PEPERANGAN ROHANI, BAGIAN 2: MEMAHAMI PERTEMPURAN SUPERNATURAL

20140731_spiritual-warfare-understanding-the-supernatural-battle_banner_img

Oleh : Mark Driscoll

Apa yang benar-benar Alkitab katakan tentang peperangan rohani? Apakah ada latar belakang alkitabiah untuk semua ini, yang akan membantu saya untuk lebih memahami pertempuran supranatural ini?

PEMBERONTAKAN SETAN DAN KEJATUHAN MANUSIA

Menurut Alkitab, malaikat adalah makhluk roh yang diciptakan oleh Allah untuk melayani tujuan-Nya. Namun, saru malaikat menjadi sombong, yang merupakan akar dari banyak dosa, dan lebih suka menjadi tuhan sendiri daripada menyembah dan mentaati Allah yang sejati (Yesaya 14:11-23;. Yehezkiel 28:1-12). Kita sekarang mengenal dia dengan berbagai macam nama seperti Iblis, Naga, Ular, Musuh, Iblis, Si Penggoda, Si Pembunuh, Bapak Pendusta, Musuh, Si Penuduh, Si Penghancur, dan Si Jahat. Tragisnya, sepertiga dari para malaikat memihak Setan untuk menyatakan perang terhadap Allah.

Pemberontakan mereka memuncak dalam pertempuran besar melawan Allah dan malaikat-Nya yang kudus. Iblis dan pengikutnya dikalahkan dan diusir dari surga tanpa kemungkinan pengampunan atau perbaikan hubungan yang benar dengan Allah (2 Pet 2:4;. Yudas 6).

Setelah perang besar di surga, terlanjut dengan cerita Alkitab, adegan berpindah ke medan perang yang baru – bumi. Di sini, Setan menyerang orang tua pertama kita, ayah kita Adam dan ibu Hawa. Setan berbohong kepada Hawa dan menggodanya untuk berbuat dosa, seperti yang dia lakukan kepada masing-masing dari kita. Adam, yang Allah tunjuk untuk mencintai dan merawat Hawa, gagal melindunginya, dan secara sadar bergabung dengannya dalam dosa.

Kedua-duanya Adam dan Hawa memilih kebohongan daripada kebenaran, kesombongan daripada kerendahan hati, kebodohan daripada kebijaksanaan, kematian daripada kehidupan, dan Setan daripada Allah. Selanjutnya, masing-masing dari kita, sebagai keturunan orang tua pertama kita, dilahirkan dengan dosa warisan yang ditandai dengan disposisi untuk mengikuti jejak mereka yang tragis. Lebih jauh lagi, sebagai orang-orang berdosa kita juga telah mengalami konsekuensi yang menyakitkan sama seperti dengan orang tua pertama kita. Karena dosa-dosa yang setiap dari kita telah lakukan dan dosa-dosa yang telah dilakukan terhadap kita, kita terasing dari Allah dan bersembunyi dariNya karena malu.

Tapi kemudian janji pertama Yesus, sebagai pemenang atas Setan, datang ke orang tua pertama kita. Dalam Kejadian 3:15, Allah memberitakan Berita Baik untuk Pertamakalinya, Injil tentang Yesus kepada ibu kita Hawa, yang sama seperti kita semua, yang hancur, penuh dengan rasa malu, pendosa yang bersalah. Allah berjanji kepada Hawa bahwa Yesus akan lahir dari seorang perempuan dan akan tumbuh menjadi seorang pria yang akan berperang dengan Setan dan menginjak kepalanya, mengalahkannya, dan membebaskan orang-orang dari cengkeraman Iblis, dosa, kematian, dan neraka.

YESUS MENANGGUNG SERANGAN SPIRITUAL – DAN MENANG

Bertahun-tahun kemudian, Yesus dilahirkan ibunya, Maria, seperti yang dijanjikan. Serangan Setan pada Yesus dimulai ketika dia masih seorang bayi laki-laki. Raja Herodes, yang merupakan keturunan dari garis keluarga diktator yang kejam yang dirasuki setan, memutuskan bahwa semua anak sulung dihukum mati dalam upaya untuk membunuh Yesus saat masih bayi. Si Setan, pada kenyataannya, bekerja di balik rencana ini karena ia tahu benar bahwa Yesus telah datang untuk menaklukkan dia dan membebaskan tawanan nya. Tetapi Allah memperingatkan orang tua Yesus akan rencana tersebut, dan mereka melarikan diri ke Mesir sebagai pengungsi, sehingga nyawa Yesus terhindar.

Sebagai seorang pemuda, Yesus kembali diserang oleh Iblis, yang menawarinya kehidupan yang lebih mudah daripada yang direncanakan untukNya oleh Allah Bapa. Allah Bapa mengutus Yesus ke bumi dengan misi kehidupan tanpa dosa dan menderita di kayu salib untuk mati bagi orang berdosa. Sebaliknya, Setan menawarkan kerajaan tanpa salib dan berjanji bahwa Yesus bisa memerintah dalam kemuliaan dan kekuasaan tanpa oposisi atau penyaliban, selama Dia membungkuk untuk menghormati Iblis. Setan menyiapkan jebakannya dengan tawaran persahabatan sederhana dengan makanan, memecah roti dengan Yesus, ketika Yesus sangat lapar dari empat puluh hari puasa. Yesus dengan bijaksana menolak “hadiah” ini. Seperti Yesus, adalah sangat bijaksana bagi kita untuk bersikap curiga terhadap roh-roh yang menawarkan pemberian-pemberian, walaupun yang kelihatannya baik. Inilah alasan mengapa discernment (kearifan untuk membedakan roh) sangat penting untuk hidup iman kita kepada Yesus setiap hari.

Menuju ke salib, Iblis erasuki salah satu murid Yesus, Yudas Iskariot – yang, pada kenyataanya, orang yang belum bertobat – dan bersekongkol dengan dia untuk mengkhianati Yesus dan menyerahkan Dia untuk disalibkan. Melalui salib, iblis dan pengikutnya berpikir bahwa mereka akhirnya mengalahkan Yesus. Jika kita membayangkan Tuhan Yesus tergantung di kayu salib, berlumuran darah dan sekarat, dilihat dari sudut manapun memang kelihatannya Yesus menundukkan kepalaNya dalam kekalahan di tangan Setan. Pada titik ini, pendeta Reformasi yang ternama Martin Luther gemar merenungkan yang tertulis dalam Yesaya 45:15, yang mengatakan tentang Yesus, ” Sungguh, Engkau Allah yang menyembunyikan diri0, Allah Israel, Juruselamat”. Maksud Luther tentang ayat ini adalah bahwa, di atas kayu salib, Yesus menyembunyikan kemenanganNya di balik kekalahan, menyembunyikan kemuliaan-Nya di balik kehinaan, dan menyembunyikan kehidupan kita di balik kematian-Nya. Iblis dan setan-setan tidak melihat ini karena mereka tidak memiliki pandangan iman dan tidak memahami kerendahan hati Yesus.

KEMENANGAN YESUS MEWAKILKAN KITA

Meskipun demikian, di atas kayu salib Yesus mencurahkan darahNya dan mati untuk Anda. Dan dengan iman, ketika Anda memandang ke salib, Anda akan melihat betapa jauhnya ia telah pergi ke dalam penderitaan dengan rencana untuk menaklukkan musuh Anda dan membebaskan hidup Anda. Konsekuesinya, kata-kata Yesus, “SUDAH SELESAI” dari kayu salib, adalah pemberitaan tentang pembebasan Anda. Menyalibkan Yesus adalah kesalahan terbesar Iblis yang pernah dibuat. Apakah ia mengerti apa yang terjadi, dia tidak akan pernah membunuh Yesus, seperti yang dikatakan dalam 1 Korintus 2:6-9:

“6 Sungguhpun demikian kami memberitakan hikmat di kalangan mereka yang telah matang, yaitu hikmat yang bukan dari dunia ini, dan yang bukan dari penguasa-penguasa dunia ini, yaitu penguasa-penguasa yang akan ditiadakan. 7 Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita. 8 Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia. 9 Tetapi seperti ada tertulis:
“Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”

Bagian favorit saya dari Alkitab tentang kemenangan Yesus atas Setan, dosa, dan kematian adalah Kolose 2:13-15:

“13 Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, 14 dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib: 15 Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.”

Bersyukur, Tuhan Yesus datang untuk menyelamatkan Anda dan saya. Tidak seperti kita, Dia menolak semua godaan setan dan menjalani kehidupan tanpa dosa yang belum pernah kita lakukan. Yesus kemudian pergi ke kayu salib untuk mengalami kematian yang seharusnya kita harus alami. Di atas kayu salib, Yesus mati menggantikan kita untuk dosa-dosa kita.

Pertempuran untuk jiwa kita adalah nyata, dan seperti tawanan dalam perang (Kol 1:13;. 2 Tim 2:25-26) kita telah disiksa dan dicuci otak. Tetapi kabar baiknya adalah bahwa Yesus sudah datang untuk menyelamatkan kita. Yesus sendiri menegaskan fakta ini dalam Lukas 4:18 ketika, pada awal pelayanan-Nya, Dia mengatakan Ia datang untuk membebaskan para tawanan. Tidak mungkin bahwa Setan akan melepaskan kita dari cengkramannya, dan tidak mungking kita bisa membebaskan diri kita sendiri, sehingga Yesus datang sebagai prajurit pemenang dan pembebas kita.
________________________________________
Ini adalah bagian kedua dari seri Pastor Mark tentang peperangan rohani. Jika Anda melewatkan bagian satu, Anda dapat menemukannya di sini..

* Bagian-bagian dari posting blog ini diadaptasi dari yang Jangan Anda Pikirkan? (2013, Thomas Nelson), oleh Mark Driscoll, Death By Love (2008, Crossway), oleh Mark Driscoll dan Gerry Breshears, dan Doktrin (2010, Crossway), oleh Mark Driscoll dan Gerry Breshears.

Leave a Reply

Post Navigation