Kaitlin Simmons

Diterjemahkan bahasa Dari SITUS : http://www.thevillagechurch.net/article-stories/201277/kaitlin-simmons/

Kaitlin Simmons
Ditulis oleh David Ubben
Kesaksian oleh Kaitlin Simmons

Halaman-halaman jurnal Kaitlin Simmon itu dari tahun pertamanya kuliah di North Texas dipenuhi dengan keluhan-keluhan biasa.

” Apakah saya terlalu berat ? ”

” Apakah dia menyukai saya ? ”

” Apakah nilai saya cukup baik ? ”

Setelah 8 November 2009 , nada dan subjek berubah arah secara tajam. Kaitlin merasa terpanggil untuk kembali ke gereja awal bulan itu. Pada saat itu , dia tidak tahu mengapa . Semuanya jelas sekarang .

Di kampus Denton, Pdt. Beau Hughes melangkah ke mimbar dan mulai berkhotbah dengan judul “The Age of Anxiety” (Masa Kecemasan).

Kaitlin membawa jurnalnya ke gereja dan menulis kalimat pertama dan langkah pertama dalam perubahan hidup yang dibuat oleh Kristus.

” Saya perlu mendengar ini , ” tulisnya.

Dia pikir itu hanya ketidaksengajaan, kebetulan yang dinanti untuk mahasiswa baru yang penasaran mencari jawaban-jawaban hidup.

” Aku tahu sekarang , ” katanya , “Itu bukan. ”

Sampai saat ini , dia melihat kembali pada halaman dan catatan-catatan dari hari itu.

“Jika sesuatu yang lain memerintah hati Anda, hal itu akan mendominasi dan mengendalikan Anda , ” tulisnya .

Untuk Kaitlin, kecemasan mendominasi dan mengendalikan hidupnya . Tumbuh dewasa, ia menemani orangtuanya ke gereja setiap hari Minggu. Itu hanya rutinitas. Hal yang semestinya dilakukan oleh keluarga suci dan sempurna yang tinggal di Bible Belt (daerah di Amerika Serikat bagian Selatan yang mayoritas adalah orang Kristen – red). Atau lebih tepatnya , apa yang perlu dilakukan supaya kelihatan suci dan sempurna .
” Kami pergi ssupaya kita bisa pergi makan siang, ” kata Kaitlin . ” Saya tidak berpikir Tuhan dibicarakan selain saat itu atau pergi ke sekolah Minggu. Bagi saya , benar-benar tidak ada ketaatan apapun yang sesuai dengan Kitab Suci . Itu hanya rutinitas yang nyaman dan aku terjebak didalamnya”

Beberapa saat kemudian, orang tua Kaitlin bercerai, dan keluarganya berhenti pergi ke gereja . Identitas Kaitlin sebagai ‘pengunjung gereja yang terhebat’ pupus. Dia membutuhkan yang baru .

“Saya menemukan identitas saya dalam kecemasan saya. Yang berasal dari masa lalu saya, ” katanya . ” Aku punya banyak masalah dalam menekan emosi saya dan tidak pernah menyelesaikannya. Aku akan mengambil beban orang lain atau beban saya dan memikirkannya sampai ke titik di mana hal itu menjadi beban berat di hati saya . ”

Itu berlanjut sampai perguruan tinggi, empat tahun setelah didiagnosa menderita gangguan kecemasan, setelah menderita serangan panik yang menguras seluruh tenaga saya ” sekali atau dua kali seminggu . ” Kaitlin mulai minum obat , tapi serangan kecemasan terus menjadi pergumulan.

Sampai saat ini itu masih berlanjut. Tapi setelah bergabung dengan The Village , Kaitlin menemukan cara baru untuk melawan kegelisahannya.

Sebelum hari Minggu yang mengubah hidup itu, Kaitlin belum pernah mendengar sebuah khotbah tentang kecemasan sebelumnya. Dia belum pernah mendengar apa yang Alkitab katakan tentang pergumulan yang dialami begitu banyak orang setiap harinya.

“Aku belum pernah mendengar kalau hal itu disebut dosa. Tuhan mengambil keinginan untuk cemas dari kita. Kita tidak perlu khawatir, ” katanya . “Itu adalah kebenaran yang aku belum pernah dengar sebelumnya . ”

Dia belum pernah membaca Matius 6:25-34 , yang memerintahkan orang percaya untuk ” tidak kuatir akan hidupmu , apa yang anda akan makan atau minum , atau tentang tubuh Anda , apa yang akan Anda kenakan ”

Sebaliknya , bagian ini mengingatkan kepada orang percaya apa yang sebaiknya diperhatikan.
“Carilah dahulu kerajaanNya dan kebenaranNya , dan semua hal-hal ini akan ditambahkan juga kepadamu. Oleh karena itu , jangan khawatir tentang hari esok , karena besok mempunyai kekhawatirannya sendiri. Setiap hari memiliki cukup banyak masalahnya sendiri . ”

Hati Kaitlin, dan dalam kasus ini , pikirannya , memahami kebenaran tersebut. Ini menenangkannya , dan dia menyerahkan hidupnya kepada Kristus .

” Saya teringat mendengar hal itu dan merasa sangat nyaman dalam hal yang saya tidak pernah dengar sebelumnya , ” katanya . ” Tuhan menggunakannya untuk benar-benar berbicara kepada saya untuk pertama kalinya tentang kecemasan . Ini adalah isu yang Dia peduli dan ingin engkau menyadarinya. ”
Dia merasa nyaman untuk meninggalkan obatnya didalam botolnya. Serangan panik mingguan menjadi serangan panik yang sangat langka .

” Tuhan sepertinya memperlihatkan kepada saya cara yang baru untuk menangani hal itu dan berdoa tentang hal tersebut dan mencariNya lewat hal itu, dan bukan dunia, ” kata Kaitlin .

Dia bergabung dengan Home Group dan dibaptis di gereja . Kaitlin kemudian mengikuti program Steps untuk membantu mengatasi kemarahan dan kebencian terhadap masa lalunya dan kegelisahannya.

Hari ini, ia bersandar pada Home Group untuk bantuan lebih lanjut tentang kecemasan . Dia juga merindukan untuk berteman dengan orang lain , termasuk dengan anak-anak yang dimpimpinnya di Home Group untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP).

” Keinginan saya adalah untuk berjalan dengan gadis-gadis dan berdoa mengingatkan mereka tentang kebenaran di balik Injil , ” kata Kaitlin .

Untuk saat ini , siswa North Texas ini sedang menyelesaikan kuliahnya dalam bidang pekerjaan sosial – perubahan dari bidangnya fotografi yang diambilnya pada tahun pertama.

” Setelah saya diselamatkan , Tuhan mengarahkan hati saya untuk membantu mereka yang membutuhkan dan dalam kemiskinan , ” katanya .

Setelah lulus , Kaitlin mungkin berusaha untuk bergabung dengan pekerjaan sosial dan memasarkan pesan mereka . Dia mungkin mendaftar di seminari atau sekolah Alkitab untuk gelar sarjana.

Untuk saat ini, dia percaya Kristus untuk menunjukkan jalannya.

Leave a Reply

Post Navigation