Tuhan adalah serangan yang akan Dia manfaatkan untuk menjamin kekalahan Setan. Sebagai orang tua Kristen, kita memiliki sukacita yang besar dari kemenangan yang sudah dijamin di kayu salib.

Perilaku dosa dari anak-anak kita bukanlah kesempatan untuk berseteru melawan mereka. Ini adalah kesempatan untuk memberitakan Injil. Kita bisa bersukacita bahwa Tuhan dapat mengambil apa yang dimaksudkan untuk kejahatan dan merubahnya untuk kebaikan ( Kej 50:20 ).

1. PERILAKU DOSA MENGUNGKAPKAN IKATAN DOSA ANAK TERPISAH DARI KRISTUS

Satu-satunya orang Kristen yang berpikir bahwa anak-anak mereka polos dan tidak bercela adalah para orang tua baru yang sangat kurang tidur sehingga tidak berpikir jernih. Dan juga, mereka mengabaikan Alkitab ( lihat Mazmur 51:5 ; Yesaya 53:6 ; Roma 3:23).

Pesan kita kepada anak-anak kita harusny bukan ” JANGAN BERBOHONG “. Mereka tidak akan bisa. Namun seharusnya, “Tanpa Roh Kudus yang mengubah hatimu, kamu akan terus berbohong selama hidupmu. ”

2. PERILAKU DOSA ADALAH PELUANG UNTUK MENGAKUI DOSA KITA DAN MEMOHON PENGAMPUNAN

Seperti yang dikatakan Martin Luther, seluruh kehidupan Kristen adalah sebuah pertobatan. Daripada meluapkan amarh kita pada anak-anak kita, kita rendahkan hati untuk melihat dosa kita sendiri pada saat itu, dan kita mengakuinya ( Yakobus 5:16 ). ” Saya berbicara dengan amarah kepadamu dan itu salah. Saya minta maaf. Mohon maafkan saya. ”

Kami melakukan ini karena ketaatan kita pada Kristus dan untuk mencotohkan penundukkan diri pada Kristus kepada anak-anak kita. Ingin mengajar anak-anak Anda untuk mengakui dan mau untuk berdamai? Lakukan itu dulu.

3. PERILAKU DOSA MENUNJUKKAN BAHWA ANDA DAN ANAK BUTUH YESUS

Pada saat konflik, kita berpeluang untuk berbalik dari berdiri menentang anak kita menjadi berdiri bersama mereka, membawa mereka ke satu-satunya yang bisa menyelamatkan kita. Kita dapat memberitakan Injil kepada anak-anak kita. Kita bisa memberitakan kepada diri kita sendiri. Kita menjauh dari konflik dengan sesame dan menuju kasih karunia Tuhan dalam Kristus (Yohanes 1:14-17 ).

4. PERILAKU DOSA MENYINGKAPKAN KALAU SELURUH PENGHUKUMAN SUDAH SELESAI

Meskipun naluri daging kita, tugas kita bukan untuk menghukum anak-anak kita. Apakah kita memberikan konsekuensi ? Ya. Tapi suatu ketidak adilan kalau penghukuman jatuh kepada Yesus dan yang lain ( Rm. 8:1).

5. PERILAKU DOSA ADALAH KESEMPATAN UNTUK BERDOA DENGAN ANAK-ANAK KITA

Seperti berhadapan dengan dosa, kita dapat membagikan kebenaran-kebenaran yang disebu di tulisan ini. Tetapi sukacita yang paling mendalam dari semua ini adalah bahwa kita bisa membawa mereka ke Kebenaran yang sejati. Yesus berkata, ” Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku ” ( Yohanes 14:6 ).

Apa sukacita yang lebih besar yang kita miliki sebagai orang tua kalau bukan untuk menunjukkan anak-anak kita kepada Kristus ?

Pergumulan telah dimenangkan ! Biar kita memuji Tuhan bahwa dia menggunakan serangan Setan, menrubahnya dan memakainya untuk menghancurkan Setan. Dan semoga kita membiarkan dia untuk memanfaatkan saat-saat menantang dalam kehidupan sebagai orang tua untuk ‘ kemuliaan Yesus dan sukacita kekal anak-anak kita’.

Diterjemahkan dari situs : https://theresurgence.com/2014/03/13/5-parenting-opportunities-when-our-kids-sin

3 Cara Nuh Menyimpulkan Akitab

Diterjemahkan dari situs : HTTP://THERESURGENCE.COM/2014/03/27/3-WAYS-NOAH-SUMS-UP-THE-BIG-STORY-OF-THE-BIBLE

Noah
Oleh : Steve Tompkins

Banyak orang Kristen akan cepat untuk mengatakan bahwa air bah adalah tentang dosa, kebajikan, dan murka Allah. Sementara hal itu setidaknya ada benarnya, kebenaran parsial dapat menjadi yang paling menyesatkan dari semua. Apa inti sebenarnya dari kisah Nuh ?

Semua orang tahu kisah Nuh dan Bahtera, kan?

Bagaimanapun juga, apa artinya keluarga di Amerika (yang mempunyai anak-anak kecil) tanpa mempunyai beberapa pajangan bahtera dengan boneka binatang lucu disertai dengan pelangi dan seorang tua berjenggot yang bertampang ramah?
Anak-anak saya mencintai mainan Bahtera Nuh mereka untuk di kamar mandi. Lalu ada buku-buku cerita, kartun, dan banyak “dokumenter” yang mengklaim “bukti” bahwa cerita ini adalah mitos, atau bahtera Nuh asli telah ditemukan.

Kita juga bisa mengingat mini-seri TV tahun 1999, atau film komedi Hollywood tahun 2007 Evan Almighty. Sekarang ada film Hollywood baru (yang mana saya belum melihat) yang dibintangi oleh Russell Crowe, Anthony Hopkins, dan Emma Watson.
Tentu saja, orang-orang Kristen yang taat Alkitab akan cepat untuk menunjukkan bahwa penceritaan dari film-film terkenal itu melenceng dari arti kisah sebenarnya.

Lalu apakah arti kisah itu sebenarnya?

Banyak orang Kristen akan cepat untuk mengatakan bahwa air bah adalah tentang dosa, kebajikan, dan murka Allah. Sementara hal itu setidaknya ada benarnya, kebenaran parsial dapat menjadi yang paling menyesatkan dari semua.
Arti sebenarnya terletak pada kenyataan bahwa cerita ini memperkenalkan beberapa tema utama Alkitab untuk pertama kalinya dalam pewahyuan yang berkesinambungan tentang Tuhan.

Mari saya tunjukkan apa yang saya maksud.

1. NUH MENUNJUKKAN BAHWA DOSA MEDUKAKAN ALLAH

Untuk mulainya, Kejadian 6:6-7 memberikan kita kilasan catatan pertama dari respon Allah terhadap dosa dijelaskan secara emosional.
Saya percaya ini adalah makna yang besar. Dan yang menarik, tanggapan pertama Allah bukan murka atau kemarahan. Sebaliknya, apa yang kita lihat adalah kepiluan diwarnai dengan penyesalan, sebagaimana dikatakan bahwa hati Allah benar-benar memilu.

Seringkali kita berpikir tentang dosa dalam hal hanya transaksional, sebagai ketidaktaatan terhadap perintah-perintah atau hukum. Pelanggaran yang kemudian menciptakan rasa bersalah dan menimbulkan amarah yang bijak dari Allah yang suci. Meskipun secara teknis benar, pandangan ini secara inheren tidak manusiawi dan layaknya seperti mesin.
Apa yang kita lihat dengan jelas untuk pertama kalinya dalam kisah Nuh adalah dosa sangat bersangkutan dengan relasional. Untuk Tuhan, dosa kita sangat menyinggung pribadiNya. Apa yang kita lihat di sini adalah sesuatu yang mirip dengan emosi seorang ayah yang penuh kasih, sedih dan pilu hati atas dosa terus-menerus dari seorang putra atau putrinya yang memberontak.
Ya, kemarahan ada di dalamnya, tetapi penekanan utama adalah rasa sakit yang mendalam dan kekecewaan yang ditanggung selama bertahun-tahun dalam cinta yang penuh kesabaran.

Kisah Nuh benar-benar menghancurkan penutup mata yang kita sering pakai sehubungan dengan efek dari pilihan dosa kita terhadap hati Bapa kita di surga. Dosaku menyebabkan rasa sakit terbesar yang pertama dan terutama kepada Bapa di surga. Raja Daud benar-benar mengertinya (Mazmur 51:4).

2. NUH MENUNJUKKAN BAHWA ALLAH MEMBERIKAN KASIH KARUNIA

Tidak kalah pentingnya, dan mungkin mengejutkan, kisah Nuh memberi kita pertama kalinya kata kasih karunia dalam Alkitab.

Pertanyaan: Mengapa Allah menyelamatkan Nuh dan keluarganya?

Bertahun-tahun lalu ketika ditanya, aku segera menarik jawaban saya dari Kejadian 6:9: “. Nuh adalah orang yang benar, tidak bercela di generasinya”. Apa yang saya luputkan – dan apa yang banyak dari kita lewatkan adalah – ayat sebelumnya yang memberitahu kita, “tapi Nuh mendapat kasih karunia [harfiah rahmat] di mata Tuhan “(Kej 6:8).

Menariknya, tanggapan pertama Allah terhadap dosa tidak murka atau kemarahan.

Ya, Nuh adalah orang yang benar, tetapi dengan kasih karunia dan bukan karena perbuatannya.
Hal ini jelas terlihat di ayat-ayat selanjutnya yang pertama kali menceritakan tentang: menanam kebun anggur, membuat anggur, mabuk, dan pingsan telanjang (Kejadian 9:20-23). Nuh bisa menjadi benar hanya oleh kasih karunia! Pengharapan mulai nampak.

3. NUH MENUNJUKKAN BAHWA ALLAH MEMBUAT PERJANJIAN DENGAN KITA

Tulisan yang paling penuh harapan dari semua, bagaimanapun juga, datang dengan pertama kalinya dalam Alkitab kata “perjanjian.” Ini adalah kisah tentang seorang Bapa yang penuh kasih dan kesabaran terhadap anak-anaknya, yang diciptakan menurut gambar-Nya, membawa dia kepedihan, kesedihan yang mendalam, dan kepiluan melalui pemberontakan yang tak terkirakan.

Tanggapan Allah adalah penghakiman, membawa kematian universal melalui air bah. Tapi air bah, meskipun pantas, tidak berdaya untuk menghapus dosa dan memberikan awal baru bagi kemanusiaan yang benar di era yang baru.
Keadaan manusia tidak berbeda setelah air bah daripada sebelumnya (Matius 24:37-39). Kengerian dosa terus berlanjut. Tujuan dari setiap hati manusia tetap kejahatan (Kej 6:5). Penghakiman dan kematian terus berlanjut dengan adil dan pantas untuk dunia sekarang ini.

Pada satu pengertian, air bah sepertinya sia-sia dan tidak berguna, tapi di situlah letak arti yang sebenarnya. Air bah tidak menyelesaikan apa-apa (pada akhirnya), tapi mengantisipasi segalanya. Nuh dan keluarganya diselamatkan oleh kasih karunia. Allah menetapkan perjanjian melalui satu orang dimana umat manusia dipelihara.
Kisah nyata ini, ditulis oleh Roh Kudus melalui pena Musa, menunjuk ke depan, mengantisipasi perjanjian yang lebih baik yang akan dibuat sekali-untuk-selamanya melalui satu orang, yaitu Yesus.

Ini mengungkapkan dosa kita, menunjukkan kepada kita hati Tuhan, dan memperingatkankalau kita layak untuk menerima penghakiman. Kisah ini mengantisipasi penawaran yang sejati akan identitas yang baru, yang dibuat benar oleh iman dalam Kristus, yang menderita kematian dan penghakiman mengganti tempat kita. Hasilnya, kita diadopsi ke dalam keluarga baru di bawah AnakNya yang Kudus. Dalam Dia kita tahu sukacita keselamatan dan janji akan awal yang baru dalam ciptaan baru, bebas dari kehadiran dosa.

Pikirkan kisah Nuh seperti sebuah gigitan dari makanan yang menggiurkan.Hal ini tidak sendirinya memuaskan, tetapi seharusnya membuat kita mengeluarkan air liur sebagai antisipasi perjamuan yang akan datang. Janganlah kita kehilangan artinya.

Pemuridan Anak Anda Lebih Dari Sekedar Ibadah Keluarga

Diterjemahkan dari situs : http://thegospelcoalition.org/blogs/tgc/2014/02/26/discipling-your-kids-is-more-than-family-devotions/

kids-and-dad-300x199

Oleh Derek Brown

Beberapa bulan yang lalu saya berada di dapur menyiapkan makan siang dan mendengar lagu yang terhembus dari ruang tamu. Anak saya menyanyikan “Hark the Herald Angels Sing” bersama dengan buku Natal interaktif . Terutama menyenangkan adalah dia mengganti kata “pagi ” dengan ” kemuliaan” dan bergumam tak jelas pada bagian “damai di bumi”. Dia tidak memiliki masalah dengan kalimat berikut : “Tuhan dan orang-orang berdosa berdamai “, anak saya yang berumur 3 tahun berteriak dengan sukacita. Saat aku tertawa sendiri dan menambahkan mustard ke sepotong roti gandum , istri saya – yang selalu siap untuk memberikan momen pengajaran – beralih ke ruang tamu . “Apakah kamu tahu apa artinya rekonsiliasi , Colton ? ” Setelah ia menunjukkan ia tidak memahami arti dari kata yang telah teriakan di rumah, istri saya melanjutkan untuk menjelaskan , dalam istilah yang sederhana , sifat hubungan kita dengan Tuhan dan kebutuhan kita akan seorang Juruselamat .
Tunggu dulu : Tidakkah Colton pernah mendengar hal-hal itu sebelumnya? Bukankah dia kenal dengan ide dosa dan kekudusan dan kebutuhan untuk benar dengan Allah ? Sejak membawanya pulang dari Ethiopia dua setengah tahun yang lalu, kami telah melakukan ibadah keluarga secara rutin setiap malamnya . Kita akan membaca Alkitab The Jesus Storybook beberapa kali dan berbicara banyak tentang Tuhan, Kristus , dan salib selama pelajaran Alkitab setiap malam. Bukankah itu cukup ?

Pemuridan Kompartemen

Meskipun istri saya sangat bertalenta dalam melihat momen pengajaran , sore itu saya gagal untuk memanfaatkan nyanyian Colton. Sangat mudah bagi saya untuk memuridkan anak saya dengan cara saya mengatur kantor saya. Setiap benda yang di dalam , di atas, dan di sekitar meja saya dijaga dari benda –benda asing dengan sistem yang dibuat secara berhati-hativdan diperbarui secara teratur . Mengapa sedemikian pegaturannya ? Karena esensi dari keorganisasian adalah memiliki tempat untuk segala sesuatu , dan produktivitas sehari-hari sangat tergantung pada kesiapan akses dan kehandalan untuk menemukan alat yang tepat pada waktu yang tepat .

Tapi biarkan saya memakai kelihaian dalam mengorganisasi untuk mengasuh anak kami dan saya mungkin akan segera menemukan diri terjebak dalam hal yang paling ditakuti, kompartementalisasi Kristen. Selama saya telah menyelesaikan waktu formal membaca Alkitab , berdoa , dan bernyanyi , semua aspek lain dari pemuridan akan otomatis selesai-kan? Jangan biarkan kegiatan yang menyenangkan mengganggu pembacaan Alkitab yang serius , atau diskusi rohani tercampur dengan waktu mandi . Ingat : segala sesuatu ada tempatnya .
Potensi yang berbahaya dalam pemikiran seperti ini sangat jelas . Jika kita berbicara dengan anak-anak kita tentang hal-hal rohani hanya selama rutinitas malam kami atau pada hari Minggu setelah gereja , kita secara bertahap mengajar mereka untuk mengisolasi iman mereka jadi bagian-bagian kecil dari hari dan minggu mereka. Realitas rohani, yang seharusnya larut dalam kehidupan seperti layaknya gula dalam teh, hari-hari hanya dikelompokkan menjadi kelompok-kelompok kecil , dan kita terheran mengapa anak-anak kita tidak bisa berpikir atau bertindak sebagai orang Kristen – yang tulus – kecuali pada saat saat formal. Ketika mereka tumbuh menjadi remaja , ia akan merasa janggal untuk berbicara tentang kekudusan Tuhan sambil menikmati pertandingan bisbol atau untuk membahas Kitab Suci saat bermain bola basket.

Masalahnya di sini bukan terletak pada kegiatan ibadah keluarga yang teratur. Sebaliknya , terletak pada ketergantungan kita dalam mengandalkan instruksi formal tersebut untuk memenuhi tanggung jawab kita untuk melatih anak-anak kita dalam takut akan Tuhan. Apakah bijaksana untuk menyisihkan waktu setiap hari untuk ibadah keluarga , doa , dan membaca Alkitab? Tentu saja. Tapi kita harus menerapkan ketekunan yang sama dalam mencari bahan renungan yang terbaik dan mencari peluang yang tak terduga untuk mengajar sepanjang hari . Panggilan Tuhan menempatkan saya untuk memuridkan anak saya jauh lebih komprehensif daripada yang bisa didapat dari beberapa menit ibadah keluarga. Alkitab menggambarkan pendekatan yang menyeluruh untuk pemuridan yang tahan kompartementalisasi .

Musa dan Amsal : Pemuridan Sepanjang Hari

Musa , misalnya , menginstruksikan para orang tua Israel untuk berbicara secara rutin tentang Tuhan kepada anak-anak mereka , dengan cara menyelipkan pembicaraan spiritual dalam aktifitas hari-hari : ” 7. Ajarkanlah kepada anak-anakmu. Hendaklah kamu membicarakannya di dalam rumah dan di luar rumah, waktu beristirahat dan waktu bekerja.” ( Ulangan 6:7 ) . Orang tua tidak bisa memisahkan instruksi Alkitab dari ritme alami harian atau mengkarantinanya ke dalam renungan singkat sebelum tidur. Musa membayangkannya semacam pemuridan yang berjalan-dan-mengajar di tengah peristiwa hidup normal.

Kitab Amsal mengiinstruksikan pemuridan orang-tua-ke-anak ini setidaknya dalam dua cara .

Pertama , struktur Amsal menegaskan orang tua untuk keluar dari pola pikir kompartemen . Salah satu peringatan, misalnya , bahwa Amsal membahas berbagai macam topic tanpa mengikuti garis yang jelas. Satu ayat mungkin berbicara tentang mendapatkan kebijaksanaan dengan mendengarkan instruksi ( 10:08 ) , sedangkan selanjutnya menyebutkan nilai integritas ( 10:9) , beberapa ayat kemudian kembali membahas kebijaksanaan ( 10:17). Ayat-ayat yang memuji orang rajin dan menegur si pemalas ( 12:11) diantara ayat-ayat yang menjelaskan tentang merawat hewan ( 12:10) dan bahaya ketamakan ( 12:12) . Mengapa sepertinya metode instruksi bertele-tele ? Karena Salomo tahu, kehidupan jarang datang pada kita dalam bagian-bagian yang terorganisir dengan teliti. Ini adalah contoh dari kesabaran sesaat setelah anak anda menumpahkan secangkir susu ke lantai yang baru saja dipel; ini adalah peringatan kepada anak Anda bagaimana dia sangat membutuhkan Yesus sesaat setelah dia melempar bonekanya ke kakaknya dengan kemarahan.

Kedua, Amsal menggambarkan seorang ayah sedang berjalan dan berbicara kepada anaknya, dengan kekreatifanya menggunakan contoh-contoh dari kehidupan sehari-hari untuk menginstruksikan tentang jalan hikmat . “Lihat ini, ” kata si orang tua yang tanggap, “Lihat bagaimana semut bekerja keras tanpa ada yang memotivasi dia? ” (Amsal 6:6-8 ). Atau ketika mereka melewati seorang prajurit, sang ayah mungkin berkata , “Dia adalah orang yang kuat dan berani . Tetapi seseorang yang dapat menjaga lidahnya lebih perkasa” ( 16:32). Orang tua ini tidak menunggu sampai 15 menit sebelum tidur untuk memulai percakapan spiritual , dia mengambil kesempatan sepanjang hari untuk menanamkan dalam diri anaknya, sebuah visi Allah sebagai Tuhan dari segala sesuatu , termasuk semut dan tentara .

Saya yakin , karenanya, ketika kita terjun masuk ke dalam Alkitab dan membiarkan Tuhan untuk memperluas pandangan kita tentang pemuridan untuk mencakup keseluruhan hari , kemampuan kita untuk memahami dan memanfaatkan peluang yang tepat, akan dengan sendirinya mengalir keluar dari kehidupan kita . Sehingga , anak-anak kita dapat menemukan iman yang benar-benar meresap dan sang Juruselamat yang benar-benar mengubah segalanya , bukan ketika sekedar waktu tidur .

Derek Brown ( kandidat PhD , The Southern Baptist Theological Seminary ) adalah redaktur pelaksana The Journal of Discipleship and Family Ministry, content editor dari Family Ministry, dan kontributor baru untuk Reformation Faith: Exegesis and Theology in the Protestant Reformation ( UK : Paternoster 2014 ) . Derek tinggal bersama istri dan anaknya di Louisville , Kentucky .

Bagaimana Perbedaan 10 Negara Besar di Dunia dalam Mempelajari Alkitab

Diterjemahkan dari situs : http://www.christianitytoday.com/gleanings/2014/february/how-worlds-top-10-countries-search-bible-gateway-verses.html

missiographic-Global Bible Searches

Apakah para pendeta berkhotbah tentang Paulus terlalu banyak dan terlalu sedikit Perjanjian Lama? Situs Alkitab terkenal menganalisa ayat-ayat yang paling banyak dicari oleh jutaan di seluruh dunia.

oleh : Kate Tracy, 02/21/2014

Ayat-ayat Alkitab yang mana yang paling sering dicari di 10 negara yang paling padat penduduknya di dunia ? Mazmur 23 , Kejadian 1 , dan 1 Korintus 13 , menurut situs Alkitab terkemuka di dunia .
Namun China , India , Amerika Serikat , Indonesia , Brasil , Pakistan , Bangladesh , Nigeria , Rusia , dan Jepang masing-masing mencari Alkitab secara berbeda , menurut sebuah studi baru tentang kunjungan ke BibleGateway.com di tahun 2013 dalam hubungannya dengan GMI . [ Infographic di atas ]

Mazmur 23 muncul di lima pencarian di 9 dari 10 negara , diikuti oleh Genesis 1 di 8 dari 10 , dan 1 Korintus 13 di 7 dari 10 . Ketika mencari buku di Alkitab , orang-orang mulai dari awal : ” Bab 1 ” muncul di lebih dari 30 persen pencarian Bible Gateway . ( CT sebelumnya melaporkan bahwa Yohanes 3:16 menduduki puncak daftar pencarian untuk ayat individu pada tahun 2013 . )

Dua dari empat “implikasi dari pencarian akan kebenaran” yang dicatat dalam penelitian ini : Apakah pendeta dan misionaris berkhotbah terlalu banyak dari Paulus ? Terlalu sedikit dari Perjanjian Lama ?

Website Alkitab terkemuka melaporkan bahwa orang-orang dari tinggal di 92 persen dari dunia – 242 negara atau teritori – menghabiskan lebih dari 76 juta jam pada tahun 2013 “mencari , membaca, mempelajari , membandingkan , dan berbagi Alkitab dalam bahasa mereka sendiri .” Hampir sepertiga dari situs berasal dari luar Amerika Serikat .

Satu-satunya kesamaan antara 10 negara asal pengunjung website tersebut – Amerika Serikat , Inggris, Kanada , Australia , Meksiko , Filipina , Kolombia , Singapura , dan Afrika Selatan – dengan 10 negara yang paling padat penduduknya adalah Amerika Serikat .

Dan meskipun Yohanes 3:16 mengambil posisi pertama dalam daftar pencarian untuk ayat individual, ayat ini hanya masuk di daftar 5 ayat yang paling banyak dicari di 4 dari 10 negara terpadat penduduknya : Amerika Serikat , Indonesia , Brasil , dan India .
Sementara ayat-ayat dari Mazmur muncul dalam daftar 5 ayat yang paling banyak dicari di seluruh 10 negara ter padat penduduknya , termasuk 3 dari 5 ayat yang paling dicari di Pakistan , Nigeria , dan Bangladesh. Ayat-ayat Perjanjian Lama menempati semua 5 posisi teratas di Nigeria dan Pakistan , sementara 1 Kor . 13 adalah satu-satunya ayat dari Perjanjian Baru yang termasuk dalam daftar 5 ayat terkemuka di Bangladesh .

Pakistan , Nigeria , dan Bangladesh menempati peringkat Nomor 8 , 14 , dan 48 masing-masing pada Open Doors World Watch List . The Pew Research Center juga membandingkan negara yang terpadat penduduknya dengan tingkat permusuhan agama .

Bible Gateway dan GMI juga melaporkan kata-kata tertentu yang dicari ole orang di negara-negara yang paling padat penduduknya: “bimbingan”, ” Tuhan , ” “comfort , ” ” Firman Tuhan, ” ” harapan , ” ” kekuatan , ” ” identitas , ” ” Awal Penciptaan, ” ” perlindungan “,” belas kasih , ” dan “cinta /kasih”

Hanya 3 kata – “cinta/kasih”, “pengharapan”, dan “kekuatan” – yang juga termasuk dalam daftar 10 kata kunci topikal yang dicari dari tahun lalu .

Apakah Ateisme irrasional ?

Diterjemahkan dari situs : http://opinionator.blogs.nytimes.com/2014/02/09/is-atheism-irrational/?_php=true&_type=blogs&_r=0

Oleh Gary Gutting

Ini adalah yang pertama dalam serangkaian wawancara tentang agama yang saya lakukan untuk The Stone . Yang diwawancara untuk tulisan ini adalah Alvin Plantinga , seorang profesor emeritus filsafat di University of Notre Dame , mantan presiden Society of Christian Philosophers and the American Philosophical Association, and the author, dan penulis , “Where the Conflict Really Lies: Science, Religion, and Naturalism.”

Gary Gutting (GG) : Sebuah survei terbaru oleh PhilPapers , indeks filsafat online, mengatakan bahwa 62 persen dari filsuf adalah atheis ( dengan yang lain 11 persen ” cenderung ” untuk berpikir seperti itu). Apakah Anda pikir literatur filsafat memberikan kritik teisme cukup kuat untuk menjamin pandangan mereka ? Atau apakah Anda berpikir ateisme filsuf adalah karena faktor lain selain analisis rasional ?

Alvin Plantinga (AP) : Jika 62 persen dari filsuf ateis , maka proporsi antara filsuf ateis jauh lebih besar dari ( memang, hampir dua kali lebih besar ) proporsi ateis kalangan akademisi umumnya . ( Saya mendefinisikan ateisme sebagai keyakinan bahwa tidak ada orang yang seperti Tuhan seperti yang diajakran dalam agama-agama teistik. ) Apakah para filsuf tahu sesuatu yang tidak diketahui akademisi lainnya? Apa kah sesuatu itu? Filsuf , dibanding dari akademisi lain , lebih sering secara profesional berkaitan dengan argumen teistik – argumen tentang eksistensi Tuhan . Dugaan saya adalah bahwa sebagian besar filsuf , baik yang percaya Tuhan atau tidak , menolak argumen ini sebagai argument yang tidak sehat .

Namun, itu tidak cukup untuk ateisme . Dalam surat kabar Inggris The Independent , ilmuwan Richard Dawkins baru-baru ini ditanya pertanyaan berikut : ” Jika Anda meninggal dan tiba di gerbang surga , apa yang akan Anda katakan kepada Tuhan untuk membenarkan ateisme seumur hidup Anda? ” Jawabannya : “Saya akan quote Bertrand Russell : “Bukti tidak cukup , Tuhan ! Bukti tidak cukup! “” Tapi kurangnya bukti , jika memang bukti-buktiya yang kurang , bukan menjadi dasar untuk ateisme . Tidak ada yang berpikir ada bukti yang cukup untuk mengatakan bahwa jumlah bintang adalah genap , tetapi juga , tidak ada yang berpikir kesimpulan yang pasti untuk menyimpulkan bahwa ada jumlah adalah tidak genap. Jadinya, kesimpulan yang tepat adalah agnostisisme .
Dengan cara yang sama , kegagalan argumen teistik , jika memang argumen yang gagal, mungkin bias menjadii dasar yang baik untuk agnostisisme , tetapi tidak untuk ateisme . Ateisme , seperti gagasan ‘jumlah-bintang-genap’, dapat menjadi kepercayaan yang rasional hanya jika Anda memiliki argumen yang kuat atau bukti .

GG : Anda mengatakan ateisme memerlukan bukti untuk mendukungnya . Banyak ateis menyangkal ini, mereka mengatakan bahwa yang perlu dilakukan adalah menunjukkan tidak adanya bukti yang baik untuk teisme . Anda membandingkan ateisme dengan perumpamaan ‘jumlah-bintang-genap-ism’, yang jelas akan membutuhkan bukti . Tapi ateis mengatakan ( menggunakan contoh dari Bertrand Russell ) bahwa Anda harus lebih membandingkan ateisme dengan penyangkalan bahwa ada teko di orbit mengelilingi matahari . Mengapa lebih memilih perbandingan Anda daripada Russell ?

AP : Pemikiran Russell , seperti yang saya mengerti, adalah kita tidak benar-benar memiliki bukti terhadap perumpamaan ‘teapotism’ , tapi kita tidak perlu apapun; bukti yang tidak ada membuktikan ketidakadaan , dan ini cukup untuk mendukung – teapotism. Kita tidak perlu bukti positif untuk mendukung – teapotism , dan mungkin hal yang sama berlaku untuk teisme .
Saya tidak setuju : Jelas kita memiliki banyak bukti melawan teapotism . Misalnya, sejauh yang kita tahu , satu-satunya cara teko bisa masuk ke orbit mengelilingi matahari, jika beberapa negara dengan teknologi untuk menembak ke ruang angkasa tleah melakukannya. Tidak ada negara dengan teknologi tersebut cukup sembrono untuk membuang-buang dana dengan mencoba mengirim teko ke orbit . Lebih lagi, jika ada Negara yang telah melakukannya , hal itu akan terpapar di semua berita; kami pasti telah mendengar tentang hal itu . Tapi kita belum . Dan seterusnya . Ada banyak bukti melawan teapotism. Jadi jika , mengikuti Russell , teisme seperti teapotism , ateis , untuk dibenarkan, akan ( seperti a- teapotist ) harus memiliki bukti kuat melawan teisme .

GG : Tapi bukankah sudah juga banyak bukti yang melawan teisme – terutama, jumlah kejahatan di dunia yang diduga dilakukan oleh Allah yang maha baik, dan maha kuasa?

AP : Apa yang sering disebut “masalah kejahatan” mungkin akan menjadi bukti yang terkuat ( dan mungkin satu-satunya ) melawan teisme. Itu memang memiliki beberapa kekuatan; masuk akal untuk berpikir bahwa kemungkinan adanya teisme , melihat kenyataan banyaknya penderitaan dan kejahatan di dalam dunia , cukup rendah . Tapi tentu saja ada juga argumen mendukung teisme . Sungguh, setidaknya ada beberapa lusin baik argumen teistik . Jadi ateis harus mencoba untuk mensintesis dan menyeimbangkan probabilitas . Ini sama sekali tidak mudah untuk dilakukan , tapi suduh cukup jelas bahwa hasilnya tidak akan merujuk langsung ke ateisme, tapi lebih cenderung ke agnostisisme .

GG : Tapi ketika Anda mengatakan ” argumen teistik yang baik “, Anda bukan bermaksud argumen yang menentukan – misalnya , cukup baik untuk meyakinkan setiap orang rasional yang memahami mereka .

AP : Pertama, saya harus membuat kejelasan bahwa saya tidak berpikir argumen diperlukan untuk meyakini secara rasional adanya Tuhan . Dalam hal ini kepercayaan kepada Tuhan seperti keyakinan dalam pikiran lain , atau kepercayaan di masa lalu . Kepercayaan kepada Tuhan didasarkan pada pengalaman , atau dalam ‘sensus divinitaris’ , istilah yang dipakai John Calvin untuk menjelaskan kecenderungan bawaan untuk membentuk keyakinan tentang Tuhan dalam berbagai situasi .
Namun demikian , saya pikir ada sejumlah besar – mungkin beberapa lusin – argumen teistik yang cukup bagus . Tidak ada yang konklusif , tetapi masing-masing , atau setidak-tidaknya seluruhnya digabungkan bersama-sama , akan menjadi sekuat seperti argumen filosofis.

GG : Bisakah Anda memberikan contoh argumen seperti itu ?

AP : Salah satu argumen saat ini lebih populer : fine-tuning . Para ilmuwan mengatakan bahwa ada banyak hal-hal di alam semesta ini menunjukkan kalau mereka berbeda sedikit dari yang ada sekarang, maka kehidupan, atau setidaknya kehidupan yang kita kenal sekarang, tidak memungkinkan. Alam semesta tampaknya di fine-tuned untuk kehidupan . Sebagai contoh, jika kekuatan dari Big Bang telah berbeda oleh 1 dari 10 sampai ke-60 , kehidupan semacam kita tidak akan mungkin terjadi . Hal yang sama berlaku untuk rasio kekuatan gaya gravitasi disbanding dengan kekuatan yang mendorong ekspansi alam semesta : Jika pernah terjadi perbedaan sedikit saja, kehidupan kita seperti ini tidak akan mungkin terjadi . Bahkan alam semesta tampaknya fine-tuned , bukan hanya untuk hidup , tapi untuk kehidupan cerdas . Gagasan fine- tuning jauh lebih mendukung teisme daripada ateisme.

GG : Tetapi walaupun jika fine-tuning argumen ( atau beberapa argumen yang sama ) meyakinkan seseorang bahwa Tuhan ada , bukankah masih belum dapat membuktikan penjelasan teisme Kristen, yaitu keberadaan Tuhan yang Maha sempurna? Karena dunia ini tidak sempurna , mengapa kita perlu makhluk yang sempurna untuk menjelaskan tentang bumi atau segala fiturnya ?

AP : Saya menganggap pemikiran Anda adalah penderitaan dan dosalah yang membuat dunia ini kurang sempurna . Tapi pertanyaan Anda akan masuk akal hanya jika pemikiran tentang dunia yang sempurna adala dunia yang tidak berisi dosa atau penderitaan . Dan apakah itu benar? Mungkin dunia yang sempurna adalah dunia yang berisi makhluk-makhluk bebas, yang beberapa di antaranya terkadang melakukan apa yang salah . Tentunya, mungkin saja dunia yang sempurna berisi skenario yang sangat mirip cerita Kristen .
Pikirkan tentang hal ini : Makhluk yang pertama dari alam semesta , sempurna dalam kebaikan , kekuatan dan pengetahuan , menciptakan makhluk-makhluk yang bebas . Makhluk-makhluk bebas ini berpaling pada dirinya , memberontak melawan Dia dan terlibat dalam dosa dan kejahatan . Daripada memperlakukan mereka seperi yang dilakukan penguasa-penguasa jaman dulu – misalnya , merebus mereka dalam minyak – Allah meresponnya dengan mengirimkan anakNya ke dunia untuk menderita, dan mati, sehingga manusia kembali lagi berada dalam hubungan yang benar dengan Tuhan . Allah sendiri mengalami penderitaan yang sangat besar dalam melihat anaknya diejek , ditertawakan , dipukuli dan disalibkan . Dan semua ini demi makhluk-makhluk berdosa .
Aku akan mengatakan sebuah dunia di mana cerita ini benar akan menjadi mungkin di dunia yang benar-benar luar biasa . Sangat baik sehingga tidak ada dunia lain yang lebih baik . Tapi kemudian dunia yang terbaik ini berisi dosa dan penderitaan .

GG : OK , tetapi dalam hal apapun , bukankah orang-orang yang percaya Tuhan tidak mempunyai bukti yang kuat dalam mengaitkan kebutuhan akan Allah sebagai penjelasan alam semesta ? Selalu ada kemungkinan bahwa kita akan menemukan penjelasan ilmiah yang menjelaskan apa yang kita klaim hanya Allah yang bisa menjelaskan . Bukankah itulah yang terjadi ketika Darwin mengembangkan teori evolusi . Bahkan , bukankah dukungan mayoritas untuk ateisme adalah bukti bahwa kita tidak lagi membutuhkan Tuhan untuk menjelaskan dunia?

AP : Beberapa ateis tampaknya berpikir bahwa alasan yang cukup untuk ateisme adalah fakta ( seperti yang mereka katakan ) bahwa kita tidak lagi membutuhkan Tuhan untuk menjelaskan fenomena alam – petir dan guntur misalnya. Kami sekarang memiliki ilmu pengetahuan .
Sebagai pembenaran ateisme , ini cukup lemah . Kita tidak perlu lagi bergantung kepada bulan untuk menjelaskan atau menjelaskan penyebab dari ketidak warasan; itu tidak berarti bahwa kepercayaan bahwa bulan itu tidak ada (A- monism?) bisa dibenarkan. ‘A- moonism’ didalam hal ini akan menjadi masuk akal hanya jika satu-satunya landasan bagi keyakinan akan adanya bulan berhubungan langsung dengan ketidakwarasan. ( Dan meskipun ada hubungannya, sikap yang dibenarkan mungkin adalah agnostisisme terhadap bulan , bukan a-moonism ). Hal yang sama berlaku dengan kepercayaan kepada Tuhan : Ateisme, memakai dasar yang sama, akan dibenarkan jika teisme memakai kekuatan pembuktian sebagai satunya alasan untuk percaya pada Tuhan . Kalaupun terjadi , agnostisisme menjadi sikap yang lebih beralasan , bukan ateisme .

GG : Jadi, apa alasan lebih lanjut untuk percaya pada Tuhan , alasan yang membuat ateisme tidak masuk akal ?

AP : Dasar yang paling penting dari kepercayaan mungkin bukan argumen filosofis, tetapi pengalaman religius . Berbagai orang dari berbagai macam kebudayan sudah pernah mengalami dirinya dirinya berhubungan dengan makhluk yang layak disembah . Mereka percaya bahwa ada makhluk seperti itu , tanpa adanya penjelasan yang memadai dari keyakinannya tersebut . Atau mungkin lainnya seperti penjelasan Calvin ‘sensus divinitatis’ . Memang , jika teisme benar, maka sangat ada kemungkinan seperti sensus divinitatis . Jadi klaim yang menyatakan satu satunya dasar yang masuk akal untuk mempercayai Tuhan adalah dengan penjelasan yang berkualitas tentang kepercayaan tersebut, sama pentingnya untuk mempercayai atheism.

GG : Jadi, kalau , tidak ada bukti untuk mendukung ateisme , mengapa Anda berpikir begitu banyak filsuf – mungkin orang yang sangat rasional – adalah atheis?

AP : Aku bukan psikolog , jadi saya tidak memiliki pengetahuan khusus di sini. Namun, ada beberapa penjelasan yang mungkin . Thomas Nagel , seorang filsuf hebat dan seorang ateis yang luar biasa perseptif , mengatakan ia hanya tidak ingin ada orang seperti Allah . Dan itu tidak sulit untuk melihat mengapa . Untuk satu hal , beberapa akan berpikir ini adalah pelanggaran privasi yang tak tertolerir: Tuhan tahu setiap pemikiran saya jauh sebelum saya pikir itu . Untuk yang lain , tindakan saya dan bahkan pikiran saya akan menjadi subjek penilaian dan evaluasi secara konstan.
Pada dasarnya , semua menjurus pada keterbatasan otonomi manusia yang ditimbulkan oleh teisme . Keinginan untuk otonomi dapat mencapai proporsi yang sangat besar , seperti pendapat filsuf Heidegger Jerman , yang menurut Richard Rorty , merasa bersalah karena hidup di alam semesta yang ia tidak sendiri ciptakan . Mungkin ada pemikiran lain yang tidak seperti itu ! Tetapi sekecil apapun keinginan untuk otnomi itu juga dapat memotivasi ateisme .

GG : Terutama di kalangan ateis hari ini , materialisme tampaknya menjadi motif utama . Mereka berpikir tidak ada satupun di luar wujud/benda yang tidak bermateri, terbuka untuk penyelidikan ilmiah , sehingga tidak ada tempat untuk makhluk immaterial seperti Allah .

AP : Nah, jika semuanya hanya wujud yang nyata/materi, maka ateisme pasti mengikuti . Tapi ada masalah yang sangat serius bagi materialisme: materialism tidak masuk akal untuk dipercayai, jika – seperti kebanyakan materialis – anda juga percaya bahwa manusia adalah hasil evolusi .

GG : Mengapa demikian ?

AP : Saya tidak bisa memberikan pernyataan lengkap dari argumen di sini – untuk itu lihat Bab 10 dari buku “Where the Conflict Really Lies” . Tapi, garis besarnya, saya jelaskan mengapa. Pertama , jika materialisme benar , manusia , secara alami , adalah obyek material. Sekarang, dari sudut pandang ini , apakah artinya keyakinan? Keyakinan saya bahwa Marcel Proust lebih sopan daripada Louis L’ Amour , misalnya? Kiranya keyakinan ini harus menjadi struktur material di otak saya , anggap saja koleksi neuron yang mengirimkan impuls listrik ke struktur sejenis lainnya serta saraf dan otot , dan menerima impuls listrik dari struktur lainnya .
Tapi di samping sifat neurofisiologis seperti itu, struktur ini , jika sebuah keyakinan , akan juga harus memiliki konten/isi : Ini seharusnya, katakanlah , menjadi suatu keyakinan bahwa Proust lebih sopan dari L’ Amour .

GG : Jadi saran Anda bahwa struktur neurofisiologis tidak bisa keyakinan ? Itu keyakinan harus entah bagaimana immaterial ?

AP : Itu mungkin , tapi itu bukan poin saya di sini. Saya tertarik pada kenyataan bahwa keyakinan menyebabkan ( atau setidaknya sebagian menyebabkan ) tindakan . Misalnya, keyakinan saya bahwa ada bir di kulkas ( bersama-sama dengan keinginan saya untuk minum bir ) dapat menyebabkan saya untuk mengangkat diri dari kursi yang nyaman dan berjalan ke lemari es .
Tapi di sini adalah poin penting : Ini berdasarkan materi , sifat neurofisiologis di mana keyakinan menyebabkan tindakan. Berdasarkan sinyal-sinyal listrik yang dikirim melalui saraf eferen ke otot-otot yang berkaitan inilah, bahwa keyakinan tentang bir di kulkas menyebabkan saya untuk pergi ke lemari es . Bukan berdasarkan pada konten (ada bir di lemari es ) dari keyakinan.

GG : Mengapa Anda mengatakan demikian?

AP : Karena jika keyakinan ini – struktur ini – memiliki isi yang sama sekali berbeda ( bahkan , mengatakan, jika itu adalah keyakinan bahwa tidak ada bir di lemari es ) tetapi memiliki sifat neurofisiologis yang sama , itu akan masih menyebabkan tindakan yang sama yaitu pergi ke lemari es . Ini berarti bahwa isi dari keyakinan bukanlah penyebab perilaku . Sejauh menyebabkan suatu perilaku terjadi, isi dari keyakinan tidak masalah .

GG : Itu tampaknya menjadi kesimpulan yang sulit diterima. Bukankah evolusi bias mengeluarkan materialis dari kesulitan ini ? Untuk spesies kita dapat bertahan , mungkin banyak , jika tidak sebagian besar , keyakinan kita harus benar – jika tidak, kita tidak akan berfungsi dalam dunia yang berbahaya .

AP : Evolusi akan mengakibatkan memiliki keyakinan kita yang adaptif , yaitu , keyakinan yang menyebabkan tindakan adaptif . Tapi seperti yang kita lihat , jika materialisme benar , keyakinan tidak menyebabkan tindakan adaptif berdasarkan isinya : Hal ini menyebabkan tindakan yang berdasarkan sifat neurofisiologis nya. Oleh karena itu tidak peduli apa isi dari keyakinan itu, dan tidak peduli apakah konten itu benar atau salah . Semua yang dibutuhkan adalah bahwa keyakinan memiliki ciri neurofisiology yang tepat . Jika sesuatu benar , yah baik-baik saja , tetapi jika sesuatu palsu , itu sama-sama baik-baik saja .
Evolusi akan memilih proses-proses ‘produksi-keyakinan’ yang memproduksi keyakinan dengan sifat neurofisiologis adaptif , tetapi tidak untuk proses-proses keyakinan yang menghasilkan keyakinan yang sejati. Mengingat materialisme dan evolusi , setiap keyakinan tertentu mempunyai kemungkinan yang sama untuk menjadi salah dan benar.

GG : Jadi klaim Anda adalah bahwa jika materialisme benar , evolusi tidak menyebabkan sebagian besar keyakinan kita menjadi benar .

AP : Benar. Bahkan, mengingat materialisme dan evolusi , maka kemampuan kita untuk memproduksi keyakinan tidak dapat diandalkan .
Berikut alasannya. Jika suatu keyakinan mempunyai kemungkinan yang sama untuk menjadi palsu atau benar , kita harus mengatakan probabilitas bahwa setiap keyakinan tertentu yang benar adalah sekitar 50 persen. Sekarang anggaplah kita memiliki total 100 keyakinan independen (tentu saja , kita memiliki lebih banyak ) . Ingat bahwa probabilitas bahwa semua kelompok keyakinan yang benar adalah perkalian dari semua probabilitas masing-masing. Bahkan jika kita menetapkan bar cukup rendah untuk keandalan – katakanlah setidaknya dua pertiga ( 67 persen ) dari keyakinan kita benar – keandalan kita secara keseluruhan , mengingat materialisme dan evolusi , adalah sangat rendah : sekitar 0,0004 . Jadi jika Anda menerima baik materialisme dan evolusi , Anda memiliki alasan yang baik untuk percaya bahwa Anda kemampuan untuk memroduksi kepercayaan anda tidak dapat diandalkan .
Tetapi untuk mempercayai hal ini maka anda harus mepercayai skeptisisme total, yang berarti tidak ada alasan untuk mempercayai setiap keyakinan Anda ( termasuk keyakinan Anda dalam materialisme dan evolusi ! ) . Satu-satunya hal yang masuk akal adalah untuk menolak klaim yang mengarah ke kesimpulan ini : yaitu bahwa kedua materialisme dan evolusi adalah benar . Mungkin Anda bisa memegang salah satunya, tapi tidak keduanya .
Jadi jika Anda seorang ateis hanya karena Anda menerima materialisme, menjaga kepercayaan Anda berarti Anda harus menyudahi keyakinan anda kalau evolusi itu benar . Dengan kata lain : Keyakinan yang menyatakan baik materialisme dan evolusi adalah benar sebenarnya menyangkal keyakinan itu sendiri. Keyakinan itu tidak sepaham dengan dirinya sendiri. Oleh karena itu, keyakinan itu tidak dapat diterima secara asional.

Wawancara ini dilakukan melalui email dan diedit .
________________________________________
THE STONE 9 Februari 2014 , 07:15 979
Gary Gutting adalah seorang profesor filsafat di University of Notre Dame , dan editor dari Notre Dame Philosophical Reviews . Tulisannya yang terbaru , ” Thinking the Impossible: French Philosophy Since 1960” dan menulis secara teratur untuk The Stone .
The Stone adalah forum bagi para filsuf dan pemikir kontemporer tentang isu-isu terkini dan yang berkepanjangan

5 Hal Yang Harus Ditanyakan Setiap Suami Kepada Istrinya

Oleh : Perry Noble, New Spring Church, South Carolina, USA

Diterjemahkan dari situs : http://theresurgence.com/2012/11/04/5-questions-every-husband-should-ask-his-wife

1 . ” APAKAH YANG PALING ROMANTIS HAL YANG SUDAH PERNAH SAYA BUAT ? “
Anda akan terkejut ! Percayalah – setiap kali saya menanyakan hal ini kepada istri saya , ‘ Cretia’ , biasanya dia merespon dengan sesuatu yang saya benar-benar tidak terbayangkan. Waktu menikah saya pikir saya akan ‘wow’ dengan mengajak dia ke tempat-tempat yang romantic dan banyak menghabiskan uang , tetapi kenyataannya adalah dia mearasa lebih romantis ketika saya lakukan hal-hal kecil untuk mengkomunikasikan padanya betapa istimewanya dia .

2 . “ADAKAH AKTIFITAS YANG MENYENANGKAN YANG KITA BISA LAKUKAN BERSAMA? “
Suami-suami, definisi ‘bersenang-senang’ antara kita dan istri biasanya jauh berbeda . Salah satu hal yang diingini oleh setiap istri adalah mendapatkan koneksi dengan suami, berasa kalau mereka dihargai and istimewa, dan salah satu caranya adalah dengan melakukan aktifitas bersama yang menyenangkan .
Sekarang Bung – saya tidak berbicara tentang mengajak istri anda untuk melakukan yang ANDA suka lakukan – tapi saya bicarakan adnda menanyakan istri anda meminta apa yang DIA suka lakukan , dan lakukan itu bersama ! Percayalah , itu akan membuktikan kepadanya bahwa anda peduli .

3 . ” APAKAH SATU HAL SAYA BISA LAKUKAN UNTUKMU MINGGU INI YANG AKAN MERINGANKAN STRESS ANDA ? “
Suami, kita tidak tahu berapa besar stres seorang wanita, dan karena dia adalah seorang wanita ( setiap hal akan mempengaruhi semuanya ) , kita harus bersedia untuk melakukan semua yang kita bisa untuk menghilangkan stres dari kehidupannya.Hal ini mungking termasuk memberinya waktu sore untuk dirinya sendiri , tanpa anak-anak . Ini mungkin termasuk anda memasak makan malam atau bahkan membersihkan semuanya sesudahnya. Apa pun yang diperlukan –KERJAKAN ! Semua pria setidaknya-tidaknya dapat melakukan satu hal !

4 . ” BAGAIMANA SAYA BISA BERDOA UNTUKMU ? “
Sungguh menakjubkan jumlah pria yang tidak pernah menanyakan hal ini ke istri mereka . PRIA, kita dipanggil untuk memimpin kerohanian rumah tangga kita, yang berarti kita harus memberikan perlindungan dan kepemimpinan.
Sekarang , ketika dia meminta anda untuk berdoa untuk sesuatu yang spesifik , tahan keinginan untuk berbuat sesuatu dan menjadi jawaban doanya dengan memberikan solusi atas pergumulannya. Dia meminta anda untuk berdoa – bukan kuliahan. Aku tahu kita memiliki kecenderungan untuk mencoba untuk memperbaiki segalanya, tapi dia tidak ingin anda untuk memperbaiki masalahnya – dia ingin anda untuk mendengarkan !

5 . ” APA SATU HAL YANG BISA KITA RUBAH DALAM PERNIKAHAN KITA ? “
Yang satu ini membutuhkan KEBERANIAN !
Aku bertanya Lucretia tentang hal ini, dan berharap dia akan mengatakan ” tidak ada satupun ” dan mungkin melanjutkan dengan menmemberitahu betapa sempurnanya diri saya, tapi jawabannya tidak seperti yang saya harapan – tidak sama sekali!
Dia berbagi satu atau dua keprihatinannya tentan diri saya, bukan untuk tujuan menyakiti saya, tapi karena dia benar-benar ingin bahwa aspek tertentu dari kehidupan kita berdua akan menjadi lebih baik .
Tersengat rasanya, tapi saya menjadi mengerti hal-hal apa yang dia anggap penting – dan memotivasi saya untuk bekerja sekeras yang saya bisa untu menghormati permintaannya.
Pria , Efesus 5:25 ( http://biblia.com/bible/esv/Ephesians % 205,25 ) mengatakan bahwa kita harus mengasihi istri kita sebagai Kristus mengasihi istrinya , gereja .

  • Dia tidak pernah berhenti mencintai gerejaNya .
  • Dia tidak pernah berhenti mengejar gerejaNya .
  • Dia selalu ada untuk gerejaNya .
  • Dia tidak menyelingkuh dari gerejaNya .
  • Dia menyiapkan kebutuhan bagi gerejaNya .
  • Dia tidak pernah berhenti berpikir tentang gerejaNya .
  • Dia selalu serius akan gerejaNya .

    Saya bukan suami yang sempurna , tetapi semakin saya menyadari bahwa pernikahan saya tidak berpusat pada apa yang bisa saya dapatkan, tapi sebaliknya pada apa yang bisa saya berikan dan bagaimana saya bisa melayani .

    Sebagai seorang pria yang berTuhan , kita harus menunjukkan kepada dunia betapa mengagumkannya Yesus dengan cara mengasihi pasangan hidup kita sebagaimana DIA mengasihi pengantinNya !