PEPERANGAN ROHANI, BAGIAN 3: SETAN

20140807_spiritual-warfare-part-3-satan_banner_img

Oleh : Mark Driscoll

APA YANG SAYA PERLU TAHU TENTANG MUSUH YANG TERUS MEMERANGI AKU INI?

Alkitab, dari Kejadian 3 sampai Wahyu 21, memberikan kejelasan bahwa iblis dan pengikutnya adalah nyata, dan kebenaran ini, tidak banyak dipertanyakan oleh orang yang mengaku Kristen sampai beberapa ratus tahun lalu. Pengaruh besar oleh seorang filsuf ateis David Hume dan era modernitas berikutnya, pemuka Alkitab yang liberal menolak supernatural, dari keajaiban sampai setan, sebagai mitos, kuno, dan primitif. Hal-hal tersebut tidak sesuai dengan pandangan modern mereka tentang dunia sebagai sistem alami yang tertutup. Namun, untuk mempercayai Alkitab, kesadaran akan adanya Setan, iblis, supranatural, dan mukjizat sangat diperlukan. Kita tidak bisa mengambil bagian dari Alkitab kita suka dan membuang sisanya – penyembah Tuhan mencari, bukan mengedit. Setan adalah nyata, dan sebagai orang Kristen, sangat penting untuk mengenal musuh kita dengan baik. Jika Anda tidak tahu musuh Anda, Anda tidak bisa tahu bagaimana membela diri. Mengetahui musuh Anda adalah kunci kemenangan dalam peperangan (2 Kor. 2:11).

KEBENARAN TENTANG SETAN DAN IBLIS

Ada beberapa kebenaran kunci tentang Setan dan agen-agennya yang perlu Anda ketahui, percayai, dan soroti di Alkitab Anda sehingga Anda dapat mempelajarinya kembali dengan sering.

  1. Alkitab secara konsisten menyajikan setan sebagai musuh Allah dan umat-Nya. Dia diberi berbagai nama, termasuk iblis, naga, ular, musuh, pencoba, pembunuh, bapa segala dusta, musuh kita, penuduh, perusak, dan si jahat.
  2. Iblis dan setan adalah musuh Anda dan sama sekali bukan kawan (1 Pet 5:. 8).
  3. Setan dan iblis secara aktif berperang melawan Anda (Efesus 6:. 10-13).
  4. Setan dan iblis ingin Anda mati karena Setan adalah seorang pembunuh. Dia ingin membawa kematian untuk segala sesuatu dalam hidup Anda, termasuk cinta Anda, sukacita, pernikahan, dan pelayanan (Yohanes 8:44).
  5. Setan dan iblis tidak bisa mengklaim Anda, karena Anda telah dibebaskan selamanya dari kerajaan Setan kegelapan kerajaan Yesus cahaya (Kol 1:13).
  6. Di dalam Yesus, Anda memiliki perlindungan pribadi dari dan otoritas atas iblis dan pengikutnya (Lukas 10: 18-20).
  7. Karena Anda berada di Yesus Kristus dan segala sesuatu berada di bawah kekuasaannya, Anda juga dapat memerintahkan Setan dan Iblis untuk mematuhi Anda karena wewenang yang dilimpahkan kepada Anda dari Yesus (Efesus 1:. 18-2: 8). Praktisnya, ini berarti bahwa jika, sebagai seorang Kristen, Anda memerintahkan Iblis untuk meninggalkan anda dalam nama Yesus, maka itu harus terjadi.
  8. Setan dan iblis sama sekali tidak sama dengan Allah. Tidak seperti Allah, mereka adalah makhluk ciptaan degan kemampuan yang terbatas. Mereka bukan omnipotent, maha tahu, atau maha kuasa seperti Allah. Walaupun demikian, mereka adalah sangat nyata dan sangat kuat. Mereka telah mengamati perilaku manusia sejak awal sejarah dan sangat menyadari bagaimana orang hidup, dan mereka telah terus-menerus menyempurnakan taktik mereka untuk menghancurkan kita.
  9. Motivasi untuk semua pekerjaan Setan adalah kebanggaan dan kemuliaan diri bukan kerendahan hati dan kemuliaan Allah (Yeh 28:. 2; Yakobus 4: 6-7). Salah satu sekutu mereka yang paling kuat dalam berperang dengan kita adalah kesombongan kita sendiri. Beberapa berspekulasi mengapa si Ular terus berperang melawan Allah meskipun Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa Yesus telah memenangkan perang dan Ular akhirnya akan dikalahkan dan dihakimi dengan kesakitan. Mungkin Ular memang sangat sombong dengan dirinya sehingga dia telah menipu dirinya sendiri dan sekarang percaya bahwa Allah adalah pembohong yang dapat dikalahkan. Ini adalah tipu muslihat yang terus dia bisikkan ke telinga kita setiap hari, mengatakan bahwa kita tidak menang dalam Kristus dan juga kebohongan tentang diri kita sendiri dan tentang Tuhan.
  10. Tidak seperti manusia, yang untuknya Yesus mati dan bangkit, setan dan iblis tidak memiliki kemungkinan untuk keselamatan. Praktisnya, ini berarti bahwa hanya ada hukuman dan siksaan yang menunggu Setan dan iblis (2 Pet 2:. 4).
  11. Dalam perang melawan Allah, si Ular tidak hanya memiliki setan, tetapi juga orang-orang yang bersekutu dalam pasukannya, baik dengan kerasukan setan, pengaruh setan, atau hanya dengan hidup dalam dosa dan kedagingan. Orang-orang tersebut termasuk nabi-nabi palsu, rasul palsu, orang-orang Kristen palsu, guru-guru penyesat yang mengajarkan ajaran sesat untuk si Ular.
  12. Tujuan uama Setan bagi kita di dalam Kristus adalah hidup yang penuh kompromi dan sia-sia di dalam kebohongan dan dosa (1 Timotius 4: 1-2, 1 Yohanes 3: 7-10). -dan akhirnya kematian (Yohanes 8:44 ; 1 Pet 5: 8). Jika si musuh tidak dapat menggoda kita dengan dosa dan kesalahan, dia hanya akan mencoba untuk melelahkan kita sampai menyerah. Oposisi setan ini semakin ditujukan bagi mereka yang paling setia melayani Allah.

Diadaptasi dari : http://marshill.com/2014/08/07/spiritual-warfare-part-3-satan

Revolusi Mental bagian 1 : SIM A !

Sebelumnya Selamat Hari Kemerdekaan 69, Indonesia ! Jelek atau bagus, di kemudian hari inilah tempat di mana saya akan menutup mata 🙂

Saya mau menceritakan kejadian yang saya alami ketika hendak mengambil SIM A baru di SatPas Polda Metro Jaya Daan Mogot tanggal 16 Juli yang lalu. Hal ini terjadi karena saya sudah lama berdiam di luar negeri, dan SIM Indonesia saya sudah mati puluhan tahun lalu.

Karena saya terinspirasi untuk memilih jalan lurus, maka saya tidak berusaha untuk memakai biro jasa atau calo. Revolusi Mental harus dimulai dari pribadi sendiri, pikirnya saya.

Pagi-pagi sekali sekitar jam 7, saya sudah berada di tempat. Di dalam dan di luar gedung SAMSAT, banyak terlihat calo-calo bertebaran. Pemandangan yang sangat ironis. Di tempat yang penuh polisi, ternyata banyak pelanggar hukumnya.

Sebenarnya proses pembuatan SIM tidaklah sukar, pertama di suruh tes kesehatan, kemudian membayar aplikasi dan asuransi lalu mengikuti ujian tulis dan praktek. Kira-kira hanya memakan ongkos sekitar Rp 200,000 –an, namun kalau melalui calo maka harus membayar Rp 600 – 700 ribu tanpa perlu mengikuti ujian tulisan atau praktek.

Setiap langkah saya ikuti dengan penuh ketelitian. Memeriksa isian-isian dan surat-surat berulang kali.

Singkat cerita, saya kemudian mengikuti ujian tulis. Di sana saya melihat sekitar 40-50 orang. Dan mungkin sebagian mau mengambil SIM A.

Syukurnya, saya lulus ujian tulis dengan system komputerisasi dengan nilai pas-pas an. Saya berpikir, terima kasih Tuhan, mungkin Dia mau memberkati saya supaya jalan lurus.

Langkah berikutnya adalah ujian praktek atau menyetir. Di sini lah letak ‘jebakan Batman’ (istilah yang dipakai teman saya). Ujian-ujian praktek yang diberikan dibuat sedemikian rupa supaya peserta mengalami kegagalan dan akhirnya harus memilih jalan lewat calo.

Tidak percaya ? Inilah beberapa contoh ujian prakteknya :

  1. Maju dan mundur kendaraan
  2. Menyetir slalom atau zig-zag maju
  3. Menyetir slalom atau zig-zag MUNDUR tanpa boleh ngerem atau memperbaiki posisi kendaraan. *Terus terang ketika si bapak Polisi bilang ini, orang di samping saya sampai terbelalak matanya. Dia langsung bilang “GILA !”, saya sih cuman bisa melongo.
  4. Parkir seri mundur LANGSUNG, sekali lagi tanpa boleh ngerem, maju atau memperbaiki posisi kendaraan.
  5. Parkir parallel hanya boleh 2 kali untuk memperbaiki kendaraan
  6. Dan 5 ujian lainnya lagi yang saya tidak bisa ingat.

Ketentuannya, satu langkah gagal maka LANGSUNG gagal dan harus menunggu 2 minggu kemudian.

Saya pernah mengikuti ujian mengemudi di Negara maju, seperti di Amerika. Ujian prakteknya lebih ditekankan pada kepatuhan dan keamanan kita berlalu-lintas, BUKAN menguji kemahiran kita mengemudi layaknya James Bond.

Di dalam benak saya ketika mengikuti ujian praktek tersebut adalah, “Ini mau menguji berkendara atau mau tes masuk jadi agen rahasia. Masa harus bisa nyetir jig-jag segala”

Pak Polisi pembuat materi ujian praktek, coba memakai logika,
– di jalan raya mana di Indonesia kita boleh berslalom maju dan berslalom mundur ?
– di mana di belahan dunia ini, parkir mundur seri harus LANGSUNG masuk, tanpa boleh untuk maju sedikit untuk memperbaiki posisi ataupun mengerem.

Saat ujian untuk parkir seri saya gagal, bukan karena saya tidak mampu, tetapi berusaha digagalkan karena dilarang untuk memajukan mobil sedikit untuk memperbaiki posisi. Sesuatu yang sangat tidak masuk akal.

Satu hal lagi yang lucu, di Amerika kalau kita mau mundur, malah diharuskan untuk melihat ke belakang, karena ada kemungkinan ‘blind spot’, tetapi di ujian tersebut, malah TIDAK BOLEH sama sekali melihat ke belakang dan hanya boleh memakai kaca spion.

Yang lebih aneh tapi nyata, dari sebegitu banyaknya orang-orang yang lulus ujian tulis (mungkin ada 10 an orang), hanya ada saya dan satu pria lagi yang ujian praktek. Ke manakan yang lainnya ? Apakah mereka langsung diluluskan ? Hehehehe

Aneh tapi nyata. Saya merasa Tuhan hanya bisa geleng-gelen kepala melihat materi ujian prakteknya. Mungkin Dia bingung karena kalau memang pengemudi-pengemudi di Jakarta haru lulus dengan ujian seperti ini, kok bisa-bisanya Jakarta masih semrawut dan lalu lintas nggak pernah rapi.

Pak Polisi atau pejabat yang bersangkutan, tolong jangan menjebak rakyat sehingga kita yang mau jalan lurus, berusaha digagalkan dan diharuskan untuk ikut korupsi seperti anda semua.

Kalau anda mau korupsi-korupsilah sendiri, tapi tolonglah dan layani masyarakat dengan baik dan jujur. Coba buat material ujian praktek sebagai ujian yang berlogika untuk mengetes ketaatan dan keamanan kita dalam mengemudi, BUKAN untuk menjadi ujian masuk pusat pelatihan agen rahasia.

Saya berusaha untuk menyisipkan hal-hal yang lucu dalam pengalaman nyata ini. Tetapi kalau dipikir hal ini sangatlah tidak lucu.

Negara kita membuat suatu system supaya penduduk nya gagal kalau mau memilih cara jujur, sehingga mereka harus ikut-ikutan pilih cara kotor.

Bangsa kita baru saja memilih seorang Presiden baru, Presiden Joko Widodo (Jokowi). Beliau mengusung Revolusi Mental dalam kampanyenya.

Revolusi Mental bukanlah hal yang mudah dan akan penuh jalan yang sulit dan berliku. Tetapi, saya tahu setiap Revolusi selalu dimulai dari rakyat. Tidak ada Revolusi yang dimulai dari Institusi Pemerintah, kalau ada itu namanya Kudeta atau Pemberontakan.

Jokowi bukan penyelamat kita, mungkin dia bisa menginspirasi, tetapi dia hanyalah seorang diri. Sebaliknya, pendukungnya adalah 71 juta jiwa. Dan ketika 71 juta jiwa merevolusi mental mereka, it’s unstoppable.

DIABETES : PENYEBAB, DIAGNOSA, DAN MITOS

myth-d-caused-by-too-much-sugar-490x234
Diadaptasi dari : American Diabetes Association . www.diabetes.org

Sekilas Tentang Diabetes

Tipe 1: Diabetes Tipe 1 biasanya didiagnosis pada anak-anak dan anak muda, dan sebelumnya dikenal sebagai diabetes anak-anak. Hanya 5% dari penderita diabetes memiliki tipe ini.
Pada diabetes tipe 1, tubuh tidak memproduksi insulin. Insulin adalah hormon yang diperlukan untuk mengubah gula, tepung dan makanan lainnya menjadi energi yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari. Dengan bantuan terapi insulin dan perawatan lainnya, bahkan anak-anak dapat belajar untuk mengontrol penyakit ini agar mereka dapat hidup lama dan sehat.

Tipe 2: Diabetes adalah masalah dengan tubuh Anda yang menyebabkan tingkat glukosa (gula) darah tingkat lebih tinggi dari biasanya. Hal ini juga disebut hiperglikemia. Diabetes tipe 2 adalah bentuk paling umum dari diabetes.

Jika Anda memiliki diabetes tipe 2 tubuh Anda tidak menggunakan insulin dengan benar. Hal ini disebut resistensi insulin. Pada awalnya, pankreas akan membuat insulin ekstra untuk menutupi kekurangan tersebut. Tapi, seiring waktu itu tidak mampu mengimbangi dan tidak dapat membuat cukup insulin untuk menjaga gula darah Anda pada tingkat normal.

Genetika Diabetes

Anda mungkin pernah bertanya-tanya bagaimana Anda bisa menderita diabetes. Anda mungkin khawatir bahwa anak-anak Anda mungkin akan menderitanya juga.

Tidak seperti beberapa sifat keturunan lainnya, diabetes tampaknya tidak diwariskan dengan pola yang sederhana. Namun jelas, beberapa orang dilahirkan dengan kemungkinan yang lebih besar untuk menderita diabetes daripada yang lain.

Apa Yang Menyebabkan Diabetes?
Diabetes tipe 1 dan tipe 2 memiliki penyebab yang berbeda. Namun dua faktor penting dalam keduanya. Anda mewarisi kecenderungan untuk penyakit ini, kemudian sesuatu di lingkungan akan memicunya.

Gen saja tidak cukup. Salah satu bukti dari hal ini adalah kembar identik. Kembar identik memiliki gen identik. Namun ketika salah satu kembar memiliki diabetes tipe 1, kemungkinan kembar yang lain untuk mendapatkannya adalah setengahnya.

Ketika salah satu kembar memiliki diabetes tipe 2, risiko bagi yang kembar lainnya untuk mendapatkan penyakit ini adalah 3 dari 4.

Diabetes Type 1
Dalam kebanyakan kasus diabetes tipe 1, penderita perlu mewarisi faktor risiko dari kedua orang tuanya. Faktor-faktor ini kemungkinan lebih umum pada orang kulit putih karena ras kulit putih memiliki tingkat tertinggi dari diabetes tipe 1.

Karena kebanyakan orang dengan risiko yang tinggi tidak menderita tipe ini, para peneliti berusaha mengetahui faktor lingkungan apa yang dapat memicunya.
Salah satu pemicu mungkin terkait dengan cuaca dingin. Diabetes tipe 1 berkembang lebih sering pada musim dingin daripada musim panas dan lebih sering terjadi di tempat-tempat dengan iklim dingin.
Pemicu lainnya mungkin virus. Mungkin virus yang hanya memiliki efek ringan pada kebanyakan orang memicu diabetes Tipe 1 pada lainnya.

Diet dini juga mungkin memainkan peran. Diabetes tipe 1 lebih jarang pada bayi yang menyusui dari ibu dan yang memulai makanan solid di umur lebih besar.

Pada banyak orang, pengembangan diabetes tipe 1 tampaknya membutuhkan bertahun-tahun. Dalam suatu penelitian yang melibatkan kerabat dari penderita diabetes tipe 1, peneliti menemukan bahwa kebanyakan dari mereka yang kemudian mendapat diabetes memiliki suatu auto-antibodi tertentu dalam darah mereka selama bertahun-tahun sebelumnya.

(Antibodi adalah protein yang menghancurkan bakteri atau virus. Autoantibodi adalah antibodi yang menjadi rusak dan menyerang jaringan tubuh sendiri.)

Diabetes Tipe 2
Diabetes tipe 2 memiliki hubungan yang lebih kuat dengan riwayat keluarga dan keturunan daripada tipe 1, meskipun juga tergantung pada faktor lingkungan.

Studi terhadap kembar telah menunjukkan bahwa genetika memainkan peran yang sangat kuat dalam pengembangan diabetes tipe 2.

Gaya hidup juga mempengaruhi perkembangan diabetes tipe 2. Obesitas cenderung diturunkan dalam keluarga, dan keluarga cenderung memiliki kebiasaan makan dan olahraga yang sama.

Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan diabetes tipe 2, mungkin sulit untuk mengetahui apakah diabetes Anda adalah karena faktor gaya hidup atau kerentanan genetik. Kemungkinan besar itu adalah karena keduanya. Namun, jangan berkecil hati. Studi menunjukkan bahwa adalah mungkin untuk menunda atau mencegah diabetes tipe 2 dengan berolahraga dan menurunkan berat badan.

Diabetes Tipe 1 : Risiko Bagi Anak Anda
Secara umum, jika Anda seorang pria dengan diabetes tipe 1, kemungkinan anak Anda terkena diabetes adalah 1 dari 17.

Jika Anda seorang wanita dengan diabetes tipe 1 dan anak Anda lahir sebelum Anda berumur 25, risiko anak Anda adalah 1 dalam 25; jika anak Anda lahir setelah Anda berumur 25, risiko anak Anda adalah 1 dari 100.

Risiko anak Anda menjadi dua kali lipat jika Anda menderita diabetes sebelum usia 11. Jika Anda dan pasangan Anda memiliki diabetes tipe 1, risiko adalah antara 1 dari 10 dan 1 dari 4.

Ada pengecualian untuk angka-angka ini. Sekitar 1 dari setiap 7 orang dengan diabetes tipe 1 memiliki kondisi yang disebut tipe 2 sindrom autoimun polyglandular. Selain memiliki diabetes, orang-orang ini juga memiliki penyakit tiroid dan kelenjar adrenal yang bekerja buruk. Beberapa juga memiliki gangguan sistem kekebalan lainnya. Jika Anda memiliki sindrom ini, risiko anak Anda mendapatkan sindrom – termasuk diabetes tipe 1 – adalah 1 dari 2.

Para peneliti sedang mempelajari bagaimana untuk memprediksi kemungkinan seseorang terkena diabetes. Sebagai contoh, sebagian besar kulit putih dengan diabetes tipe 1 memiliki gen yang disebut HLA-DR3 atau HLA-DR4. Jika Anda dan anak Anda berwarna putih dan berbagi gen ini, risiko anak Anda akan lebih tinggi. (Peranan gen tersebut dalam kelompok etnis lain masih kurang diteliti. HLA-DR7 gen dapat menempatkan etnis Afrika Amerika beresiko, dan gen HLA-DR9 dapat menempatkan etnis Jepang lebih beresiko.)

Tes-tes lainnya juga bisa membuat risiko anak Anda lebih jelas. Tes khusus yang meunjukkan bagaimana tubuh merespon terhadap glukosa bisa membedakan mana anak-anak usia sekolah yang paling berisiko.

Tes lain yang lebih mahal dapat dilakukan untuk anak-anak yang memiliki saudara kandung dengan diabetes tipe 1. Test ini mengukur tes antibodi terhadap insulin, untuk islet sel di pankreas, atau enzim yang disebut dekarboksilase asam glutamat. Tingginya kadar dapat mengindikasikan bahwa seorang anak memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 1.

Diabetes Tipe 2: Risiko Bagi Anak Anda
Diabetes tipe 2 diturunkan dalam keluarga. Sebagian, karena anak-anak belajar kebiasaan-kebiasan buruk – makan makanan yang buruk, tidak berolahraga – dari orang tua mereka. Tapi ada juga dasar genetikanya.

Secara umum, jika Anda memiliki diabetes tipe 2, risiko anak Anda untuk terkena diabetes Tipe 2 adalah 1 dari 7 jika Anda didiagnosis sebelum usia 50, dan 1 dari 13 jika Anda didiagnosis setelah usia 50.

Beberapa ilmuwan percaya bahwa risiko anak lebih besar ketika orang tua yang menderita diabetes tipe 2 adalah ibu. Jika Anda dan pasangan Anda memiliki diabetes tipe 2, risiko anak Anda adalah sekitar 1 dari 2.

Orang dengan diabetes tipe 2 yang langka memiliki risiko yang berbeda. Jika Anda memiliki tipe langka yang disebut Maturity-onset Diabetes of the Young (MODY), anak Anda memiliki resiko hampir 1 dari 2 untuk terkena itu, juga.

Informasi Lebih Lanjut Dalam Genetika
Jika Anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang genetika segala bentuk diabetes, National Institutes of Health telah menerbitkan The GenetiC Landscape of Diabetes. Buku online gratis ini memberikan gambaran tentang pengetahuan saat ini tentang genetika diabetes tipe 1 dan tipe 2, serta bentuk-bentuk angka lainnya dari diabetes. Buku ini ditulis untuk para profesional kesehatan dan bagi penderita diabetes yang tertarik untuk belajar lebih banyak tentang penyakit ini.

Diagnosa

A1C
Tes A1C mengukur glukosa darah rata-rata untuk 2 sampai 3 bulan terakhir. Keuntungan dari didiagnosa dengan cara ini adalah bahwa Anda tidak perlu berpuasa atau minum apa pun.
Diabetes didiagnosis pada A1C lebih besar dari atau sama dengan 6,5%
Hasil A1C :

  1. Normal = kurang dari 5,7%
  2. Pradiabetes = 5,7% – 6,4%
  3. Diabetes = 6,5% atau lebih tinggi

Fasting Plasma Glucose (FPG) – Gula Darah Puasa
Tes ini memeriksa kadar glukosa darah puasa Anda. Puasa berarti tidak makan atau minum (kecuali air) selama minimal 8 jam sebelum tes. Tes ini biasanya dilakukan pertama kali di pagi hari, sebelum sarapan.
Diabetes didiagnosis pada glukosa darah puasa lebih besar dari atau sama dengan 126 mg/dl
Result Puasa Plasma Glukosa (FPG)

  1. Normal = kurang dari 100 mg/dl
  2. Prediabetes = 100 mg/dl – 125 mg/dl
  3. Diabetes = 126 mg/dl atau lebih tinggi

Oral Glukosa Toleransi Test (juga disebut OGTT)
OGTT adalah tes dua jam yang memeriksa kadar glukosa darah sebelum dan setelah 2 jam, Anda minum minuman manis khusus. Ini memberitahu dokter bagaimana tubuh Anda memproses glukosa.
Diabetes didiagnosis pada glukosa darah 2 jam lebih besar dari atau sama dengan 200 mg/dl
Hasil Oral Glukosa Toleransi Test (OGTT)

  1. Normal = kurang dari 140 mg/dl
  2. Prediabetes = 140 mg/dl – 199 mg/dl
  3. Diabetes = 200 mg/dl atau lebih tinggi

Acak (juga disebut Kasual) Plasma Glucose Test
Tes ini adalah pemeriksaan darah setiap saat ketika Anda memiliki gejala diabetes parah.
• Diabetes didiagnosis pada glukosa darah lebih besar dari atau sama dengan 200 mg/dl

Apa itu Prediabetes?
Sebelum orang didiagnosa diabetes tipe 2, mereka hampir selalu memiliki “prediabetes” – kadar glukosa darah yang lebih tinggi dari normal tetapi belum cukup tinggi untuk didiagnosis sebagai diabetes.

Dokter kadang-kadang menyebut pradiabetes sebagai toleransi glukosa terganggu (IGT) atau glukosa puasa terganggu (IFG), tergantung pada tes apa yang digunakan untuk mendeteksi. Kondisi ini menempatkan Anda pada risiko yang lebih tinggi untuk mengembangkan diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular.

Gejala Yang Tidak Jelas
Tidak ada gejala yang jelas dari pradiabetes, jadi, Anda mungkin memilikinya dan tidak menyadarinya..
Beberapa orang dengan pradiabetes mungkin memiliki beberapa gejala diabetes atau bahkan masalah diabetes. Anda biasanya menemukan bahwa Anda memiliki pradiabetes ketika sedang diuji untuk diabetes.
Jika Anda memiliki pradiabetes, Anda harus diperiksa untuk diabetes tipe 2 setiap satu atau dua tahun.

Hasil yang menunjukkan pradiabetes adalah:

  1. A1C = 5,7% – 6,4%
  2. Glukosa darah puasa dari 100-125 mg/dl
  3. OGTT glukosa darah 2 jam dari 140 mg/dl – 199 mg/dl

Mencegah Diabetes Tipe 2
Anda tidak akan menderita diabetes tipe 2 secara otomatis jika Anda memiliki pradiabetes. Bagi sebagian orang dengan pradiabetes, pengobatan dini dapat benar-benar mengembalikan kadar glukosa darah ke kisaran normal.

Penelitian menunjukkan bahwa Anda dapat menurunkan resiko diabetes tipe 2 sebesar 58% dengan cara:

  1. Kehilangan 7% dari berat badan Anda (atau 15 pounds ~ 7 kg jika berat badan Anda 200 pound ~ 91 kg)
  2. Berolahraga cukup (seperti jalan cepat) 30 menit sehari, lima hari seminggu

Jangan khawatir jika Anda tidak bisa mendapatkan berat badan ideal Anda. Kehilangan berat antara 10 sampai 15 pound (4 sampai 7 kg) dapat membuat perbedaan besar.

Mitos-Mitos Tentang Diabetes

Mitos: Diabetes bukanlah penyakit yang serius
Fakta: Jika Anda dapat mengontrol diabetes Anda dengan benar, Anda dapat mencegah atau menunda komplikasi diabetes. Namun, diabetes menyebabkan lebih banyak kematian per tahun dibandingkan kanker payudara dan AIDS digabungkan. Dua dari tiga orang dengan diabetes meninggal karena penyakit jantung atau stroke.

Mitos: Jika Anda kelebihan berat badan atau obesitas, Anda akhirnya akan terkena diabetes tipe 2.
Fakta: Kelebihan berat badan merupakan faktor risiko untuk terkjena penyakit ini, tetapi faktor-faktor risiko lain seperti riwayat keluarga, etnis dan usia juga berperan. Sayangnya, terlalu banyak orang mengabaikan faktor risiko lain untuk diabetes dan berpikir bahwa berat badan adalah satu-satunya faktor risiko untuk diabetes tipe 2. Kebanyakan orang yang memilki kelebihan berat badan tidak pernah menderita diabetes tipe 2, dan banyak orang dengan diabetes tipe 2 berada pada berat badan normal atau sedikit kelebihan berat badan.

Mitos: Makan terlalu banyak gula menyebabkan diabetes.
Fakta: Jawabannya adalah tidak sesederhana itu. Diabetes tipe 1 disebabkan oleh faktor genetik dan belum diketahui apa yang memicu timbulnya penyakit; diabetes tipe 2 disebabkan oleh faktor genetik dan gaya hidup.

Kelebihan berat badan memang meningkatkan risiko untuk mengembangkan diabetes tipe 2, dan diet tinggi kalori dari sumber manapun mengkontribusi kenaikan berat badan. Penelitian telah menunjukkan bahwa minum minuman manis ada hubungannya dengan diabetes tipe 2.

The American Diabetes Association merekomendasikan bahwa orang harus menghindari asupan minuman manis untuk membantu mencegah diabetes. Minuman manis termasuk minuman seperti:

  • soda biasa
  • fruit punch
  • minuman buah
  • energy drinks
  • minuman olahraga
  • teh manis
  • minuman manis lainnya.

Ini akan meningkatkan glukosa darah dan dapat memberikan beberapa ratus kalori hanya dalam satu porsi!

Lihat sendiri:

  • Hanya satu 12-ons sekaleng soda bisa memiliki sekitar 150 kalori dan 40 gram karbohidrat. Ini adalah jumlah karbohidrat yang sama dengan 10 sendok teh gula!
  • Satu cangkir fruit punch dan minuman buah manis lainnya memiliki sekitar 100 kalori (atau lebih) dan 30 gram karbohidrat.

Mitos: Orang dengan diabetes harus makan makanan diabetes khusus.
Fakta: Pola makan yang sehat bagi penderita diabetes umumnya sama dengan diet yang sehat bagi siapa pun – rendah lemak (terutama lemak jenuh dan lemak trans), moderat dalam garam dan gula, dengan makanan utama yang terdiri makanan gandum, sayur dan buah. Makanan diabetes dan “dietetic” yang umumnya dipasarkan tidak menawarkan manfaat khusus. Sebagian besar dari mereka masih meningkatkan kadar glukosa darah, biasanya lebih mahal dan juga dapat memiliki efek laksatif jika mengandung gula alkohol.

Mitos: Jika Anda memiliki diabetes, Anda hanya harus makan sejumlah kecil makanan bertepung, seperti roti, kentang, dan pasta.
Fakta: Makanan bertepung dapat menjadi bagian dari polaa makan yang sehat, tetapi ukuran porsi adalah kuncinya. Roti gandum, sereal, pasta, nasi dan sayuran bertepung seperti kentang, ubi jalar, kacang polong dan jagung dapat dimasukkan dalam makanan Anda dan makanan ringan. Memperkirakan berapa banyak karbohidrat yang dapat Anda makan? Tolakannya adalah sekitar 45-60 gram karbohidrat per makanan, atau 3-4 porsi makanan yang mengandung karbohidrat. Namun, Anda dapat menambah atau mengurangi karbohidrat saat makan tergantung pada bagaimana Anda mengelola diabetes Anda. Anda dan tim perawatan kesehatan Anda dapat mengetahui jumlah yang tepat untuk Anda. Setelah Anda tahu berapa banyak karbohidrat untuk makan dalam setiap santapan, pilih makanan Anda dan ukuran porsi untuk diseimbangkan.

Mitos: Orang dengan diabetes tidak bisa makan permen atau cokelat.
Fakta: Jika dimakan sebagai bagian dari pola makan yang sehat, atau dikombinasikan dengan olahraga, permen dan makanan penutup bisa dimakan oleh orang-orang dengan diabetes. Tidak ada larangan khusus untuk penderita diabetes dibanding mereka yang tanpa diabetes. Kunci bagi permen adalah nikmati dengan porsi yang sangat kecil dan simpanlah untuk acara-acara khusus sehingga Anda fokus makan pada makanan yang lebih sehat.

Mitos: Anda dapat tertular diabetes dari orang lain.
Fakta: Tidak. Meskipun kita tidak tahu persis mengapa beberapa orang terkena diabetes, kita tahu diabetes tidak menular. Penyakit ini tidak bisa menular seperti pilek atau flu. Tampaknya ada beberapa hubungan genetik pada diabetes, terutama diabetes tipe 2. Faktor gaya hidup juga berperan.

Mitos: Orang dengan diabetes lebih mungkin untuk mendapatkan pilek dan penyakit lainnya.
Fakta: Anda tidak lebih mungkin untuk mendapatkan pilek atau penyakit lain jika Anda memiliki diabetes. Namun, orang dengan diabetes disarankan untuk mendapatkan suntikan flu. Hal ini karena penyakit apapun dapat membuat diabetes lebih sulit untuk dikontrol, dan penderita diabetes yang mendapatkan flu lebih mungkin daripada yang lain, untuk terus mengalami komplikasi serius.

Mitos: Jika Anda memiliki diabetes tipe 2 dan dokter Anda mengatakan Anda harus mulai menggunakan insulin, itu berarti Anda gagal untuk mengurus diabetes Anda dengan benar.
Fakta: Bagi kebanyakan orang, diabetes tipe 2 adalah penyakit progresif. Ketika pertama kali didiagnosis, banyak orang dengan diabetes tipe 2 dapat menjaga glukosa darah mereka pada tingkat yang sehat dengan obat-obatan oral. Namun seiring waktu, tubuh secara bertahap memproduksi insulin lebih berkurang, dan akhirnya obat oral mungkin tidak cukup untuk menjaga kadar glukosa darah normal. Menggunakan insulin untuk mendapatkan kadar glukosa darah ke tingkat yang sehat adalah hal yang baik, bukan yang buruk.

Mitos: Buah adalah makanan sehat. Oleh karena itu, baik untuk makan sebanyak yang Anda inginkan.
Fakta: Buah adalah makanan sehat. Banyak mengandung serat dan banyak vitamin dan mineral. Karena buah mengandung karbohidrat, mereka perlu dimasukkan dalam rencana makan Anda. Bicaralah dengan ahli diet Anda tentang jumlah, frekuensi dan jenis buah-buahan Anda harus makan.

Diadaptasi dari : American Diabetes Association . www.diabetes.org

PEPERANGAN ROHANI, BAGIAN 2: MEMAHAMI PERTEMPURAN SUPERNATURAL

20140731_spiritual-warfare-understanding-the-supernatural-battle_banner_img

Oleh : Mark Driscoll

Apa yang benar-benar Alkitab katakan tentang peperangan rohani? Apakah ada latar belakang alkitabiah untuk semua ini, yang akan membantu saya untuk lebih memahami pertempuran supranatural ini?

PEMBERONTAKAN SETAN DAN KEJATUHAN MANUSIA

Menurut Alkitab, malaikat adalah makhluk roh yang diciptakan oleh Allah untuk melayani tujuan-Nya. Namun, saru malaikat menjadi sombong, yang merupakan akar dari banyak dosa, dan lebih suka menjadi tuhan sendiri daripada menyembah dan mentaati Allah yang sejati (Yesaya 14:11-23;. Yehezkiel 28:1-12). Kita sekarang mengenal dia dengan berbagai macam nama seperti Iblis, Naga, Ular, Musuh, Iblis, Si Penggoda, Si Pembunuh, Bapak Pendusta, Musuh, Si Penuduh, Si Penghancur, dan Si Jahat. Tragisnya, sepertiga dari para malaikat memihak Setan untuk menyatakan perang terhadap Allah.

Pemberontakan mereka memuncak dalam pertempuran besar melawan Allah dan malaikat-Nya yang kudus. Iblis dan pengikutnya dikalahkan dan diusir dari surga tanpa kemungkinan pengampunan atau perbaikan hubungan yang benar dengan Allah (2 Pet 2:4;. Yudas 6).

Setelah perang besar di surga, terlanjut dengan cerita Alkitab, adegan berpindah ke medan perang yang baru – bumi. Di sini, Setan menyerang orang tua pertama kita, ayah kita Adam dan ibu Hawa. Setan berbohong kepada Hawa dan menggodanya untuk berbuat dosa, seperti yang dia lakukan kepada masing-masing dari kita. Adam, yang Allah tunjuk untuk mencintai dan merawat Hawa, gagal melindunginya, dan secara sadar bergabung dengannya dalam dosa.

Kedua-duanya Adam dan Hawa memilih kebohongan daripada kebenaran, kesombongan daripada kerendahan hati, kebodohan daripada kebijaksanaan, kematian daripada kehidupan, dan Setan daripada Allah. Selanjutnya, masing-masing dari kita, sebagai keturunan orang tua pertama kita, dilahirkan dengan dosa warisan yang ditandai dengan disposisi untuk mengikuti jejak mereka yang tragis. Lebih jauh lagi, sebagai orang-orang berdosa kita juga telah mengalami konsekuensi yang menyakitkan sama seperti dengan orang tua pertama kita. Karena dosa-dosa yang setiap dari kita telah lakukan dan dosa-dosa yang telah dilakukan terhadap kita, kita terasing dari Allah dan bersembunyi dariNya karena malu.

Tapi kemudian janji pertama Yesus, sebagai pemenang atas Setan, datang ke orang tua pertama kita. Dalam Kejadian 3:15, Allah memberitakan Berita Baik untuk Pertamakalinya, Injil tentang Yesus kepada ibu kita Hawa, yang sama seperti kita semua, yang hancur, penuh dengan rasa malu, pendosa yang bersalah. Allah berjanji kepada Hawa bahwa Yesus akan lahir dari seorang perempuan dan akan tumbuh menjadi seorang pria yang akan berperang dengan Setan dan menginjak kepalanya, mengalahkannya, dan membebaskan orang-orang dari cengkeraman Iblis, dosa, kematian, dan neraka.

YESUS MENANGGUNG SERANGAN SPIRITUAL – DAN MENANG

Bertahun-tahun kemudian, Yesus dilahirkan ibunya, Maria, seperti yang dijanjikan. Serangan Setan pada Yesus dimulai ketika dia masih seorang bayi laki-laki. Raja Herodes, yang merupakan keturunan dari garis keluarga diktator yang kejam yang dirasuki setan, memutuskan bahwa semua anak sulung dihukum mati dalam upaya untuk membunuh Yesus saat masih bayi. Si Setan, pada kenyataannya, bekerja di balik rencana ini karena ia tahu benar bahwa Yesus telah datang untuk menaklukkan dia dan membebaskan tawanan nya. Tetapi Allah memperingatkan orang tua Yesus akan rencana tersebut, dan mereka melarikan diri ke Mesir sebagai pengungsi, sehingga nyawa Yesus terhindar.

Sebagai seorang pemuda, Yesus kembali diserang oleh Iblis, yang menawarinya kehidupan yang lebih mudah daripada yang direncanakan untukNya oleh Allah Bapa. Allah Bapa mengutus Yesus ke bumi dengan misi kehidupan tanpa dosa dan menderita di kayu salib untuk mati bagi orang berdosa. Sebaliknya, Setan menawarkan kerajaan tanpa salib dan berjanji bahwa Yesus bisa memerintah dalam kemuliaan dan kekuasaan tanpa oposisi atau penyaliban, selama Dia membungkuk untuk menghormati Iblis. Setan menyiapkan jebakannya dengan tawaran persahabatan sederhana dengan makanan, memecah roti dengan Yesus, ketika Yesus sangat lapar dari empat puluh hari puasa. Yesus dengan bijaksana menolak “hadiah” ini. Seperti Yesus, adalah sangat bijaksana bagi kita untuk bersikap curiga terhadap roh-roh yang menawarkan pemberian-pemberian, walaupun yang kelihatannya baik. Inilah alasan mengapa discernment (kearifan untuk membedakan roh) sangat penting untuk hidup iman kita kepada Yesus setiap hari.

Menuju ke salib, Iblis erasuki salah satu murid Yesus, Yudas Iskariot – yang, pada kenyataanya, orang yang belum bertobat – dan bersekongkol dengan dia untuk mengkhianati Yesus dan menyerahkan Dia untuk disalibkan. Melalui salib, iblis dan pengikutnya berpikir bahwa mereka akhirnya mengalahkan Yesus. Jika kita membayangkan Tuhan Yesus tergantung di kayu salib, berlumuran darah dan sekarat, dilihat dari sudut manapun memang kelihatannya Yesus menundukkan kepalaNya dalam kekalahan di tangan Setan. Pada titik ini, pendeta Reformasi yang ternama Martin Luther gemar merenungkan yang tertulis dalam Yesaya 45:15, yang mengatakan tentang Yesus, ” Sungguh, Engkau Allah yang menyembunyikan diri0, Allah Israel, Juruselamat”. Maksud Luther tentang ayat ini adalah bahwa, di atas kayu salib, Yesus menyembunyikan kemenanganNya di balik kekalahan, menyembunyikan kemuliaan-Nya di balik kehinaan, dan menyembunyikan kehidupan kita di balik kematian-Nya. Iblis dan setan-setan tidak melihat ini karena mereka tidak memiliki pandangan iman dan tidak memahami kerendahan hati Yesus.

KEMENANGAN YESUS MEWAKILKAN KITA

Meskipun demikian, di atas kayu salib Yesus mencurahkan darahNya dan mati untuk Anda. Dan dengan iman, ketika Anda memandang ke salib, Anda akan melihat betapa jauhnya ia telah pergi ke dalam penderitaan dengan rencana untuk menaklukkan musuh Anda dan membebaskan hidup Anda. Konsekuesinya, kata-kata Yesus, “SUDAH SELESAI” dari kayu salib, adalah pemberitaan tentang pembebasan Anda. Menyalibkan Yesus adalah kesalahan terbesar Iblis yang pernah dibuat. Apakah ia mengerti apa yang terjadi, dia tidak akan pernah membunuh Yesus, seperti yang dikatakan dalam 1 Korintus 2:6-9:

“6 Sungguhpun demikian kami memberitakan hikmat di kalangan mereka yang telah matang, yaitu hikmat yang bukan dari dunia ini, dan yang bukan dari penguasa-penguasa dunia ini, yaitu penguasa-penguasa yang akan ditiadakan. 7 Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita. 8 Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia. 9 Tetapi seperti ada tertulis:
“Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”

Bagian favorit saya dari Alkitab tentang kemenangan Yesus atas Setan, dosa, dan kematian adalah Kolose 2:13-15:

“13 Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, 14 dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib: 15 Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.”

Bersyukur, Tuhan Yesus datang untuk menyelamatkan Anda dan saya. Tidak seperti kita, Dia menolak semua godaan setan dan menjalani kehidupan tanpa dosa yang belum pernah kita lakukan. Yesus kemudian pergi ke kayu salib untuk mengalami kematian yang seharusnya kita harus alami. Di atas kayu salib, Yesus mati menggantikan kita untuk dosa-dosa kita.

Pertempuran untuk jiwa kita adalah nyata, dan seperti tawanan dalam perang (Kol 1:13;. 2 Tim 2:25-26) kita telah disiksa dan dicuci otak. Tetapi kabar baiknya adalah bahwa Yesus sudah datang untuk menyelamatkan kita. Yesus sendiri menegaskan fakta ini dalam Lukas 4:18 ketika, pada awal pelayanan-Nya, Dia mengatakan Ia datang untuk membebaskan para tawanan. Tidak mungkin bahwa Setan akan melepaskan kita dari cengkramannya, dan tidak mungking kita bisa membebaskan diri kita sendiri, sehingga Yesus datang sebagai prajurit pemenang dan pembebas kita.
________________________________________
Ini adalah bagian kedua dari seri Pastor Mark tentang peperangan rohani. Jika Anda melewatkan bagian satu, Anda dapat menemukannya di sini..

* Bagian-bagian dari posting blog ini diadaptasi dari yang Jangan Anda Pikirkan? (2013, Thomas Nelson), oleh Mark Driscoll, Death By Love (2008, Crossway), oleh Mark Driscoll dan Gerry Breshears, dan Doktrin (2010, Crossway), oleh Mark Driscoll dan Gerry Breshears.

“SAYA MENGALAMI DEPRESI DAN INGIN MATI.” KISAH TYLER

20140604_i-was-depressed-and-wanted-to-die-tyler-s-story_banner_img

Tyler adalah seorang pemimpin kelompok sel di Mars Hill Tacoma yang akan menyelesaikan sekolah physioterapi. Dia mengasihi Yesus dan ingin menikahi seorang wanita yang beriman dan mewariskan kisah yang ia mulai ketika ia menjadi orang Kristen pertama dalam keluarganya. Ketika Anda bertemu dengannya, Anda tidak mungkin berpikir lain selain dia adalah seoran periang, bersemangat, dan penuh gairah. Jadi sulit untuk percaya bahwa hanya beberapa tahun yang lalu, ia hampir bunuh diri. Dua kali. Ini ceritanya.

* Beberapa nama dalam cerita ini telah diubah.

Tumbuh di Spokane, Washington, Tyler adalah seorang anak pemalu di sekolah menengahnya yang tidak memiliki banyak teman. Dia bergumul dengan keraguan diri, kepercayaan diri, dan moral.

“Saya selalu ingin ngumpul-ngumpul, tetapi saya kebanyakan menyendiri.” Tyler tidak pernah melakukan “hal-hal buruk” dan, berbeda dengan saudara laki-laki dan perempuannya yang jatuh dalam obat-obatan dan alkohol, keluarganya sering melihat dia sebagai anak yang sempurna.

Pada musim gugur 2007, Tyler terdaftar penuh waktu di Spokane Falls Community College. Di sana, ia menjadi lebih terisolasi dan kesepian disbanding pada saat di SMA. Namun, beberapa waktu kemudian sekelompok kecil orang berteman dengan dia.

“Mereka adalah orang pertama dalam hidupku yang benar-benar teman-teman saya,” kata Tyler. “Mereka mempedulikan dan melayani saya. Dan mereka adalah orang Kristen. ”

Tyler mulai naksir berat pada salah satu gadis dalam kelompok tersebut yangbernama Megan.

“Aku jatuh cinta dengan dia dan mengidolakan dia,” katanya.

Tidak pernah ia mencintai seseorang seperti ini. Perasaan saying tersebut tidak bertepuk sebelah tangan. Persahabatan mereka berkembang ke titik di mana salah satu dari mereka perlu untuk mendefinisikan apa yang sedang terjadi. Lalu suatu malam Megan mengatakan kepana Tyler, “Orang berikutnya yang akan menjadi pacar saya akan menjadi suami saya. Aku tidak ingin berkencan dengan non-Kristen. ”

Tyler sangat marah. Dia mengatakan padanya bahwa dia tidak ingin menjadi seorang Kristen dan dia harus mencintai dia untuk siapa dia. Ia menjadi depresi. Perasaan di mana fia akhirnya bisa memiliki wanita yang dicintainya hanya untuk menemukan bahwa wanita itu tidak ingin bersama dia, membawa hidupnya runtuh. Tyler berpikir kemungkinan untuk mempunyai hubungan sudah berakhir.

“ENGKAU ADALAH ANAKKU DAN AKU MENGASIHIMU”

Selama waktu tersebut, salah satu orang Kristen dalam kelompok itu membagikan beberapa ayat Alkitab dengan dia. Tyler ingat bahwa dia tak menduga akan kemungkinan kebenaran dari ayat-ayat. Ia berdoa dan bertanya kepada Tuhan, jika Dia memang nyata, untuk menunjukkan diriNya.

Saat itu sudah larut malam dan Tyler ingin tidur, tapi tidak bisa. Yang dapat ia pikirkan adalah pergi ke gereja. Dia belum pernah ke gereja sebelumnya tapi tiba-tiba, itu semua yang ingin ia lakukan.
Hari berikutnya dia mengatakan kepada teman-temannya dan, sebelum akhir pekan menjelang, mereka membawanya ke pelayanan kampus tempat mereka melayani. Pemimpin pelayanan mengajarkan tentang Yesus dan membagikan Injil. Ketika ia selesai, ia berdoa dan berkata jika ada yang ingin bertobat dari dosa mereka dan berbalik kepada Yesus, mereka harus mengangkat tangan mereka dan berseru kepadaNya.

“Aku mengingat aku seperti berkata, ‘Oh, itu aku,” kata Tyler. “Jadi aku segera mengangkat tanganku kemudian berpikir, ‘Tunggu sebentar, apa yang saya lakukan?” Tapi aku tahu itu apa yang saya inginkan. ”

Kemudian pendeta kampus itu mendekatinya dan memberinya Alkitab dan memeluknya. Tyler mengambil Alkitab itu ke rumah dan membacanya habis. Dia mulai membaca dalam Matius dan menyukainya. Minggu berikutnya di kunjungannya yang ke dua di kelompok kampus, ia mengerti Injil lebih lagi.

Kelompok ini tidak seperti pelayanan kampus yang biasanya. Tidak ada pengajaran. Musik yang dimainkan dengan lembut di latar belakang saat orang-orang berbagi cerita tentang bagaimana Tuhan bekerja dalam hidup mereka.

“Saya menangis dan menangis sepanjang malam,” kata Tyler. “Saya mengenali siapa aku di dalam Yesus. Tuhan terus menunjukkan kepada saya gambar salib dan aku ingat mendengar berulang kali, “Engkau adalah anakKu dan Aku mengasihimu.” Itu adalah di mana saya benar-benar memahami apa Injil itu dalam hidup saya. ”

“AKU MERUBAH PENGIDOLAAN SAYA DARI SATU BENTUK KE BENTUK LAINNYA”

Tyler bertumbuh dalam pengetahuan Alkitab dan belajar bagaimana memimpin orang lain dalam pelayanan kampus dan kelompok SMP di gereja di mana dia menjadi anggota. Pada musim gugur 2009, ia pindah ke Eastern Washington University dan pindah ke sebuah rumah penuh dengan teman-teman kuliah. Dia tumbuh dalam hubungan dengan Yesus dan mencintai itu, tapi satu hal masih mengganggunya. Sementara depresinya karena kejadian Megan sudah terlupakan, dia menyadari bahwa dia masih mengidolakan dia.

“Aku merubah pengidolaan saya dari satu bentuk ke bentuk lainnya,” kata Tyler. “Sebelumnya, dia adalah segalanya bagiku. Sekarang, dia masih segalanya bagiku, tetapi di samping itu, saya menempatkannya lebel Kristen di atasnya. Aku secara berlebihan komitmen dalam hatiku. Saya pikir, ‘Ini adalah kehidupan yang saya ingin miliki dengan dia. Kami akan menjadi pasangan Kristen yang menakjubkan ini dan memiliki anak-anak. ‘Ide akan suatu hubungan menguasai dengan kuat dalam hati saya. ”

Kebingungan dengan perhatian dan harapan yang terus menerus, Megan menjauhkan diri dari Tyler dan seluruh teman-teman mereka. Dia menemukan teman baru dan mulai pergi ke bar, minum secara berlebihan, dan mabuk-mabukan. Tyler panik dan mengejarnya lebih giat lagi dalam upaya untuk menyelamatkannya dari gaya hidupnya.

“Aku menghancurkannya,” katanya. “Aku menyakitinya dengan sangat dalam hal itu.”

Dengan tekanan yang tak berakhir, Megan berhenti pergi ke gereja dan pelayanan kampus. Dia tidak bergaul dengan siapa pun dalam kelompok tersebut.

“Ini benar-benar membawa saya kepada kehancuran sampai di titik di mana saya mulai mendapatkan depresi lagi, melarikan diri, dan tidak terlibat dalam gereja pula,” kata Tyler. “Depresi saya menjadi cukup buruk di mana saya ingin bunuh diri. Itu berlangsung selama sekitar 12-18 bulan. Saya kehilangan pekerjaan saya. Aku tidak ingin melakukan apa pun. Saya akan duduk di kamarku dan menangis. Saya berpikir untuk bunuh diri sepanjang waktu. ”

Dua kejadian mebuatnya nyaris bunuh diri.

Yang pertama terjadi pada musim panas 2011, antara tahun terakhirnya kuliah dan tahun pertama sekolah physioterapi. Rumah Tyler di Spokane tidak jauh dari jajaran tebing dan hutan lebat. Suatu malam dia berdiri di tebing dan merenungkan untuk melompat ke kematiannya. Seorang teman menemukan dia ada di sana dan datang untuk membantu dia.

“Aku benar-benar tidak ingat banyak detail tentang apa yang dia katakan. Kami mengobrol sebentar dan kemudian ia membawa saya pulang. ”

Insiden kedua terjadi pada musim gugur 2011, tak lama setelah ia pindah ke Tacoma dan mulai sekolah di Puget Sound University.

“Aku akan pergi ke sekolah dan pulang ke rumah dan tidak belajar,” katanya. “Aku akan jatuh hancur dan menangis dan marah. Saya pikir itu adalah kombinasi dari kesendirian, stres dari sekolah, merasa seperti kegagalan, tinggal jauh dari Spokane, dan depresi berat. ”

Itu adalah titik terendah dalam hidup Tyler. Suatu malam ia berbaring di lantai nya, benar-benar kosong. Sebotol pil itu di tangannya dan ia ingin menelan mereka semua untuk mengakhiri hidupnya.

“Sulit untuk menjelaskan perasaan tersebut, tapi itu hampir seolah-olah aku merasa kosong dari kehidupan itu sendiri,” katanya.

Pikirannya terganggu oleh telepon dari seorang teman di Spokane. Ketika mereka berbicara, Tyler menjelaskan keseriusan dari situasinya. Teman tersebut berbicara ke Tyler untuk waktu yang lama dan kemudian mengatakan bahwa dia akan meminta teman mereka, yang baru saja pindah ke Seattle, untuk datang melihat Tyler. Dia tidak mengatakan kepada Tyler adalah bahwa dia juga akan memanggil polisi. Polisi berada di pintu lima menit kemudian dan tinggal di sana sampai temannya dari Seattle muncul.

AWAL PERTUMBUHAN

Tak lama setelah kejadian kedua ini, Tyler mulai pergi ke Mars Hill Federal Way (sekarang Mars Hill Tacoma), diundang oleh temannya di Seattle. Pada kunjungan pertamanya, Tyler bertemu dengan teman sekelasnya dari program terapi fisik. Teman sekolahnya ini tidak tahu bahwa ada yang salah dalam hidup Tyler.

“Saya pikir saya pandai menyembunyikan [depresinya],” kata Tyler. “Aku bisa pergi dan [ngumpul] sosialisasi, tapi pada saat yang sama aku membenci hidup saya. Aku benci segala sesuatu. Aku benci kota. Aku benci diriku sendiri. Aku begitu kosong. Sepanjang waktu saya akan mengatakan saya adalah seorang Kristen tapi saya masih berusaha untuk melakukan keinginan sendiri. Aku ingat dalam keadaan yang paling terendah dalam hidup saya, Tuhan ada di sana. Dia mengatakan, “Aku tidak akan membiarkan Anda pergi. Aku tidak akan membiarkan Anda melakukan hal ini. “KehadiranNya di sana. Dia terus berkata, “Aku mencintaimu. Aku masih mencintaimu.

“Aku punya waktu di mana saya naik dan kemudian turun. Aku merasa seperti jika saya tidak akan bersama Megan, maka saya tidak akan menjadi apapun. Dia masih segalanya bagiku. Aku akhirnya sampai ke titik di mana saya merasa seperti sesuatu perlu terjadi. ”

Tyler merasa Tuhan mengatakan kepadanya bahwa dia perlu untuk melepaskannya, atau Allah yang akan mengambil Megan darinya.

Tyler sesekali akan menghubungi Megan dan dia biasanya mengatakan bahwa ia baik-baik dan tidak ingin bertemu dengannya. Tak lama setelah pindah ke Tacoma, ia mengatakan ia ingin bunuh diri jika ia tidak bisa bersamanya. Megan menghubungi Puget Sound University dan mereka mengharuskan Tyler untuk melakukan empat sesi konseling.

Setelah itu Megan mengirim pesan kepadanya di Facebook mengatakan, “Engkau harus membiarkan aku pergi. Hubungan itu tidak mungkin terjadi. Aku gay dan aku sudah menjalin hubungan selama delapan bulan. ”

Tyler sudah pernah mendengar bahwa Megan sudah mempunyai hubungan tapi tidak pernah berpikir bahwa itu bisa dengan seorang wanita. “Pada awalnya saya tidak ingin percaya dan saya bilang itu tidak mungkin benar.”

Tapi pesan Facebook tersebut menyalakan saklar di otak Tyler. Dia akhirnya melihat bahwa Megan adalah manusia biasa dengan kelemahan seperti orang lain. Dan kemudian fokusnya bergeser.

“Selama ini saya berpikir semua tentang saya,” katanya. “Tiba-tiba. . . Saya menyadari kebobrokan dalam hidupnya. Aku tidak akan pernah melupakan apa yang dia bilang. Dia berkata, “Aku akhirnya menemukan seseorang yang mencintai saya untuk siapa saya dan saya senang.” Yang bisa kupikirkan adalah, Yesus mengasihi Anda untuk siapa Anda dan Anda menolak itu. “Sejak saat itu, saya tidak peduli jika kami berakhir bersama-sama. Yang saya pedulikan adalah dia. ”

Namun, pemikiran Tyler tentang dosa belum diperbaiki. Dia berada di bawah kesan bahwa dosa Megan entah bagaimana lebih buruk daripada dosanya.

“Saya masih sangat bermasalah, tapi aku sudah berhenti mengidolakan dia dan akhirnya kembali kepada Yesus. Saya telah cukup beruntung untuk tetap berada di Mars Hill dengan beberapa orang baik dan kelompok sel. Saya bertemu dengan mereka dan menceritakan kepada mereka seluruh kisah saya. ”

Saat itulah koreksi datang. Setelah mendengar cerita Tyler, pemimpin kelompok memiliki beberapa teguran keras baginya.

“Dia berkata, ‘Bagaimana jika dia melakukan dosa seksual dengan seorang pria? Bukankah itu tetap dosa seksual. Bagaimana dengan Anda memberhalakan dia? Bagaimana dengan Injil dalam hidup Anda? Yesus mati untuk menyelamatkan Anda. Dan Anda tidak bisa menyelamatkannya. Yesus perlu menyelamatkannya dan Anda perlu untuk merelakannya. ‘”
Tyler mengatakan “payah” untuk mendengar perkataan itu, tapi dia tahu itu adalah apa yang ia butuh dengarkan. Beberapa bulan kemudian dia kembali ke Spokane untuk liburan musim panas dan mengulang kembali hidupnya. Ketika ia kembali ke Tacoma untuk tahun kedua sekolah, ia tidak lagi depresi. Dia mengambil kelas keanggotaan di gereja, melibatkan diri dalam kelompok sel, dan mulai melayani.

”ALLAH INGIN MENUNJUKKAN SIAPA DIA”

Tak lama setelah itu, Megan putus hubungan. Dia unfriend Tyler di Facebook dan menyuruh saudara laki-lakinya agar ‘meminta’ Tyler untuk menghapus nomor teleponnya. Tyler merasa seperti beban berat telah terangkat dari bahunya.

Tyler terus tumbuh dan mengambil alih kepemimpinan kelompok sel pada Januari 2014 sesuatu yang belum pernah dia lakukan sebelumnya, tapi ia merasa seperti Tuhan memanggilnya untuk melayani dengan cara itu.

“Aku tidak pernah berharap Allah memberi saya hati yang sedemikian untuk orang-orang ini,” kata Tyler. “Sudah cukup menakjubkan. Ini membuat saya tumbuh [dalam] ketergantungan saya pada Tuhan. Saya katakan kepada Tuhan, “Aku tidak tahu apa yang saya lakukan tapi kau tahu. Aku di sini. Gunakan saya sebisaMu. ”

“Pastor Mark baru-baru ini bertanya dalam salah satu khotbahnya, apakah itu hidup? Hidup bagi saya dulunya adalah seorang gadis. Sekarang hidup adalah Yesus. Aku tidak tahu apakah aku akan mampu untuk memahami semuanya kalau saja Tuhan tidak memindahkan saya ke Tacoma dan membawa saya ke gereja Mars Hill.

“Aneh bagi saya untuk melihat ke belakang dan berpikir ada fase dalam hidup saya di mana saya depresi dan ingin bunuh diri, meskipun aku punya keluarga yang mencintai dan mendukung, [juga] terlibat dalam gereja, dan [juga] dikelilingi oleh teman-teman yang mencintai Yesus. ”

Tyler menyadari bahwa, bahkan di tengah-tengah itu, jika Yesus tidak hadir dan membentuk hidup Anda setiap hari, maka Anda masih bisa goyah dan jatuh.

“Melalui semua ini, Tuhan ingin menunjukkan saya siapakah Dia – bukan apa yang saya pikir siapa Dia atau apa yang saya inginkan Dia menjadi apa. Allah membentuk hatiku dengan menghancurkan berhala saya. Dia mematahkan saya ke titik di mana saya tidak memiliki apapun. Setelah itu, satu-satunya hal yang aku bisa miliki adalah Dia. ”

Tyler merasa seperti dia di tempat yang bagus sekarang dan memandang masa depan. Dalam 40-50 tahun ia ingin warisannya adalah menjadi seorang kakek yang mencintai keluarganya, melayani gereja, dan berkembang setiap hari dalam hubungannya dengan Yesus. Sejak Tyler menjadi seorang Kristen, ayahnya telah bertemu Yesus. Ia berharap lebih keluarganya akan berbalik kepada Yesus juga.

“Aku bisa menjadi orang Kristen pertama di keluarga saya. Seri khotbah dari kitab Maleakhi cukup menguatkan bagi saya karena saya melihat suatu generasi bisa berubah. Nama keluarga Trudeau sebelumnya penuh dengan banyak dosa. Tapi itu bisa berubah karena satu orang. ”

BAGI MEREKA YANG BERGUMUL DENGAN DEPRESI
Tyler ingin mendorong mereka yang bergumul dengan depresi untuk membiarkan orang lain tahu. Seringkali, seseorang yang berjuang mungkin mengatakan kepada satu orang, tapi Tyler mengatakan untuk membiarkan beberapa orang tahu sehingga mereka dapat membantu. Dan jika Anda tahu seseorang yang sedang berjuang dengan depresi, menurutnya suatu tanggung jawab bagi Anda untuk melibatkan yang lainnya, terlepas apakah mereka mau atau tidak. Itu mungkin akan menyelamatkan hidup mereka.

Diadaptasi dari : http://marshill.com/2014/06/06/i-was-depressed-and-wanted-to-die-tyler-s-story

FAKTA TENTANG EBOLA

Ebola

Diadaptasi dari : http://www.cdc.gov/vhf/ebola/outbreaks/guinea/qa.html

Wabah Ebola saat ini berpusat pada tiga negara di Afrika Barat: Liberia, Guinea, Sierra Leone, meskipun ada potensi untuk penyebaran lebih lanjut ke negara-negara tetangga Afrika lainnya. Ebola tidak menimbulkan risiko yang signifikan terhadap publik AS. CDC meningkatkan penanganan dengan menambah lagi 50 ahli ke daerah itu untuk membantu wabah tersebut di bawah kontrol.

Apa itu Ebola?

Virus Ebola adalah penyebab dari penyakit demam berdarah viral. Gejalanya termasuk demam, sakit kepala, nyeri sendi dan otot, lemah, diare, muntah, sakit perut, kurang nafsu makan, dan perdarahan yang tidak biasa. Gejala dapat muncul kapan saja antara 2-21 hari setelah terinfeksi virus Ebola, namun 8-10 hari adalah yang paling umum.

Bagaimana Ebola menular?

Ebola ditularkan melalui kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh dari orang dengan gejala terinfeksi atau melalui perantara objek (seperti jarum) yang telah terkontaminasi dengan sekresi dari pasien yang terinfeksi.

Dapatkah Ebola ditularkan melalui udara?

Tidak. Ebola bukanlah penyakit pernapasan seperti flu, sehingga tidak bisa ditularkan melalui udara.

Bisakah saya mendapatkan Ebola dari makanan atau air yang terkontaminasi?

Tidak. Ebola bukanlah penyakit yang bisa ditularkan lewat makanan. Ini juga bukan penyakit yang bisa ditularkan lewat air.

Bisakah saya mendapatkan Ebola dari orang yang terinfeksi tetapi tidak memiliki gejala apapun?
Tidak. Individu yang tidak memiliki gejala tidak bisa menular. Agar virus bisa menular, seseorang harus memiliki kontak langsung dengan individu yang mengalami gejala-gejala.

ebola_layout_revisions

PEPERANGAN ROHANI, BAGIAN 1: SIAPA, APA, DAN MENGAPA

20140724_spiritual-warfare-who-what-and-why_banner_img

Oleh: Mark Driscoll

Apakah anda pernah menggunakan perkataan yang satu ini: “Iblis membuat saya melakukannya”? Jika kita mau jujur, banyak dari kita pernah, walaupun mungkin hanya setengah bercanda.

Tapi apakah benar? Apakah iblis membuat Anda melakukan apa pun itu?

Sekarang ini, di satu sisi, secara keseluruhan ilmu pengetahuan sering menolak penjelasan supernatural dan, di sisi lain, pluralisme budaya memberitahu kita bahwa semua spiritualitas adalah sama-sama baiknya, sulit untuk menemukan orang yang percaya pada realitas dunia spiritual dan kejahatan.

Siapa pun yang membuka Alkitab dengan integritas apapun harus mengakui bahwa itu adalah sebuah buku yang secara konsisten menyajikan pandangan dunia di mana ada perang yang sangat nyata dengan Allah yang sejati dan malaikat-Nya yang kudus versus malaikat yang jatuh Iblis dan setan yang durjana. Orang-orang berdosa, termasuk Anda dan saya, diambil sebagai tawanan dalam perang ini (misalnya Kol 1:13;. 2 Tim 2:25-26).

Memang, topik pemahaman Alkitab ini, yang sering disebut peperangan rohani, adalah sangat kontroversial. Tetapi, itu juga sangat penting. Jadi, dalam seri blog ini, kita akan membahas apa yang sebenarnya Alkitab katakan tentang peperangan rohani.

APAKAH PEPERANGAN ROHANI ITU DAN APA HUBUNGANNYA DENGAN AKU ?

Apakah Anda seorang Kristen yang telah bertanya-tanya mengapa hidup begitu sulit, begitu banyak penderitaan yang begitu menyakitkan, selalu mengalami perjuangan susah payah, dan Tuhan tampaknya begitu jauh? Itu karena ada si musuh yang membenci Tuhan, membenci kamu, dan telah menetapkan pasukannya melawan Anda, karena Anda seorang warga negara dan hamba di dalam Kerajaan Yesus. Allah mengasihi Anda. Tapi si Setan membenci Anda. Allah berencana baik untuk Anda. Tapi Setan berencana untuk menghancurkan Anda.

Setiap orang Kristen adalah seorang tentara di dalam peperangan-termasuk anak-anak kecil yang berdoa kepada Yesus pada malam hari dan wanita tua yang mengenakan penutup kepala saat mereka membawa Alkitab mereka ke dalam gereja. Ketika kita tidak tahu bahwa hidup adalah suatu peperangan dan Setan adalah musuh kita, atau melupakan hal itu pada saat yang benar-benar dibutuhkan, kita tidak bisa memahami perjuangan kita, penderitaan, dan perselisihan. Ketika ini terjadi, kita salah menafsirkan sehingga kita berpikir segala sesuatu yang negatif dalam kehidupan kita semata-mata dari Allah. Pada kenyataannya, hal-hal tersebut mungkin adalah serangan dari musuh kita atau hasil dari pilihan buruk kita sendiri. Kabar baiknya adalah bahwa daripada Allah menghakimi kita, dia telah mencurahkan murka-Nya pada Yesus, yang telah meraih kemenangan atas Setan, dosa, dan kematianNya bagi kita di kayu salib yang membebaskan kita dari kuasa Setan dan cengkraman dosa.

Ketika hidup mengalami kesulitan, kita dapat dengan mudah melupakan bahwa kita menang di dalam Kristus dan kehilangan pengharapan. Beberapa orang bahkan terbiasa untuk menghina dan menyalahkan diri sendiri bila ada sesuatu yang salah. Beberapa malah melakukan sebaliknya, menghina dan menyalahkan orang lain. Dan lainnya menghina dan menyalahkan Tuhan.

Masalah dalam hidup kita kadang-kadang adalah akibat dari dosa kita atau dosa orang lain. Tetapi dosa tidak pernah menjadi kesalahan Allah, karena Dia baik dan tidak menyebabkan dosa. Bagaimanapun juga, di balik semua dosa adalah Setan. Sementara kita tetap secara moral bertanggung jawab atas dosa kita, Setan kadang-kadang juga ada sedikit peranannya, karena ia adalah si penipu yang bahagia ketika kita bergabung dengannya dalam pemberontakan melawan Allah.

Sepanjang Kitab Suci, kita dapat melihat Setan dan kekuatannya bekerja terus menerus. Tuhan ingin kita tahu bahwa kita berada di dalam peperangan rohani. Jika kita benar-benar percaya ini, kita melihat hidup secara berbeda. Kita tidak lagi mengharapkan kenyamanan dan kemudahan di dalam hidup ini sebagaimana mestinya seorang prajurit kawakan sedang berada di garis depan pertempuran. Hal ini menimbulkan pertanyaan, mengapa kita begitu sering terkejut ketika kesulitan datang ke dalam hidup kita sebagai orang Kristen? Mungkin masalahnya dimulai dengan bagaimana kita diundang untuk menjadi Kristen. Dengan cara-cara yang berbeda kita diberitahu, “Akui dosa Anda kepada Yesus, dan dia akan membawa Anda ke surga.” Sementara hal itu adalah benar, tetapi apa yang sering terlewatkan adalah periode antara di hari kita komitmen kepada Kristus dan di hari kita akan melihat Dia muka dengan muka – yang juga kita kenal sebagai hidup. Dan mungkin juga karena kita sering menderita amnesia spiritual – kita lupa siapa kita di dalam Kristus, dan melupakan peperangan rohani yang sedang kita alami.

Kenyataan dalam kehidupan ini adalah bahwa ada perang antara dua raja, Yesus dan Setan; dua kerajaan, terang dan gelap; dan dua tentara, kepunyaan Yesus dan kepunyaan Setan. Dan sementara Alkitab menjanjikan kita bahwa Raja Yesus menang, kita berjalan untuk sampai ke kerajaan kekal Yesus sambil memberitakan Injil dengan kuasa Roh Kudus dengan harapan membebaskan beberapa tahanan perang dari perbudakan Iblis, dosa, dan kematian.
________________________________________
Ini adalah bagian pertama dai seri Pastor Mark tentang peperangan rohani.
Diterjemahkan dari : http://marshill.com/2014/07/24/spiritual-warfare-who-what-and-why

* Bagian-bagian dari posting blog ini diadaptasi dari “Who Do You Think You Are? (2013, Thomas Nelson), oleh Mark Driscoll, “Death By Love” (2008, Crossway), oleh Mark Driscoll dan Gerry Breshears, dan “Doktrin” (2010, Crossway), oleh Mark Driscoll dan Gerry Breshears.

Ombak dan Badai Masih Mengenal NamaNya

Oleh : Erwin Analau

Heran… saya bukan orang yang tidak pernah naik pesawat. Berpuluh kali sudah pernah naik pesawat, dari yang hanya 1 atau 2 jam sampai yang ke belasan jam. Dari yang perjalanan mulus sampai yang perjalanan dengan cuaca buruk. Namun setiap kali naik pesawat, pasti selalu penuh dengan ketakutan dan kecemasan.

Baru-baru ini kami sekeluarga harus naik pesawat untuk kembali ke Seattle untuk menyudahi liburan kami di Jakarta. Pada bulan Juli, memang bulan yang kurang baik dalam sejarah penerbangan internasional. Setidaknya ada 3 kecelakaan yang diberitakan, penembakan MH17, jatuhnya TransAsia di Taiwan dan jatuhnya Air Algeria karena cuaca buruk. Pada dasarnya, kecelakaan-kecelakaan tersebut terjadi dalam kondisi yang bagaimanapun.

Berita-berita ini menjadi cerita horror yang tidak saya pikirkan, tetapi ada di benak bawah sadar saya. Ketika pesawat yang saya tumpangi mulai memasuki cuaca yang kurang baik atau turbuluance, semua berita-berita ini bermain di dalam pikiran saya. Semua ketakutan, kekhawatiran dan kepanikan mulai timbul dalam diri saya. Keringat dingin membasahi kaki dan tangan saya. Saya memegang anak pertama saya, sambil melakukan apa yang banyak dari kita lakukan ketika sedang ketakutan – berdoa dengan sungguh-sungguh.

Saya melihat ke dua anak saya, yang baru berumur 7 dan 5 tahun, mereka tertidur lelap. Mereka tertidur lelap. Mereka … sedang … tertidur … lelap …

Benar-benar sesuatu yang menghentakkan iman saya. Terus terang saya masih khawatir selama perjalanan dan mungkin akan khawatir juga untuk perjalanan-perjalanan di kemudian hari. Tapi Roh Kudus berbicara kepada saya melalui pengalaman ini.

Hidup itu sama dengan perjalanan di dalam pesawat. Dalam hidup, kalau cuaca sedang baik, jarang kita berdoa-dengan sungguh-sungguh. Jarang kita berseru kepadaNya. Tetapi ketika sedang dalam cuaca yang buruk, mulailah kita mencari Dia atau mungkin bahkan meragukan rencanaNya.

Ada dua pilihan yang bisa kita lakukan ketika kita mengalami turbulence dalam hidup, khawatir atau tertidur pulas. Kita bisa memilih untuk khawatir, dan itu yang saya pilih dalam perjalanan itu. Saya mainkan semua peristiwa-peristiwa buruk dalam otak saya, dan saya terus mainkan untuk memberikan saya suatu ketenangan semu, kalau terjadi sesuatu saya sudah siap. Saya habiskan tenaga saya dan juga keringat dingin saya. Walaupun saya tahu, kalau memang terjadi peristiwa buruk, sesiap apapun saya, saya tidak akan siap dan mungkin tidak bisa melakukan apa-apa.
Yang ke dua tertidur lelap, seperti ke dua anak saya. Tertidur lelap dalam cuaca yang buruk, membutuhkan suatu iman yang luar biasa. Saya berpikir ketika Yesus memberitahu kita dalam Injil untuk mempunyai iman seperti anak kecil, sepertinya Dia tahu apa yang dia bicarakan.

Ke dua anak saya mungkin tidak mengerti akan berita-berita yang saya baca. Di dalam benak mereka, mereka hanya tahu kalau perjalanan pesawat adalah dari Jakarta ke Taiwan. Dan apapun yang terjadi, mereka akan sampai ke tujuan. Mereka mungkin tidak tahu bagaimana pesawat bekerja, atau siapa pilotnya, atau apa yang bisa terjadi dalam cuaca buruk, mungkin mereka tidak tahu akan semua itu, tapi yang mereka tahu papa dan mama ada bersama mereka dalam perjalanan itu dan semuanya akan beres. Sebaliknya, saya sangat yakin kalau pada waktu itu mereka tidak bersama kami, orang tuanya, mereka tidak akan setenang itu. Lebih lagi, mungkin walaupun cuaca baik dan perjalanan mulus, mereka akan terus mencari orang tua mereka.

Mereka tidak melihat kepada sesuatu atau orang yang tidak dia kenal, tetapi mereka tahu orang tua mereka ada bersama mereka.
Dalam perjalanan kekristenan saya, sering sekali – bahkan sampai sekarang – , saya selalu beriman kepada ciptaan, bukan kepada Bapa saya. Saya suka membuat rencana, saya dilatih untuk memakai logika dan eksperiment untuk membuktikan atau melihat sesuatu. Saya dilatih untuk menganalisa, kalau nilai itu sebesar ini, itu mengindikasikan hal seperti itu. Dan berulang kali di dalam cuaca yang menantang, iman saya hancur berantakan. Ketakutan, kepanikan kadang merajalela dalam perjalanan.

Saat ini, saya sedang menghadapi tantangan di dalam hidup. Saat ini juga, ada suatu ketakutan dalam hidup. Saat ini, Roh Kudus memberikan saya pengharapan di dalam ketidak pastian.

Akhir-akhir ini,saya sedang menyukai sebuah lagu dari Bethel Musik dengan judul “It is Well”. Lagu yang dimodifikasi dari hymn “It Is Well with My Soul” oleh Horatio Spafford.
Salah satu liriknya berkata

Far be it from me to not believe
Even when my eyes can’t see
And this mountain that’s in front of me
Will be thrown into the midst of the sea
So let go my soul and trust in Him
The waves and wind still know His name
It is well with my soul
It is well, it is well with my soul

Jauhkan aku dari keraguan
Walaupun mataku tidak bisa melihat
Dan gunung ini yang ada di hadapanku
Akan dibuang ke tengah samudera
Lepaslah jiwaku dan percaya kepadaNya
Ombak dan badai masih mengenal namanya
Jiwaku tenang

Roh Kudus ajarku untuk tahu dengan Siapa aku berjalan, bukan dengan apa. Bapa yang baik, Bapa yang berkuasa. Seisi alam masih mengenal namanya. Imanku bukan dengan apa, tapi kepada Siapa.

Markus 4:35-41

35 Pada sore hari itu juga, Yesus berkata kepada pengikut-pengikut-Nya, “Marilah kita berlayar ke seberang danau.” 36 Maka Yesus naik ke perahu, dan pengikut-pengikut-Nya meninggalkan orang banyak di tepi danau, lalu naik ke perahu yang sama. Perahu-perahu lain ada juga di situ. Kemudian Yesus dan pengikut-pengikut-Nya mulai berlayar. 37 Tak lama kemudian datang angin keras. Ombak mulai memukul perahu dan masuk ke dalam sehingga perahu itu hampir penuh dengan air. 38 Di buritan perahu itu, Yesus sedang tidur dengan kepala-Nya di atas bantal. Pengikut-pengikut-Nya membangunkan Dia. Mereka berkata, “Bapak Guru, apakah Bapak tidak peduli, kita celaka?” 39 Yesus bangun, lalu membentak angin itu, dan berkata kepada danau, “Diam, tenanglah!” Angin pun reda, dan danau menjadi sangat tenang. 40Lalu Yesus berkata kepada pengikut-pengikut-Nya, “Mengapa kalian takut? Mengapa kalian tidak percaya kepada-Ku?” 41 Maka mereka menjadi takut dan berkata satu sama lain, “Siapakah sebenarnya orang ini, sampai angin dan ombak pun taat kepada-Nya.”

Menjadi Kaya

Ada dua cara untuk menjadi kaya-memiliki banyak, atau menginginkan sangat sedikit. Cara terakhir adalah mudah bagi kebanyakan dari kita. Banyak orang membuat diri mereka sengsara dengan menginginkan lebih daripada yang pernah mereka bisa. Mereka menderita “hal-itis,” keinginan yang tak terpuaskan untuk lebih, lebih baik, dan lebih hal yang baru. Yesus adalah orang yang paling puas yang pernah hidup, dan Dia memiliki kurang dari sebagian besar dari kita. “Rubah-rubah memiliki lubang mereka, dan burung-burung sarang mereka, tetapi Anak Manusia tidak memiliki tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” Dia telah belajar rahasia menyesuaikan keinginan-Nya dengan kebutuhan-Nya.

E. Stanley Jones menceritakan tentang seorang pria miskin yang memiliki tamu semalam, dan saat ia menunjukkan dia ke kamarnya yang sederhana di hayloft ia berkata, “Jika ada sesuatu yang Anda inginkan, beritahu kami, dan kami akan datang dan menunjukkan kepada Anda bagaimana bisa hidup tanpa itu. “Kami tidak perlu belajar bagaimana untuk mendapatkan lebih banyak, tapi bagaimana bergaul dengan apa yang kita punya, dan melanjutkan urusan hidup.

Doa Harian

Bapa, Anda telah memberi saya jauh lebih banyak daripada yang saya pantas. Semoga saya selalu menunjukkan hati yang bersyukur dan puas.

Tidak Ada Penyesalan

Ketika Bill Borden, putra keluarga miliuner Bordens, pergi ke China sebagai misionaris, banyak teman-temannya pikir dia bodoh untuk “membuang hidupnya,” seperti yang mereka katakan, mencoba untuk mengkonversi beberapa kafir menjadi Kristen. Tapi Bill mencintai Kristus dan dia mencintai manusia sesamanya! Dia tidak berada di tempat misi terlalu lama,  dia mengidap penyakit dan meninggal. Di samping tempat tidurnya mereka menemukan catatan yang telah dia tulis saat dia sedang sekarat. Itu berbunyi, “Tidak ada keraguan, tidak ada mundur, dan tidak menyesal.” Bill telah menemukan kebahagiaan dalam beberapa tahun pengabdiannya daripada yang ditemukan kebanyakan orang seumur hidupnya.

Doa Harian

Bantu saya tidak menghitung biaya melayani Engkau, Tuhan Yesus, tapi biarkan aku menyerah sepenuhnya terutama kepada Engkau.