Penyuntikan Ebola Dengan Pesangon $845 di Danau Jenewa Untuk Mendukung Pengetesan Vaksin

Dokter Blaise Genton saat konferensi pers pada 28 Oktober 2014, di depan layar yang menunjukkan dua vaksin Ebola yang akan diuji di Swiss di rumah sakit CHUV di Lausanne, Swiss barat.

Dokter Blaise Genton saat konferensi pers pada 28 Oktober 2014, di depan layar yang menunjukkan dua vaksin Ebola yang akan diuji di Swiss di rumah sakit CHUV di Lausanne, Swiss barat.

Oleh Jason Gale dan Marthe Fourcade – 29 Oktober 2014

Lausanne, Swiss, yang terkenal dengan restoran yang nikmat, kebun-kebun anggur bertingkat-tingkat, jalan-jalan rapi yang menulang dari gunung sampai ke Danau Jenewa — dan, mulai tanggal 31 Oktober, kesediaan beberapa warga nya untuk disuntik dengan bagian dari virus Ebola.

Kota ini akan menjadi tuan rumah studi terbesar untuk vaksin eksperimental untuk melawan Ebola, langkah kunci dalam menghentikan wabah tersebut. Walaupun kawasan tenang tersebut jauh berbeda dari kawasan wabah di Afrika Barat, ilmuwan penanggung jawab tes mengatakan dia berhasil menemukan kelompok pertama dari partisipan yang bersedia — meskipun sebagian besar adalah dokter dan mahasiswa kedokteran.

Vaksin yang aman dan efektif dipandang sebagai alat penting untuk membantu penekanan penyakit Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan bahwa virus tersebut bisa menyerang sebanyak 10.000 orang per minggu sampai bulan Desember. Vaksin, yang dibuat oleh GlaxoSmithKline Plc, akan diuji di Lausanne pada 120 orang dewasa yang sehat. Sejauh ini, lebih dari 50 orang telah berpartisipasi secara sukarela, kata Blaise Genton, pemimpin studi tersebut, yang telah bekerja di lebih dari 20 vaksin uji coba.

“Yang satu ini sangat berbeda dari yang lain, saya beritahu Anda, itu sebabnya saya cukup optimis,” Genton, seorang profesor di University Hospital of Lausanne, mengatakan dalam sebuah wawancara. “Kita harus bekerja lebih cepat sehingga kita mungkin memiliki sesuatu yang lebih dari apa yang kita miliki sekarang dalam hal tindakan pencegahan.”

Kiriman yang terdiri atas 101 tabung vaksin akan tiba hari ini atau Kamis dari Amerika Serikat, yang memungkinkan untuk memulai inokulasi pekan ini, kata Genton. Suntuikan eksperimental ini didasarkan pada versi hidup dari virus simpanse hasil rekayasa genetika yang berisi gen Ebola. Wakil dari Glaxo menolak berkomentar.

Penduduk Setempat Waspada

Sementara Genton mengatakan dia menemukan banyak kolega dan mahasiswa kedokteran bersedia menjadi sukarelawan, merekrut peserta dari masyarakat luas mungkin akan lebih sulit. Mereka yang secara acak akan menerima baik suntikan eksperimental atau plasebo menerima 800 franc Swiss ($ 845) sebagai penggantian atas waktu dan biaya perjalanan.

Berjalan-jalan di sepanjang danau, stasiun kereta api dan koridor rumah sakit di mana percobaan dilakukan menemukan bahwa penduduk setempat sangat waspada.

“Saya benar-benar tidak ingin memiliki virus hewan disuntikkan dalam tubuh saya,” kata Sebastien Charpie, akuntan publik dari Neuchâtel, satu setengah jam dari lokasi. “Penyakit ini berasal dari benua lain, mungkin itu sebabnya saya merasa kurang peduli.”

Juga, Charpie mengatakan: “Pesangon nya sangat rendah dibanding resiko yang Anda ambil.”

Efek Samping

Di Beau Rivage Palace, di mana rumput-rumput terawat terbentang menuju danau dan harga segelas cappuccino adalah 10 franc, Charpie dan enam orang lain yang diwawancarai mengatakan mereka tidak akan mendaftarkan diri untuk penelitian. Demikian juga, lima pekerja rumah sakit dan dua supir taksi tidak bersedia menjadi sukarelawan, meragukan motivasi dari industri farmasi serta masalah keamanan. Bahkan seorang apoteker di stasiun pusat Lausanne, Hicham Tayebi, memberikan alasan masalah kesehatan.

“Anda bisa menawarkan saya seribu kali jumlah yang dibayar dan aku masih akan mengatakan tidak,” kata Kabongo Mlamba, sopir taksi lokal yang lahir di Kinshasa di Republik Demokratik Kongo, di mana Ebola muncul pada tahun 1976. “Sisi efeknya bisa memprihatinkan, “ayah dari enam ank itu menambahkan.

Peserta akan dipantau untuk efek samping dan darah mereka akan dimonitor untuk mencari tanda-tanda respon imun.

Tes bulan ini di US National Institutes of Health, University of Oxford dan di Mali yang melibatkan puluhan orang sejauh ini tidak menunjukkan efek samping yang serius, Genton mengatakan kepada wartawan di Lausanne hari ini. Gejala minor hanya menunjukkan nyeri pada titik injeksi, demam ringan dan sakit kepala, katanya.

Sistem Kekebalan

Reaksi terhadap vaksin mungkin mencerminkan respon sistem kekebalan terhadap vaksin, kata Marie-Paule Kieny, Asisten Direktur Jenderal WHO untuk sistem kesehatan dan inovasi, dalam sebuah wawancara di kantor pusat badan Jenewa.

Tes di Lausanne adalah yang terbesar dalam serangkaian studi yang berlangsung, menurut WHO, yang mengkoordinasi penelitian. Badan kesehatan PBB juga mengkoordinasikan percobaan vaksin eksperimental kedua berjalan bersamaan di Geneva University Hospital.

“Jika terbukti aman dan efektif, kedua vaksin tersebut dapat ditingkatkan untuk produksi selama kuartal pertama tahun depan, dengan jutaan dosis diproduksi untuk distribusi yang luas di negara-negara berisiko tinggi,” kata Kieny dalam sebuah pernyataan hari ini.

Adenovirus Simpanse

Hasil awal adalah diharapkan selesai pada pertengahan Desember, Kieny mengatakan dalam wawancara. Pendekatan serupa menggunakan adenovirus simpanse sebagai vektor untuk imunisasi terhadap HIV dan TB tidak berhasil, katanya.

“Ini wilayah baru,” kata Kieny, yang telah setuju untuk berpartisipasi dalam pengujian di Jenewa. “Ini adalah vaksin yang sama sekali baru.”

Dua dosis vaksin akan diuji. Dosis terendah, yang terbukti dapat mengaktifkan respon imun yang cukup, akan digunakan, kata Genton, yang telah menghabiskan 25 tahun bekerja pada vaksin, termasuk malaria di Afrika.

“Kami tidak mengetahui tingkat antibodi yang diperlukan untuk melindungi, atau bahkan jika antibodi tersebut melindungi,” katanya.

Leave a Reply

Post Navigation