Stephanie Menginginkan Seorang Bayi, Tetapi Yesus Menginginkan Baginya Sesuatu Yang Jauh Lebih Baik

Stephanie_Robins_940_400_90

Stephanie Robins berjuang dengan keraguan dan ketakutan bahwa dia tidak akan pernah mengandung seorang anak. Ini adalah kisahnya dalam kata-katanya sendiri…

Keinginan saya untuk menjadi hamil menghabiskan saya. Ketika suami saya dan saya menikah pada tahun 2002, kami tahu bahwa kami ingin segera memiliki anak. Kami tidak tahu kalau hal ini akam menjadi suatu perjalanan panjang bagi kami.

Saya didiagnosa menderita Sindrom Ovarium Polikistik. Segera setelah itu, perawatan kesuburan dimulai. Satu demi satu perawatan tersebut membawa kegagalan. Selama tujuh tahun, upaya kami berharap untuk bisa hamil berakhir dengan kegagalan, dan impian kami untuk memiliki bayi mulai memudar.

Sebuah Cahaya Di Dalam Kegelapan

Sering kali, saya seolah-olah merasa saya melakukan sesuatu yang salah dan tidak pantas untuk memiliki seorang anak. Aku bertanya-tanya pada diriku apakah aku sedang dihukum. Adik perempuanku melahirkan setelah kegagalan perawatan kesuburaku yang pertama. Aku mulai berjuang dengan depresi yang berat dan mencoba bunuh diri. Rasanya aku ingin menyerah.

Selama waktu kegelapan, teman-teman kami mengundang kami untuk pergi ke gereja NewSpring pada musim gugur tahun 2009. Setelah menghadiri, aku merasa sepertinya sesuatu yang lebih dari sekedar kemandulan terhilang dalam hidup saya.

Keinginan untuk mempelajari lebih lanjut tentang Yesus ditempatkan di hati saya.

Pengharapan Baru

Suami dan saya tidak pernah menghadiri gereja secara konsisten. Kami hanya pergi kalau ada keperluan keluarga. Saya menerima Yesus sebagai Juruselamat saya dan dibaptis pada tanggal 13 September 2009 bersama dengan anak tiri saya. Suami saya menerima Yesus pada 4 Oktober 2009. Tidak terlalu lama setelah itu, anak tiri saya melakukan hal yang sama.

Menjadi bagian dari NewSpring dan memiliki Yesus dalam hidup saya mulai mengubah pandangan saya pada perjuangan untuk menjadi hamil. Obsesi saya akan ketidakmampuan saya untuk bisa hamil, saya rubah ke arah Juruselamat saya.

Perlahan-lahan, Yesus mengajarkan kepada saya bahwa Dia saja sudah cukup. Apalagi, Dia telah memberkati saya dengan seorang suami dan dua anak tiri yang cakap !

Doa Dengan Kesungguhan

Iman saya dalam Yesus tumbuh pesat. Untuk pertama kalinya, aku benar-benar dapat menerima kemungkinan bahwa saya mungkin tidak pernah memiliki anak sendiri. Saya tahu bahwa rencana Yesus untuk hidup saya jauh melebihi saya. Suami dan saya berdoa dengan khusyuk bahwa jika itu kehendak-Nya, kita akan hamil.
Pada bulan Agustus 2012, pada malam ibadah di Bi-lo Center, jawaban Tuhan atas doa-doa kami menjadi jelas ketika kami menyanyikan lagu ” Always”. Seketika, saya merasa Dia berbicara kepada saya ketika lirik, “AKU TIDAK AKAN MENUNDA ” sedang dinyanyikan dengan nyaringnya.

Dua bulan kemudian, saya mendapatkan bahwa saya hamil ! Aku melahirkan seorang bayi perempuan yang sehat. Kami menamai dia Sadie Elizabeth. Sadie berarti “Rahmat” dan Elizabeth berarti “Janji Tuhan. ”

Pada waktu-NYA

Pada hari Minggu pertama saya kembali ke gereja setelah melahirkan, aku duduk di ruang khusush ibu dengan bayiku yang cantik dalam pelukanku. Band gereja mulai memainkan lagu “Always” dan saya tahu bahwa doa-doa kami yang dinaikkan dengan penuh iman telah dipenuhi.

Melalui pencobaan saya, saya menyadari bahwa kadang-kadang jawaban Allah ‘tidak’ dan kadang-kadang ‘ya’. Tapi, Tuhan memberkati kita dalam waktu-Nya dan untuk kemuliaan-Nya. Iman baru saya di dalam Yesus membawa saya keluar dari depresi, dan saya meletakkan kekhawatiran saya di tangan-Nya.

Saya telah belajar bahwa saya harus percaya kepada-Nya sepenuhnya meskipun keraguan dan ketakutan bahwa aku tidak akan pernah memiliki anak. Pada saat itu aku menginginkan bayi lebih dari segalanya, tetapi Allah tahu bahwa saya memerlukan sesuatu yang jauh lebih dari segalanaya : seorang Juruselamat.

Diadaptasi dari situs : http://newspring.cc/blog/stories/stephanie-robins

Leave a Reply

Post Navigation