Dibebaskan Dari Belenggu Diri

Diterjemahkan dari situs : http://newspring.cc/blog/stories/liz-wilson/

oleh Liz Wilson, USA

Liz Wilson dibesarkan di rumah tangga yang labil. Dia menutupi rasa sakitnya sampai Yesus menunjukkan padanya kalau Dia bisa mengambil semua itu. Ini adalah kisahnya dalam kata-katanya sendiri…

Ini adalah hal yang terendah dari yang paling rendah bagi saya, malam itu saat aku duduk di penjara. Aku hanya ingin mati setelah mendapatkan DUI (Mengemudi dalam keadaan mabuk). Aku sangat kehilangan. Aku sudah muak dengan mabuk-mabukan dan pesta pora, tapi tidak yakin aku ingin melepaskan semuanya. Aku tidak bisa percaya bahwa Yesus bisa mengambil semua penderitaan saya.

Ayah dan ibu saya adalah pecandu alkohol. Setelah perceraian mereka, keadaan makin menjadi lebih buruk. Mereka mengancam satu sama lain, sampai-sampai tim SWAT (Polisi Khusus) dipanggil ke rumah saya, dan ayah saya diseret ke penjara. Setelah dibebaskan, ia bunuh diri tahun keduaku di SMA. Sejak saat itulah saya mulai minum. Kebiasaan ini semakin memburuk di perguruan tinggi.

Saya mulai memakai narkoba dan mulai mengalami serangan panik. Aku memutuskan untuk pesta lebih keras untuk menutupi kesedihan saya. Saya sedang mencari sukacita dan damai. Aku tidak tahu cara lain untuk mencoba dan menemukan itu. Saya merasa putus asa. Saya terlahir di dalam kehidupan seperti ini. Aku tidak tahu pilihan yang lainnya.

Pergumulan Dalam Hatiku

Tetapi Yesus tidak puas untuk meninggalkan saya dalam kekacauan ini. Adikku dan adik ipar mulai mengundang saya untuk NewSpring. Aku akan pergi kadang-kadang jika saya tidak terlalu mabuk. Ini tidak berarti bahwa saya anti-gereja. Bahkan, saya percaya pada Tuhan. Aku hanya berpikir itu sudah cukup.

Setelah menghadiri dengan mereka beberapa kali, aku tahu Tuhan mengetuk pintu hati saya untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Tapi sampai aku menemukan diriku di penjara, saya tidak melihat bagaimana Ia bisa memperbaiki hidup saya. Malam itu, saya pikir saya sudah tidak ada ruginya dan memberi Yesus kesempatan. Saya memberikan itu semua kepada-Nya : masa lalu saya, rasa sakit saya, hati saya. Aku tidak tahu tempat lain untuk mencari tetapi sampai.

Pergeseran Dalam Prioritas
Dalam waktu dua minggu setelah menyerahkan hidup saya kepada Kristus, saya mulai melihat perubahan. Saya merasa sukacita, damai sejahtera, dan beban diangkat dari bahu saya. Aku benar benar merasakan kelegaan setelah meninggalkan kehidupan penuh dengan dosa.

Jangan salah paham. Aku masih berjuang dengan godaan dan berada dalam masalah keuangan yang mengkhawatirkan. Tapi aku memandang kepada-Nya untuk membawa saya melalui itu.

Aku mengambil kelas Gereja pembinaan keuangan NewSpring dan mulai mengatur keuangan saya dengan baik. Sebelumnya tidak pernah masuk akal bagi saya untuk memberikan 10 persen dari penghasilan saya kepada Yesus, tetapi sekarang saya melihat Dia selalu setia dan aku tidak pernah kekurangan. Saya juga menghadiri kelas keanggotaan NewSpring. Saya menyadari bahwa hidup saya benar-benar berubah – menjadi lebih baik. Prioritas saya adalah berpusat pada Yesus, bukan lagi berusaha untuk menutupi rasa sakit saya.

Terbesar Perubahan

Dia bekerja melalui diriku dengan cara yang luar biasa dan beberapa teman saya juga telah bertobat. Saya memiliki hubungan baik dengan keluarga saya, dan sekarang memiliki suami yang baik dan anak perempuan yang menakjubkan. Saya berkomitmen untuk pelayanan dan memimpin kelompok rumah. Saya sekarang memiliki ketenangan pikiran. Tidak peduli apa dalam keadaan apapun, saya tahu untuk berpaling kepada-Nya, berdoa, dan membaca firman-Nya.

Sekarang aku tidak sendirian. Aku tidak takut untuk memberitahu orang lain tentang Yesus dan berkat-berkat dia memberi saya. Saya berharap dan berdoa. cerita saya akan membantu orang lain yang terlahir dalam situasi yang tampaknya tidak ada harapan, agar mereka juga terdorong oleh kasih dan kesetiaan yang Yesus tunjukkan kepada saya.

Leave a Reply

Post Navigation