Generasi Millenial Kurang Beragama, Lebih Liberal, Menurut Penelitian PEW.

millennials1

Oleh Anugrah Kumar8

*Generasi Millenial – anak-anak yang dilahirkan antara tahun 1980 sampai awal tahun 2000

Generasi Millenial Amerika cenderung kurang mempercayain adanya Tuhan dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya. Mereka juga kurang terlibat pada organisasi politik dan agama, mereka dihubungkan lewat media sosial, tidak percaya orang dan tidak terburu-buru untuk menikah, tetapi mereka optimis tentang masa depan negaranya, laporan terbaru Pew Research Center menunjukkan.

Sekitar 29 persen orang dewasa berusia 18-33 mengatakan mereka tidak berafiliasi dengan agama apapun, dari hasil studi Pew yang dirilis Jumat. 11 persen mengatakan mereka tidak percaya pada Tuhan dibandingkan dengan 6 persen dari Gen X. 58 persen dari Millennials mengatakan mereka benar-benar yakin akan kepercayaan mereka pada Tuhan, sementara 69 persen dari Gen X mengatakan hal yang sama. 28 persen dari Millennial dan 24 persen dari Gen X mengatakan mereka percaya pada Tuhan tetapi tidak yakin.

Sementara itu, setengah dari Millenial menggambarkan diri mereka sebagai independen politik.

Penelitian ini mencatat angka-angka tersebut adalah atau mendekati level tertinggi dalam topik Ketidakterlibatan dengan Agama dan Politik untuk generasi manapun dalam seperempat abad sejak para peneliti mulai mensurvey topik ini.

” Ini bukan berarti bahwa mereka tidak memiliki pendapat yang kuat, opini politik – mereka punya !, ” kata Paul Taylor, salah satu penulis laporan tersebut. “Hanya saja mereka memilih untuk tidak mengidentifikasi diri dengan salah satu kelompok politik. ”

Sementara banyak Millennial menyebut diri mereka politik independen, mereka cenderung untuk mendukung Demokrat dan pandangan liberal untuk isu-isu politik dan sosial, mulai dari keyakinan dalam pemerintah yang aktivis sampai mendukung pernikahan sesama jenis dan melegalisasi ganja, penelitian ini menambahkan.

Dukungan untuk pernikahan sesame jenis di kalangan Millennial telah meningkat dari 44 persen pada tahun 2004 menjadi 68 persen sekarang, dan legalisasi ganja dari 34 persen menjadi 69 persen, penelitian mengatakan. Namun, pandangan mereka tentang peraturan senjata api dan aborsi hampir mirip dengan generasi-generasi sebelumnya.

Millennial juga agak kurang antusias dibanding dengan orang dewasa yang lebih tua tentang lingkungan hidup. Hanya 32 persen mengatakan isu lingkungan menggambarkan mereka sangat baik, dibandingkan dengan sedikitnya 40 persen di antara semua generas-generasi sebelumnya.

Studi ini menemukan bahwa hanya sekitar seperempat dari generasi ini menikah. 69 persen dari Millennial yang belum menikah mengatakan mereka ingin menikah, tetapi banyak dari mereka – terutama yang dengan tingkat penghasilan dan pendidikan yang lebih rendah – merasa kekurangan apa yang dianggap kebutuhan untuk mempersiapkan pernikahan, landasan ekonomi yang kokoh.

Mereka sedang ” menempa sebuah jalan tersendiri untuk menuju kedewasaan, ” menurut Taylor.

Millennial adalah generasi transisi, yang sebagian dapat menjelaskan liberalisme politik mereka. Sekitar 43 persen Millenial dewasa bukan berkulit putih, persentasi tertinggi dari generasi manapun.

Lebih dari setengah Millenial berkulit putih mengidentifikasi sebagai independen, dibandingkan dengan 47 persen dari rekan-rekan mereka yang bukan berkulit putih. 37 tujuh persen dari Millennial yang bukan berkulit putih berhubungan dengan Demokrat, dan hanya 9 persen dengan Partai Republik.

Keanekaragaman ras mungkin juga yang sebagian menjelaskan tentang rendahnya kepercayaan sosial, saran para peneliti. Ketika diajukan pertanyaan,”Umumnya, setujukah anda kalau kebanyakan orang bisa dipercaya atau anda tidak perlu terlalu berhati-hati dalam berurusan dengan orang-orang, ” kurang dari 20 persen setuju.

Millenial hampir sama dengan generasi sebelumnya memiliki pandangan positif terhadap bisnis, dan dibandingkan generasi sebelumnya, lebih mendukung pemerintahan yang aktivis, laporan tersebut menambahkan.

Mereka juga “digital natives” (terlahir dalam era digital), 81 persen dari mereka di Facebook dengan jumlah teman rata-rata 250, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok usia yang lebih tua.

Mereka juga agak lebih optimis disbanding dengan yang lebih tua tentang masa depan negara mereka, dengan 49 persen mengatakan hari –hari terbaik Amerika masih ada di depan, pandangan ini yang dianut oleh 42 persen dari Gen X, 44 persen generasi Boomers dan 39 persen generasi Silents.

*Gen X – generasi yang lahir sekitat awal tahun 1960 – 1970
*Boomers – generasi yang lahir sekitar tahun 1946 – 1964
*Silents – gnerai yang lahir sekitar tahun 1930 – 1940

Penelitian ini didasarkan pada survei yang dilakukan 14-23 Februari 2014, diikuti 1,821 orang dewasa dari seluruh negara, termasuk 617 orang dewasa Millennial, dan analisis dari survei Pew Research Center lainnya yang dilakukan antara tahun 1990 dan 2014.

Diterjemahkan dari situs : http://www.christianpost.com/news/millennial-generation-less-religious-more-liberal-pew-study-shows-115833/

Leave a Reply

Post Navigation