KELUAR DARI NERAKA : KESELAMATAN SARAH

20140505_out-of-the-inferno-sarah-s-salvation_banner_img

KELUAR DARI NERAKA : KESELAMATAN SARAH

Nama-nama yang terlibat dalam cerita ini telah diubah untuk melindungi mereka. Walaupun semua detail yang berkaitan dengan keluarga mereka sudah dihapus, kita dapat mengatakan bahwa Sarah dan keluarganya telah diselamatkan dalam pergumulan yang akan diceritakan berikut dan keterlibatan mereka dengan Gereja Hill Mars telah membantu mereka untuk belajar dan bertumbuh dalam iman mereka.

Sarah dibesarkan di sebuah keluarga yang pergi ke gereja. Dia masih aktif terlibat sampai usia 17, tapi ketika tahun-tahun yang penuh kegalauan, memasuki masa-masa remaja, dan semua keraguan akan manfaat gereja sampai pada puncaknya, dia terbawa menjadi ateis.

“Pada saat itu, saya ingin melakukan apa yang saya mau, ” katanya.

Dia juga mempertanyakan bagaimana mungkin Tuhan bisa nyata ketika, menurut pandangannya, Dia melakukan hal-hal tidak menyenangkan untuknya. Sarah kehilangan pria yang digambarkannya “Ayah yang Baik dan Hebat ” ketika dia baru berusia sembilan tahun. Ketika ibunya sedang berduka dengan kematiannya, seorang pedofil mengambil kesempatan dalam situasinya yang rentan, dan menjadi ayah tiri Sarah.

Lebih dari pada itu, ibu Sarah menjadi seorang pecandu alkohol dan sulit untuk ditangani. Sarah memutuskan bahwa Tuhan itu sebenarnya keji atau memang tidak ada.

” Bagi saya, Tuhan – kalau Dia memang ada – bukanlah tuhan yang mau saya kenal, ” katanya.

Jadi dia meninggalkan gereja pada umur 21, meninggalkan rumah untuk “memulai menjalani” hidupnya.
” Butuh waktu 16 tahun sebelum aku akhirnya mati-matian mencari Tuhan, ” katanya. Katalis dari kesadarannya adalah ketika kehancuran keluarganya saat suaminya ditangkap. Hal itu, menurutnya, menjerumuskan semuanya ke dalam tiga setengah tahun neraka

PENGHAKIMAN

” Kami bisa melewati semuanya itu hanya dengan mencari Tuhan di tengah-tengah kengerian, mengalami kasih karuniaNya yang luar biasa dan melihat bawha sesungguhnya Dia selama bertahun-tahun ini tidak tinggal diam, ” kata Sarah. “Dan kami masih melakukannya. ”

“Kami sejak dulu sampai sekarang adalah keluarga taat hukum yang terjebak dalam sesuatu tidak pernah terbayangkan”

Suatu Sabtu pagi Sarah pulang ke rumah dari kelas balet gadis kecilnya dan disambut di pintu oleh ibunya. Polisi datang ke rumah, mencari, dan menangkap suaminya, Jim. Dia didakwa dengan perdagangan narkotika dan seketika divonis 14 tahun penjara.

Merasa terhina, Sarah melihat seluruh struktur kehidupan sehari-harinya runtuh.

” Saya berusaha keras untuk berpegang pada pada pemikiran siapa saya yang sebenarnya, ketika tiba-tiba, saya benar-benar tidak tahu siapa saya lagi dan, juga, tidak yakin siapa sebenarnya pria yang saya nikahi ! ”

Tuduhan terhadap Jim sangat rumit. Pada kenyataannya, dia memang membantu menyelundupkan narkotika. Dia telah berulang kali dipaksa oleh seorang rekan kerjanya untuk membantu mengantar sebuah paket ganja. Setelah menolak beberapa kali, ia akhirnya menyerah kepada tekanan dan setuju. Ketika dia mencoba untuk mundur, dia diancam dengan todongan senjata.

Jim tertangkap dengan paket tersebut di tangannya. Ketika polisi membukanya, mereka menemukan sejumlah besar obat-obatan – bukan sekedar ganja, seperti yang diharapkan, tapi apa yang didefinisikan oleh Badan Pengawas Obat-obatan Terlarang sebagai Obat Terlarang Kategori 1, klasifikasi untuk obat-obat terlarang keras yang paling berbahaya.

Hanya dalam semalam, keluarga Sarah menjadi terkenal dan reaksi social segera terjadi. Para teman dan keluarga tidak mau berhubungan dengan mereka lagi. Langsung cemoohan yang tajam, dan tanpa tahu semua faktanya, jatuh atas Sarah, suaminya, dan anak-anaknya . Mereka tiba-tiba menjadi ” orang-orang itu “.

” Satu hari saya menjalani kehidupan sehari-hari seperti biasanya, hari berikutnya saya terjerumus menjadi paria masyarakat, ” kata Sarah. “Beberapa hari setelah suami saya ditangkap, aku berada di kamar hotel menunggu sidang pengadilan hari berikutnya. Di laci samping tempat tidur saya ada sebuah Alkitab, saya mengambil dan membukanya. Saya berdoa, ‘ Tuhan jika Engkau nyata,tunjukkan apa yang harus saya baca. Saya tidak tahu harus mulai dari mana. ‘ ”

Allah membawanya ke Yohanes 8:07 : “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”

Ingatan segar akan cemoohan teman-teman dan keluarganya masih dalam pikirannya, Sarah tertegun. Ayat tersebut benar-benar yang dia perlu dengar pada saat itu. Dia bertanya-tanya bagaimana bisa bahwa dalam buku yang berisi ribuan kata, beberapa kata yang ia butuhkan bisa terungkap di saat dia membutuhkannya.
” Saya tidak mungkin mendapatkan kata-kata yang lebih tepat, dan dari sumber yang lebih baik, yang akan membantu saya untuk melewati masa-masa sukar. Ini sungguh menunjukkan kepada saya bahwa Tuhan itu ada. ”

Itu adalah awal dari pencarian Sarah tentang Tuhan. Dia ingin tahu siapa Tuhan yang sepertinya tahu persis apa yang dia butuhkan. Beberapa bulan kemudian, dia menemukan Yesus melalui pelajaran Alkitab yang diadakan oleh rekan kerja dan istrinya untuk dia.

” Di tengah-tengah itu semua, saya tidak bisa menyangkal lagi bahwa Yesus – adalah – penyelamat saya dan akan menjadi teman sejati yang saya miliki untuk membantu saya mengatasi semuanya, ” katanya. ” ’Jejak Kaki di Pasir’ datang ke pikiran. Dia membawa saya begitu banyak kali melalui cobaan ini, saya ragu apakah ada pernah dua set jejak kaki di perjalanan saya di pantai dengan Dia! ”

ALLAH DI ATAS ‘NERAKA’

Semua peristiwa-peristiwa di mana Tuhan membawa Sarah melalui setiap rintangan dalam dunia, hanya dia bisa bayangkan hanya ada di dalam drama-drama televisi.

” Semuanya penuh misteri dan tipu muslihat ” kata Sarah, ” tapi itu semua dilakukan untuk mencoba dan menjaga Jim agar tidak masu ki penjara, dan juga dengan pemikiran akan keselamatan anak-anak dan saya.”

Jim bersedia untuk bersaksi di pengadilan dengan apa yang ia tahu, membuat dia dan keluarganya menjadi target dari beberapa orang yang berbahaya. Serangan dan ancaman dilancarkan untuk Jim, serta Sarah dan anak-anak mereka, dalam upaya untuk membungkamnya.
” Jim diancam ketika di dalam penjara dan harus dipindahkan ke isolasi untuk keselamatan, di mana ia tinggal selama satu bulan, ” kata Sarah. “Selama waktu itu ia hanya memiliki sebuah Alkitab, dan membacanya dari awal sampai akhir. Tuhan berbicara sangat jelas kepadanya saat itu bahwa Dia akan menyertainya dengan aman. ”

Sementara Jim sedang bekerja sama dengan pihak berwenang, dia masih bermasalah dengan keputusan pengadilan sebelumnya. Sarah berjuang keras untuk mendapatkan suaminya banding. Sementara itu, dia mencoba untuk memberikan lingkungan rumah yang aman dan penuh kasih bagi anak-anaknya dengan harapan bahwa entah bagaimana mereka bisa memiliki masa kecil yang normal. Ketika mereka bertanya kapan ayah mereka pulang, Sarah tidak memiliki jawaban. Sangat tidak mungkin untuk merencanakan apa-apa. Anak-anaknya bertanya-tanya apakah dia akan berada di sana untuk ulang tahun mereka, Natal, atau acara khusus lainnya. Teman-teman mereka mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mereka tidak bisa jawab.

Sarah bahkan tidak tahu apakah, pada akhirnya, suaminya akan mendapatkan banding, apalagi pulang ke rumah. Jika dia tidak bisa banding, dia tidak tahu kapan dia akan disidang lagi atau apakah persidangnya bisa berhasil. Dan jika persidangannya berhasil, apakah hanya akan mengurangi masa tahanan atau benar-benar membebaskannya. Semua yang dia tahu pasti adalah bahwa, jika dia tidak berhasil entah bagaimana dalam siding banding, Jim akan kehilangan 14 tahun berikutnya dengan keluarganya. Anak-anaknya akan sudah dewasa pada saat itu.

” Saya tidak tahu apakah dari satu hari ke hari berikutnya jika pengacara melakukan sesuatu agar kasusnya bergerak maju, ” kata Sarah. ” Mereka selalu perlu didorong dan didorong terus untuk melakukan apa pun – itupun kalau berhasil menghubungi mereka. Semuanya sangat melelahkan dan inilah mengapa saya membutuhkan Yesus begitu sangat. ”

Sarah berjuang selama berhari-hari, yang mengulur menjadi minggu, bulan, dan tahun. Ini adalah pertempuran yang tidak pernah berakhir dengan pengacara dan pihak-pihak berwenang. Selama tiga tahun ia terus seperti ini. Pada tahun ketiga, suaminya melakukan suatu puasa yang ekstrim, bertahan tanpa apapun kecuali hanya dengan kopi, teh, jus, dan air selama 40 hari.

” Dia hanya kelihatan menjadi lebih kurus dan kurus, pada setiap kunjungan, ” kata Sarah. ” Dia tidak memberitahu saya bahwa dia berpuasa jadi saya sangat khawatir! Lucunya – semuanya masih ada di dalam control Tuhan. Menyusul hal ini terlihat mulai adanya pergerakan dari para pengacara. ”

Tiga setengah tahun ke dalam pergumulan, mereka menerima jawaban : Jim akan menerima naik bandingnya. Mereka memiliki dua hari untuk mempersiapkan.

“Semuanya belum dipersiapkan, ” kata Sarah. ” Suami saya khawait dan saya ketakutan, seperti yang kita tahu bahwa jika ini tidak berhasil, tidak akan ada kesempatan lebih lanjut untuk naik banding lagi dan kami tidak akan dipersatukan kembali sebagai sebuah keluarga sampai anak-anak kita sudah dewasa dan siap untuk meninggalkan rumah.”

“Kemudian, Allah bekerja untuk menenangkan badai yang mengamuk. Sehari sebelum banding ketika saya mengantar anak-anak ke beberapa teman untuk dititipkan, saya melewati sebuah gereja. Kata-kata yang keras dan berani terpampang pada poster di luar yang mengatakan, ‘Jangan takut akan hari esok, Allah sudah hadir di sana. ” Di sini, sekali lagi menyatakan Allah yang saya layani – adalah benar, teguh, dan batu karang di mana saya berdiri. Segera aku tenang. Aku menitipkan anak-anak, pergi ke pengadilan dengan keberanian di darahku, berurusan dengan pengacara, dan menyiapkan segala sesuatunya. ”

Allah memberikan Sarah dan suaminya seorang pengacara baru yang luar biasa. Mereka berjalan ke pengadilan, pengacara membuat kasusnya, dan Jim dibebaskan dari penjara.

SISI LAIN DARI PENDERITAAN

Buah dari masa-masa pahit ini telah menjadi manis. Keluarga Sarah mengasihi Yesus dan secara aktif melayani Dia. Dia melihat dalam diri anak-anaknya, suatu sifat menyayangi yang jelas, dan pengertian kepada mereka yang menderita.

” Semua ini adalah buah dari tahun-tahun gelap yang kami alami,” kata Sarah. ” Kita semua mencintai Yesus dan tidak pernah ingin berpisah dari Dia. ”

Jim dan Sarah diperkenalkan ke Gereja Mars Hill dan Pastor Mark setelah membaca sebuah artikel di majalah Kristen.

” Pendekatan tanpa kompromi-nya membuat kami sangat ingin mendengar apa yang dia katakan. Kami telah mendengarkan khotbah-khotbah Mars Hill hampir setiap malam. Mereka menantang kami, menginspirasi kami, memberi kami makanan rohani, dan membuat kita mau mengetahui lebih lagi. ”

Salah satu pelajaran bagi Sarah dari tahun-tahun dalam kegelapan adalah memeperlakukan semua orang dengan sama, tanpa peduli melihat latar belakangnya.

” Allah mengingatkan kita pada waktu itu bahwa kita semua adalah orang berdosa, ” kata Sarah. “Tak satu pun dari kita yang bernilai lebih dari orang lain, bagi Dia kita semua sama – terlepas dari kejahatan yang dilakukan, atau kesalahan yang telah terjadi. Banyak orang-orang penjara yang menemukan Yesus ketika mereka menjalani hukuman, dan tetap berkomitmen kepada kekristenan selama sisa hidup mereka. Suatu hari nanti, kita akan berbagi surga dengan banyak jiwa-jiwa yang di mana ketika kita masih di dunia, kita berusaha menghindari mereka. Saya tahu bagaimana rasanya menjadi korban hinaan dan bisa mengerti dengan orang-orang yang di dalam situasi seperti ini. Banyak orang yang dengan jelas menyebrang jalan,membalikkan badan dan berjalan menuju ke gereja hanya karena mereka mau menghindar untuk berbicara dengan kita. Beberapa bahkan mengejek kami dan menganggap dirinya lebih tinggi dari kami. Tapi kita semua sama bagi Allah ; tidak ada yang tidak berdosa. Setiap orang dari kita bisa ada di sini hanya karena kasih karunia Allah, dan bisa memiliki harapan dan masa depan karena kasih karunia-Nya. Yohanes 8:7 memberiku pemahaman pertama saya tentang kekuatan yang bisa saya andalkan untuk minggu-minggu, bulan, dan tahun-tahun mendatang, dan ayat tersebut telah menjadi pijakkan kaki saya di jalan untuk menemukan Yesus sebagai penyelamat pribadi saya. ”

Ditranslate dari situs : http://marshill.com/2014/05/05/out-of-the-inferno-sarah-s-salvation

Leave a Reply

Post Navigation