Category Archives: Sains

Klaim Para Peneliti Tentang Bahtera Nuh Yang Akan Mengejutkan Anda

noah-620x420

Bersamaan dengan para literalis dan skeptis Alkitab terus melanjutkan perdebatan tentang apakah Nuh benar-benar membangun sebuah kapal besar yang menyelamatkan keluarganya dari bencana banjir global, para peneliti sekarang mengatakan bahwa setidaknya salah satu elemen dari cerita ini masuk akal secara ilmiah.

Mahasiswa program Master di Departemen Fisika dan Astronomi Universitas Leicester di Inggris meneliti dimensi dari bahtera tersebut seperti yang dijelaskan dalam Kejadian 6:13-22 dan tiba pada kesimpulan yang menakjubkan.

“Beberapa mahasiswa di Universitas Leicester menunjukkan bahwa bahtera Nuh sebenarnya cukup kuat untuk menampung sepasang hewan dari setiap spesies, “pernyataan di website universitas.

Mahasiswa peneliti Oliver Youle, Katie Raymer, Benjamin Jordan dan Thomas Morris menyimpulkan bahwa secara teori bahtera Nuh bisa mengapung bahkan dengan berat 70.000 hewan dan binatang, Telegraph melaporkan.

Meskipun tidak diketahui dengan pasti apakah semua binatang itu benar-benar bisa dimuatkan ke perahu raksasa tersebut, para peneliti mengatakan dalam hal bobot, setidaknya, hal itu tidak akan menjadi masalah.

Dengan menggunakan analisis sebelumnya yang mengemukakan ada 35.000 spesies untuk Nuh untuk dikumpulkan ke dalam kapal, para siswa melihat dimensi yang diberikan dalam Alkitab ( 300 hasta panjang, 50 hasta lebar, 30 hasta tinggi ), memperhitungkan bobot dari hewan, kemudian menerapkan prinsip daya apung Archimedes.

” Setiap obyek ketika direndam dalam cairan mempunyai kekuatan yang menekan balik- kekuatan daya apung, ” jelas Youle, yang memimpin proyek tersebut. ” Bobot dari obyek tersebut menekan ke bawah – kekuatan ke bawah, dan syarat agar supaya obyek tersebut bisa mengapung, dua kekuatan ini harus sama. ”

Pengukuran hasta memberikan sedikit masalah bagi para siswa, mengingat bahwa ukuran kuno tersebut, yang didasarkan pada jarak siku seseorang ke ujung jari tengah, tidak seragam.

Jadi para peneliti menetapkan untuk memakai nilai rata-rata pengukuran yang dipakai pada jaman Ibrani dan Mesir kuno, menurut pernyataan dari universitas.

Tapi itu bukan satu-satunya persoalan. Karena kayu gopher – kayu yang disebut Alkiab sebagai bahan untuk membuat bahtera itu – masih belum diketahui para ilmuwan, sehingga para peneliti membuat penghitungannya dengan kayu cemara.

Sejumlah mahasiswa menyatakan terkejut pada hasil temuannya bahwa bahtera tersebut sanggup menampung hingga 2,15 juta domba dan tidak tenggelam ( jumlah yang setara dengan pernyataan bahwa dua dari setiap jenis hewan ikut dengan Nuh dan keluarganya ke dalam bahtera ).

” Kita tidak berpikir kalau Alkitab adalah bahan informasi sains yang akurat, jadi saya kira kami cukup terkejut ketika kami menemukan kalau penelitian itu berhasil, ” kata Morris. “Kami tidak membuktikan kalau peristiwa itu benar terjadi, tapi konsep nya mungkin bisa bekerja. ”

Temuan ini dipublikasikan di Journal of Physics, journal yang di ulas oleh sesama mahasiswa dari universitas tersebut.

Ada perbedaan pandangan di sekitar pertanyaan apakah Noah benar-benar telah mampu mengumpulkan semua binatang ke dalam bahtera. Answers in Genesis, organisasi yang percaya tentang penciptaan, mengklaim bahwa hanya “makhluk yang terbang dan hewan darat yang bernapas ” masuk ke dalam bahtera.

Dengan demikian, organisasi ini mengatakan bahwa kemungkinan hanya ada sekitar 16.000 hewan di dalam bahtera, jumlah yang jauh lebih kecil daripada yang direferensikan dalam studi terbaru ini.

Proyek penelitian Universitas Leicester ini mengikuti penayangan “Noah”, sebuah film yang telah menimbulkan cukup banyak kritik dan perdebatan.

( H / T : Telegraph )

Diterjemahkan dari situs : http://www.theblaze.com/stories/2014/04/03/researchers-stunning-claim-about-noahs-ark-might-surprise-you/

Penelitian Memberikan Harapan Dalam Merekayasa Gen Untuk Menolak HIV

Diterjemahkan dari situs: http://www.nytimes.com/2014/03/06/health/study-gives-hope-of-altering-genes-to-repel-hiv.html

Jay Johnson Mengambil Bagian Dalam Penelitian Rekayasa Genetika, Untuk Membidik Gen Tertentu dan Menon-aktifkannya

Jay Johnson Mengambil Bagian Dalam Penelitian Rekayasa Genetika, Untuk Membidik Gen Tertentu dan Menon-aktifkannya

Oleh DENISE Grady 5 Maret 2014

Ide untuk mengubah genetika sel-sel manusia sehingga membuat mereka melawan virus penyebab AIDS mungkin tampaknya hanya mimpi, tetapi laporan baru menunjukkan hal itu bisa dilakukan .
Penelitian ini melibatkan penggunaan pertama kali pada manusia “gene editing” (rekayasa gen), pengobatan yang terfokus pada gen tertentu dan menonaktifkannya.

Pada 12 orang yang terinfeksi HIV , para ilmuwan menggunakan teknik ini untuk menyingkirkan protein pada sel-sel kekebalan tubuh pasien yang menjadi pijakan virus ini dalam menyerang sel-sel tersebut. Sel-sel tersebut diambil dari pasien , diobati dan kemudian dikembalikan kembali ke dalam aliran darah mereka melalui jalur intravena.

Secara teori , jika cukup banyak sel-sel bisa direkayasa untuk mengusir virus ,pasien mungkin tidak perlu lagi obat antivirus , dan mungkin menyebabkan kesembuhan.
Percobaan ini adalah penelitian awal, yang dimaksudkan untuk menguji keamanan, bukan efektivitas. Penelitian ini juga menemukan bahwa sel-sel kekebalan tubuh bisa diubah , dan melakukan hal ini tidak membahayakan pasien.

Gene editing juga tampaknya membantu memerangi infeksi dalam beberapa kasus, tetapi temuan ini masih dalam tahap awal dan peneliti memperingatkan bahwa penggunaan lebih luas masih jauh ke depan.

” Ini adalah strategi yang sangat baik, ” kata Dr Anthony S. Fauci , direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Infeksi , yang tidak terlibat dalam penelitian. “Hal ini sangat menarik , mengesankan, ilmu elegan . Tapi banyak ‘ seandainya ‘ perlu diatasi sebelum anda dapat mengatakan ‘Wow , ini benar-benar bisa berhasil. ‘”
Dr.Fauci juga mempertanyakan apakah pasien mengingini perawatan yang relatif kompleks ini ketika banyak orang dapat mengontrol infeksi dengan hanya satu atau beberapa pil per hari .
Artikel tentang penelitian ini diterbitkan pada hari Rabu di The New England Journal of Medicine, oleh para peneliti dari University of Pennsylvania , Albert Einstein College of Medicine di New York dan Sangamo BioSciences , sebuah perusahaan di Richmond , California , yang membuat produk gene editing .

Penelitian ini berakar pada suatu hal yang ditemukan para ilmuwan pada 1990-an: Sebagian kecil orang yang resisten terhadap HIV berkat mutasi yang menyebabkan sel-sel kekebalan tubuh mereka tidak mempunyai CCR5 , sebuah protein yang menjadikan pijakan virus tersebut. Pada orang dengan satu salinan gen yang termutasi, infeksi berlangsung lebih lambat dari pada mereka yang memiliki CCR5 normal. Orang-orang yang telah mewarisi dua salinan gen yang termutasi , satu dari setiap orangtua, sangat tahan terhadap HIV dan mungkin tidak akan pernah menjadi infeksi meskipun berulang kali tertular.

Seorang pria , yang dikenal sebagai “pasien Berlin,” rupanya sembuh dari AIDS setelah ia terkena leukemia dan menerima transplantasi sumsum tulang pada tahun 2007 dan 2008 . Karena suatu keberuntungan, donor sumsum tulang nya memiliki dua salinan dari gen termutasi untuk CCR5 . Sistem kekebalan tubuhnya kembali meningkat, virus tersebut menghilang dan ia mampu berhenti minum obat antivirus . Tapi transplantasi sumsum tulang terlalu sulit , berisiko dan mahal untuk digunakan sebagai pengobatan untuk HIV
Dr Carl June, penulis senior dalam penelitian tersebut dan ahli dalam AIDS dan kanker di University of Pennsylvania , mengatakan editing gen mungkin menawarkan cara lain untuk mencapai hasil yang sama .

Ia mengatakan pendekatan ini layak dipertimbangkan karena banyak pasien tidak menyukai obat antivirus dan mengalami efek sampingannya, dan karena pengobatan seumur hidup dapat menelan biaya $ 1 juta di Amerika Serikat. Editing gen bisa lebih murah , katanya .
Salah satu kemajuan ilmiah yang berperan besar dalam membuat para peneliti mempertimbangkan bahkan mencoba untuk merekayasa resistensi HIV: pengembangan sarana molekul yang manjur , zinc-finger nuclease, enzim yang dapat memotong DNA pada situs tertentu . Ketika sel mencoba untuk memperbaiki potongan seperti itu, kesalahan sering terjadi , sehingga menonaktifkan gen tertentu .
Pada awalnya , ia meragukan bahwa teknologi ini akan berguna bagi manusia , tapi ia mulai berusaha mencobanya pada tikus , dan terkejut oleh seberapa baiknya teknik ini bekerja .
” Ini luar biasa, ” kata Dr Juni . “Cara ini dapat menargetkan setiap gen yang Anda inginkan . ”

Dia dan timnya mulai menguji teknik ini pada orang yang terjangkit HIV di tahun 2009. 12 pasien diberi infus sekitar 10 miliar T-sel CD4 (sel kekebalan tubuh) mereka sendiri , yang telah direkayasa untuk menonaktifkan gen CCR5 nya . Teknik ini menonaktifkan gen sekitar 11 ppersen sampai 28 persen dari sel yang diobati.
Enam dari pasien kemudian berhenti memakai obat antiviral . Kebanyakan dari mereka , tingkat H.I.V. meningkat dan sel-sel kekebalan tubuh mereka berkurang. Namun sel-sel kekebalan yang dimodifikasi menurun lebih kurang secara signifikan daripada sel pasien yang tidak diobati, menunjukkan bahwa gene editing memberikan perlindungan. Sel-sel yang diubah bertahan , setidaknya untuk sementara waktu . Rata-rata , setengah masih ada setelah 48 minggu .

Jay Johnson , 53 , yang tinggal di Philadelphia , mengambil bagian dalam studi tersebut dan dirawat pada tahun 2010. Dia adalah satu-satunya pasien yang memiliki reaksi yang kurang baik: serangan demam yang singkat, menggigil dan nyeri sendi dan punggung .

Selama tiga bulan , ia tidak memakan obat antivirus . Awalnya, tingkat virusnya tidak terdeteksi, tetapi kemudian mulai meningkat, dan ia kembali pada obat-obatan.
Beberapa bulan yang lalu, para dokter mengatakan kepadanya bahwa ia masih memiliki beberapa sel-sel yang dimodifikasi itu, Mr Johnson mengatakan , tambahnya ia berharap sel-sel tersebut akan terus bertambah banyak, mengambil alih dan akhirnya membuat dia bebas virus. Dia akan dengan senang hati mencoba lagi pengobatan tersebut, katanya .
“ Jika berhasil , suatu kebahagiaan yang besar untuk mengatakan bahwa saya HIV negatif , ” katanya .

Selaju dengan jalannya penelitian ini, kata Dr June, para peneliti akan mencoba untuk menemukan cara-cara untuk meningkatkan proporsi sel –sel yang direkayasa ini dan untuk membuat mereka bertahan dalam tubuh . Masih harus dilihat apakah pengobatan dapat dibuat praktis untuk pasien dengan jumlah yang besar . Karena pasien-pasien dari peneleitian ini telah menerima pengobatan yang mengubah DNA mereka , Food and Drug Administration (Badan Makanan dan Obat-obatan Amerika) mengharuskan 15 tahun masa tindak lanjut untuk memeriksa efek samping . Salah satu kekhawatiran adalah bahwa pengobatan dapat menonaktifkan gen yang salah , meskipun tidak ada bukti yang terlihat sejauh ini.

Stetoskop Bisa Berperan Dalam Penyebaran Kuman

Diterjemahkan dari situs : http://www.usatoday.com/story/news/nation/2014/02/28/stethoscopes-could-spread-germs/5867597/

stetoskop

Oleh : Mary Bowerman , USATODAY, 12 am EST 28 Februari 2014

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa jumlah bakteri pada stetoskop bisa lebih tinggi dari semua bagian tangan dokter, terkecuali ujung jari, sehabis memeriksa pasien .

Tangan dokter menyentuh puluhan pasien setiap harinya dan standar medis mengharuskan mereka untuk membersihkan setelah mereka memeriksa pasien, tapi bagaimana dengan stetoskop mereka ?
Dengan kuman dari banyak pasien yang kontak dengan stetoskop setiap hari , sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Mayo Clinic Proceedings hari Kamis , menunjukkan bahwa stetoskop harus termasuk pada prosedur sanitasi yang sama seperti tangan dokter .

Didier Pittet , direktur Program Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit Universitas Jenewa dan penulis utama studi tersebut , mengatakan berulang kali para dokter membersihkan tangan mereka dengan gel alkohol atau mencucinya tetapi stetoskop mereka ditempatkan kembali ke dalam kantong mereka tanpa perawatan.

Dengan pedoman terbaru oleh Society for Healthcare Epidemiology of America menunjukkan pakaian tenaga medis , perhiasan , sepatu dan stetoskop dapat menjadi sumber bakteri , dia bilang harapannya temuan penelitian ini akan memulai gerakan untuk menjadikan sanitasi stetoskop tidak hanya sekedar rekomendasi tapi sebagai standar .
” Sementara tangan dokter dibersihkan setelah setiap pasien , stetoskop mereka tidak , sehingga kemudian mereka memakai stetoskop tersebut untuk pasien kedua , dan ketiga , membawa bakteri dari kulit masing-masing pasien , ” kata Pittet .

Dalam studi tersebut, 83 pasien diperiksa oleh salah satu dari tiga dokter menggunakan sarung tangan steril dan stetoskop steril. Setelah pemeriksaan para peneliti mengukur bakteri pada diafragma stetoskop atau bagian lain yang menyentuh kulit pasien , serta tabung stetoskop dan empat bagian dari tangan dokter. Studi ini melihat dua hal : konsentrasi bakteri di tangan dokter dan stetoskop setelah pemeriksaan , dan juga secara khusus keberadaan Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus ( MRSA ) atau bakteri yang sangat resisten terhadap antibiotik. Dalam 71 kasus , setelah pemeriksaan , stetoskop memiliki konsentrasi bakteri yang lebih tinggi daripada seluruh bagian tangan dominan dokter terkecuali untuk ujung jari .
Menurut Pittet ujung jari adalah bagian tangan yang membawa paling banyak bakteri.

“Kami menemukan bahwa stetoskop sangat terkontaminasi hampir setinggi dengan ujung jari , ” kata Pittet .

Pittet mengatakan meskipun stetoskop tidak dapat disalahkan dalam penyebaran infeksi, tapi kemungkinan besar berperan dalam transmisi bakteri .
Menurut situs Centers for Disease Control and Prevention, mencuci tangan adalah cara terbaik untuk menghentikan penyebaran bakteri . Pittet , yang merupakan penganjur kampanye cuci tangan dari World Health Organization, mengatakan para dokter harus terus mencuci tangan dan melihat stetoskop mereka sebagai perpanjangan , sesuatu yang juga harus dibersihkan setelah melihat setiap pasien .

” Sudah jelas membersihkan tangan dengan gel berbasis alkohol adalah paling penting untuk mencegah kontaminasi silang dengan bakteri , ” kata Pittet . “Tapi jika tangan Anda bersih dan stetoskop Anda tidak , itu kontraproduktif . ”

Mutasi Gen Diabetes Tipe 2 Sebagai Target Pengobatan

Diterjemahkan dari situs : http://www.bloomberg.com/news/print/2014-03-03/type-2-diabetes-gene-mutations-seen-as-drugmaker-target.html

double-helix-dna
Oleh Michelle Fay Cortez – Mar 2, 2014

Para ilmuwan telah menemukan mutasi gen yang memangkas risiko diabetes tipe 2 apapun usia dan berat badan , menawarkan produsen obat target baru untuk memerangi salah satu ancaman kesehatan utama yang dihadapi dunia modern .

Sekitar 347 juta orang di dunia , termasuk 25,8 juta di Amerika Serikat , memiliki diabetes , menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Diabetes Tipe 2, terkait dengan kelebihan berat badan dan
gaya hidup yang tidak aktif, meningkat sejalan dengan naiknya tingkat obesitas. Penyakit ini terjadi ketika tubuh tidak bisa mengontrol kadar gula darah dengan insulin alami yang diproduksi oleh pankreas .

Penelitian, yang sebagian didanai oleh Pfizer Inc , dapat mendongkrak perusahaan dari New York ini di pasar diabetes yang menghasilkan $ 42,4 trilliun pada tahun 2012 . Sebuah obat yang dapat meniru mutasi ini akan memberikan cara yang unik untuk mencegah penyakit ini, penjelasan para peneliti kemarin dalam sebuah laporan dalam jurnal Nature Genetics. Sementara terapi yang dipakai sekarang hanya memperlambat penyakit ini, pasien pada akhirnya jadi lebih buruk dan banyak yang membutuhkan suntikan insulin .
Studi ini memberikan “wawasan baru yang penting dalam patogenesis diabetes , berpotensi mengarah pada penemuan target obat , yang dapat menghasilkan pengobatan yang berbeda, ” kata Tim Rolph , kepala petugas ilmiah Pfizer di bidang kardiovaskular , metabolisme dan penelitian endokrin , dalam sebuah pernyataan .

Para peneliti mempelajari genom orang orang yang tua dengan berat badan yang berkelebihan, target utama untuk diabetes tipe 2 tetapi memiliki tingkat gula darah yang normal. Mereka terfokus pada gen SLC30A8, yang telah diketahui mempengaruhi risiko diabetes .

Akhirnya , mereka menggunakan sequencing genetika canggih untuk mencari genom dari 150.000 orang di AS , Islandia , Swedia dan Finlandia dan mampu mengidentifikasi selusin variasi yang memblokir fungsi dari gen tersebut .

65 % Risiko Lebih Rendah

Mereka yang mewarisi hanya satu salinan dari gen yang rusak memiliki risiko 65 persen lebih rendah dari diabetes , penelitian ini menemukan .
Protein tersebut yang biasanya berasal dari gen ini sangat penting dalam produksi insulin oleh sel beta yang berada di pankreas . Para peneliti masih belum tahu persis mengapa atau bagaimana mutasi-mutasi ini dapat memberikan perlindungan .

“Genetika manusia bukan hanya sekedar alat untuk memahami biologi, ” kata David Altshuler , wakil direktur dan kepala akademik di Broad Institute dan seorang profesor di Harvard Medical School . “Hal ini juga dapat menginformasikan penemuan obat dengan menjawab satu pertanyaan yang paling menantang dan penting – mengenal target mana yang harus dikejar ”
Penelitian ini merupakan kolaborasi lima tahun antara para peneliti di Broad Institute, Massachusetts General Hospital, Pfizer and Lund University Diabetes Center in Sweden.

The National Institutes of Health, the Doris Duke Charitable Foundation dan organisasi lain juga membantu mendanai penelitian ini .

Tantangan Terbaru Tentang Keakuratan Alkitab : Abraham Anakronistik Unta ?

Diterjemahkan dari situs : http://www.christianitytoday.com/ct/2014/february-web-only/latest-challenge-bible-accuracy-abraham-anachronistic-camel.html?paging=off

*Anakronistik : tidak sesuai dengan kronologi waktu

Meskipun studi terbaru dari tulang , bukti menunjukkan hewan gurun ikonik yang termasuk dalam Kejadian .

oleh : Gordon Govier

Seperti hidung unta di bawah tenda , penelitian arkeologi telah menimbulkan pertanyaan baru terhadap versi Alkitab tentang sejarah kuno .

Dua peneliti di Tel Aviv University ( TAU ) mempelajari tulang unta yang ditemukan di daerah tambang tembaga kuno di Aravah Valley, sebelah selatan Laut Mati . Menggunakan penanggalan radiokarbon dan teknik lainnya , mereka memutuskan bahwa unta pertama kali digunakan dalam operasi pertambangan menjelang akhir abad ke-10 SM (Sebelum Masehi) .
Mereka menyatakan bahwa ini adalah bukti pertama dari unta didomestikasi di Israel kuno .

Hal ini hampr 1.000 tahun setelah waktu para leluhur , ketika unta pertama muncul dalam Alkitab. Kejadian yang paling terkenal adalah cerita hamba Abraham , Eliezer , dalam Kejadian 24 , yang dikirim oleh Abraham untuk menemukan seorang istri bagi Ishak, anaknya . Dia menemukan Rebecca , yang tidak hanya menarik air dari sumur untuk memuaskan dahaga Eliezer , tetapi juga member minum 10 untanya.

Studi mereka dengan cepat digunakan untuk mengklaim bahwa Alkitab ditulis atau diedit jauh setelah kejadian yang sebenarnya terjadi. Berita headlines seperti :

    Misteri Alkitab Phantom Unta
    Unta Seharusnya Tidak Ada di Dalam Kitab Kejadian
    Akankah Penemuan Tentang Unta Mematahkan Alkitab ?
    Studi Tentang Unta Menggagaskan Alkitab Mungkin Salah
    Arkeologi Unta Bertentangan dengan Alkitab

Tetapi para ahli alkitab mengatakan klaim tersebut sangat berlebihan .

Penggunaan unta untuk pertambangan tembaga adalah penemuan penting . ” Tapi untuk mengekstrapolasi hal ini dan mengatakan mereka tidak pernah memelihara unta di tempat lain di Israel dalam 1.000 tahun sebelumnya, itu terlalu jauh” kata Todd Bolen , profesor Ilmu Alkitab di The Master’s College di Santa Clarita , California . ” Kesimpulan yang terlalu berlebihan. ”
Meskipun sangat sulit bagi para arkeolog dan sejarawan untuk menymipulkan waktu dan lokasi yang tepat kapan unta sudah didomestikasi , ada bukti yang menunjukkan bahwa pernyataan dari kitab Kejadian bukan anakronisme Alkitab ( anakronisme : kejadian yang tidak sesuai dengan alur waktu).

Dua makalah akademis baru-baru ini ditulis oleh pakar Alkitab – Konrad Martin Heide , seorang dosen di Philipps University of Marburg , Jerman , dan Titus Kennedy , seorang dosen di Biola University – keduanya merujuk pada peristiwa-peristiwa masa lalu di mana digambarkan manusia sudah menunggangi atau menuntun unta-unta, beberapa peristiwa tersebut tertanggal awal abad ke 2 SM.

Di antara bukti lain , Kennedy mencatat bahwa unta sudah disebutkan dalam daftar hewan peliharaan dari Ugarit , tertanggal ke periode Babilonia Lama (1950-1600 SM ) .

Ia menyimpulkan , ” Bagi mereka yang berpegang pada teori bahwa penggunaan unta di Timur Tengah kuno hanya terjadi pada abad ke-12 SM dan setelahnya, banyak bukti arkeologis dan tekstual yang harus diabaikan atau dihiraukan. ”

Dalam sebuah wawancara dengan Christianity Today , Kennedy mengatakan bahwa ia melihat arkeolog yang bekerja di Israel dan Jordan tampaknya menanggalkan domestikasi unta lebih kemudian daripada mereka yang bekerja di Mesir dan Mesopotamia .

” [ Israel ] tidak memiliki banyak tulisan dari sebelum Zaman Besi , 1000 SM , ” katanya . ” Jadi tidak ada banyak sumber untuk melihat . Sedangkan di Mesir , banyak peninggalan tulisan-tulisan dari 3000 SM dan hal yang sama ada di Mesopotamia. ” Berdasarkan bukti-bukti dari Mesir dan Mesopotamia , Kennedy percaya domestikasi mungkin terjadi pada awal millennium ke 3 SM.

Ia juga yakin bahwa peneliti TAU tidak hanya mengabaikan bukti dari luar Israel , mereka juga dianggap terlalu banyak beraanggapan tentang penelitian mereka sendiri . “Keseluruhan riset mereka hanya mennyimpulkan bahwa pada suatu tempat tertentu di mana mereka bekerja, mereka menemukan beberapa tulang unta yang mereka tafsirkan dalam konteks domestikasi antara abad ke 9 dan 11 SM , ” kata Kennedy . ” Hal ini tidak menjelaskan ke kita bahwa unta tidak digunakan di daerah-daerah lain sekitarnya, lebih awal dari waktu itu . ”

Arkeolog biasanya menyadari bahwa ” tidak adanya bukti bukan berarti bukti dari ketidak adaan. ” Tidak adanya bukti untuk suku Het pernah memicu beberapa perdebatan abad ke-19 atas Alkitab – sampai kerajaan bangsa Het yang luas ditemukan di Anatolia . Pertanyaan tentang Kitab Daniel pernah terfokus pada tidak adanya bukti Belsyazar yang diceritakan secara menyolok di dalam daftar raja Babel – sampai diketemukannya bahwa Belsyazar sebenarnya putra Nabonidus , dan wakil bupati .

Banyaknya laporan media yang tidak mepertanyakan temuan TAU ini jua menyaksikan fakta bahwa kebanyakan arkeolog dan pakar Alkitab percaya bahwa Alkitab ditulis atau disusun di milenium pertama SM . Mereka sangat skeptis terhadap informasi historis apapun yang mendahului periode itu .
Bolen juga mengamati bahwa arkeolog di TAU mendukung kronologi rendah Sistem Kerajaan Terpadu Israel , yang meminimalkan pentingnya Daud dan Salomo , dan biasanya lebih mementingkan bukti arkeologi daripada pernyataan Alkitab .

” Mereka mendukung temuan ini karena memperkuat posisi mereka di kronologi rendah , ” katanya .

Ironisnya , salah satu kritik yang paling baru-baru ini terhadap kronologi rendah datang dari arkeolog lain yang bekerja di Aravah, daerah tambang tembaga yang sama . Dia menetapkan bahwa sebagian besar pertambangan skala industri mungkin terjadi selama abad ke-10 SM , jamannya Daud dan Salomo , dan bukan kemudian, seperti yang diperkirakan.

Gordon Govier adalah editor majalah Artifax , dan produser eksekutif dari The Book & The Spade Program Radio .

Scan Otak Pecandu Porno : Apa Yang Salah ?

Gambar scan otak menunjukkan bahwa menonton situs online ‘ dewasa’ dapat mengubah materi abu-abu (grey matter) otak, yang dapat menyebabkan perubahan selera seksual

Oleh: Norman Doidge

The Guardian , Kamis 26 September 2013 13.29 WIB

Cambridge University Neuropsikiater Dr Valerie Voon baru-baru ini menunjukkan bahwa pria yang menggambarkan diri mereka sebagai kecanduan porno (dan yang kehilangan hubungan karena itu) mengalami perubahaan di area otak yang sama – pusat reward – seperti perubahan pecandu narkoba . Penelitian , belum dipublikasikan , adalah fitur minggu depan di Channel 4 acara TV Porno di Otak . Neurosceptics mungkin berpendapat bahwa gambar pencahayaan otak pada pecandu tidak memberitahu kita sesuatu yang baru – kita sudah tahu mereka kecanduan . Tapi sebaliknya hal ini membantu : mengetahui perubahaan pusat reward menjelaskan beberapa paradoks pornografi .

Pada pertengahan 1990-an saya , dan psikiater lainnya , mulai memperhatikan hal berikut . Seorang laki-laki dewasa , dalam hubungan yang menyenangkan , datang berkonsultasi untuk beberapa masalah non – romantis, mungkin menjelaskan semakin penasaran dengan pornografi di internet yang sedang berkembang . Kebanyakan situs membosankan bagi dia , hanya beberapa yang sangat menarik bagi dia sampai pada titik di mana dia ingin benar-benar melakukan aksi pornografi itu. Semakin banyak ia menggunakan porno , semakin ia ingin .
Namun , meskipun ia mendambakan hal itu , dia tidak suka melakukannya ( porno paradoks 1 ) . Keinginan yang begitu kuat sampai-sampai dia merasakannya hanya dengan berpikir tentang komputer ( paradoks 2 ) . Pasien juga akan melaporkan bahwa , dia jauh lebih tertarik dengan PEMIKIRAN untuk berhubungan badan dengan pasangannya daripada pasangannya ( paradoks 3 ) . Melalui porno ia memperoleh selera seksual yang baru .

Kita sering berbicara tentang pecandu seolah-olah mereka hanya memiliki ” masalah kuantitatif ” . Mereka ” menggunakan terlalu banyak ” , dan harus “mengurangi penggunaan” . Tapi kecanduan porno juga memiliki komponen kualitatif : mereka mengubah selera seksual . Penjelasannya seperti ini .
Sampai saat ini , para ilmuwan percaya otak kita tidak berubah ,segala sirkuit sudah terbentuk dan terselesaikan pada masa kecil , atau ” terpatok ” . Sekarang kita tahu otak adalah lebih cenderung seperti ” plastik ” (neuroplastic) . Otak tidak hanya dapat berubah, tetapi otak bekerja dengan cara mengubah strukturnya untuk menanggapi pengalaman mental yang terulang-ulang.
Salah satu pendorong utama perubahan otak adalah pusat reward , yang biasanya terpicu ketika kita menyelesaikan tujuan. Sebuah kimia otak , dopamin , dilepaskan , memberikan kita sensasi yang menyenangkan karena prestasi yang tercapai. Hal ini juga mengkonsolidasikan hubungan antara neuron di otak yang membantu kita untuk mencapai tujuan itu . Selain itu, dopamin juga dilepaskan pada saat-saat mengalami gairah seksual dan mengalami hal-hal yang baru . Adegan porno yang diisi dengan “partner” seks yang baru, dapat memicu pusat reward kita, sehingga imaginasi-imaginasi itu menjadi lebih kuat tertanam di otak. Hal ini merubah selera seksual pengguna .

Obat-obatan terlarang dapat memicu sekresi dopamin – tanpa kita harus bekerja untuk mencapai tujuan. Hal ini dapat merusak sistem hadiah dopamin . Dalam pornografi , kita mendapatkan ” seks” tanpa harus mempunyai pasangan . Sekarang , scan otak membuktikan bahwa pornografi dapat mengubah pusat reward juga.

Setelah pusat reward diubah , seseorang akan terus mencari kegiatan atau tempat yang dapat memicu pelepasan dopamin . (Seperti pecandu yang bersemangat melewati gang di mana mereka pertama kali mencoba kokain , pasien yang saya sebut di atas sangat gembira dengan berpikir tentang komputer mereka . ) Mereka mendambakan meskipun konsekuensinya negatif . ( Inilah sebabnya mengapa pasien bisa mendambakan porno tanpa menyukainya . – paradoks 1) Parahnya , dari waktu ke waktu , sistem dopamin menjadi rusak dan menjadi ” toleran ” terhadap aktivitas itu , sehingga membutuhkan lebih banyak stimulasi untuk mendapatkan gairah dan menenangkan hasrat . ” Toleransi ” mendorong pecandu untuk mencari stimulasi-stimulasi lain yang lebih menggairahkan, dan ini dapat membuat perubahan selera seksual ke hal-hal yang ekstrim.

Perubahan yang paling jelas dalam porno adalah bagaimana seks bercampur dengan kegiatan agresif dan sadomasochism . Ketika ‘toleransi’ terhadap dorongan seksual , sudah tidak memuaskan; dorongan ke dua, dorongan agresif, dipakai untuk memuaskan si pecandu. Sehingga bagi orang-orang sudah secara psikologis terpengaruh, pornografi harus memasukkan adegan-adegan seks dengan kemarahan , pria menghina perempuan dengan ejakulasi ke wajahnya, penetrasi anal dengan penuh kesakitan , dll. Situs-situs Porno juga banyak memuat kompleks yang dijelaskan Freud : ” MILF ” ( “Mothers I’d Like to Fuck” ) situs menunjukkan kepada kita kompleks Oedipus masih ada, situs pemukulan menseksualisasi trauma masa kanak-kanak , dan banyak situs lain lagi yang berisi fiksasi oral dan anal . Semua fitur ini menunjukkan bahwa rahasia kotor dari pornografi adalah perbedaan di antara ” situs dewasa ” adalah bagaimana ” kekanak-kanakannya ” mereka bisa berhasil karena dorongan dari kompleks kekanakan serta bentuk seksualitas dan agresif dari pengguna . Pornografi tidak ” menyebabkan ” kompleks ini , tetapi bisa memperkuatnya dengan cara menanamkannya ke dalam sistem reward kita. Porno memicu ” neo – seksualitas ” – interaksi antara fantasi dari pembuat porno, dan pemirsa .

Dari semua naluri kita , naluri seks mungkin yang paling plastik . Naluri ini tampak telah keluar dari jalur tujuan utama evolusionernya , reproduksi. Walaupun, beberapa pakar bioloy yang naif terus menggambarkan bahwa selera seksual sudah terpatok dan tak berubah , dan menegaskan kalau manusia selalu tertarik pada pasangan yang sama secara fisik , fitur simetris dan atribut yang menunjukkan ” orang ini akan menghasilkan keturunan fit ” . Tapi kenyataannya kita tidak semua tertarik pada tipe atau orang yang sama .

Selera seksual berubah dari jaman ke jaman : dewi seksual yang dilukis oleh Rubens terlalu gemuk untuk standar modern . Selera seksual juga berubah dari individu ke individu : orang yang berbeda memiliki “jenis ” romantis yang berbeda . Tipe orang cenderung mengikuti karikatur : suka kebebasan , tipe artistik , anak nakal , pendiam yang tegar , wanita setia , dan sebagainya. Kita belajar bahwa tipe terkait dengan plastisitas , ketika kita mempelajari latar belakang orang tersebut . Wanita tertarik pada “pria yang sudah berpasangan ” , mungkin kehilangan ayahnya di masa kecil ; pria yang tertarik dengan “Ratu Dingin ” mungkin memiliki hubungan yang renggang dengan ibu yang kritis. Mungkin ada sedikit pengaruh dari asalnya tentang ketertarikan-ketertarikan yang spesifik ini. Tetapi tanda utama bahwa hasrat seksual tidak harus berhubungan dengan kegiatan reproduksi adalah fetishist , lebih tertarik pada sepatu daripada pemakainya .
Selera seksual selalu berubah selama kita hidup; tidak semua cinta adalah cinta pada pandangan pertama , berdasarkan penampilan; kita mungkin tidak tertarik pada seseorang, sampai kita jatuh cinta dengan mereka dan menikmati kehadiran mereka ,sehingga kita “terbangun” oleh pesona mereka . Dan pasangan monogami berhasil, yang selalu mencintai dan merasakan ketertarikan satu sama lain selama berpuluh-puluh tahun , akan perlahan-lahan mengubah selera seksual mereka , sejalan dengan usia dan penampilan pasangan mereka . Terkadang perubahan datang dengan cepat , tetapi tidak secepat atau seradikal seperti yang terjadi pada remaja , dari keterbatasan ,melompat sampai mengkonsumsi semua atraksi.

Otak para remaja benar-benar seperti plastik . Sekarang , akses 24/7 ke int¬¬¬ernet porno meletakkan dasar selera seksual mereka . Dalam film InRealLife oleh Beeban Kidron , sebuah film yang mencekam tentang dampak internet pada remaja , anak laki-laki 15 tahun dengan kejujuran dan keberanian yang luar biasa mengartikulasikan apa yang sedang terjadi dalam kehidupan jutaan remaja laki-laki . Dia menunjukkan padanya gambar porno yang merangsang dia dan teman-temannya , dan menjelaskan bagaimana hal tersebut tleah membentuk ” kehidupan nyata ” aktivitas seksual mereka . Dia mengatakan : ” Anda akan mencoba seorang gadis dan merasakan gambaran yang persis yang telah Anda tonton di internet … Anda ingin dia untuk menjadi persis seperti yang Anda lihat di internet … Saya sangat berterima kasih kepada siapa pun membuat website ini , dan juga gratis , tetapi dalam pengertian lain itu merusak pengertian tentang cinta . ini menyakitkan saya karena saya merasa sekarang ini sangat sulit bagi saya untuk benar-benar menemukan koneksi dengan seorang gadis. ”
Selera seksual dan kerinduan untuk beromantis dari anak-anak telah terpisah dari satu sama lain . Sementara itu, gadis-gadis telah ” ditanami” dalam diri mereka bahwa mereka harus memainkan peran yang ditulis oleh pornografi . Dulunya , pornografi hanya digunakan oleh remaja untuk mengeksplorasi , mempersiapkan dan meredakan ketegangan seksual , dalam mengantisipasi hubungan seksual yang nyata . Sekarang ini, pornografi menggantikan kenyataan .

Dalam bukunya , Bunny Tales : Behind Closed Doors di Playboy Mansion , Izabella St James , yang merupakan salah satu mantan ” pacar resmi” Hugh Hefner , menggambarkan seks dengan Hef . Hef , yang sudah berumur 70an , akan berhubungan seks dua kali seminggu , kadang-kadang dengan empat atau lebih dari pacar nya sekaligus, St James adalah salah satunya . Dia melakukan hal-hal yang baru, variasi, keanekaragaman dan semua wanita bersedia untuk melakukan apa yang dia senang . Pada akhir dari akltivitas orgy , St James menulis , lalu “pada puncak acara : Hef masturbasi sambil menonton film porno”.

Hef , seseorang yang benar-benar bisa menghidupi fantasi porno dengan dahsyat, dengan bintang porno yang nyata, justru berbalik dari manusia dan sentuhan yang nyata ke gambar pada layar . Sekarang , saya menanyakan Anda , “Apa yang salah dengan gambar ini ? ” .