Korban Tewas Ebola Mencapai 78; “Epidemi Yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya”

download

CONAKRY, Guinea ( AP ) – Otoritas kesehatan di Guinea menghadapi suatu ” epidemi Ebola yang belum pernah terjadi sebelumnya “, sebuah kelompok bantuan internasional memperingatkan pada hari Senin setelah jumlah korban tewas akibat penyakit yang menyebabkan pendarahan parah ini mencapai 78.

Wabah Ebola ini adalah yang pertama dari jenisnya di Afrika Barat dalam dua dekade. Pihak berwenang di negara tetangga Senegal telah menutup perbatasan darat dengan Guinea. Liberia, negara tetangga lain, telah mengkonfirmasi dua kasus, dan salah satunya fatal.

Musikus terkenal dari Senegal Youssou Ndour membatalkan konser akhir pekan di Conakry, ibukota Guinea, karena ia takut penyakit ini bisa menyebar di dalam kerumunan besar pengunjung yang berkumpul untuk mendengarnya. Menurut pihak berwenang, para warga telah menjauhi rumah sakit di kota yang berpenduduk 2 juta ini, di mana para-kerabat sari salah satu korban ditampung untuk isolasi.

Munculnya Ebola di Guinea menimbulkan tantangan yang tidak pernah terlihat dalam wabah sebelumnya yang melibatkan ” lokasi yang lebih terpencil dibandingkan dengan daerah perkotaan, ” kata Doctors Without Borders. Ebola telah menjangkiti orang-orang di Conakry maupun di selatan pedesaan Guinea.

” Penyebaran geografis yang luas dari wabah di Guinea ini mengkhawatirkan karena akan sangat menyulitkan tugas organisasi yang bekerja untuk mengontrol epidemi tersebut, ” kata Mariano Lugli, koordinator kelompok di Conakry.

Virus Ebola pertama kali ditemukan di Kongo -yang kemudian dikenal sebagai Zaire – pada tahun 1976. Belum ada vaksin atau pengobatan khusus untuk penyakit ini. Virus Ebola tipe Zaire yang terdeteksi di Guinea ini dapat membunuh hingga 90 persen dari korbannya karena pendarahan internal dan eksternal yang hebat.

Para pejabat belum bisa memastikan bagaimana virus tersebut bisa muncul di Guinea, sebuah negara Afrika Barat yang jauh dari perbatasan Kongo. Namun, kelelawar yang menularkan virus biasanya dimakan sebagai makanan lokal di Guinea.

Virus ini dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak langsung dengan darah atau sekresi dari orang yang terinfeksi, atau benda yang telah terkontaminasi dengan cairan yang terinfeksi. Keluarga yang ditinggalkan juga dapat tertular virus ketika bersentuhan dengan tubuh korban di pemakaman komunal, penjelasan dari pejabat kesehatan.

Diadaptasi dari : http://www.usatoday.com/story/news/world/2014/03/31/ebola-epidemic-west-africa/7134331/

Leave a Reply

Post Navigation