WHO MENYERUKAN TANDA BAHAYA AKAN PENYEBARAN ‘SUPER-BAKTERI’

1398862842000-XXX-Antibiotic-Resistance-01

Bakteri penyebab penyakit yang kebal terhadap pengobatan antibiotik sekarang telah tersebar luas di setiap penjuru dunia dan telah mencapai ” tingkat yang mengkhawatirkan ” di banyak daerah, menurut laporan global pertama mengenai masalah ini dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

” Ini masalah yang sangat serius yang dapat mengancam kesukesan kedokteran modern, ” kata laporan yang dirilis Rabu. ” Sebuah era pasca-antibiotik – di mana infeksi biasa dan luka ringan dapat membunuh – adalah kemungkinan yang sangat nyata di abad ke-21. ”

Laporan ini berfokus pada beberapa jenis bakteri yang menyebabkan, penyakit serius yang umum seperti infeksi aliran darah, diare, pneumonia, infeksi saluran kemih dan gonore. Disebabkan oleh penggunaan antibiotik yang berlebihan dan kelangkaan obat baru, beberapa bakteria yang dulunya mudah disembuhkan sekarang bahkan kebal terhadap antibiotik yang paling kuat dan yang paling terbaru, kata laporan itu. Hal itu disebabkan karena bakteri selalu beradaptasi bahkan ketika obat-obatan tidak.

Sebagai contoh, kasus gonore yang tidak dapat diobati dengan obat sefalosporin terbaru telah ditemukan di Austria, Australia, Kanada, Perancis, Jepang, Norwegia, Afrika Selatan, Slovenia, Swedia dan Inggris. Infeksi saluran kemih dengan bakteri E. coli yang kebal terhadap pengobatan dengan antibiotik fluorokuinolon ditemukan di lebih dari sebagian dari seluruh kasus di banyak negara, kata laporan itu.

” Jika tidak ada tindakan yang diambil saat ini untuk mengurangi penyebaran mikroba yang kebal terhadap antibiotik dan menemukan solusi baru, kita mungkin mencapai titik di mana beberapa infeksi tidak akan dapat diobati lagi, ” kata Carmen Pessoa Da Silva, seorang dokter Brasil yang memimpin program WHO pada masalah ini.

Para dokter di Amerika Serikat, termasuk mereka yang bekerja di US Centers for Disease Control dan Prevention, telah menggunakan kata-kata serupa yang sama tajamnya seperti “super-bakteri” dan ” bakteri mimpi buruk”. Mereka menyambut baik tindakan WHO dalam menyerukan tanda bahaya tentang masalah ini yang setiap hari ditemukan di rumah sakit – rumah sakit dan klinik-klinik dokter di AS.

” Ini menakutkan. Dan ini bukan hal yang berlebihan, ” kata Barbara Murray, seorang ahli penyakit menular di University of Texas Health Science Center, Houston, dan presiden Infectious Diseases Society of America. “Ancaman ini nyata dan sedang terjadi. Di lingkungan rumah sakit, itu memprihatinkan dan dalam beberapa lingkungan komunitas masyarakat, itu juga memprihatinkan. ”

Steve Solomon, yang memimpin kantor CDC yang dikhususkan untuk masalah ini, mengatakan : “Ancaman ini sangat besar. Kita semua benar-benar terancam terjerumus ke jurang era pasca – antibiotik. Tetapi saya juga optimis. Komitmen untukmengatasi masalah ini sangat kuat. ”

CDC telah bekerjasama dengan beberapa instansi pemerintah di seluruh dunia dalam apa yang mereka sebut inisiatif “keamanan kesehatan global “. Beberapa tujuannya adalah sistem-sistem pencegahan, deteksi dan respon yang lebih baik untuk mengatasi ancaman penyakit menular, termasuk bakteri yang resistan terhadap obat, di mana saja mereka muncul di dunia.

” Penyebaran bakteri ini secepat dengan kecepatan jet, ” kata Solomon.
CDC juga telah menyerukan upaya-upaya untuk membatasi penggunaan antibiotik yang tidak perlu dan menitikberatkan pada cara-cara pencegahan infeksi mulai dari vaksin sampai penanganan makanan yang aman dan praktis mencuci tangan yang lebih baik di rumah sakit.

Anggaran yang diajukan oleh Presiden Obama sebesar U$ 30 juta setahun untuk mengatasi ancaman tersebut melalui laboratorium-laboratorium regional yang baru dan program-program lainnya.

Kelompok Murray juga mendesak Kongres untuk meloloskan kredit pajak supaya dapat memacu pengembangan obat antibiotik baru dan memberikan Food and Drug Administration kewenangan untuk lebih cepat menyetujui penggunaan nya.

WHO dan CDC mengatakan bahwa setiap individu pasien juga dapat memainkan peran – dengan tidak memaksa dokter untuk meresepkan obat antibiotik tidak dibutuhkan, menyelesaikan semua resep antibiotik dan tidak pernah berbagi obat. Penyalahgunaan obat dapat mendorong pertumbuhan bakteri yang resistan terhadap obat. Cara lain untuk membantu : mendesak pekerja kesehatan terbiasa untuk mencuci tangan dan mengikuti langkah-langkah pengendalian infeksi di rumah sakit lain.

Diterjemahkan dari situs: http://www.usatoday.com/story/news/nation/2014/04/30/who-alarm-superbug-infections/8502853/

Leave a Reply

Post Navigation