Pola Makan Pra-Konsepsi Mempengaruhi DNA Bayi Secara Permanen

_74516106_1gambia_fw_newborn2013creditfeliciawebb.copyrightmrcing

Oleh Helen Briggs

Penelitian menunjukkan pola makan ibu sekitar masa kehamilan dapat secara permanen mempengaruhi DNA bayinya.

Percobaan-percobaan terhadap hewan telah menunjukkan diet pada masa kehamilan dapat meng-aktif atau non-aktif –kan gen, tetapi penemuan berikut adalah pertama kalinya terhadap manusia.

Penelitian mengikuti para wanita di pedesaan Gambia, di mana iklim musiman menyebabkan perbedaan besar dalam diet antara musim hujan dan kering.

Ini menekankan pentingnya diet yang seimbang sebelum dan selama masa kehamilan, menurut keterangan tim dari Inggris dan Amerika ini.

Para ilmuwan mengikuti 84 ibu hamil yangmengandung pada puncak musim hujan, dan sekitar jumlah yang sama yang mengandung pada puncak musim kemarau.

Tingkat gizi diukur dalam sampel darah yang diambil dari wanita ; sedangkan DNA bayi mereka dianalisis 2-8 bulan setelah lahir.

Ilmuwan Pemimpin Tim Tersebut Dr Branwen Hennig, dari London School of Hygiene & Tropical Medicine, mengatakan itu adalah bukti pertama pada manusia yang menunjukkan bahwa nutrisi ibu pada saat konsepsi dapat mengubah bagaimana gen anaknya akan berkembang selama hidupnya .

Dia mengatakan kepada BBC News : ” Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa gizi ibu pra-konsepsi dan awal kehamilan adalah penting dan mungkin memiliki implikasi untuk hasil kesehatan dari generasi berikutnya. Para wanita harus memiliki pola makanan yang seimbang sebelum masa konsepsi dan selama kehamilan. ”

Efek Epigenetik

Percobaan pada tikus menunjukkan diet selama kehamilan dapat memiliki dampak seumur hidup pada gen keturunannya. Misalnya, warna bulu pada tikus dipengaruhi oleh diet ibunya.

Hal tersebut dikenal sebagai ” efek epigenetik ” ( modifikasi pada DNA yang dapat meng aktif atau non-aktif –kan gen). Salah satu modifikasi tersebut melibatkan pengikatan molekul kimia dari grup methyl ke DNA (proses metilasi)

Bayi yang dikonsepsi dalam musim hujan secara konsisten memiliki tingkat metilasi yang lebih tinggi di semua enam gen yang diteliti, para peneliti menemukan.
Temuan ini dihubungkan dengan berbagai tingkat nutrisi dalam darah ibu.

Tapi belum dipastikan apa kegunaan gen-gen tersebut, dan proses-proses apa yang terpengaruh.

Gen Yang ‘ Belum Diketahui’

Rekan sepeneliti Dr Rob Waterland dari Baylor College of Medicine di Houston mengatakan temuan yang dipublikasikan di Nature Communications, adalah bukti dari prinsip bahwa diet seorang ibu dapat memiliki efek epigenetik.

Penelitian ini menunjukkan bahwa nutrisi ibu “bisa meninggalkan efek permanen pada genom anaknya dalam semua sel tubuhnya “, katanya kepada BBC News.

Rekan penulis Andrew Prentice, profesor gizi internasional di London School of Hygiene dan Tropical Medicine, menambahkan : ” Tujuan utama kami adalah untuk menentukan diet yang optimal bagi calon-calon ibu agar mencegah kerusakan proses metilasi. ”

Diadaptasi dari situs: http://www.bbc.com/news/health-27211153

Leave a Reply

Post Navigation