Membongkar 3 Mitos Umum Tentang Kebangkitan

Diterjemahkan dari situs : https://theresurgence.com/2012/04/07/debunking-3-common-myths-about-the-resurrection

3Mitos

Oleh Megan Almon
Orang Kristen merayakan Paskah karena satu peristiwa – Kebangkitan.

Suatu peristiwa yang dapat membangun atau menghancurkan kekristenan. Menurut Paulus, ” Jika Kristus tidak dibangkitkan, iman andaadalah sia-sia ” ( 1 Kor. 15:17 )

Dan karena hal ini adalah peristiwa bersejarah, maka itu bisa diuji. Selama bertahun-tahun, para ahli telah mempelajari rincian sekitar peristiwa Kebangkitan.

Fakta yang paling banyak diterima oleh para sarjana Kristen dan non-Kristen meliputi:

  • Kematian dan penguburan Yesus (B)
  • Kubur yang kosong (E)
  • Penampakan Pasca –Kebangkitan (A)
  • Munculnya keKristenan (R)

Pikirkan akronim ” BEAR ” ketika ingin menguji Kebangkitan, Anda harus berpikir seperti seorang
penyidik yang baik. Teori yang jelas harus memiliki ruang lingkup dan kekuatan yang cukup – itu harus menlingkupi semua fakta-fakta dengan cara yang meyakinkan.

Selama berabad-abad, teori naturalistik telah berupaya untuk menjelaskan sebuah kebangkitan supranatural dari antara orang mati.

TEORI KONSPIRASI

Teori ini adalah teori kontra pertama yang diusulkan oleh otoritas ketika mereka meminta penjaga makam untuk berbohong dan mengatakan para murid telah mencuri tubuhNya. Hal itu dimunculkan kembali oleh kaum deis pada abad ke 18.

Hal ini menjelaskan fakta B dan E. ( Catatan : Fakta bahwa para penjaga diminta untuk berbohong tentang bagaimana makam menjadi kosong menyiratkan bahwa itu benar-benar kosong. )
Hal ini juga ikut menjelaskan A hanya jika para murid berbohong tentang melihat Yesus. Jika mereka meneruskan tipu muslihatnya, maka fakta R akan tertutup juga.

Sementara Teori Konspirasi nyaris bisa menjelaskan seluruh lingkupannya, teori ini gagal dengan sendirinya.
Tidak hanya akan para murid harus berbohong untuk memperhitungkan fakta A, tapi Yakobus, Paulus, dan 500 saksi yang Paulus sebutkan dalam 1 Korintus 15 juga harus turut berbohong.
Juga, ketidakmungkinan semua sisa murid-muridNya bersedia mati untuk kebohongan yang terperinci juga menimbulkan pertanyaan.
Lebih jauh lagi, kebohongan itu sendiri harus dipertimbangkan.
N.T. Wright menulis, ” Mereka tidak menolak untuk menerima fakta bahwa mereka telah salah selama ini. Malahan, mereka sungguh menerima, dan memutarbalikkan hidup mereka,terhadap bukti yang dramatis dan tak terbantahkan bahwa mereka telah salah.”

Itulah sebabnya mereka lari ketakutan.

Apapun yang para murid harapkan terjadi dengan Mesias yang mereka bayangkan – seseorang yang
akan menaklukkan keadaan dengan kekuatan militer – tidak seperti apa yang mereka gambarkan setelah kejadian Paskah pertama itu.

TEORI SEKARAT

Pada awal abad ke 19, Friedrich Schleiermacher dan kritikus lainnya mengklaim bahwa
Yesus hanya hampir mati ketika ia diturunkan dari salib dan dimakamkan.

Teori ini berhasil menjelaskan sedikit hal tentang fakta B, E, A, dan R, tetapi gagal untuk melakukannya dengan keyakinan.

Gagasan bahwa hari setelah penyaliban, Yesus yang sekarat bisa menggulirkan batu besar yang menutup pintu masuk kuburannya sangat tidak bisa dipercaya.
Jika kuburan tersebut kenyataannya dijaga, hal ini menambah keraguan yang lebih lagi.

Dalam kondisi lemah dan babak belur seperti itu, tidak mungkin bahwa penampakan pasca kebangkitan Yesus, tercatat seperti kelihatan sangat sehat. Sangat tidak mungkin kalau Petrus dan yang lainnya akan menemukan sosok Yesus yang hamper mati di depan pintu mereka dan kemudian sebelum kematian mereka sendiri yang brutal memproklamirkan, ” Dia adalah Tuhan yang bangkit ! ”

HIPOTESIS HALUSINASI

Sebagai upaya untuk menjelaskan penampilan pasca kebangkitan Yesus, teori ini mengklaim para murid hanya berhalusinasi melihat Kristus yang bangkit.
Karena hanya memperhitungkan fakta A, teori ini harus dipasangkan dengan teori yang lain untuk bisa menjelaskan secara keseluruhan.

Selain itu, teori ini gagal untuk meyakinkan. Halusinasi adalah, menurut definisi, produk dari pikiran tunggal. Dan sangat tidak mungkin untuk dua dari para murid berbagi halusinasi yang sama, ditambah lagi dengan Yakobus, Paulus, dan 500 orang lainya.

Dan bahkan jika halusinasi luas itu mungkin, memperlihatkan mayat – atau mayat siapa saja – akan segeramemadamkan mitos, atau setidaknya, menyebabkan kerusakan yang cukup sehingga penyebaran agama Kristen mungkin akan terhenti.
Namun tidak ada catatan akan adanya usaha semacam itu, dan agama yang baru ini menyebar seperti api.

KEBANGKITAN

Dengan memakai fakta “BEAR ” – beberapa rincian dianggap akurat bahkan oleh kritikus
Kristen – kebangkitan fisik Yesus dari antara orang mati adalah penjelasan yang paling memadai dan meyakinkan tentang apa yang terjadi dalam sejarah.

Leave a Reply

Post Navigation