RAMAH DONG !

20140813_be-nice_poster_img
Oleh Kimm Crandall

Kekristenan bukan hanya sekedar untuk menjadi ramah. Tapi bagaimana perintah untuk mengasihi sesama kita? Bagaimana keramahanmasuk ke dalam kehidupan orang Kristen?

Dengan memiliki empat anak (usia dua belas dan di bawah) saya merasa perkataan favorit adalah “Ramah Dong !” Seolah-olah saya mengatakan (dan kadang-kadang berteriak) kepada anak-anak saya untuk bersikap ramah sepanjang hari.

Namun dalam pelayanan saya ke seluruh dunia, saya tampaknya memberitakan pesan yang berbeda. Soalnya, dalam hati saya, saya tahu bahwa Kekristenan bukanlah hanya sekedar untuk menjadi ramah. Tapi apakah itu benar? Bagaimana dengan perintah untuk “mengasihi sesama”? Mencintai tetangga saya tampaknya agak penting, jika Anda bertanya kepada saya.

TUNTUTAN-TUNTUTAN TAURAT

Taurat memberitahu saya untuk bersikap baik dengan mencintai tetangga saya, namun saya menemukan bahwa saya menyikut suami saya ketika ia mendengkur, cemberut pada anak-anak saya ketika mereka terlalu berisik, dan mengabaikan kebutuhan orang lain. Tidak peduli seberapa hebatnya kita berpikir kita telah mengasihi dan bersikap ramah kepada orang lain, kenyataannya adalah bahwa menurut Taurat kita gagal total – kita perlu melakukan Taurat (semuanya) setiap detik dari setiap menit, setiap menit dari setiap jam, setiap jam dari setiap hari (dan seterusnya). Bahkan satu pikiran egois tentang orang sebelah kita adalah alasan untuk diskualifikasi menurut Taurat. Tidak peduli seberapa keras kita berusaha, kita tidak bisa memenuhi perintah untuk mengasihi sesama seperti kita mengasihi diri kita sendiri!

Anda lihat, Taurat tidak dapat mengubah hati kita, Taurat hanya bisa menghancurkan hari kita. Taurat hanya dapat melakukan satu hal: membunuh semua harapan bahwa kita pernah bisa memenuhinya secara menyeluruh. Taurat dapat mengajukan tuntutan tapi tidak memberikan kekuatan untuk mereka yang mendengarnya untuk benar-benar melakukan apa yang dituntut. Taurat tidak dapat memukul kepala kita sambil berteriak “kasihilah sesamamu” sampai kita menurut. Tidak. Taurat membinasakan kita dengan pedang, membunuh semua oemikiran kalau kita bisa memenuhinya. Taurat berkuasa atas kita sambil mengingatkan kita akan setiap kegagalan kita, akan Tauratan kita seperti seorang sipir penjara (Gal 3: 23-25).

Sayangnya banyak dari kita percaya bahwa Kekristenan adalah hanya sekedar bersikap ramah, menjadi orang yang lebih baik, dll. Bahkan ada lagu Kristen populer yang mendorong kita untuk melihat ke dalam dan “menemukan kebaikan kita.” Saya tidak tahu tentang Anda, tetapi terakhir kali saya melihat jauh ke dalam hati saya, semua yang saya temukan adalah hati yang “menipu dan jahat di atas segala sesuatu.”

SATU-SATUNYA CINTA YANG SEMPURNA

Kabar baiknya adalah bahwa kita mempunyai harapan yang lain selain dari Taurat. Kita sangat membutuhkan Injil untuk membebaskan kita, karena Taurat meninggalkan kita benar-benar putus asa. Setelah Taurat menyelesaikan semua perbuatan kotornya dan mengakhiri semua harapan kita untuk memenuhinya, Injil datang dengan cepat untuk membebaskan kita dari keputusasaan kita. Inji menyelamatkan kita, membawa kehidupan bagi jiwa kita yang telah meninggal. Sebagai C. F. W. Walther mengatakan:

“Injil tidak memerlukan sesuatu yang baik yang bisa diberikan oleh manusia: bukan hati yang baik, bukan disposisi yang baik, bukan perbaikan kondisinya, bukan kesalehan, bukan cinta kepada Allah atau sesama manusia. Injil tidak memberikan perintah, tetapi merubah manusia. Dia menanam kasih dalam hati manusia dan membuat dia mampu akan semua perbuatan baik. Injil tidak menuntut apa-apa, tetapi memberikan semua. Bukankah seharusnya fakta tersebut membuat kita melonjak kegirangan? “

Hanya ada seseorang yang pernah mencintai sesamanya dengancara yang dituntut oleh Taurat. Dan dia melakukannya untuk Anda dan saya. Yesus menunjukkan kebaikan yang sempurna. Yesus memiliki kasih yang sempurna dan hatinya murni. Yesus tidak datang untuk membuat kita menjadi ramah; Dia datang untuk menyelamatkan kita karena kita jahat.

KERAMAHAN YANG DIMOTIVASI INJIL

Jadi pertanyaannya adalah: “? Apakah saya harus berhenti mengatakan anak-anak saya untuk bersikap baik dan hanya membiarkan mereka untuk berkelahi satu sama lain” Seperti yang dikatakan “Tidak sama sekali !” Selalu ada tempat untuk tetapi tidak bisa datang dari dalam dan tidak dapat membenarkan kita. Allah tidak membutuhkan perbuatan baik Anda, tetapi tetangga Anda butuh. Allah tidak membutuhkan anak perempuan saya untuk berlaku atau berkata kasar kepada saudara mereka, tapi kedua saudaranya butuh.

Bersikap baik adalah sulit, mengasihi sesama seperti mengsihi diri kita sendiri adalah sulit, dan tak satu pun dari kita dapat mengasihi seperti Kristus mengasihi. Tapi ketika cinta tidak datang mudah, ketika kebaikan sulit untuk ditemukan, kita tidak perlu khawatir karena perintah tersebut telah dipenuhi oleh Kristus dan kita telah dibebaskab. Dan kebebasan tersebutlah yang menciptakan kasih dan pelayanan kepada sesama kita. Karena kita sekarang telah dibebaskan dari kutuk Taurat, kita dibebaskan untuk kehidupan yang penuh perbuatan baik. Motivasi kami bukan lagi diri kita sendiri, tapi ini: kasih Allah bagi kita.

Kita mengasihi karena Allah mencurahkan kasih-Nya ke dalam diri kita dan kita curahkan kasih tersebut pada orang lain. Hati yang penuh pengucapan syukur –bukan ketakutan- adalah motivator kita. Kita akhirnya dibebaskan untuk mengasihi sesama kita karena tuntutan telah dipenuhi di dalam Kristus. Karena kita telah dibebaskan, kita berterima kasih dan kita memiliki keinginan baru untuk melayani dan mengasihi sesama kita.

Leave a Reply

Post Navigation