PEPERANGAN ROHANI, BAGIAN 1: SIAPA, APA, DAN MENGAPA

20140724_spiritual-warfare-who-what-and-why_banner_img

Oleh: Mark Driscoll

Apakah anda pernah menggunakan perkataan yang satu ini: “Iblis membuat saya melakukannya”? Jika kita mau jujur, banyak dari kita pernah, walaupun mungkin hanya setengah bercanda.

Tapi apakah benar? Apakah iblis membuat Anda melakukan apa pun itu?

Sekarang ini, di satu sisi, secara keseluruhan ilmu pengetahuan sering menolak penjelasan supernatural dan, di sisi lain, pluralisme budaya memberitahu kita bahwa semua spiritualitas adalah sama-sama baiknya, sulit untuk menemukan orang yang percaya pada realitas dunia spiritual dan kejahatan.

Siapa pun yang membuka Alkitab dengan integritas apapun harus mengakui bahwa itu adalah sebuah buku yang secara konsisten menyajikan pandangan dunia di mana ada perang yang sangat nyata dengan Allah yang sejati dan malaikat-Nya yang kudus versus malaikat yang jatuh Iblis dan setan yang durjana. Orang-orang berdosa, termasuk Anda dan saya, diambil sebagai tawanan dalam perang ini (misalnya Kol 1:13;. 2 Tim 2:25-26).

Memang, topik pemahaman Alkitab ini, yang sering disebut peperangan rohani, adalah sangat kontroversial. Tetapi, itu juga sangat penting. Jadi, dalam seri blog ini, kita akan membahas apa yang sebenarnya Alkitab katakan tentang peperangan rohani.

APAKAH PEPERANGAN ROHANI ITU DAN APA HUBUNGANNYA DENGAN AKU ?

Apakah Anda seorang Kristen yang telah bertanya-tanya mengapa hidup begitu sulit, begitu banyak penderitaan yang begitu menyakitkan, selalu mengalami perjuangan susah payah, dan Tuhan tampaknya begitu jauh? Itu karena ada si musuh yang membenci Tuhan, membenci kamu, dan telah menetapkan pasukannya melawan Anda, karena Anda seorang warga negara dan hamba di dalam Kerajaan Yesus. Allah mengasihi Anda. Tapi si Setan membenci Anda. Allah berencana baik untuk Anda. Tapi Setan berencana untuk menghancurkan Anda.

Setiap orang Kristen adalah seorang tentara di dalam peperangan-termasuk anak-anak kecil yang berdoa kepada Yesus pada malam hari dan wanita tua yang mengenakan penutup kepala saat mereka membawa Alkitab mereka ke dalam gereja. Ketika kita tidak tahu bahwa hidup adalah suatu peperangan dan Setan adalah musuh kita, atau melupakan hal itu pada saat yang benar-benar dibutuhkan, kita tidak bisa memahami perjuangan kita, penderitaan, dan perselisihan. Ketika ini terjadi, kita salah menafsirkan sehingga kita berpikir segala sesuatu yang negatif dalam kehidupan kita semata-mata dari Allah. Pada kenyataannya, hal-hal tersebut mungkin adalah serangan dari musuh kita atau hasil dari pilihan buruk kita sendiri. Kabar baiknya adalah bahwa daripada Allah menghakimi kita, dia telah mencurahkan murka-Nya pada Yesus, yang telah meraih kemenangan atas Setan, dosa, dan kematianNya bagi kita di kayu salib yang membebaskan kita dari kuasa Setan dan cengkraman dosa.

Ketika hidup mengalami kesulitan, kita dapat dengan mudah melupakan bahwa kita menang di dalam Kristus dan kehilangan pengharapan. Beberapa orang bahkan terbiasa untuk menghina dan menyalahkan diri sendiri bila ada sesuatu yang salah. Beberapa malah melakukan sebaliknya, menghina dan menyalahkan orang lain. Dan lainnya menghina dan menyalahkan Tuhan.

Masalah dalam hidup kita kadang-kadang adalah akibat dari dosa kita atau dosa orang lain. Tetapi dosa tidak pernah menjadi kesalahan Allah, karena Dia baik dan tidak menyebabkan dosa. Bagaimanapun juga, di balik semua dosa adalah Setan. Sementara kita tetap secara moral bertanggung jawab atas dosa kita, Setan kadang-kadang juga ada sedikit peranannya, karena ia adalah si penipu yang bahagia ketika kita bergabung dengannya dalam pemberontakan melawan Allah.

Sepanjang Kitab Suci, kita dapat melihat Setan dan kekuatannya bekerja terus menerus. Tuhan ingin kita tahu bahwa kita berada di dalam peperangan rohani. Jika kita benar-benar percaya ini, kita melihat hidup secara berbeda. Kita tidak lagi mengharapkan kenyamanan dan kemudahan di dalam hidup ini sebagaimana mestinya seorang prajurit kawakan sedang berada di garis depan pertempuran. Hal ini menimbulkan pertanyaan, mengapa kita begitu sering terkejut ketika kesulitan datang ke dalam hidup kita sebagai orang Kristen? Mungkin masalahnya dimulai dengan bagaimana kita diundang untuk menjadi Kristen. Dengan cara-cara yang berbeda kita diberitahu, “Akui dosa Anda kepada Yesus, dan dia akan membawa Anda ke surga.” Sementara hal itu adalah benar, tetapi apa yang sering terlewatkan adalah periode antara di hari kita komitmen kepada Kristus dan di hari kita akan melihat Dia muka dengan muka – yang juga kita kenal sebagai hidup. Dan mungkin juga karena kita sering menderita amnesia spiritual – kita lupa siapa kita di dalam Kristus, dan melupakan peperangan rohani yang sedang kita alami.

Kenyataan dalam kehidupan ini adalah bahwa ada perang antara dua raja, Yesus dan Setan; dua kerajaan, terang dan gelap; dan dua tentara, kepunyaan Yesus dan kepunyaan Setan. Dan sementara Alkitab menjanjikan kita bahwa Raja Yesus menang, kita berjalan untuk sampai ke kerajaan kekal Yesus sambil memberitakan Injil dengan kuasa Roh Kudus dengan harapan membebaskan beberapa tahanan perang dari perbudakan Iblis, dosa, dan kematian.
________________________________________
Ini adalah bagian pertama dai seri Pastor Mark tentang peperangan rohani.
Diterjemahkan dari : http://marshill.com/2014/07/24/spiritual-warfare-who-what-and-why

* Bagian-bagian dari posting blog ini diadaptasi dari “Who Do You Think You Are? (2013, Thomas Nelson), oleh Mark Driscoll, “Death By Love” (2008, Crossway), oleh Mark Driscoll dan Gerry Breshears, dan “Doktrin” (2010, Crossway), oleh Mark Driscoll dan Gerry Breshears.

Leave a Reply

Post Navigation