Jokowi x Prabowo : Debat Capres 3

download (1)

Debat Capres 3, 22 Juni 2014 : Politik Nasional dan Internasional dan Ketahanan Nasional.

Jokowi vs. Prabowo

  • Segmen 1 : Pembukaan tentang Peranan Indonesia dalam Politik Dunia

    Pemikiran Atas Prabowo:
    Seperti biasanya Prabowo berpidato dengan berapi-api dan penuh semangat. Sangking semangatnya dia lupa mengucapkan salam kepada pemirsa.

    Sepertinya beliau berusaha untuk mengobarkan semangat nasionalisme dan patriotik. Gaya bicaranya mengingatkan saya pada Chavez dari Venezuela dan tidak hanya itu isi pidatonya pun juga. Apakah beliau akan berusaha menasionalisasi seluruh perusahaan asing ? Apakah dia berani untuk melakukan hal itu ? Akankah itu menjadi bumerang bagi Indonesia ?

    Ini bisa membikin investor dan perusahaan asing getar-getir dan bisa menarik Indonesia keluar dari ekonomi internasional. Apakah Indonesia akan mengikuti langkah Venezuela jika Prabowo menjadi Presiden ? Ekonomi Venezuela tidak menjadi lebih baik ketika di nasionalisasi, inflasi menjadi 20% dan mengalami devaluasi mata uang.

    Kalau Prabowo berusaha mengikuti Chavez, maka satu hal yang pasti dia harus mengikuti gaya kepemimpinan Chavez yang notabene adalah autokrasi.

    Pemikiran Atas Jokowi:
    Jokowi memulai dengan pernyataan bahwa politik kita adalah bebas-aktif. Dibanding dengan pidato Prabowo, Jokowi lebih mengoutline pokok-pokok pemikirannya.
    Dalam hal ketahanan negara beliau menekankan akan kesejahteraan prajurit dan memperbaiki ketahanan negara.

    Pendapat beliau tentang Palestina, seakan ada negara yang tidak mau Palestina menjadi negara. Kenyataannya semua setuju, tapi masalahnya adalah wilayah mana yang diklaim Palestina dan wilayah mana yang diklaim Israel. Pokok masalahnya adalah wilayah. Juga Israel keberatan kalau Hamas yang menjadi Pemerintah Resminya. Salah satu dasar pemerintahan Hams adalah memusnahkan Israel. Kalau salah satu dasar pemerintahan Malaysia atau Singapura atau Australia atau Filipina atau Vietnam atau Kamboja adalah memusnahkan Indonesia, apakah Pak Jokowi akan menerima pembentukan negara tersebut ?

    Satu konsep yang saya rasa sungguh tepat dari pembukaan Jokowi adalah Poros Maritim atau kita harus berjaya di laut. Sangat masuk akal, sebagai negara kepulauan dengan luas laut mencapai 3,1 juta km2, Indonesia seharusnya benar-benar membangun laut kita.

  • Segmen 2:

    Pertanyaan : Modernisasi ALUSTITA, Tanpa Mengkhawatirkan Negara Tetangga
    Pemikiran atas Jawaban Jokowi
    Jokowi rupanya benar-benar mengikuti teknologi. Dia mengemukakan untuk memakai drone atau pesawat tanpa awak (Unmanned Aerial Vehicle – UAV) untuk mendukung pertahanan nasional. Suatu ide yang bagus, dan Indonesia pasti sanggup untuk melaksanakannya.

    Teknologi UAV bisa mengurangi beban para prajurit, dan dapat memberikan informasi secara cepat, tepat dan akurat.

    Pertanyaan: Menjelaskan tentang Kepentingan Nasional dan Kekayaan Nasional
    Pemikiran atas Jawaban Prabowo
    Penjelasan Prabowo memakai contoh jika gaji orang pemerintah kecil, maka kita akan dipandang rendah, sangatlah tidak akurat. Negara luar terus terang tidak terlalu memperdulikan gaji pegawai negri negara manapun, baik sipil maupun militer.

    Saya merasa Prabowo lebih menekankan pendekatan militeristik show of power dalam menunjukkan kalau kita negara yang tidak boleh dianggap enteng.

    Saya maklumi karena mungkin latar belakang beliau adalah orang militer. Saya merasa beliau mungkin kecewa dengan tanggapan pemerintah sebelumnya terhadap konflik-konflik kita dengan negara tetangga, seperti konflik pulau Sepadan, dan berbagai kebudayaan yang diklaim oleh negara tentangga, di mana Indonesia banyak mengalami kerugian.

  • Segmen 3:

    Bagaimana Menangani Masalah-Masalah Dengan Negara Lain Ketika Kepentingan Nasional Terancam
    Pemikiran Atas Jawaban Prabowo
    Tidak ada yang terlalu spesifik dan menginspirasi dalam jawaban Prabowo. Jawabannya seperti jawaban di buku-buku pelajaran PMP dulu.

    Pemikiran Atas Jawaban Jokowi
    Jokowi menekankan untuk diplomasi Pemerintah-Pemerintah dan tidak akan memakai perang dalam konflik-konflik.

    Pertanyaan: Perlindungan TKI dan Ketahanan Nasional
    Pemikiran Atas Jawaban Jokowi
    Jokowi sangat menekankan untuk melatih TKI, dan mendata TKI dengan baik, dia juga menekankan untuk tidak mengirim TKI ke negara yang tidak mempunyai UU perlindungan tenaga kerja yang kuat.

    Saya mendukung penuh pendapat Jokowi tentang idenya untuk menjadi Poros Maritim. Sekali lagi, negara kepulauan dengan luas wilayah laut yang sungguh besar, harus bisa jaya di laut !

    Pemikiran Atas Jawaban Prabowo
    Pada dasarnya beliau setuju akan paparan Jokowi tentang TKI, dan dia menambahkan untuk mengadakan sertifikasi.

  • Segmen 4:

    Pertanyaan Jokowi ke Prabowo : Kebijakan Luar Negeri yang Harus Diubah
    Pemikiran Atas Jawaban Prabowo
    Prabowo sangat setuju dengan kebijakan luar negeri SBY.

    Reaksi pertama saya, menyimak pidato pembukaannya dan seakan-akan mengindikasikan keinginannya untuk menasionalisasi perusahaan-perusahaan Indonesia, bukankah itu akan memperburuk hubungan dengan negara lain?
    Bukankah selalu menggembar-gemborkan kebocoran kekayaan alam kita ke luar negeri selama pemerintahan SBY?

    Salah satu kendala banyaknya koruptor lari ke luar negeri, terutama ke Singapura, adalah tidak adanya perjanjian ekstradisi. Apakah Prabowo tidak akan mengejar perjanjian ekstradisi yang adil dengan Singapura?

    Pertanyaan Prabowo ke Jokowi : Manfaat WTO bagi Indonesia
    Pemikiran Atas Jawaban Jokowi :
    Saya menganggap WTO lebih menguntungkan negara-negara maju. Standard negara maju lebih tinggi dari negara berkembang, sehingga sangat sulit barang-barang kita untuk bersaing atau masuk ke suatu pasar luar negeri. Sebaliknya, komoditi dari negara maju bisa dengan mudah masuk ke negara berkembang. Itu disebabkan juga karena perangkat hukum kita mudah di licinkan. Industri kerakyatan akan tertekan karena jelas mereka tidak bisa mengikuti ISO, karena jika mereka mengikuti ISO maka harga jual mereka akan ikut naik dan tidak mudah untuk berkompetisi dengan pasar lain.

    Menurut saya, produk dalam negeri harus bisa dipercaya oleh bangsa sendiri dulu, baru kita bisa berkompetisi. Produk dalam negeri kita tidak menjadi tuan dalam rumah, mana mungkin konsumen luar negeri akan tertarik pada barang-barang kita.

    *Maaf karena penulis sedang berlibur di tempat yang internet nya terbatas. Pemikiran tentang debat Capres ke 3 terpotong sampai di sini

Leave a Reply

Post Navigation