Sebuah Kisah Kasih-Nya

Diterjemahkan dari : http://newspring.cc/blog/stories/nora-heatherly/

Oleh : Nora Heatherly, USA

Nora Heatherly kehilangan orang yang paling dicintainya, dan membawanya ke jalan yang destruktif, sampai ia menyadari kasih Yesus bisa mengisi kekosongan itu. Ini adalah cerita Nora dalam kata-katanya sendiri…
Kematianku Ibu sama sekali tak terduga. Tidak ada peringatan. Tidak ada persiapan. Satu saat dia ada di sana dan berikutnya dia pergi. Dia menderita aneurisma otak.

Ibu saya adalah contoh hidup kasih Kristus : selalu tersenyum, selalu melayani di gereja. Saya selalu menceritakan segala hal kepadanya, ibu saya adalah sahabat paling dekat saya. Ayah saya adalah seorang polisi, jadi dia bekerja pada jam-jam yang tidak biasa, sehingga saya tidak bertemu banyak dengan dia. Pada usia dua belas tahun, aku tidak tahu bagaimana menghadapi kehilangan ibu.

Pemberontakan dan Menyalahkan

Setelah lulus SMA, saya membuat banyak pilihan-pilihan yang buruk. Aku terus menyalahkan Tuhan untuk segala sesuatunya karena saya berpikir dia yang mengambil ibu saya

Aku tidak meneruskan perguruan tinggi. Saya mulai beralih ke lawan jenis dan seks untuk mengisi kekosongan dalam hatiku. Dan umur 19, aku hamil. Saya tahu ayah saya akan sangat kecewa, dan saya tidak bisa membiarkan dia tahu. Saya mengambil keputusan yang paling terahasia dan paling sukar dalam hidup saya, yaitu mengaborsi anak saya, dan saya lakukan.

Kepahitan dan frustasi saya kepada Allah makin menjadi saat aku berjuang melawan scoliosis, bergumul dengan kecanduan obat penawar rasa sakit, dan hampir kehilangan ayah saya dalam kecelakaan parah ketika ber tugas.

Hidupku kehilangan kendali. Aku mulai menuntut jawaban dari Allah : Mengapa semua ini terjadi ?

Berbalik Pada Yesus

Berselang waktu, sahabat saya dari sekolah menengah, yang ibu saya cintai, mengundang saya untuk ke gereja. Selama khotbah, Pastor Perry mengatakan Tuhan sedang mengejarku dan bosan melihat saya terluka. Saya menyadari pada saat itu betapa berharganya dan tak ternilainya saya di mataNya.

Akhirnya saya mengerti. Kasih-Nya adalah apa yang saya cari selama ini ! Tuhan mengasihi saya sepenuhnya, bahkan dengan masa lalu saya. Aku terus mendengar Dia memberitahu saya ” Nora, Anda sudah diampuni. ”
Ini adalah apa yang ibu inginkan bagi saya, apa yang ia contohkan untuk saya sebelum dia meninggal. Dan sekarang aku menginginkannya untuk diriku sendiri. Akhirnya di bulan November 2011, saya menerima pengampunan melalui Yesus, dan Allah mengubah hidup saya selamanya.

Hubungan Terencana

Aku selalu mendengar tentang kelompok kecil dan akhirnya bergabung dengan salah satu. Di sana saya bertemu Bryan, dan ia mendorong saya untuk memimpin satu kelompokm.Saya tidak pernah benar-benar memberikan kesaksian kepada siapapun dan hanya sesekali mengundang orang ke gereja, karena itu saya mulai mengundang secara konsisten. Tuhan terus mendorong saya untuk mengundang teman dekat saya di tempat kerja, Jodi. Saya mengundangnya delapan kali sebelum dia berkata “Ya”.

Dia sangat begitu menikmati Gereja sehingga saya akhirnya memintanya untuk bergabung dengan kelompok rumah yang saya memimpin.

Selama pertemuan keempat kami, Jodi berbagi cerita. Dia mengatakan kepada kita semua tentang masa kecilnya yang menyakitkan, penuh dengan kekerasan dan kebencian terhadap Allah dan gereja. Dia menceritakan bagaimana menjengkelkan untuk diajak ke gereja berulang-ulang, tapi bagaimana menyegarkan kembali ketika disambut oleh sebuah gereja dengan cinta sejati oleh orang-orang yang seadanya.

Dia mengatakan kepada kami bahwa selama khotbah sepertinya Tuhan membuka hatinya dan berkata, ” Jodie, Aku selama ini mengejar kamu dan Aku tidak pernah meninggalkan engkau. ”
Lalu dia berkata, ” Saat itulah Kristus datang ke dalam hatiku. ” Aku takjub mendengarnya, Tuhan menggunakan saya untuk membantu memimpin teman terbaik saya kepada Yesus. Dia mengatakan itu mengubah hidupnya.

Membagikan Sukacita Saya

Sekarang saya tahu bahwa Tuhan bisa menggunakan saya untuk menjangkau orang lain untuk membuat perubahaan. Melihat kembali saya dapat melihat bagaimana setiap peristiwa dan hubungan yang menyakitkan dalam hidup saya telah ditebus oleh Tuhan untuk selamanya karena Dia baik.
Dia selalu bersama saya ketika saya kehilangan ibu saya, ketika saya mengakhiri hidup anakku yang belum lahir, dan ketika aku menyalahkan -Nya karena dosa saya sendiri.
Allah telah mengampuni masa laluku dan telah memberikan sukacita dan tujuan hidup saya. Karena Dia adalah baik, tidak ada yang tersia-siakan.

Leave a Reply

Post Navigation