Jokowi x Prabowo : Pengamatan Debat 2

download (1)

Pemikiran dalam debat Capres 2, 15 Juni 2014.
Jokowi vs. Prabowo

  1. Jokowi Pidato Pembukaan
    Jokowi mengawali dengan penekanan akan Revolusio Mental, dan mengiklankan program Kesehatan dan Pendidikannya. Jokowi juga memaparkan bahwa visinya adalah pemerataan pembangunan.

    Prabowo Pidato Pembukaan
    Prabowo memulai pembukaannya dengan berapi-api. Dia menjanjikan banyak hal yang fantastis. Dia menjanjikan 1 miliar per desa per tahun, kenaikan upah minimum menjadi 2 ½ kali lipat, jalan raya 3000 km, dll.

    Pemikiran
    Jokowi menjajakan program-program yang sama yang dia cetuskan ketika berkampanye menjadi gubernur. Sekarang ini Indonesia Sehat dan Pintar berjalan dengan berbagai macam masalah. Bisa menjadi suatu tantangan yang paling hebat kalau dia mau menjalankan ini dalam skala nasional, karena keterbatasan infrastruktur. Program-program seperti Indonesia Sehat atau Kartu Pintar, tidak akan bisa berjalan, KALAU sistem pendataan kependudukan masih seperti sekarang. Tapi saya sangat setuju dengan Joowi kalau sesungguhnya kebutuhan utama bagi bangsa ini adalah Revolusi Mental !

    Dalam hal pidato yang bersemangat, Prabowo memang jagonya. Namun, dalam kali ini dia benar-benar mengkontradiksi pidatonya sendiri. Di awal pidato dia menyindir Jokowi dengan retorik, “program pendidikan dan keehatan gratis, duitnya dari mana?”, tapi kemudian dia menjanjikan banyak hal yang notabene membutuhkan dana yang sangat sangat besar, dan kemudian mengatakan “dananya sudah ada !”. Pemikiran pertama yang muncul di pikiran saya “Loh ! Kok dia mengkontradiksi pidatonya sendiri ?” . Jumlah desa di Indonesia per tahun 2012 adalah 77,548 desa. Dengan perhitungan matematika biasa, kita kalikan dengan 1 Milyar jadi dana yang kita butuhkan adalah 77,548 Milyar pertahun. Atau sekitar 80 Trilyun per tahun. Daripada memberikan setiap daerah 1 Milyar, bagaimana kalau membangun infrastruktur (air bersih, listrik, dan jalan) ke desa tersebut dengan dana 1 milyar pertahun dan lihat sendiri bagaimana suatu desa akan bertumbuh dengan pesat kalau ada infrastruktur.

  2. Pertanyaan : Ekonomi Kerakyatan
    Jawaban Prabowo
    Prabowo menganggap bahwa ekonomi kerakyatan adalah pemerintah turut berpartisipasi dan tidak hanya sekedar menjadi wasit. Dia melanjutakan bahwa banyak program SBY yang berhasil, salah satunya KUR, dan Dana bergulir.

    Pemikiran
    Pemikiran pertama yang muncul ketika Prabowo, mengatakan bahwa Pemerintah tidak hanya sekedar wasit adalah “Wah ! Apakah dia baca Kebangkitan.org yah?” hehehe karena dia memakai keyword saya. Pada artikel saya tentang debat 1, saya mengemukakan bahwa paham saya adalah konservatif, dan beranggapan bahwa pemerintah sebaiknya menjadi wasit, dan tidak ikut bermain. Tapi mana mungkin orang setenar Prabowo membaca no-name artikel.
    Hmmmm … mungkin saya akan selipkan keyword yang lain, kalau dia pakai lagi di debat berikutnya saya akan terkejut.
    OK ! Maaf jadi melamun.

    Kembali kepada topik, menurut pemikiran saya, Prabowo mengunggulkan program-program Pemerintah yang sekarang sedang dilakukan, tetapi di lain kesempatan dia juga mengkritik kinerja pemerintahan SBY dalam hal ekonomi. Sekali lagi dia mengkontradiksi dirinya sendiri.

    Salah satu program Pemerintah SBY yang dia katakan akan terus dilanjutkan adalah Program Dana Bergulir. Saya tidak terlalu kenal dengan program ini, tapi terima kasih Google, saya sedikit mempelajari apakah program dana bergulir. Ternyata itu hanya nama lain dari Micro-Loan (atau pinjaman mikro). Terus terang pinjaman mikro adalah sangat bagus. Dan untuk pak Prabowo, penggagas pertama Pinjaman Mikro adalah Muhammad Yunus. Seorang banker yang mendirikan Grameen Bank untuk memberikan pinjaman mikro. BUKAN pemerintah.

    Ide yang bagus, dan tidak perlu pemerintah yang melakukannya. Pemerintah bisa membuat kebijakan dalam dunia perbankan untuk menstimulasi atau menggiatkan para investor untuk berani masuk ke arena pinjaman mikro tanpa harus berpartisipasi langsung. Saya bukan ahli perbankan, tapi ini bisa.

    Di Amerika, situs-situs seperti Prosper.com, Kiva.com, etc. menyediakan pinjaman mikro peer-to-peer tanpa campur tangan Pemerintah. Mereka melakukannya dengan efektif dan efisien.

    Sekali lagi, Pemerintah identik dengan birokrasi yang tak berkesudahan.

    Oh saya cuman tahu apakah Prabowo juga akan melanjutkan BLSM (Bantuan Langsuns Sementara Masyarakat) atau yang biasa saya sebut Program Bagi-bagi Duit ?

  3. Pertanyaan: Visi Berdikari dan Menangani Hutang
    Jawaban Jokowi
    Membangun dan merapikan pasar-pasar Tradisional, dan PKL dalam skala nasional. Menuntaskan inefisiensi dan kebocoran dana dengan e-governing.

    Pemikiran
    Menurut saya, memberdayakan PKL dan pasar-pasar Tradisional adalah suatu gagasan yang sangat tepat. Solusi ini sangat masuk akal untuk pemberdayaan pedagang-pedagang kecil dan sekaligus merapikan kota. Tapi menurut saya kebijakan ini harus juga diikuti dengan menertibkan konsumen. PKL bisa ada karena adanya konsumen. Konsumen harus ikut ditertibkan, sehingga dapat mengurangi demand. Kalau tidak ada demand, maka PKL liar pun akan punah dengan sendirinya. Hukum pasar pasti berlaku.

    Pasar-pasar tradisional bisa merupakan ajang yang mempertemukan produsen dan konsumen secara langsung tanpa middle man.

    Tentang e-governing, itu suatu ide yang modern. Sekali lagi saya masih sanksikan apakah bisa terlaksana, karena infrastruktur nasional yang belum merata dan memadai.

  4. Pertanyaan : Program Pengentasan Kemiskinan yang Tidak Efektif dan Membuat Lapangan Kerja
    Jawaban Jokowi
    Membangun sistem yang baik. Jokowi berpendapat jawaban yang untuk mengentaskan kemiskinan adalah dengan membangun sistem seperti Indonesia Sehat dan Pintar.
    Mengenai ketenagakerjaan, memacu investasi ke daerah-daerah dan tidak hanya terpusat pada Jawa dan sekitarnya. Diikuti dengan membangun infrastruktur.

    Jawaban Prabowo
    Prabowo menekankan untuk mengentaskan kemiskinan dan pengangguran adalah pertanian. Karena dia berpendapat pertanian adalah sektor yang bisa menyerap tenaga kerja dan memberikan hasil dengan segera.

    Pemikiran
    Jokowi sekali lagi mempromosikan Indonesia Sehat dan Pintar, atau dengan kata lain program pelayanan kesehatan dan pendidikan gratis bagi rakyat miskin. Hal ini memang baik, tetapi bukan sebagai jawaban untuk mengentaskan kemiskinan. Program-program ini harus diiringi dengan penyuluhan masyarakat bahwa program-program tersebut adalah sebagai safety net, bukan sebagai life support.

    Perbedaannya adalah kalau safety net, masyarakat bisa berdikari dan berusaha sendiri, tetapi ketika mengalami kegagalan, mereka tidak akan mati. Kalau life support berarti masyarakat akan menggantungkan hidupnya ke program-program tersebut, sehingga tidak dapat berdikari.
    Mengentaskan kemiskinan harus dimulai dari setiap individu dengan kemauannya sendiri, tugas Pemerintah adalah melihat setiap individu adalah sama di mata hukum. Yang kaya tidak boleh melanggar peraturan permainan, begitu juga yang miskin.

    Jawaban Prabowo sekali lagi membuat saya menaikkan alis mata. Pertama seperti nya dia menyayangkan adanya kerusakan 7 juta hektar hutan, tapi kemudian dia menambahkan bahwa lahan-lahan tersebut akan dijadikan sawah-sawah. Tadinya saya berpikir dia akan merestorasi kembali hutan-hutan tersebut.

    Saya berpendapat bahwa pertanian memang harus dikembangkan, tetapi bukan jawaban untuk menyerap tenaga kerja. Pertanian modern tidak membutuhkan tenaga kerja yang banyak. Lagipula alasan banyaknya urbanisasi adalah bukan karena kurangnya lahan pertanian, tetapi karena banyak orang desa menganggap bahwa pertanian bukanlah pekerjaan yang dapat menghasilkan uang banyak dan itu disebabkan karena Pemerintah berusaha mengontrol harga komoditi pertanian.

    Meningkatkan Pertanian adalah baik, untuk mencukupi kebutuhan pangan nasional, tetapi sebagai jawaban untuk menyerap tenaga kerja, sepertinya tidak mungkin kalau harga tetap dikontrol oleh pemerintah.

    Kalau dipadukan antara jawaban Prabowo tentang pertanian dan solusi Jokowi untuk membangun dan merapikan pasar-pasar tradisional, maka hal tersebut akan menjadi suatu solusi yang luar biasa. Ketika Petani bisa menjual hasilnya LANGSUNG ke pembeli, tanpa melewati middlemen maka itu dapat menguntungkan konsumen dan petani sekaligus.

  5. Pertanyaan: Mengendalikan Pertumbuhan Penduduk yang Tinggi dan Akses Kesehatan untuk Wanita
    Jawaban Prabowo
    Mengamankan ‘kebocoran’ negara dan menginvestasi ‘kelebihan’ uang ke Keluarga Berencana, dan Posyandu.

    Jawaban Jokowi
    Mengkampanyekan lagi Program Keluarga Berencana. Merubah pola pikir masyarakat. Berhubugan dengan angka kematian ibu, Jokowi kembali mempromosikan kartu Indonesia Sehat.

    Pemikiran
    Ide KB adalah baik tetapi bukan sebagai pembatasan banyaknya anak, seperti yang dilakukan China, tetapi sebagai perencanaan orang tua apakah mampu dalam hal keuangan, untuk mempunyai anak dan berapa banyak.

    Selain itu, saya merasa program pengadopsian anak juga harus digalakkan. Saya merasa pihak pihak beragama seharusnya dilibatkan untuk hal ini.

  6. Pertanyaan Jokowi ke Prabowo: Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus Daerah
    Jawaban Prabowo
    Meningkatkan DAU dan DAK kalau pendapatan negara naik.

    Pemikiran
    Sekali lagi kalau diperhatikan, Prabowo seakan mengkontradisi pernyataannya. Di dalam pidato pembukaan dia berkata bahwa dia akan memberikan 1 Milyar per desa per tahun dan duitnya sudah ada. Sedangkan sekarang, dia berpendapat pendapatan negara kita harus naik dulu, baru bisa meningkatkan DAU dan DAK.

    Bagi saya Prabowo hanya mengulang talking point tentang kebocoran uang negara, tanpa memberikan solusi.

    Saya merasa kembali ke tujuan dari pemberian DAK. Kalau tujuan DAK agar desa atau daerah bergantung pada pusat, maka daerah hanya menjadi beban. Tapi kalau tujuan DAK adalah untuk membuat daerah bisa menopang dirinya sendiri atau memberdayakan daerah, maka akan dengan sendirinya daerah akan bisa menghidupi dirinya sendiri tanpa campur tangan pusat yang berlebihan.

    Kalau kita melihat suatu provinsi adalah suatu negara kecil, maka kita akan melihat daerah itu sebagai sumber daya dan bukan beban. Kalau suatu provinsi melihat dirinya sebagai suatu negara kecil, maka penduduk daerah tersebut akan berpikir untuk membangun daerah nya tersebut, tanpa harus ke daerah lain. Ada suatu kebanggaan untuk bisa membangun daerah sendiri.

  7. Pertanyaan Prabowo ke Jokowi: Taget Pertumbuhan Ekonomi
    Jawaban Jokowi
    Target petumbuhan >7% dengan catatan, memperbaiki iklim investasi, perijinan dengan memanfaatkan on-line, dan menaikkan industri kecil untuk eksport dengan memanfaatkan kedutaan besar. Pemerintah harus mendorongnya.

    Pemikiran
    Ide yang sangat baik kalau negara bisa membantu memasarkan produk-produk dalam negeri ke luar, karena itu termasuk suatu pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana.
    Dalam hal mengurus perijinan on-line sekali lagi Jokowi harus benar-benar membangun infrastruktur yang memadai.

    Ketika Amerika di bawa Presiden Obama hendak melakukan pelaksanaan Obamacar secara on-line, hasilnya penuh dengan kegagalan. Situs selalu gagal, dan banyak orang yang mendaftar menemui jalan buntu.

    Kalau suatu negara adidaya, dengan infrastruktur yang jauh lebih bisa kelimpungan untuk membuat suatu program asuransi kesehatan secara on-line, apakah Indonesia dengan infrastruktur yang jauh lebih buruk mampu ? Suatu tantangan bagi Jokowi !

  8. Pertanyaan Jokowi ke Prabowo: Klaim Tentang Banyak Uang Tapi Defisit Perdagangan
    Jawaban Prabowo
    Kembali Prabowo memainkan dan mengulang kata kuncinya “kebocoran” dan menutup kebocoran. Dan menyindir program Jokowi tentang Indonesia Sehat dan Pintar

    Pemikiran
    Pertanyaan Jokowi berusaha menunjuk pada kontradiksi dari pernyataan-pernyataan Prabowo. Prabowo terus menyatakan bahwa uang kita cukup, tetapi juga mengatakan bahwa uang kita tidak cukup.

    Sekali saya merasa Prabowo hanya mengulang kata-kata kampanye. Beliau sendiri yang pada pidato pembukaan berjanji banyak hal dan mengatakan kalau kita sudah ada uangnya. Tapi sekarang dia mengatakan asal kebocoran ditutup.

    Menutup kebocoran adalah suatu janji kampanye semua calon Presiden RI semenjak Soeharto. Nyatanya tidak terjadi. Prabowo yang didukung oleh Partai-Partai yang membocorkan uang negara saya YAKIN tidak bisa menutup kebocoran. Kalau memang Prabowo ‘berani’ menutup kebocoran negara, beliau harus menolak partai-partai yang jelas-jelas terlibat korupsi gila-gilaan seperti misalnya PKS.

    Ketika terjadi koalisi dari partai-partai kotor, mungkinkah kebocoran dapat ditutup ?

  9. Pertanyaan Prabowo ke Jokowi: Wajib Belajar 12 Tahun dan Biaya 40 Triliun
    Jawabab Jokowi
    Menekankan bahwa pembangunan manusia adalah melalui pendidikan. Memfokus pendidikan mental pada sekolah dasar, dan keahlian dan ketrampilan ketika Menengah Atas.
    Jokowi setuju dengan Wajib Belajar 12 tahun dan mengatakan dana 40 triliun bisa didapat dari penghematan dalam bidang energi.

    Pemikiran
    Saya setuju dengan konsep pendidikan yang diutarakan oleh Jokowi, mental terlebih dahulu sebelum keahlian, pengetahuan dan ketrampilan.
    Tentang anggaran, saya merasa Jokowi menggampangkan cara untuk mendapatkannya. Saya kurang yakin apakah beliau bisa mendapatkan anggaran 40 triliun tersebut dari cara yang dipaparkannya.

  10. Pertanyaan Jokowi ke Prabowo: Meningkatkan Peran PPID
    Jawaban Prabowo
    Prabowo tidak bisa menjawab karena dia tidak tahu akan arti PPID. Kalau anda mendengar dengan teliti, dia malah menggumam “KAMPRET”

    Pemikiran:
    Saya tidak mengerti apa PPID. Dengan Google yang saya mengerti PPID adalah Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi dan berada di bawah Departemen Komunikasi dan Informatika. Namun, Jokowi menjelaskan itu adalah tim Pengendali Inflasi Daerah.
    Jadi saya tidak bisa berkomentar banyak.

    Menurut saya, pertanyaan Jokowi ini bersifat gotcha dan berusaha menyandung Prabowo. Seharusnya Jokowi lebih mendetil kepanjangan PPID mana yang dia maksud dan apa yang dia mau Prabowo jawab.
    Saya yakin kebanyakan orang Indonesia tidak paham PPID mana yang dimaksud Jokowi.

    Saya merasa sifat dari pertanyaan hanya untuk menjebak dan bukan untuk mencari informasi. Sorry, Pak Jokowi, saya merasa anda kehilangan poin untuk pertanyaan ini.

    Begitu juga dengan Prabowo, kelihatan kasarnya ketika dia menghujat dan memaki ‘Kampret !” dan tertangkap oleh mic. Sorry, kalau saja Prabowo tidak mencaci, saya akan lebih memenangkan dia dalam sesi ini, tapi nyatanya

  11. Pertanyaan Prabowo ke Jokowi: Rencana Pembangunan Infrastruktur
    Jawaban Jokowi
    Jokowi akan memfokuskan transportasi kelautan. Karena dia merasa dengan perhubungan laut yang baik, pembangunan bisa merata dengan baik. Selanjutnya, dia akan membangun rel kereta api.

    Pemikiran:
    Sangat setuju akan penjelasan Jokowi. Kita harus bisa benar benar fokus akan transportasi kelautan kita. Negara maritim tanpa transportasi laut yang baik tidak bisa memeratakan pembangunan dengan efisien.
    Saya merasa Jokowi mengerti akan hal infrastruktur dalam hal transportasi.

  12. Pertanyaan: Ekonomi Kreatif dan Tingkat Pengangguran
    Jawaban Prabowo
    Beliau hanya menyatakan bahwa perlunya pembangunan ekonomi kreatif. Dan Prabowo menyetujui pendapat Jokowi.

    Jawaban Jokowi
    Jokowi menjawab lebih mendetail. Dia juga mengatakan akan terus mendorong anak-anak muda untuk lebih berpartisipasi di ekonomi kreatif.

    Pemikiran
    Keduanya tidak berbeda. Ekonomi kreatif adalah hal yang baik, tetapi dengan banyaknya pemain, pasar ini akan menjadi terlalu jenuh. Lagipula ekonomi kreatif mudah untuk menarik peminat anak muda, karena memang sebuah pasar yang trend, modern, dan kelihatannya bergengsi.

    Sebaiknya tidak perlu peran Pemerintah untuk itu, Pemerintah malah harus lebih mendorong anak-anak muda untuk ke bidang STEM (Science, Tech, Engineering dan Math –Peneliti, Teknologi, Insinyur dan Matematika)

    Negara Amerika benar-benar sedang mendorong anak mudanya ke arah STEM. Karena sedikitnya pekerja di bidang STEM, orang-orang dari India dan Cina masuk untuk memenuhi kebutuhan STEM.

    Kalau bangsa kita bisa menghasilkan siswa-siswa yang baik dalam bidang STEM, itu akan sejalan dengan visi Jokowi di mana kita bisa memanfaatkan sumber daya kita sendiri tanpa bantuan luar.

  13. Pertanyaan Prabowo ke Jokowi: Menghadapi ASEAN Economic Community
    Jawaban Jokowi
    Jokowi menyarankan untuk lebih proaktif dalam menghadapi masuknya pasar luar negeri dan mengandalkan perlindungan terhadap produsen dalam negeri

    Tanggapan Prabowo
    Prabowo berusaha mendesak Jokowi untuk jawaban yang lebih rinci tentang bagaimana jika perusahaan luar negeri mau masuk ke pasar dalam negeri.

    Pemikiran
    Proteksi terhadap produsen dalam negeri harus ada, karena kalau tidak maka produsen dalam negeri akan kalah bersaing. Tetapi imbasnya adalah ketika kita terlalu memproteksi diri kita, negara lain juga akan melakukan hal yang sama, kalau hal ini terjadi bagaimana kita bisa mengekspor produk kita keluar ?
    Saya merasa sebenarnya proteksi dagang haru lebih cenderung bilateral daripada multilateral dan juga saya yakin Indonesia sekarang ini sudah ada proteksi, tetapi masalah nya di sini yang memproteksi bisa dilicinkan dengan uang. Itu yang menjadi masalah.

    Regulasi sudah banyak tetapi tidak transparan, tidak jelas dan rumit.

  14. Pertanyaan Jokowi ke Prabowo: Visi Misi Tentang Anggaran Desa 1 Milyar Padahal Menurut Undang-Undang Bisa Lebih Tergantung Angka Kemiskinan dan Luas Wilayah
    Jawaban Prabowo:
    Prabowo menangkis serangan Jokowi dengan alasan bahwa program tersebut dicetuskan SEBELUM Undang-Undang tersebut keluar.

    Tanggapan Jokowi
    Jokowi menganggap bahwa Prabowo hanya mengambil visi-misi tersebut dari UU, bukan dari pemikiran pribadinya.

    Pemikiran
    Berulang kali Prabowo mengkontradiksi kalau memang sudah ada UU nya, dia tidak perlu lagi menyebut program 1 Milyar per daerah tersebut di dalam Pidato Pembukaan nya. Ini menunjukkan bahwa Prabowo memang sedang berkampanye, bukan sedang memaparkan visi dan misi. Jokowi memberikan pertanyaan yang sangat tepat.

  15. Pertanyaan Prabowo ke Jokowi: Kontrak Asing yang Merugikan Bangsa
    Jawaban Jokowi
    Jokowi menganggap bahwa kita harus menghormati kontrak-kontrak yang sudah ada untuk membangun kepercayaan untuk berinvestasi. Dia menambahkan tetapi ketika akan diperpanjang, kita harus lebih berhati-hati. Jokowi menegaskan pada intinya kita harus kembali kepada konstitusi bahwa bumi dan kekayaan alam adalah milik negara dan digunakan untuk rakyat.

    Pemikiran
    Saya merasa jawaban Jokowi bisa memberi kelegaan bagi investor asing yang sekarang ada di Indonesia. Karena kalau Jokowi berpendapat bahwa semua kontrak bisa dibatalkan, itu bisa memberikan impresi kalau dia hendak menasionalisasi semua perusahaan asing, seperti yang terjadi di Venezuela. Hal ini bisa menyebabkan kepanikan bagi investor asing.

    Pertanyaan Prabowo ini berusaha untuk memberikan buah simalakama untuk Jokowi. Jika dia jawab putuskan kontrak, maka akan membuat investor panik, tapi kalau tidak putuskan, makan nasionalisme Jokowi akan dipertanyakan.

    Tetapi Jokowi tidak terjebak dalam pertanyaan ini, karena beliau adalah seorang usahawan. Beliau tahu pentingnya suatu kontrak atau perjanjian antara dua pihak.

    Ketenangannya dalam menjawab dan kesimpulannya bahwa kita harus berbalik lagi kepada konstitusi untuk kontrak-kontrak ke depan adalah jawaban yang menenangkan dan tepat.

  16. Pemikiran Pidato Penutupan
    Atas Prabowo
    Pemikiran pertama, tentang ibu-ibu dan bapa-bapa yang bisa tidur, terus terang terlalu indah dan muluk. Hehehe. Prabowo berusaha meyakinkan bahwa dia akan bekerja untuk rakyat.

    Atas Jokowi
    Bekerja siang dan malam …Saya akan pegang janji itu yah pak kalau anda terpilih. Saya suka ketika beliau mengatakan bahwa dia akan tunduk pada konstitusi.

    Pemikiran akhir, saya merasa Jokowi lebih menguasai maslah ekonomi daripada Prabowo. Dengan latar belakan wirausahawan, saya merasa dia akan lebih tahu seluk beluk dunia perdagangan dan apa yang harus dilakukan agar bangsa kita bisa meningkat ekonominya.
    Prabowo lebih bergantung kepada informasi-informasi dari timnya, dan bahkan sekarang sudah ada pernyataan bahwa kebocoran 7000 triliun atau 1000 triliun itu adalah suatu angka yang tidak mungkin dan tidak pernah dikeluarkan oleh Ketua KPK.

    Jadi menurut kenetralan saya, Jokowi memenangkan debat ke 2 ini.

2 Thoughts on “Jokowi x Prabowo : Pengamatan Debat 2

  1. youth on June 23, 2014 at 07:11 said:

    Yg ditanya jokowi itu TPID, tim pengendalian inflasi daerah.. ketuanya Hatta Rajasa dan jokowi dapat penghargaan sewaktu jadi walikota solo.

  2. winadmin on June 24, 2014 at 03:18 said:

    Terima kasih akan informasinya. Tapi Jokowi seharusnya memberikan kepanjangannya daripada sekedar singkatan.
    Dan saya juga salah dengar saya pikir PPID 😀 hehehe. di Youtube susah dengarnya.

Leave a Reply

Post Navigation