Exegesis : Andapun Bisa Melakukannya !

exegesis-you-can-do-it-507x307
Exegesis — (Metode Penafsiran Alkitab)

Apakah Exegesis adalah hobi Anda? Atau apakah pemikiran untuk menggunakan metode Exegesis untuk menerangkan Kitab Suci membuat Anda bergairah?

Menurut Henry Blackaby, salah satu penulis Encounters With God: Transforming Your Bible Study, setiap orang adalah penafsir. Dalam kutipan di bawah, Henry dan anak-anaknya Melvin dan Norman bertujuan untuk menghilangkan “faktor rasa takut” untuk membantu Anda menyadari, bahwa setiap orang dapat melakukan penafsiran dan menggunakan studi Alkitab sebagai dasar untuk membaca
Firman Allah.

Bersiaplah untuk merasakan pengalaman baru dengan Alkitab Anda!

Exegesis: Memahami Pesan

Exegesis” adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan studi Alkitab yang cermat untuk menemukan arti dan makna asli yang dimaksudkan dari sebuah teks.

Setiap orang adalah penafsir, beberapa adalah penasir yang baik dan beberapa, buruk. Anda mungkin pernah mendengar seseorang berkata, “kembali masa-masa itu. . . “Atau” apa yang Yesus maksudkan adalah. . . “. Ucapan-ucapan tersebut merupakan analisa penafsiran teks. Si Pembicara sedang mencoba untuk menjelaskan hubungan antara teks kuno dan pemahaman modern.

Exegesis digunakan untuk menjelaskan mengapa kita tidak lagi menyapa dengan “ciuman kudus” (1 Petrus 5:14) atau menyambut tamu ke rumah kita dengan cara mencuci kaki mereka (John 13:14).

Exegesis juga menjelaskan mengapa kita tidak benar-benar mencabut mata kanan atau memotong tangan kanan kita, jika mereka menyebabkan kita berbuat dosa (Matius 5: 2930).

Exegesis menafsirkan kata-kata yang mengejutkan dari Yesus bahwa “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.”(Yohanes 06:53). Exegesis membawa arti bahasa simbolik yang tidak masuk akal.

Perhatikan gambaran tentang Yesus oleh Rasul Yohanes, dan coba bayangkan seperti apa ini kelihatannya (Wahyu 1:14-16):
“Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api. Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau air bah. Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.

Seperti yang Anda lihat, Exegesis diperlukan untuk memahami Firman Allah secara keseluruhan.

Exegesis: Perhatikan Langkahmu

Tentu saja akan banyak jebakan, penafsiran yang salah dapat menjebak ketika mereka menyalahgunakan Firman Allah.

Orang – orang memiliki kecenderungan untuk menjelaskan apa yang mereka tidak suka sebagai “terikat budaya” atau dalam beberapa hal tidak relevan untuk masyarakat modern.

Mereka dapat mengambil sebuah kata dalam Kitab Suci, dan menambah arti kontemporer di atasnya , walaupun itu bukan yang tidak sejalan dengan apa yang sebenarnya dimaksud. Mereka dapat mengambil teks yang “deskriptif” dari peristiwa sejarah dan membuatnya menjadi perintah “preskriptif” untuk ditaati oleh orang Kristen jaman ini. Mereka dapat mengambil pernyataan di luar konteks dan menarik semua jenis kesimpulan konyol.

Mari kita pertimbangkan beberapa contoh Exegesis yang buruk untuk memberikan sedikit gambaran apa yang dimaksud dengan jebakan.

Contoh Exegesis Buruk # 1: Di Luar Konteks

Filipi 4:13 adalah pernyataan yang telah sangat sering disalahgunakan. Paul membuat sebuah deklarasi yang indah, ” Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku”
Tetapi kalau diartikan di luar konteksnya, orang bisa menarik beberapa kesimpulan yang mengada-ngada tentang apa yang Kristus bantu untuk kita lakukan.

“Segala perkara” harus memenuhi kriteria, kalau tidak ini akan menjadi lisensi untuk melakukan sesuatu dalam nama Kristus. Jelas, Kristus tidak akan menguatkan Anda untuk melakukan sesuatu di luar kehendak-Nya.

Dapatkah Anda mengklaim janji ini untuk membantu Anda menjadi atlet bintang? Akankah Dia memberikan kecerdasan bisnis untuk menjadi sangat kaya? Atau mungkin memenuhi impian seumur hidup Anda untuk terbang ke bulan?

Ayat ini sering digunakan dari ambisi keegoisan anda dan bukan berasal dari kerinduan untuk mematuhi Kristus. Melihat konteks dari ayat ini, kita melihat bahwa Paulus sebenarnya berbicara tentang menjadi puas dalam segala keadaan. Paulus telah mengenal hidup di dalam kelimpahan, tetapi ia juga mengalami kelaparan dan menderita dengan sengsaranya. Namun Kristus telah memberinya kekuatan untuk
semua keadaan, dan hubungannya dengan Kristus telah membawa kepuasan.

Contoh Exegesis Buruk # 2: Pembelajaran Kata yang Salah

Penggunaan yang tidak tepat dari penelitian kata, juga dapat menyebabkan kesimpulan yang menyesatkan. Dalam Roma 1:16, Paulus menulis: “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya… “Dalam ayat ini, kata “kekuatan” adalah terjemahan dari kata Yunani dinamis. Anda dapat dengan mudah menemukannya di dalam kata Inggris “Dinamit”, yang memiliki akar etimologis yang sama. Ada banyak pengkhotbah yang berusaha untuk menyemangati orang banyak dengan menyatakan bahwa Injil adalah “dinamit” Allah yang menyelamatkan. Namun masalahnya, adalah bahwa gambaran kita tentang dinamit adalah berbeda dengan apa yang dimaksud Paulus ketika ia mengatakannya. Paulus tidak memiliki konsep dinamit seperti yang kita punya sekarang, atau mungkin dia tidak akan menggunakan kata tersebut kalau dia tahu artinya. Dinamit itu menghancurkan, merobohkan semuanya, menghanguskan segala sesuatu, dan bahkan dapat digunakan untuk membunuh.

Namun, Injil melakukan sebaliknya. Paulus sekedar mengungkapkan fakta bahwa Injil membawa keutuhan dan memberikan hidup baru. Mana yang memiliki kekuatan lebih: sesuatu yang mengambil kehidupan, atau sesuatu yang memberi hidup? Penafsiran yang tepat dari ayat ini
akan tetap terpaut pada makna aslinya dan tidak melebih-lebihkan dari arti sebenarnya agar menimbulkan efek dramatis.

Exegesis: Mulailah Berjalan

Cara terbaik untuk menguasai Alkitab adalah dengan memulai studi Anda. Jelas, tidak semua orang akan menjadi ahli dalam penafsiran, tetapi beberapa materi akan membantu siapapun untuk menggali dalam Kitab Suci dan menemukan kebenaran yang melimpah dan relevan.
Seorang “ahli” ahli seorang yang menguasai bahasa Alkitab dengan teliti, mengenal sejarah Yahudi dan Helenis, variasi naskah kuno, dan informasi latar belakang yang lebih luas dari dunia kala.

Tapi Anda juga dapat melakukan penafsiran yang baik walaupun Anda tidak memiliki akses ke materi-materi tersebut. Anda dapat mengembangkan keterampilan Anda sendiri dan belajar untuk memanfaatkan hasil kekuatan penelitian dari para “ahli” untuk tujuan Anda sendiri (ini di mana materi pelajaran Alkitab yang baik menjadi berguna).

Anda bisa menjadi penafsir yang baik, yang mengerti apa yang Tuhan maksudkan sebenarnya kepada umatNya pada saat itu dan membedakan kebenaran yang abadi untuk saat ini. Kunci untuk penafsiran yang baik adalah untuk membaca Alkitab dengan hati-hati dan serius.

Anda akan perlu mempertanyakan tentang diri anda sendiri dan ayat tersebut, jika Anda ingin menemukan apa yang Tuhan katakan melalui penulisNya. Proses ini mungkin tampak kaku pada awalnya, tetapi akan menjadi sangat alami sejalan dengan menumbuhkan kebiasaan baik dalam membaca Alkitab.

Diterjemahkan dari : http://www.faithgateway.com/exegesis-you-can-do-it

Leave a Reply

Post Navigation