DIKEJAR DARI KEDALAMAN : KISAH JOHN

20140411_pursued-from-the-depths-john-s-story_banner_img

John adalah seorang siswa dengan nilai sempurna, musisi yang sangat baik, sangat disukai oleh guru-gurunya, dan memacari gadis-gadis cantik. Dari luar, dia kelihatannya hampir sempurna. Tapi di dalam, dia berkata bahwa dia penuh kematian dan kenajisan spiritual. Orang tuanya membesarkannya dengan pemikiran bahwa prestasi adalah hal yang paling penting dalam hidup. Jadi dia membuat prestasi sebagai tuhannya.

PRESTASI = CINTA

John yakin semuanya dimulai ketika ia masi duduk di sekolah menengah. Dia tidak berpikir orang tuanya sengaja untuk menanam pemikiran tersebut di kepalanya tapi sepertinya ketika dia semakin baik di sekolah, semakin mereka mencintainya.

“Jika saya berprestasi baik, aku merasa dicintai dan diterima oleh orang tua saya,” kata John. “Dan selama waktu ini, saya percaya bahwa Tuhan memperlakukan hal demikian kepada saya. Saya mulai melihat Tuhan dengan cara yang sama saya melihat orang tua saya, renggang dan menuntut kesempurnaan dari saya.”

Penampilan luarnya yang sempurna sangat kontras dengan apa yang terjadi di dalam. John menjadi kecanduan pornografi ketika ia berusia sekitar 16 tahun.

“Saya bernafsu dengan semua wanita di sekitar saya, mengobjeksi mereka yang diciptakan menurut gambar Tuhan. Saya malu akan dosa saya. Tidak peduli seberapa kerasnya aku mencoba, aku tidak bisa mematahkan kecanduan porno saya. Aku tidak berdaya. Aku adalah seorang budak.”

Memudahkan kecanduannya adalah akses yang hampir tak terbatas untuk pornografi ketika di sekolah menengah atas. Kedua orangtuanya bekerja sepanjang waktu. Mereka menempatkan komputer di ruang dasar yang jarang dipantau. John mengingat dia pulang dari sekolah dan dapat melihat porno selama berjam-jam sebelum orang tuanya pulang kerja.

DISELAMATKAN DI DALAM KAPAL SELAM

Ketika John lulus dari sekolah menengah atas pada tahun 2009, ia bergabung dengan Akademi Angkatan Laut AS untuk melanjutkan usahanya mencari kejayaan, prestise, dan prestasi. Selama pelatihan pada musim panas, ia menghabiskan seminggu di kapal selam. Bekerja dalam kedalaman 300 meter di Samudra Pasifik, Tuhan mengejarnya melalui sesama anggota akademi. Matthew adalah seorang yang rendah hati, baik, dan ramah yang secara teratur menanyakan John tentang kehidupannya.

John tahu dia melakukan hal-hal berdosa tetapi karena dia adalah murid yang sempurna dan anak yang baik, dia berpikir bahwa ia adalah orang yang baik. Matthew menunjukkan padanya Roma 3:23 :”Karena semua orang telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah.”
John mengatakan,”Pada saat itu, ayat itu menusuk hati saya. Pada saat itu, saya menemukan Allah di dalam kekudusan-Nya. Ketika saya bertemu Tuhan, hidup saya runtuh di sekeliling saya. Segala sesuatu yang saya lakukan sampai saat itu menjadi sampah, sebuah tumpukan sampah yang bau. Aku merasa ditelanjangi dan dibuka. Saya tahu bahwa tidak mungkin orang berdosa seperti saya dapat berdiri di hadapan Allah yang kudus dalam kondisi saya sekarang ini.”

Dalam suatu tempat yang tidak biasanya – sebuah kapal selam – John mengatakan dia “percaya kepada Yesus, dan mengetahui bahwa Dia mencintai saya dan mati untuk dosa-dosa saya di kayu salib. Satu-satunya cara orang berdosa seperti saya mampu berdiri di hadapan Allah yang kudus yaitu dengan diselubungi oleh kebenaran Yesus.”

John merasa lega dan, untuk pertama kali dalam hidupnya, perasaan spiritual yang stabil.

“Di dalam kapal selam itu, sesuatu telah berubah,”katanya. “Saya tidak mampu menjelaskannya pada saat itu, tapi pada saat itu saya mengerti bahwa apa yang Yesus katakan adalah suatu kebenaran. Saya mengerti ada masalah mendasar dengan siapa aku. Aku butuh hati yang baru. Saya bukan orang baik yang melakukan hal-hal jahat. Saya melakukan hal-hal yang jahat karena saya orang jahat.”

MANUSIA BARU, KEHIDUPAN BARU

Matthew terus memuridkan John, mengajarinya untuk membaca Alkitab dan membawanya ke gereja. John meninggalkan Akademi Angkatan Laut di pertengahan tahun kedua dan hal itu mengejutkan kedua orang tuanya. Dia menduduki peringkat nomor satu di kelas 2013 dan tidak pernah menyerah dalam hidupnya. Bagi John, itu adalah keputusan yang mudah dan sulit. Mudah karena ia merasa Tuhan memanggilnya untuk pergi. Sulit karena ia harus menghancurkan berhala prestasinya.

“Aku harus percaya mengikuti Yesus lebih pasti dan nyata daripada ilusi kemakmuran dan prestasi duniawi.”

John tidak menyadarinya saat itu, tapi melihat ke belakang, dia bisa melihat bahwa meninggalkan Akademi Angkatan Laut adalah simbol bagaimana dia meninggal dalam kehidupan lamanya. Kehidupan baru yang dimiliknya termasuk pandangan yang lebih baik tentang wanita dan kebebasan dari perbudakan pornografi.

“Yesus membebaskan saya dari kecanduan saya, dan saya telah bebas [dari pornografi] sudah hampir empat tahun. Ketika saya percaya pada Yesus dan menerima Roh Kudus, saya akhirnya mempunyai kekuatan untuk melawan dosa saya. Roh Kudus tanpa hentinya memberikan kekuatan untuk mengatasi godaan ketika saya tidak mampu.”

TUJUAN YANG BARU

Pada tahun 2011, John mulai bekerja menuju gelar master di bidang teknik listrik di New Mexico Tech. Sekolah ini terletak di kampung halamannya di Albuquerque, New Mexico. Dia bertemu istrinya, Lindsey, pada retret InterVarsity Christian Fellowship pada bulan Februari 2011. Mereka menikah pada bulan Mei 2012 dan anak pertama mereka, Anastasia, lahir pada tanggal 17 Maret tahun ini. Bersama-sama mereka melayani di tim usher di gereja Mars Hill Albuquerque.

John mengatakan kehidupan sehari-harinya terlihat mirip dengan ketika dia berada di Akademi Angkatan Laut sebelum Yesus menebus dirinya. Dia masih pergi ke sekolah dan bekerja. Tapi ada satu perbedaan yang sangat penting.

“Perbedaannya adalah kehidupan lama saya didedikasikan untuk meningkatkan kejayaan saya, sedangkan kehidupan baru saya dibeli untuk Tuhan dan kemuliaan-Nya. Tentu saja aku tidak bisa sempurna setiap hari. Tapi aku dapat mengatakan dengan keyakinan bahwa sedikit demi sedikit, saya menjadi lebih seperti Yesus.”

Diadaptasi dari situs : http://marshill.com/2014/04/11/pursued-from-the-depths-john-s-story

Leave a Reply

Post Navigation