Kekhawatiran Meningkat Sejalan Dengan Penyebaran Bakteri Kebal Antibiotik

_86140576_c0229913-drug-resistant_enterobacteria_bacteria-spl

Lebih dari 6.000 kematian per tahun dapat disebabkan karena penurunan 30% dalam efektivitas antibiotik di AS, menurut sebuah laporan dari jurnal kedokteran The Lancet.

Dilaporkan sebagian dari kelonjakan akan jumlah kematian terjadi pada pasien yang menjalani operasi kolorektal, kemoterapi kanker darah, dan penggantian pinggul (hip replacement).

Para ahli di Inggris mengatakan bahwa, penelitian ini mengkonfirmasi kekhawatiran mereka akan bahayanya bakteri kebal antibiotik dalam operasi-operasi rutin.
Pejabat kepala medis Inggris menyebut masalah ini sebagai “bom waktu” yang bisa meledak seawaktu-waktu..

Dalam laporan ini, sebuah tim ilmuwan dari sejumlah lembaga Amerika yang berbeda, memperkirakan bahwa sebanyak setengah dari semua bakteri yang menyebabkan infeksi setelah operasi di AS, kebal terhadap antibiotik.

Mereka juga memperkirakan bahwa satu dari empat infeksi yang diobati dengan antibiotik setelah perawatan kemoterapi, sekarang kebal terhadap obat.

Untuk laporan tersebut, peneliti melihat apa yang bisa terjadi pada orang yang memiliki operasi umum dan sedang dirawat karena kanker dengan kemoterapi, jika resistensi antibiotik meningkat sepertiga – sejalan dengan tren saat ini.

Mereka menghitung bahwa di Amerika Serikat akan ada peningkatan sebsar 120.000 dalam jumlah infeksi dan 6.300 dalam jumlah kematian setiap tahunnya.

Penulis utama studi Prof Ramanan Laxminarayan, direktur dari Cenre for Disase Snamics, Economics, and Policy di Washington DC, mengatakan antibiotik adalah batu pondasi dari kedokteran modern namun pengurangan efektivitasnya adalah “suatu tantangan signifikan”.

Dia menjelaskan: “Bahaya dari resistensi antibiotik mengurangi nilai dari pengobatan modern.”

Dia mengatakan resistensi antibiotik sudah membunuh bayi yang baru lahir di negara berkembang dan sebagian besar orang tua di negara maju.
Dan sebagai penduduk lanjut usia meningkat, mereka akan menghadapi lebih banyak operasi dan lebih berisiko terkena infeksi, katanya.

Dia mendesak para ahli kesehatan masyarakat untuk mengeluarkan “strategi baru dalam pencegahan dan pengendalian resistensi antibiotik di tingkat nasional dan internasional”.

‘Melemahkan Pengobatan’

Prof Laura Piddock, direktur Antibiotic Actioni dan profesor mikrobiologi di University of Birmingham, sebelumnya telah memperingatkan potensi dari dampak resistensi antibiotik pada operasi rutin.

“Adalah baik untuk melihat bukti dari AS yang mendukung kekhawatiran serius ini bahwa resistensi antibiotik akan berdampak pada banyak bidang kedokteran, termasuk melemahkan pengobatan pasien kanker.”

Dia mengatakan dia berharap laporan itu akan menjadi ”’wake-up call’ yang keras untuk perusahaan-perusahaan farmasi” untuk meneliti dan mengembangkan pengobatan baru untuk infeksi bakteri.

“Tanpa pengobatan antibiotik, keberhasilan pasien dalam pengobatan kanker akan cenderung berkurang dan sangat tidak mampu untuk memetik keberhasilan dari pengobatan dan terapi-terapi baru yang dapat memperpanjang hidup penderita kanker,” katanya.

Namun, untuk saat inidi Inggris, belum ada tanda-tanda signifikan dari kegagalan antibiotik dalam mengendalikan infeksi setelah operasi rutin.

Sebaliknya, data menunjukkan bahwa tingkat infeksi Inggris sedikit berkurang, menurut laporan dari Dinas Kesehatan Masyarakat Inggris.

Tapi Prof Nigel Brown, Presiden dari the Mikrobiologi Society, mengatakan bahwa penelitian itu relevan dengan Inggris.

“Resistensi antibiotik adalah masalah global dan kemungkinan bahwa operasi rutin seperti penggantian pinggul dan operasi caesar elektif akan menjadi lebih jarang di Inggris, kecuali langkah-langkah diambil untuk mencegah penyebarannya.”

Manusia vs super bakteri (bakteri kebal antibiotik)

  • Superbakteri adalah ancaman utama atas kesehatan global di mana bakteri yang kebal terhadap berbagai jenis antibiotik, menyebabkan sekitar 400.000 infeksi dan 25.000 kematian di Eropa setiap tahun.
  • Ulah manusia mempercepat resistensi antibiotik pada bakteri, terutama di bidang pertanian dan kesehatan. Hampir 50% dari resep antibiotik sebenarnya tidak diperlukan.
  • Apakah kita menghadapi masa depan di mana batuk atau luka kecil bisa membunuh?

Diterjemahkan dari : http://www.bbc.com/news/health-34541253

Leave a Reply

Post Navigation