Mengapa Kebahagiaanmu Sangat Penting Bagi Allah

full_1410790701

Tidak ada menggambarkannya secara blak-blakan seperti Blaise Pascal dalam Pensées nya:

Semua orang mencari kebahagiaan. Ini adalah tanpa terkecuali. Apapun cara yang berbeda yang mereka gunakan, mereka semuanya cenderung tujuannya adalah ini. Alasan mengapa sebagian ingin berperang, dan yang lain menghindari nya, adalah keinginan yang sama dari kedua nya, dilakukan dengan pandangan yang berbeda. Kemauan tidak pernah mengambil langkah yang bukan untuk mencapai maksud ini. Ini adalah motif dari setiap tindakan dari setiap orang, bahkan orang-orang yang menggantung dirinya.

Itulah kenyataannya. Prajurit, pendamai, bunuh diri, si pemalas, pecandu kerja; jika Anda seorang manusia, anda adalah seorang hedonis. Anda dapat mencoba untuk menyangkalnya, tetapi Anda tidak dapat mengubahnya.

Jika Anda ingin mencoba menjadi orang yang tidak merasakan apa-apa di dalam kesusahan, lupakan Alkitab. Tidak ada kegunaan yang sedikitpun untuk Anda. Alkitab tidak mendukung gagasan bahwa motif kita akan lebih murni kalau kita mengurangi keinginan untuk mengejar kebahagiaan kita sendiri. Tidak. Bahkan, menurut Alkitab, kalau kita tidak mengejar kebahagiaan kita sendiri kita tidak bisa datang kepada Allah: “Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. “ (Ibrani 11: 6).

Apakah Arti Dari Kesenangan

Tuhan terang-terangan membujuk kita untuk mencari kebahagiaan, sukacita, kesenangan – apa pun yang Anda ingin sebutkan – dalam diriNya dengan ayat-ayat seperti ini: “an bergembiralah karena Tuhan;
maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.” (Mazmur 37: 4), dan “Di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.” (Mazmur 16:11). Kita seharusnya menginginkan kesenangan.

Mengapa Allah menginginkan agar kita merindukan kesenangan? Karena hal itu merupakan indikator yang sangat penting. Kesenangan adalah meteran dalam hatimu, hal itu mengukur seberapa berharganya, betapa pentingnya seseorang atau sesuatu bagi Anda. Kesenangan adalah ukuran dari hartamu.

Hartamu adalah apa yang Anda sukai. Harta terbesar Anda adalah apa yang paling Anda cintai. “Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada” (Matius 6:21). Anda mengagungkan harta Anda dengan kenyataan bahwa itu adalah obyek kesenangan Anda.

Dan itulah mengapa Tuhan tidak acuh akan sukacita Anda. Ini adalah masalah besar baginya. Kesenangan Anda di Allah adalah ukuran berapa berharganya Dia bagimu.

Si Pengungkap Hati Anda

Hal ini juga yang membuat kesenangan menjadi si pengungkap hati Anda. Jika ada sesuatu dosa yang memberi Anda kesenangan, itu bukan masalah kesenangan. Ini adalah apa yang anda hargai. Mekanisme kesenangan Anda kemungkinan berfungsi dengan baik. Apa yang anda cintai yang mungkin rusak. Dan kesenanganlah yang mengungkapkan Anda. Ini mengungkapkan bahwa, meskipun apa yang mulut Anda katakan dan image apa yang Anda coba proyeksikan kepada orang lain, nyatanya sesuatu yang jahat adalah sangat berharga bagi Anda.

Itulah dosa yang ada di akarnya: Menghargai kejahatan. Yang membuat perjuangan iman dalam kehidupan Kristen adalah perjuangan tentang kesenangan. Ini pertarungan untuk mempercaya janji-janji Allah tentang kebahagiaan atas janji-janji palsu tentang kebahagiaan yang kita dengar dari dunia, kedagingan, dan iblis. Dan ya, itu sering kali melibatkan menjauhi diri dari kesenangan, tetapi hanya menjauhi dari kesenangan yang lebih kurang dan sia-sia untuk memiliki kesenangan yang jauh lebih tinggi (Lukas 9: 23-25).

Indah dan Menghancurkan

Kebenaran Alkitab ini yang kita sebut Hedonisme Kristen adalah indah dan juga menghancurkan. Ini luar biasa untuk menyadari bahwa pengejaranTuhan untuk dimuliakan dan pengejaran kita akan sukacita seharusnya bukan kegiatan yang berbeda, namun sama! Karena, seperti John Piper mengatakan, “Allah paling dimuliakan di dalam dirimu, ketika Anda paling dipuaskan di dalam diriNya.” Itu berarti bahwa kemuliaan Allah dalam diri kita bergantung kepada seberapa bahagianya yang kita bisa dapatkan untuk kekekalan! Jika Anda belum pernah membaca buku, Desiring God, dalami buku ini dan bersukacitalah dengan apa yang membuat Injil begitu baik.

Tapi yang menghancurkan adalah bahwa segera setelah kita menyadari bahwa Tuhan paling dimuliakan dari kepuasan kita di dalam-Nya, kita juga akan menyadari kekurangan kita dalam banyak hal-hal di dalam menemukan kepuasan dalam diriNya. Dan jika Anda berada dalam lumpur keputusasaan akan hal ini, maka bacalah When I Don’t Desire God. Ini akan mendorong hati Anda dan membekali Anda dengan senjata dalam perjuangan untuk mendapatkan sukacita yang sejati.

Kejarlah Kesenangan Tertinggi Anda!

Berjuanlah untuk Sukacita yang Sejati! Ada sukacita yang lebih besar di dalam Allah yang Anda belum pernah ketahui. Jangan menyerah. Jangan puas dengan sukacita yang lebih rendah. Buatlah tujuan Anda untuk menjadi penuh, tanpa malu, berani Hedonis Kristen! Kejarlah kesenangan Anda di dalam Tuhan, harta termulia yang pernah ada, dengan segenap hatimu (Matius 22:37). “Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada” (Matius 6:21).

Diadaptasi dari : http://www.desiringgod.org/blog/posts/why-your-happiness-is-so-important-to-god

Leave a Reply

Post Navigation