Kisah Bradley

20141007_bradleys-story_banner_img

Ini adalah kesaksian Bradley tentang bagaimana kasih karunia Allah yang tak tertahankan mengambil kendali hidupnya dan membawanya ke Mars Hill.

Saya dibesarkan di Texas, dan tumbuh di dalam gereja. Saya memiliki ayah yang aktif dalam pelayanan, sering kali sebagai layaknya staff penuh-waktu dalam beberapa kapasitas atau lainnya. Sepanjang tahun-tahun tersebut, saya juga pernah melihat lebih dari cukup kesalahan-kesalahan di dalam gereja, dan hasilnya saya menjadi marah.

Inilah saya seorang siswa kelas enam yang rajin ke gereja, entah bagaimana dalam beberapa tahun yang singkat, berubah menjadi rusak, pecandu narkoba, tersesat, pemberontak, kriminal dan putus sekolah SMA. Saya mulai pergi ke rehabs ketika saya masih 15. Pada saat saya berusia 19 saya sudah merasakan kejar-kejaran dengan polisi dengan mobil yang melibatkan helikopter dan berakhir dengan dihajar oleh polisi. Selama pengejaran saya merokok terus-menerus, menjentikkan rokok saya ke arah kepungan polisi. Saya pernah overdosis di dalam kamar kecil sebuah apotik pada pagi hari Natal sementara keluarga saya bertanya-tanya di mana saya berada, atau bahkan sangsi jika saya masih hidup. Pada satu titik saya tidur di sisi sebuah toko kelontong di pusat kota Los Angeles selama berminggu-minggu. Saya sudah pernah mengemis untuk rokok. Saya sudah pernah mencoba untuk bunuh diri.

Pada saat itu saya menganggap diri sebagai seorang seniman. Ketika saya masih terlibat dengan narkoba, saya melihat diri saya sebagai penulis lagu yang produktif, dengan teman-teman yang saya pikir keren.. Hubungan saya dengan obat-obatan tampak hampir romantis bagi saya, tapi di beberapa saat saya menyadari bahwa saya lepas kendali.

Saya berpindah-pindah tempat tinggal di daerah selatan. Saya merantau bertahun-tahun, terhuilang, di New Mexico, kecanduan meth dan heroin. Saya berusaha untuk terjaga, kehilangan berat badan, bokek dan tunawisma. Saya pergi ke penjara beberapa kali, dan sekali ke penjara berat juga. Suatu kali saya menyatroni rumah jompo kakek saya. Saya memaki dan melawan polisi di depan orang-orang tua yang kebingungan (termasuk kakek saya) melihat semuanya. Saya tersadar di penjara hanya untuk menghadapi rasa bersalah yang tak tertahankan yang mengalahkan dan menghancurkan saya. Saya pernah ditangkap di Alamo tanpa sepatu karena menjadi gelandangan. Saya sudah diekstradisi, dipukuli, dirampok, dan se[anjang tahun-tahun tersebut saya benar-benar sedih.

Kemudian, pada suatu hari Minggu malam, pada usia 26, saya berdoa kepada Tuhan dan mengatakan kepadanya bahwa saya tidak perlu untuk menjadi bahagia, jika saja Dia bisa membantu saya untuk menjadi OK -itu sudah cukup baik, itu yang saya katakan. Pada hari Rabu minggu berikutnya Tuhan, dalam cara yang sangat nyata, mengangkat saya dari antara orang mati dalam sekejap. Kehadiran Roh Kudus sangat luar biasa. Saya merasa Tuhan ada di dalam ruangan dengan saya. Tak terduga kasih karunia Allah datang dan meliputi saya, tanpa peringatan dan seperti air bah.

Akhir pekan itu, walaupun sakit, saya mulai mencari gereja. Saya pergi ke tiga kebaktian dalam p dua hari tetapi tidak tahu apa yang saya cari. Berat badan saya hanya 50 kg, tanda-tanda luka masih ada di sekujur tubuh saya, dan yang saya tahu adalah bahwa saya perlu untuk menemukan kumpulan orang percaya untuk membantu saya memahami mukjizat yang telah terjadi pada saya – dan untuk membantu saya agar hal tersebut terus berlangsung ! Saya begitu takut kalau saya akan bangun dan ternyata hal itu tidak nyata.
Hari Minggu itu, pada bulan Oktober 2010, seorang teman lama yang sudah tidak pernah ketemu menghubungi saya lewat Facebook. Dia tidak tahu apa yang saya telah saya alami. Dia hanya merasa sangat terdorong untuk menjangkau saya hari itu dan mengundang saya untuk pergi bersamanya ke sebuah gereja yang disebut Mars Hill. “Tentu saja,” ujarku ! Saya berbagi pengalaman saya dengan dia dan kami tertawa dan bergembira bersama-sama karena timing dari ajakannya yang sungguh ajaib..

Itu bertahun-tahun yang lalu. Hari ini saya menikah, di sekolah, melayani di tim penyembahan Mars Hill, bekerja penuh waktu, dan telah sadar selama bertahun-tahun. Lebih dari apa pun saya bersyukur kepada Allah, dan melihat ke depan untuk apa yang telah disiapkan untuk saya berikutnya! Allah begitu baik! Anugerah tak tertahankan bukan hanya doktrin abstrak bagi saya. Anugerah mengulurkan tanganNya, meraih saya, menguasai dan menuntun saya untuk bertobat. Terima kasih Yesus!

Leave a Reply

Post Navigation