Penemuan Segel Pemerintahan yang Terbuat dari Tanah Liat Mendukung Keberadaan Raja Daud dan Salomo dari Alkitab, Pendapat Para Ahli Arkeolog

Sebuah tim dari  Mississippi State University menemukan bulla, atau segel tanah liat kuno, di situs penggalian di Israel selatan musim panas lalu. Temuan ini menganjurkan bukti kegiatan pemerintah pada abad ke-10 SM, saat banyak ahli mengatakan kerajaan tidak mungkin ada di wilayah tersebut.

Sebuah tim dari Mississippi State University menemukan bulla, atau segel tanah liat kuno, di situs penggalian di Israel selatan musim panas lalu. Temuan ini menganjurkan bukti kegiatan pemerintah pada abad ke-10 SM, saat banyak ahli mengatakan kerajaan tidak mungkin ada di wilayah tersebut.

Tanggal:
16 Desember 2014

sumber:
Mississippi State University

Enam segel tanah liat resmi ditemukan oleh tim arkeologi Mississippi State University di sebuah situs kecil di Israel menawarkan bukti yang mendukung keberadaan Raja-raja Alkitab Daud dan Salomo.

Banyak sarjana modern menganggap Daud dan Salomo sebagai tokoh mitologis dan percaya tidak ada kerajaan bisa ada di wilayah tersebut pada saat Alkitab menceritakan kegiatan mereka. Penemuan baru memberikan bukti bahwa beberapa jenis kegiatan pemerintah dilakukan di sana pada periode tersebut.

Jimmy Hardin, profesor di MSU Departemen Antropologi dan Budaya Timur Tengah, mengatakan bulla tanah liat ini digunakan untuk menutup korespondensi resmi sama seperti segel lilin yang digunakan pada dokumen resmi pada periode selanjutnya.

Hardin, co-direktur Proyek Daerah Hesi, telah menggali setiap musim panas di Khirbet Summeily, situs sebelah timur dari Gaza di Israel selatan, sejak 2011. Temuan Hardin yang diterbitkan dalam edisi Desember 2014 dalam Near Eastern Archaeology.

“Hasil awal kami menunjukkan bahwa situs ini diintegrasikan ke dalam sebuah entitas politik yang ditandai oleh aktivitas elit, menunjukkan bahwa suatu negara sudah terbentuk di abad ke-10 SM,” kata Hardin. “Kami sangat positif bahwa bulla ini berhubungan dengan Zaman Besi IIA, yang kita tanggalkan ke abad 10 SM, dan yang memberikan dukungan umum untuk kebenaran sejarah Daud dan Salomo sebagaimana tercatat dalam teks-teks Alkitab Ibrani.

“Ini tampaknya satu-satunya contoh bulla yang diketemukan dari abad ke-10, sehingga membuat penemuan ini unik,” katanya.

Temuan tersebut memeberikan kontribusi yang signifikan terhadap perdebatan dalam komunitas arkeologi tentang apakah pemerintah atau negara ada pada awal Abad Besi. Artefak tersebut memberikan implikasi yang luas bagi meningkatnya jumlah ahli yang berpendapat bahwa organisasi politik terbentuk lebih kemudian daripada yang disarankan dari teks-teks Alkitab.

“Beberapa ahli teks dan arkeolog telah menghiraukan keandalan sejarah dari teks Alkitab mengenai raja Daud dan Salomo, seperti yang dicatat dalam Alkitab dalam kitab raja-raja dan kedua Samuel, yang diperkirakan para ahli terjadi sekitar Zaman Besi IIA atau abad ke-10 SM, “kata Hardin.

“Fakta bahwa bulla ini datang dari dokumen tertulis resmi yang disegel menunjukkan bahwa situs ini – yang terletak di luar batas dari batas wilayah manapun – terintegrasi pada tingkat yang jauh melampaui sekedar kehidupan sehari-hari,” katanya. “Seseorang setidaknya memiliki kegiatan baik politik atau administratif yang terjadi pada tingkat yang jauh melampaui sekedar wilayah pedesaan.”

Artikel dalam jurnal tersebut menjelaskan situs penggalian tersebut sebagai daerah perbatasan antara pusat-pusat Yehuda dan Filistin. Awalnya situs tersebut hanya diasumsikan sebagai situs pedesaan Zaman Besi kecil. Namun, penggalian dari bulla dan temuan arkeologis lainnya baru-baru ini menunjukkan tingkat organisasi politik yang sebelumnya dianggap tidak ada pada saat itu. “Kami percaya bahwa kumpulan dari sisa-sisa kebudayaan yang telah ditemukan di Summeily menunjukkan tingkat aktivitas politik-ekonomi yang tak terduga sampai sekarang, pada akhir Zaman Besi I dan awal Zaman Besi IIA,” pernyataan dari artikel jurnal. “Hal ini dapat disimpulkan jika mengintegrasikan data-data dari situs terdekat yaitu Hesi [situs lainnya yang lebih luas digali].

“Ini adalah pendapat kami, jika digabungkan bersama, penemuan tersebut mencerminkan kompleksitas dan integrasi politik yang lebih besar mencakup keseluruhan periode transisi Besi I / IIA daripada yang telah dipikirkan selama ini, sebagaimana para ahli cenderung mengabaikan kecenderungan keberadaan kompleksitas politik (misalnya, pembentukan negara) sebelum kedatangan bangsa Asyur di wilayah tersebut setelah abad 8 SM ”

Dua bulla yang ditemukan oleh tim Hardin memiliki impresi segel yang lengkap, dua lainnya memiliki impresi segel parsial, dan dua lainnya tidak memilikinya. Dua bulla yang menjadi hitam karena api. Salah satu bulla memiliki lubang yang terawat baik di mana benang digunakan untuk menutup dokumen setelah disegel. Impresi di bulla tersebut tidak mengandung tulisan.

Situs penggalian dipilih sehingga para peneliti bisa mempelajari dinamika perbatasan antara bangsa-bangsa Filistin dan Yudea di daerah yang sebelumnya ditanggalkan dari abad ke-10 SM. “Kami mencoba untuk mengidentifikasi dalam catatan arkeologi perbedaan antara Filistin dan Yehuda,” kata Hardin. “Mengapa ada perbatasan di daerah ini dan hanya pada waktu itu? Kami sedang berusaha untuk mempelajari proses apa yang terjadi sehingga ada pembentukan entitas politik. Dalam pertanyaan yang lebih besar, Anda memiliki sejumlah pertanyaan tentang apakah penemuan arkeologi sebanding dengan catatan sejarah dari teks, dan jika tidak sebanding, bagaimana kita meluruskan keduanya. ”

Semua Bulla ditemukan oleh tim tersebut di dalam lapisan dari bahan yang akan diuji oleh Center for Rock Magnetism di University of Minnesota yang didanai oleh National Science Foundation. Semua tanda-tanda diperiksa dan diberi tanggal oleh Christopher Rollston, seorang pakar epigrafi di Department of Classical and Near Eastern Languages and Civilizations di George Washington University.

Jeff Blakely dari University of Wisconsin-Madison adalah co-direktur Proyek Daerah Hesi dan telah mempelajari wilayah tersebut selama 40 tahun. Blakely menjelaskan bagaimana usia bulla ditentukan.

“Penanggalan kami untuk bulla tersebut didasarkan pada beberapa jenis bukti yang kami kombinasikan untuk menentukan periode abad ke-10 SM secara umum,” kata Blakely. “Gaya bulla, jenis tembikar-tembikar kuno yang ditemukan di konteks yang sama seperti bulla tersebut, jenis scarabs Mesir ditemukan, gaya jimat Mesir, dan keseluruhan stratigrafi atau lapisan-lapisan dari situs tersebut masing-masing mengusulkan tanggal abad ke-10.

“Selain itu, penanggalan archaeomagnetism, yang didasarkan pada kekuatan dan arah medan magnet bumi di masa lalu, juga menyarankan lapisan di mana bulla tersebut ditemukan berasal dari abad ke-10. Penelitian dan analisis lebih lanjut akan membetulkan penanggalan kami ke beberapa dekade bukan abad, “katanya.

Dari awal proyek, arkeolog telah mencoba untuk menentukan apa yang orang lakukan di wilayah Khirbet Summeily, kata Blakely.

“Beberapa generasi ahli telah menyarankan pertanian, tetapi selama beberapa tahun terakhir, kami telah perlahan-lahan menyadari bahwa manusia jarang bertani daerah ini,” katanya. “Itu padang rumput. Para gembala cenderung menggembalakan domba dan kambing di bawah perlindungan pemerintah mereka. Penemuan bulla ini selama musim panas sangat mendukung ide kami bahwa Khirbet Summeily adalah sebuah instalasi pemerintah.”

Leave a Reply

Post Navigation